A+ A A-

Aliran Neijiaquan 内家拳 dan Wudang 武当

  • Written by  King Hian
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Aliran Neijiaquan (lue ka kun) 内家拳 sering dihubungkan dengan Wudang (Butong) 武当 karena 'sedikit kesalahan'. Contohnya banyak yang menunjuk gunung Wudang sebagai pusat beladiri Tao tapi lupa ada gunung yg lebih tua lagi yaitu Qingcheng shan sebagai tempat beladiri aliran Tao. Lv Siniang jebolan aliran Qingcheng.

Istilah Neijiaquan (aliran dalam) untuk menyebut aliran-aliran Baguazhang, Taijiquan dan Xingyiquan pertama kali dipakai pada tahun 1894, ketika 4 orang: Cheng Tinghua 程庭华 (guru Baguazhang), Liu Dekuan 刘德宽 (guru Taijiquan), Li Cunyi 李存义 dan Liu Weixiang 刘纬祥 (guru Xingyiquan) membentuk Neijiaquan.

Artikel Terkait :

{module [201]}

Yakni kelompok persaudaraan untuk menjalin kerjasama, di mana murid mereka dapat saling belajar antar aliran (bagua, taiji, dan xingyi) sebagai satu keluarga (jia: keluarga). Belakangan baru diketahui bahwa istilah 'neijiaquan' sudah dipakai oleh orang lain, sehingga mereka mengubahnya menjadi 'neigongquan' (lue kang kun) 内功拳. Namun pergantian nama ini terlambat, istilah neijiaquan sudah terlanjur dikenal orang.

Beladiri aliran Tao lebih mengarah lembut karena dalam kitab DaoDe Jing ada tulisan "Lembut mengalahkan keras" atau yi rou zhi gang. Ini yang menjadi dasar beladiri aliran Tao, walaupun tidak semuanya. Contohnya Baji quan yang keras. Kuncian jurus Bagua dan Taiji lebih didasari filsafat Tao.

Istilah 'neijiaquan' yang lebih dulu ada, adalah satu aliran kungfu pada
dinasti Ming dengan gurunya: Sun Shisan 孙十三. Catatan tertulis pertama tentang neijiaquan ini berasal di akhir dinasti Ming, ketika Hchecheuang Baijia 黄白家 (seorang ahli neijiaquan) menulis buku berjudul Neijiaquan, untuk mengenang gurunya: Wang Zhengnan 王征南. Huang Baijia dibantu oleh ayahnya Huang Zongxi 黄宗羲 (seorang skolar) menulis buku ini.[kesalahan Huang Zongxi bisa dilihat di artikel lain]

Dalam buku ini, dikatakan bahwa Neijiaquan berasal dari Zhang Sanfeng 张三丰 (Tnio Samhong) dari Wudangshan 武当山 (Butong san). Tidak ada silsilah yang jelas antara Zhang Sanfeng dengan Wang Zhengnan. Neijiaquan versi Wang Zhengnan ini tidak sama dengan Neijiaquan yang terdiri dari Taijiquan, Xingyiquan, dan Baguazhang. Diantara 3 aliran ini, hanya Baguazhang yang didirikan oleh seorang Taois: Dong Haichuan 董海川 (1797-1882).

Ketika Cheng Tinghua dkk membentuk kelompok neijiaquan yang terdiri dari
baguazhang, taijiquan, xingyiquan. Banyak orang salah mengira bahwa neijiaquan ini berhubungan dengan niejiaquan dari Wang Zhennan. Sehingga baguazhang, taijiquan, dan xingyiquan juga dianggap berasal dari Zhang Sanfeng. Kesalahan ini ditambah dengan 'kesalahan' yang dilakukan oleh Akademi Wushu Pusat Nanjing 南京中央国术馆 pada tahun 1928 yang mengelompokkan taijiquan, baguazhang dan xingyiquan sebagai "kungfu Wudang", untuk membedakannya dengan "kungfu Shaolin". Di buku2 sekarang yang ditulis oleh banyak peneliti sejarah wushu, dikatakan bahwa Taijiquan berasal dari keluarga Chen di Henan, di mana berdasarkan bukti yang ada, taijiquan 'baru' ada pada akhir dinasti Ming.

Orang yang pertama kali menulis buku tentang Neijiaquan (Taijiquan, Xingyiquan
dan Baguazhang) dan dihubungkan dengan filosofi Tao adalah Sun Lutang 孙禄堂 (1861-1932). Ketika Taijiquan, Xingyiquan dan Baguazhang berjaya di akhir dinasti Qing, umumnya orang yang menguasai ilmu ini adalah para petani yang 'kurang terpelajar' dalam bidang sastra. Sun Lutang merupakan satu hal yang jarang dijumpai, seorang terpelajar dalam kitab klasik, yang juga ahli kungfu.

Atas saran guru baguazhang nya: Cheng Tinghua, Sun Lutang mempelajari filosofi Tao ke Emeishan (gunung Gobi) dan wudangshan (gunung Butong). Kemudian Sun menulis buku tentang Xingyiquan, Baguazhang, Taijiquan, yang dibahas sesuai dengan filosofi Tao: Xingyiquan Xue (Pelajaran Kungfu Xingyi), Baguaquan Xue (Pelajaran Kungfu Patkua), Taijiquan Xue (Pelajaran Kungfu Taiji), Baguajian Xue (Pelajaran Pedang Patkua), dan Quanyi Shuzhen (Penjelasan Intisari Kungfu). Ada satu buku tentang Tombak Xingyi, yang sedang ditulis dan belum diselesaikannya.

Pada tahun 1921 Sun Lutang, ditantang oleh Sakagaki (petarung dari Masyarakat
Bushido Jepang) yang diutus Kaisar Jepang. Sakagaki berkata bahwa Sun Lutang mengajar kelembutan bisa mengalahkan kekerasan, dan ia sebagai orang yang keras (tinggi besar dan kuat) akan mencoba bagaimana orang yang lembut (Sun Lutang adalah orang yang kurus, dengan tinggi badan 167 cm), dapat mengalahkan dirinya.

Sun Lutang bertanya pertarungan bagaimana yang dikehendaki oleh Sakagaki. Sakagaki mengatakan ia akan mengunci Sun Lutang, dan menurutnya Sun Lutang tidak akan berhasil terlepas dari kunciannya, bahkan Sakagaki mengatakan akan mematahkan tangan Sun Lutang. Kemudian Sun Lutang mempersilahkan Sakagaki mengunci lengannya, ternyata Sun Lutang dengan mengunakan langkah kaki dan bisa melepaskan lengannya dengan mudah.

Sakagaki meminta agar Sun mencoba sekali lagi tekniknya, tanpa menggunakan kakinya. Sun Lutang berbaring dan mempersilahkan murid2 Sakagaki untuk memegangi kakinya. Sakagaki mengunci Sun Lutang, sementara penerjemah diminta untuk menghitung 1 sampai 3. Dihitungan ketiga, Sun Lutang menekan perut Sakagaki, ketika kunciannya terlepas dan ia memukul beberapa titik di tubuh Sakagaki dan mendorongnya hingga terlempar dan akhirnya jatuh tertimpa sebuah lemari buku. Sun Lutang mempersilakan Sakagaki untuk mencoba lagi teknik yang lain, tetapi Sakagaki menolak dan mengaku kalah.

KING HIAN , 25961

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2123-aliran-neijiaquan-%E5%86%85%E5%AE%B6%E6%8B%B3-dan-wudang-%E6%AD%A6%E5%BD%93

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto