A+ A A-

Resensi Buku : "Kisah Republik Lanfang di Singkawang, First Democracy in The World."

  • Written by  Ivan Taniputera
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Berikut ini, saya secara bertahap akan meringkaskan buku mengenai Lanfang secara bertahap. Tentunya dengan tidak melibatkan hal-hal yang sensitif. Saya akan berupaya membuat ringkasan yang ringkas, padat dan informatif, sehingga dapat dijadikan rujukan bagi yang memerlukan data. Beberapa data yang penting akan saya muat. Agar lebih mudah diikuti saya akan buat dalam bentuk poin-poin. Ringkasannya akan dimuat secara bersambung.

 

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

 

 Ringkasan Buku Mengenai Lanfang (Tahap 1).

KELOMPOK LINGUISTIK
Etnis Tionghua di Kalimantan Barat, terdapat dua kelompok linguistik, yakni Teochew (Chaozhou) dan Hakka (Kejia).
Perbedaannya: Teochew (atau terkadang juga disebut Tiociu sebagian besar adalah tukang atau pedagang. Tinggal di kota-kota pantai. Kejia sebagian besar adalah pekerja tambang, sehingga tinggal di pedalaman. Selain keduanya ada orang Tionghua yang berasal dari Hokkian Selatan (Minnan). Bahasa mereka dekat dengan Teochew, namun belum tentu dapat memahami satu sama lain. Orang Hakka juga mengucapkan berbagai dialek berbeda: Kejia “asli” dari Jiayingzhou (Meizhou) beserta Banshanke dari Chaozhou dan Huizhou.


VARIASI PENULISAN
Terdapat variasi penulisan oleh para peneliti Barat terhadap istilah dan nama-nama Tionghua. Mereka biasanya menuliskan ejaannya berdasarkan bunyi yang mereka dengar. Berikut ini adalah contoh transliterasi nama-nama Tionghua oleh para penulis Barat:

Am = an (Lim-Sam-On = Lin San’an 林三按´)
Dj = y (Padyan = Bayan 把烟)
Im = in (see above, “Lim” = Lin)
In = eng (Lioe-A-Sin = Liu Asheng 刘阿生)
Ng (1) = n (Ngi-tjong = Ni Zhang 倪章)
(2) = y (Ngan-Tshe = Yan Zhu 颜助)
(3) = wu (Ng-Djin-Tsioek = Wu Yinzu 吴应足)
O, oo (1) = uo (Lo-Fong-Pak = Luo Fangbo 罗芳伯)
(2) = a (see above, “Fong” = fang)
Oi = ai (Lioe Tshoi = Liu Cai 刘才)
Ong = ang (Lioe-Liong-Kwon = Liu Liangguan 刘亮官)
Tj, tj’ (1) = z, zh (Tjoe Hao = Zhu Hao 朱浩)
(2) = c, ch (Koe Tjin = Gu Chen)

1770-1880
Kalimantan Barat menyaksikan tumbuh dan berkembangnya pemukiman pekerja tambang Tionghua dengan kerangka organisasi idiosinkratik mereka yang disebut kongsi (公司), Arti harafiah kongsi adalah “manajemen umum” atau “common management.”

PERUBAHAN BESAR
Perubahan besar-besaran sosial, politik, dan ekonomi mengubah kehidupan sosial beserta ekonomi masyarakat pekerja tambang Tionghua di Kalimantan Barat, sehingga timbul institusi politik baru, yang di antaranya adalah总厅, zongting, atau “gedung pertemuan” (assembly hall). Fungsinya adalah perkumpulan umum dan dewan eksekutif persekutuan antar kongsi dan pemukiman. Zongting di Montrado menjadi yang terpenting dan pada kenyataannya merupakan republik otonom. Menjadi terkenal karena keteguhannya dalam menentang penerapan aturan pemerintah kolonial.

Para pekerja tambang Tionghua datang ke Kalimantan Barat(婆罗洲) pada kurang lebih tahun 1750.

Mereka diundang karena:
a.Mempunyai reputasi yang tersohor sebagai penambang.
b.Memiliki teknologi pertambangan yang lebih unggul.

Kedatangan mereka juga membawa sistim nilai moralitas dari kampung halamannya dan juga pembangun kuil-kuil sebagai cerminan keyakinan mereka.

Bersambung.

IVAN TANIPUTERA , 10151077730922436

Budaya-Tionghoa.Net | Facebook Group Budaya Tionghoa

Last modified onThursday, 13 September 2012 06:15
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2249-resensi-buku--kisah-republik-lanfang-di-singkawang-first-democracy-in-the-world

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto