A+ A A-

Wong Tsu (1893-1965) : Insinyur Pertama Dibalik Sukses Boeing

  • Written by 
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net| Cikal bakal Boeing sebagai sebuah industri di awal abad 20 berkaitan dengan talenta dan kreativitas insinyur awalnya (Turner , p223)  – seorang Tionghua lulusan Massachusetts Institute of Technology. Dia merancang produk massal Boeing pertama yang sukses secara financial.

 

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

Wong Tsu dilahirkan di Beijing pada tahun 1893 . Di usia hanya 12 tahun, Wong terpilih oleh pemerintah Qing untuk masuk dalam akademi kelautan Yang-tai. Empat tahun kemudian dia menjadi Tionghua pertama dari kadet angkatan laut yang dikirim ke Inggris dimana dia menempuh bachelor degree di bidang naval architecture dan mechanichal engineering dari Amstrong Technical College.

Pemerintah Tiongkok kemudian mengirimkan dia ke Amerika Serikat dan Massachusetts Institute of Technology untuk studi ilmu baru penerbangan. Program ini merupakan yang pertama di Amerika Serikat dan dimulai di tahun 1914 oleh Jerome Hunsaker – yang merekomendasikan Wong Tsu kepada Westervelt. Hunsaker menilai bahwa Wong Tsu adalah orang yang baik  dan menginginkan perubahan dalam rancangan dan konstruksi pesawat terbang.


Wong lulus dari MIT pada bulan Juni 1916 dan belajar untuk terbang di Flying Boat School – Curtiss Co. , Buffalo , New York. Wong berdiskusi dengan Westerveld dan berangkat dengan USS Wyoming dari pelabuhan New York untuk menuju ke Seattle berkaitan dengan proyek Model C dengan menggunakan data MIT dan riset dari Gustav Eiffel.

Wong dapat menguji teorinya di udara. Menurut sebuah surat kabar di Seattle pada masa itu , William Boeing mengijinkan staff-staffnya untuk terbang dengan pesawat yang dibangun oleh mereka. Wong Tsu adalah salah satu yang paling antusias dan masih muda. Model C pertama terbang pada tanggal 5 November 1916 dan pengembangan berikutnya mengudara pada 9 April 1917. Di tahun ini , Pasific Aero Products berubah nama menjadi Boeing Airplane Company . Model C yang dikembangkan Wong Tsu ini menjadi produk sukses Boeing pertama secara komersial.



[Foto Ilustrasi : US Government Photograph , Boeing Model C , Public Domain]

Tidak lama setelah presiden Amerika Serikat , Woodrow Wilson mengumumkan perang kepada Jerman, Boeing mengeluarkan sebuah cek sebesar 50 USD untuk Wong Tsu. Wong Tsu kemudian kembali ke Tiongkok untuk memulai pabrik pesawat terbang pertama di Tiongkok. Di tahun 1918 , Wong membangun pabrik pesawatnya di galangan kapal Mahwei. Di dekade berikutnya Wong telah memproduksi lusinan pesawat terbang disana.

Model C yang dirancang oleh Wong Tsu adalah pesawat militer pertama yang diluncurkan oleh Boeing dan juga pesawat terbang pertama yang digunakan untuk mengirim surat. Pesawat ini dikembangkan ke model 404A , pesawat terbang ganda , untuk keperluan surat dan penumpang.  Di tahun 1917 , Perang Dunia I semakin meluas dan Josephus Daniels , pejabat angkatan laut mendesak Boeing agar mempercepat produksi Model C . Disisi lain angkatan laut hendak menguji kualitas Model C. Jika berhasil melewati test di pangkalan angkatan laut maka Boeing akan menerima pesanan melimpah.  Dua pesawat Model C dikemas dalam peti kayu dan diberangkatkan dengan kereta api dan didampingi oleh pilot Herb Munter dan pejabat Boeing . Pada saat pengujian , Model C dapat membuktikan kualitasnya ditengah kondisi kecepatan angin 35 mph. Tiga bulan kemudian , Boeing Airplane Company menerima pesanan dengan total nilai 575 ribu USD.

Di tahun 1928 , Westerveld berangkat ke Shanghai sebagai perwakilan dari Curtiss Wright Corporation , berkerjasama dengan pemerintah Tiongkok untuk mendirikan China National Aviation Corporation - CNAC. Westerveld memilih Wong Tsu untuk menjadi kepala insinyur di CNAC. Di tahun 1934 , Wong Tsu berpangkat Letnan Kolonel dan menjadi manajer utama yang pertama  di Central Hangzhou Aircraft Company—yang membangun Curtis Hawk dan pesawat observasi Douglas. Dengan kapasitasnya , Wong mengunjungi Boeing di Seattle , Douglas Aircraft Company di California dan Boeing School of Aeronautics di Okland.

Selama Sino-Japanese War II , Wong memindahkan pabriknya ke kawasan pedalaman , pertama ke Wuhan dan berikutnya ke Kunming. Ibukota Yunnan ketika itu menjadi provinsi yang paling terpencil dan terisolir. Di tahun 1940 , Wong mendirikan Chinese Bureau of Aeronautical Research (kemudian berganti nama menjadi Aviation Industry Development Center). Perang Pasific meletus sehingga Wong sulit mendapatkan material pesawat di posisi pabriknya yang relative terpencil , sampai Wong membuat pesawat terbang layang berbahan bamboo.  Disisi lain Kunming menjadi jalur penting jalur udara dari India (Inggris) ke Tiongkok dan dari Indo-China (Perancis) ke Tiongkok. CNAC sebagaimana militer Tiongkok , banyak mendapat supply gasoline dari Haiphong-Vietnam

 

Pasca perang , Wong memimpin Aviation Research Academy di Tiongkok . Dalam 1 dekade terakhir kehidupannya Wong mengajar di National Cheng Kung University dan meninggal dunia pada 4 Maret 1965 di Tainan , Taiwan.  James Fallows dalam bukunya “China Airborne” menulis bahwa tanpa usaha Wong Tsu , melalui rancangan Model C , maka  perusahaan Boeing mungkin tidak akan bertahan di tahun awalnya . (Week In China , 8 Juni 2012)

Budaya-Tionghoa.Net | Facebook Group Tionghoa Bersatu
REFERENSI :
Bond & Ellis , 2001 , “Wings for and embattled China”
,
Dumovich , Eve., 2006 ,  “ The First and The Best” , Situs Boeing
Turner , Edgar., 2010 , ” The Birth of the 787 Dreamliner”
-----------------, 2012 , “Reaching for the skies” , Week in China ,
Last modified onFriday, 19 October 2012 00:12
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2101-wong-tsu-1893-1965--insinyur-pertama-dibalik-sukses-boeing

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto