Strict Standards: Declaration of JParameter::loadSetupFile() should be compatible with JRegistry::loadSetupFile() in /home/budayati/public_html/web2/libraries/joomla/html/parameter.php on line 0
Fengshui dalam Filosofi Ruang Menurut Budaya Tionghoa, Pandangan untuk Membangun Lingkungan (3)
A+ A A-

Strict Standards: Declaration of JCacheControllerView::get() should be compatible with JCacheController::get($id, $group = NULL) in /home/budayati/public_html/web2/libraries/joomla/cache/controller/view.php on line 0

Fengshui dalam Filosofi Ruang Menurut Budaya Tionghoa, Pandangan untuk Membangun Lingkungan (3)

  • Written by  Sugiri Kustedja ( Chendra Ling-Ling)
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net| Konsep kematian ala Zhu Xi itu masih sesuai koridor, misalnya dari qi kembali ke qi asali or tai xu ( kekosongan agung ). Zhu Xi-mempromosikan qi 气 = energi asali, dao 道 = jalan (dalam artian adalah jejaring), yang merupakan alasan dan sumber untuk setiap perubahan di alam semesta. Konsep ini berhubungan dengan teori kosmologi Tiongkok yang memanfaatkan simbol-simbol yang sama dan penafsiran.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

Lebih lanjut dalam sejarah, Neo-Konfusianisme ini diadopsi sebagai filosofi kerajaan, dan para cendekiawan menjadi pejabat dalam kekaisaran. Topik ini menjadi mata subjek utama saat ujian negara, sebagai prasyarat untuk memasuki jenjang kepangkatan.


Karakteristik dari orang awam yang percaya feng-shui sangat fleksibel, dapat ditafsirkan secara bebas oleh setiap pihak tanpa dogma yang ketat. Menggabungkan dengan kompas yang telah diciptakan, konsep Zhu Xi digabungkan dan disebut "Aliran posisi" fang-wei 方位, atau "Aliran Fu-jian". Konsep ini lebih cocok diterapkan di wilayah Tiongkok bagian Tengah dan Utara, dimana topografi tanahnya relatif datar, tanpa landmark yang signifikan.


Selama praktik berabad-abad, saat ini perbedaan antara kedua aliaran tersebut tidak terlihat dengan jelas lagi. Ada beberapa periode dalam sejarah bahwa negara mencoba mengendalikan, menyensor, dan memonopoli konsep fengshui, mereka membentuk lembaga pengajaran konsep fengshui yang resmi. Sayangnya konsep fengshui sudah populer dengan rakyat biasa, tidak mungkin untuk untuk dihilangkan.


Sistem terbuka yang terkandung dalam konsep fengshui memungkinkan setiap orang untuk menafsirkan teori ini ketika seseorang percaya diri untuk melakukannya, sehingga muncul banyak aliran fengshui selama sejarah. Sebagai contoh: Ba-gua fengshui 八卦 风水, Fei-xing fengshui飞星 风水 (Fengshui bintang terbang), dan Fengshui topi hitam [1].
Aliran topi hitam ini mulai di Taiwan selama 1970-1980, dengan latar belakang Tantra Buddhis. mendapatkan popularitas di negara-negara Barat dan Amerika Serikat, dengan pengajaran dan mendirikan sekolah fengshui. Fengshui topi hitam menyatakan dirinya sebagai fengshui modern dan cocok dengan budaya Barat kontemporer.


Kosmologi Tiongkok.


Konsep dasarnya adalah bahwa manusia adalah pusat alam semesta, dan bahwa takdir manusia dipengaruhi oleh totalitas kekuatan alam. Ini menekankan konsep kosmologi sebagai dasar teori fengshui. Kosmologi Tiongkok adalah filsafat yang sangat spekulatif [2], itu diyakini benar dan tepat oleh masyarakat.

Pengelompokan konsep dasar tersebut sebagai berikut:
• Kosmogoni (asal usul alam semesta):
o mitologi Pan-ku dan Nu-wa[3]
o tai-ji 太极 akar asali, atau the great ultimate
o gai-tian 盖天 kubah langit
o hun-tian 浑天
o xuan-ye 宣夜ruang kosong gelap
• Nomor, visual, klasifikasi (visualisasi konsep alam semesta):
o luo-shu 洛 书naskah dari sungai Luo (9 nonary)
o he-tu 河 图diagram dari sungai Kuning (10 angka)
o wu-xing 五行 (5 unsur)
• Harmoni, dinamika (sumber alam semesta terus berubah):
o yin-yang陰陽, 阴阳, tai-ji-tu 太极 图 (kesatuan yin dan yang di dalamnya)
o wu-xing 五行 (5 unsur)
o ba - gua 八卦 (8 trigram)
•Dimensi Waktu, berhubungan dengan astronomi (sinkronisasi dunia 3 dimensi dengan siklus alam semesta, untuk mendapatkan dimensi waktu harmonis):
o gan-ying 感应 (resonansi kosmis)
o kalender: lunar & solar, lunisolar
o 10 batang langit – tian-gan 天干
o 12 cabang bumi - di-zhi 地支
o siklus 60 tahun - liushi jiazi 六十 甲子
o si-xiang 四象 – mitologi 4 binatang langit [4]
o 28 Ershi-ba-Xiu 二十八宿 lunar mansion
• Korelasi, relativitas, dan aplikasi untuk kehidupan sehari-hari.
o Kosmologi geometris, kosmografi geometris
o Ming-tang 明堂 (aula cahaya)
o Pemikiran korelatif
o Kosmologi korelatif
o Geometri korelatif
o Fengshui
Penjelasan rinci dari setiap teori akan membutuhkan banyak halaman, sehingga yang diluar lingkup pembahasan makalah ini adalah ba-zi, TCM, kuliner, ritual, kepercayaan, etika.

Catatan penerjemah:
[1] Fengshui topi hitam; adalah metode yang menggabungkan prinsip fengshui dengan spiritualitas Buddhist Tantrayana & psikologi Grand Master Professor Thomas Lin Yun Rinpoche, metode ini tidak termasuk dalam aliran fengshui.
[2] Kosmologi Tiongkok adalah filsafat mampu menjelaskan proses terbentuknya alam semesta yang sesuai dengan fisika modern. Wuji atau 0 menjadi taiji atau 1, menjadi liangyi atau yin-yang atau 2 dan seterusnya.
[3] Legenda Pan Gu ini baru muncul belakangan yaitu pada periode Tiga Negara 三國 (220-280 CE).
[4] Si xiang tidak termasuk dalam dimensi waktu, sebaliknya waktu adalah bagian dari si xiang, misalnya 4 arah, 4 musim, dan 4 gaya.

Budaya-Tionghoa.Net | Facebook Group Budaya Tionghoa | Mailing-List Budaya Tionghua


Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2109-fengshui-dalam-filosofi-ruang-menurut-budaya-tionghoa-pandangan-untuk-membangun-lingkungan-3

Strict Standards: Non-static method oFBLikeBox::getData() should not be called statically in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_ofblikebox/mod_ofblikebox.php on line 24

Latest Articles


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548
  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Sejarah


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Budaya


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Tionghoa


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Seni


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Filsafat


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Sains


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Esai & Opini


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Resensi Buku


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Album Foto


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548