A+ A A-

[Q-A] Pertanyaan Tentang Ngo Kok 五穀

  • Written by  David Kwa & Hendri Yu
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

 

Photo Ilustrasi : IRRI.ORG

Tanya : Dalam acara pemakaman warga Tionghoa ada istilah "Ngo kok" sambil membaca kalimat nya maka dilempar lah bibit-bibit jagung,kacang,. ! Kemudian membelah kelapa muda.. Mohon senior yang lebih  tahu soal ini untuk memberi penjelasan. Arti dan tujuannya apa ? . Juga kalimat ngo-kok yang benar itu seperti apa? Karena menggunakan dialek Hokkian. Saya tidak mengerti bahasanya. Jadi seumpama tokong-nya salah ucap mana kita tahu salah nya apa? Mungkin ko David kwa dkk bisa  berkenan memberi penjelasan.

 

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

 

 Jawab : Ngo Kok 五穀 itu istilah dalam Dialek Hokkian selatan (Minnan), artinya Lima Jenis Palawija (Five Grains). Mandarinnya Wu Gu. Upacara Menyebar Ngo Kok (= Sai Ngo Kok 撒五穀) yang dilakukan Thoukong 土工 (yakni orang yang bertugas mengurusi segala tatacara persembahyangan dalam kematian dan penguburan) dalam upacara penguburan, sesaat setelah peti mati ditimbun tanah, bermakna kesuburan.

Bagi masyarakat agraris, panen berlimpah (= Ngo Kok Hong Teng 五穀豐登) tentu saja membawa kemakmuran bagi seluruh keluarga.

Tentu saja mantra (= Ciu 咒) yang diucapkan Thoukong dalam Upacara Sai Ngo Kok ini bermacam-macam, tergantung pada apa yang diajarkan gurunya kepadanya. Di antaranya, yang saya tahu, adalah doa/permohonan semoga dengan ditebarnya Ngo Kok ini anak-cucu dan semua anggota keluarga yang ditinggalkan akan jaya-makmur dan sejahtera selamanya. (David Kwa) 

Tanya : Ini masih berkaitan dengan Ngo kok. Yang benar ngo kok ini di-sangrai atau orang Jateng bilang digongso atau tidak?

Jawab : Biasanya tidak disangrai. Bijinya bawa pulang, tanam di kebun.

Tanya : Dulu saya tidak mengerti tapi beberapa tahun lalu pernah ada yang bilang maksudnya disangrai itu biar tidak tumbuh karena saat menyebar ngo-kok tidak boleh dibawah pulang. Yang boleh hanya uang dan pakunya. Uangnya disimpan sebagai "punji" yang tidak boleh dibelanjakan dan pakunya dipakai untuk membangun rumah. Tetapi kalau ada yang "ciong" senjata tajam tidak usah memakai paku. Katanya agar berkah (modal) yang diberikan oleh almarhum tetap tidak habis sampai ngo-kok itu tumbuh. Lha kapan tumbuhnya kalau sudah  disangrai, alias gak akan tumbuh = selamanya modal tidak habis abis. Pendapat yg lain gimana?

Jawab : Justru filosofinya itu Wu Gu harus ditanam. Tapi mungkin sudah berubah.

Tanya : Yah itulah yang namanya kepercayaan rakyat. Yang bener seperti apa ? Ada yg bisa memberi  info tidak, pakemnya bagaimana?

Jawab : Yang pakem yang ditanam. Wu Gu, komposisinya juga sudah berbeda di sini. Soalnya tidak ada gandum, barley, dan millet di sini. Ganti memakai kacang hijo merah dan kedelai. Jika ingin mengetahui wugu yang asli bacalah Sanzijing.

Tanya : Contoh doanya seperti apa ?

Jawab : Salah satu contoh di Jawa Tengah adalah seperti ini :  Ngo Kok Hok Teng - bibit ngo kok/ lima palawija menjadi bahan sugih mukti dan kaya raya / Hok jin Coan Ke Seng - anak,cucu, buyut dan menantu cukup sandang pangan / Ceng Liong Ki Bu - hidup terpandang sempurna layaknya naga / Pek Hauw Ceng Eng - hidup senang dan bahagia layaknya macan / Cu Ciak Him Him - hidup agung laksana burung cu ciak / Yan Bu Teng Teng - semua keadaannya selalu makmur / Ko Ka Liang Teng Cin Ya - berlimpah sandang pangan dalam keluarganya.

Tanya : Ngo-kok itu adat agama Khonghucu ya?

Jawab : Ngo-kok adalah adat istiadat Tionghoa, tidak memakai label.

Tanya : Sepertinya di jaman Chunqiu sudah ada pembahasan mengenai masalah wu-gu ?

Jawab : Benar. Pemujaan Wu Gu memang sudah dari jaman purba. Wu Gu, dipuja sebagai Shen. Di Tian Tan, ada altar Wu Gu Zhi Shen. Setiap tahun beberapa kali seorang Tianzi memberikan persembahan pada Wu Gu.

David Kwa , Hendri Yu , Zhou Ay Lie

http://www.facebook.com/groups/budaya.tionghoa/permalink/10151067442982436/


Budaya-Tionghoa.Net | Facebook Group Budaya Tionghoa



Last modified onThursday, 18 October 2012 08:33
Rate this item
(4 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2252-q-a-pertanyaan-tentang-ngo-kok-%E4%BA%94%E7%A9%80

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto