A+ A A-

Realitas Dasar Dalam Filsafat Tiongkok

  • Written by  Ardian Cangianto
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Pemilihan judul realitas[1]dasar[2] atau ultimate reality ini merupakan hasil diskusi penulis dengan Drs. Fabianus Heatubun,SLL Fabianus selaku dosen pembimbing, dimana penulis sempat kesulitan memilih judul paper. Pada awalnya penulis memberi judul “Materialisme Tiongkok Purba”, karena yang hendak dijadikan penulisan adalah konsep yin yang[3] dan lima unsur 五行[4]tapi pada kenyataannya konsep ini begitu melekat dalam banyak aspek budaya maupun filsafat dan bidang kehidupan masyarakat Tionghoa lainnya hingga hari ini, mulai dari tradisi, ritual, pengobatan hingga hal-hal yang bersifat klenik. Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok yang berpahamkan komunisme juga tidak bisa menghapus Realitas Dasar ini, walau dengan segala daya upayanya, bahkan sekarang ini menjadi marak kembali.

 

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

 

 Berdasarkan pertimbangan diatas, judul “Materialisme Tiongkok Purba” diganti dengan “Realitas Dasar Dalam Filsafat Tiongkok”.

1.1 Latar Belakang

Seringkali dalam membahas sejarah filsafat Tiongkok, terluput dari para penulis adalah konsep materialisme alam Tiongkok pra Confucius. Pada umumnya yang dibahas adalah kaisar mitos Fu Xi dan Zhou Wen Wang yang terkait dengan Yi Jing dengan konsep yin yang  dan berkembang menjadi hexagram ba gua 八卦. Penggunaan istilah lima unsur sudah ada sebelum periode Seratus aliran filsuf baijia zhengming 百家爭鳴.[5]

Dalam paper ini, penulis memasukkan beberapa nama yang jarang disebut dalam studi filsafat Tiongkok di barat tapi merupakan nama-nama yang selalu disebut-sebut dalam komentar para filsuf periode Seratus aliran filsuf dan juga dalam buku-buku filsafat Tiongkok dalam bahasa mandarin yang terbit pada abad 20 dan 21.

Untuk memahami mengapa Realitas Dasar menjadi pusat dalam banyak aspek kehidupan masyarakat Tiongkok perlu memahami konsep cosmogeny orang Tionghoa pada masa lampau, disitu  akan terlihat tidak lengkap cosmogeny dalam mitos-mitos Tiongkok. Hal ini tidak dapat dilihat seperti itu saja, tapi perlu dikaji secara mendalam bagaimana bangsa Tiongkok melihat alam dan menuangkannya dalam mitos mereka sehingga berpengaruh pada pandangan masyarakat Tiongkok kemudian. Karena itu dalam bab 1 dijelaskan mengenai mitos Tiongkok dan perbandingannya dengan mitos Yunani sebagai salah satu contoh. Dalam bab 2 akan membicarakan perjalanan filsafat tentang alam dari sudut pandang Tiongkok dan juga perkembangannya yang tentunya akan berkaitan dan mempengaruhi pandangan para filsuf setelahnya yang terasa hingga saat ini yang akan diuraikan dalam bab empat.

Dalam membahas masalah filsafat Tiongkok, tentunya juga harus membicarakan masalah bahasa.  Bahasa mandarin walau dikatakan dipersatukan dan tidak mengalami perubahan selama 2000 tahun, tetap hingga kini merupakan kendala dalam membaca teks-teks klasik.  Di dunia ini awalnya adalah bahasa gambar yang kemudian berkembang menjadi  2 jenis bahasa yaitu bahasa berdasarkan bunyi dan tulisan. Bahasa Inggris adalah salah satu contoh bahasa yang berdasarkan bunyi. Sedangkan Tiongkok tidak pernah mengganti bahasanya menjadi bahasa bunyi karena alasan persatuan. Kita bisa lihat bahwa bahasa bunyi bisa berubah-rubah ditempat lain. Tapi bahasa tulisan Tiongkok tidak berubah selama 2000 tahun lebih. Kata Dao 道 dengan nada bunyi ke 4 bisa berbeda-beda cara membacanya tapi tulisannya tetap dan uniknya memiliki arti-arti yang berbeda. Itulah ciri bahasa mandarin yang berbeda dengan bahasa lain di dunia yang mayoritas menggunakan bahasa bunyi.  Bahasa mandarin sekarang ini terdiri dari 3 bagian besar yaitu piktograf 形象字, ideograf 會意字, sonograf 形聲字.

Feng Youlan  馮友蘭mengatakan bahwa masalah bahasa adalah rintangan terbesar dalam mempelajari filsafat Tionghoa. Kendala terbesar dalam bahasa mandarin adalah satu kata bisa mengandung beberapa makna, apalagi mengkaji kitab klasik.  Apalagi ketika diterjemahkan kedalam bahasa lain, tentunya bermasalah. Sebagai contoh adalah kata wu wei 無為 atau yang sering diterjemahkan sebagai non action, hal ini membuat suatu kerancuan luar biasa bagi mereka yang mempelajari Taoism terutama ketika membaca tentang wu wei atau non action.  Chen Yaoting 陳耀庭[6] dalam seminarnya yang diselenggarakan di Singapore pernah mengatakan bahwa wuwei tidak selalu berarti non action, wu wei  無為bisa berarti non intention, non selfish, natural.

Karena faktor bahasa itu, penulis akan mencoba berhati-hati dan seteliti mungkin menterjemahkan dan menghindari kesalahan penterjemahan.

1.2 Tujuan Penulisan

Menemukan correlative thinking masyarakat Tionghoa jaman sekarang dengan realitas dasar yang menjadi dasar perkembangan filsafat Tiongkok. Dengan mempelajari reliatas dasar yang menjadi sumber kebijakan Tiongkok terutama dalam memandang alam sekitarnya semoga bisa menambah wawasan kita dalam memandang alam sebagai bagian tak terpisahkan dari manusia.

 1.3 Metode Pembahasan

Dalam penulisan paper ini, penulis mengutamakan studi kepustakaan dan hermeunetika fenomologis dalam menafsirkan segala sesuatu yang berkaitan dengan realitas dasar tersebut.

1.4 Rumusan Masalah

       Untuk mempertajam kajian dengan tema di atas, penulis menjabarkan dalam beberapa sub tema. Pertama, mitologi Tiongkok purba yang mempengaruhi pandangan para filsuf Tiongkok terhadap alam, kedua, pandangan purba terhadap apa yang disebut Di dan Materialisme Alam purba Tiongkok mengenai yin yang dan lima unsur akan mempengaruhi perkembangan filsafat Tiongkok nantinya, ketiga membahas pengaruh materialism alam terhadap budaya Tionghoa dan proses menjadi Realitas Dasar yang bersatu dan pengaruhnya hingga saat ini.

1.5 Sistematika Penulisan

       Sistematika penulisan diatur dalam bagian seperti dibawah ini :

       Bab I, berisikan pendahuluan, yang terdiri dari latar belakang masalah, tujuan penulisan, metode pembahasan, ruang lingkup pembahasan, rumusan masalah dan sistematika penulisan

       Bab II, membahas mitologi Tiongkok purba dan pengaruh mitologi Tiongkok purba pada perkembangan filsafat serta falsafah kehidupan masyarakat Tiongkok

       Bab III, membahas tentang Di dan konsep yin yang 阴阳 lima unsur ( wuxing, 五行  )serta para tokoh filsuf purba seperti Zhou Gong 周公, Bo Yangfu 伯阳父 dan lain-lain.      

       Bab IV, membahas pengaruh Materialisme Alam terhadap para filsuf Tiongkok, memaparkan proses Materialisme Alam menjadi Realitas Dasar.

       Bab V, adalah kesimpulan hasil paparan yang ditulis oleh penulis.

 


 BAB II - MITOLOGI TIONGKOK PURBA 

Mitos memiliki beberapa pengertian yang salah satunya adalah “gambaran atau perumpamaan yang menjelaskan kehidupan insani dan dunia ( seperti mitos-mitos Plato)”[7] yang akan berpengaruh terhadap suatu masyarakat atau kebudayaan dalam melihat dan memandang alam serta kehidupan mereka. Dan mitos adalah suatu cara dari sekelompok atau seseorang menjabarkan sesuatu yang ada dihadapannya atau juga yang tidak terjangkau oleh indra-indra tubuhnya. Qi Liang 啟良 berpendapat “bahwa mitos adalah suatu cara manusia mengekspresikan sejarah purbanya, terutama dalam menjelaskan segala sesuatunya dan asalnya.[8] Mitos sebagai suatu cara manusia purba memandang alam dan sekitarnya akan didobrak oleh filsafat yang menjadi suatu cara manusia memandang alam dan sekitarnya dengan pandangan yang berbeda dan menjadi materialisme purba.

2.1 Mitos Sebagai Awal Filsafat

Berdasarkan itu maka penulis sebelum memasuki ranah filsafat, pertama yang perlu diketahui adalah bahwa mitos orang Tionghoa berbeda dengan mitos-mitos yang umum berkembang. Pada umumnya mitos Tiongkok tidak terlihat lengkap seperti adanya penciptaan yang diciptakan oleh mahluk adikodrati, terjadinya alam dan sebagainya. Secara umum, ketika membahas mitos Tiongkok yang menceritakan terjadinya alam semesta, yang dibahas adalah masalah Pan Gu 盤古 memisahkan langit dan bumi. Sebenarnya mitos penciptaan yang dikaitkan dengan Pan Gu adalah mitos yang berumur muda, mitos itu timbul pada periode Tiga Negara 三國 (220-280 AD)dalam buku SanWu LiJi 三五曆記[9] yang  ditulis oleh Xu Zheng 徐整 yang menjabat sebagai pejabat ritual太常卿 pada kerajaan Wu 吳.  Walau umurnya kisah Pan Gu 盘古masih muda dibandingkan dengan mitos-mitos lainnya, tapi mitos ini tetap merupakan mitos mengenai terjadinya alam semesta. Dan dari mitos inilah yang akan melahirkan filsafat Tiongkok yang berbeda dengan filsafat lainnya yang menggali mitos dan ditarik ke ranah filsafat.

2.2 Mitos Tiongkok dalam Menyikapi Kondisi Alam

Qi Liang 啟良 berpendapat “bahwa mitos adalah suatu cara manusia mengekspresikan sejarah purbanya, terutama dalam menjelaskan segala sesuatunya dan asalnya. Dalam mitologi Yunani, manusia mencari sejarahnya adalah dengan menggunakan mitos. Misalnya adalah Prometheus yang memberikan manusia banyak keahlian.[10] “ Qi Liang啟良berpendapat demikian, karena dalam mitos Yunani, Promotheus adalah pencuri api dan mengajarkan manusia menggunakan api, sedangkan dalam mitos Tiongkok adalah Sui Ren 遂人[11] yang menemukan api dengan menggosokkan kayu. Promotheus adalah dewa sedangkan Sui Ren遂人 adalah manusia biasa. Selain Sui Ren 遂人, adalah You Chao 有巢 yang mengajarkan manusia untuk membuat gubuk, Shen Nong 神農 mencobai tanaman dan rumput untuk mengetahui khasiat tanaman tersebut bagi tubuh, Fu Xi 伏羲 menemukan cara membuat jala dan sebagainya.

Bahkan dalam menghadapi banjir besar, terlihat perbedaan menyolok antara mitos dan legenda bangsa lain dengan bangsa Tiongkok. Misalnya kisah Gilgamesh dan Nuh dibandingkan kisah Nv Wa 女媧dan Da Yu大禹 ( Yu yang  Agung ). Dalam kisah Gilgamesh dan Nuh diceritakan bahwa banjir adalah bencana dari mahluk adikodrati dan mereka tidak berbuat apapun kecuali membuat kapal kotak besar dan menunggu banjir surut.Dalam legenda Tiongkok, Nv Wa mencari cara mengatasi banjir dengan menambal langit yang bolong dengan menggunakan batu pancawarna yang dilebur. Da Yu 大禹membangun kanal, membuat kolam penampungan air untuk mencegah banjir tersebut.Dari dua legenda itu tentunya terlihat perbedaan dalam menyikapi bencana yang terjadi.

Dengan berangkat dari mitos yang berbeda, terutama masalah-masalah proses terjadinya peradaban, maka kita bisa melihat cara orang Tiongkok purba  dalam memandang Mahluk Adikodrati itu yang akan mempengaruhi filsafat mereka. Saya beranggapan bahwa dengan mitos-mitos orang Tionghoa, terlihat bahwa terjadinya peradaban melalui proses evolusi yang  bertahap dengan dimulainya adalah You Chao 有巢 kemudian Sui Ren 遂人 hingga Shen Nong 神农, Fu Xi 伏羲, Nv Wa 女娲  sampai dengan Xuanyuan Huangdi軒轅黃帝[12]. Dalam banyak gambaran mitos mereka, You Chao 有巢 dan lain-lain digambarkan sebagai manusia yang berpakaian daun atau kulit binatang sedangkan Huang Di 黄帝sudah berpakaian lengkap dengan menggunakan kain.

Gambaran proses peradaban itu terekam dalam mitos-mitos Tiongkok yang berbeda dengan mitos Yunani. Artinya mereka orang Tiongkok tidak menganggap bahwa alam semesta ini ada harus ada penciptanya, dan apa yang mereka jalani itu adalah proses alam dari suatu peradaban pra sejarah purba hingga sampai pada satu peradaban yang menemukan tulisan adalah proses dari manusia itu sendiri dan menyikapi banjir dan berbagai bencana alam lainnya sebagai suatu hal yang lumrah dan manusia harus mengupayakan caranya agar bisa bebas dari bencana alam dalam hal ini adalah banjir dengan kemauan keras dan cara-cara yang sesuai dengan alam.

 


BAB III - MATERIALISME ALAM TIONGKOK

 Manusia pada hakekatnya ingin mengetahui apa yang menjadi penyebab adanya keberadaan mereka dan hal-hal yang melingkupi manusia, bisa melalui mitos, filsafat maupun ilmu pengetahuan. Masyarakat Tiongkok purba tidak luput dari rasa ingin tahu itu dan membuat berbagai macam mitos dan juga filsafat, salah satunya adalah materialisme alam Tiongkok purba yang menjadi soko guru perkembangan filsafat Tiongkok selanjutnya.

Secara umum dapat diketahui bahwa Tiongkok purba tidak mengenal adanya penciptaan tapi langsung mengkaitkan segala sesuatunya dengan 3 kaisar mitos purba[13], dimana salah satu kaisar mitos purba adalah Fu Xi 伏羲 yang menjadi salah satu peletak dasar filsafat Tiongkok. Dapat dikatakan bahwa 3 kaisar mitos purba adalah pahlawan mitologi kultural yang membentuk budaya Tiongkok hingga hari ini. Di bab tiga ini akan dibahas sekilas pandangan purba tentang DI 帝 agar bisa memahami konsep theodicea Tiongkok purba yang memberi imbas pada perkembangan filsafat berikutnya.

 3.1 Pandangan Purba Terhadap DI

Pada masa dinasti Shang 商( 1600-1046 BCE  ) sudah ada konsep tentang Di 帝 atau Shang Di 上帝 sebagai leluhur mereka, dan konteksnya Di  帝 adalah almarhum raja pendahulu yang memiliki kekuasan absolut  yang digunakan untuk mengontrol masyarakat. Kondisi masa itu adalah sistem majikan dan budak atau yang disebut sebagai era 奴隸時代  ( era perbudakan ).[14] Pendapat ini diperkuat oleh Li Shen 李申 dalam bukunya yang berjudul Zhongguo Rujiao Shi 中國儒教史( Sejarah Lengkap Agama Ru Tiongkok )[15] yang terdiri dari 2 jilid, buku ini bisa menjadi acuan lebih mendalam sejarah perkembangan kepercayaan dan filsafat Ru Tiongkok.  Pada masa dinasti Shang, salah satu cara berkomunikasi dengan Di  atau Shang Di 上帝 adalah melalui penujuman dengan tempurung kura-kura atau tulang yang  dibakar.

Yang perlu diketahui bahwa Shangdi 上帝tidak hanya sendiri tapi ada enam Shangdi 上帝, dimana yang lima adalah merupakan konsep lima arah dan yang satu adalah pemimpin dari lima Shangdi dan disebut Haotian Shangdi 昊天上帝.[16]

Sejak dinasti Shang商朝 ( 1600-1046 BCE ), konsep seperti itu melekat erat, hingga pada masa berakhirnya era perbudakan dan memasuki era feodalism pada masa dinasti Zhou 周朝 ( 1046 - 256 BCE ). Dinasti Shang membuat konsep Tiandi 天帝[17]adalah sebagai suatu alasan bahwa di satu negara tidak bisa ada banyak penguasa dan seperti itu juga di alam lain harus ada satu pemimpin utama atau satu mahluk adikodrati yang tertinggi.[18] Walau demikian pada masa dinasti Shang, dewa-dewa ada banyak, dan ritual-ritual untuk para leluhur dan dewata dilakukan. Secara etimologi Di 帝 sendiri adalah yoni, alat kelamin wanita.[19] Dan itu tidak perlu diherankan karena awalnya peradaban Tiongkok purba bersifat maternalistik, selain para dewi purba seperti Xi He 羲和, Nv Wa 女媧,  Hou Tu后土, 20 marga tertua di Tiongkok memiliki karakter wanita  女 (nv) seperti marga Ji 姬, Yao 姚, Jiang 姜,Si 姒. Marga sendiri dalam bahasa mandarin adalah xing 姓 yang berarti dilahirkan oleh wanita.

Dinasti Zhou 周朝pada saat menjatuhkan dinasti Shang menggunakan slogan bahwa hak memerintah atau mandat yang dimiliki oleh dinasti Shang sudah dicabut oleh Shang di 上帝atau tian dan Ji Chang 姬昌 mencabut mandat yang dimiliki oleh raja Zhou紂王, raja terakhir dinasti Shang 商 karena sewenang-wenang.  Inilah konsep pertama tentang masalah mandat langit atau hak berkuasa yang bisa dicabut karena tidak becusnya raja dalam memerintah. Tapi disisi lain, dinasti Zhou menekankan bahwa mereka mendapat mandat dari Langit atau Shangdi dan menggantikan dinasti Shang, dan mengutamakan ritual-ritual kepada Shang Di dan Di di kuil-kuil leluhur mereka.

Walau dinasti-dinasti purba melakukan upacara pada Tiandi tapi mereka juga tetap melakukan ritual terhadap bumi, karena bumi dianggap sebagai yang melahirkan segala yang ada, dalam kitab Shang shu 尚书 ( kumpulan tulisan tentang sejarah Tiongkok tertua ) dituliskan “melapor pada Huangtian 皇天( kaisar langit ) dan Houtu 后土( permaisuri bumi )”[20] ( 告于皇天后土 )[21]. Konsep Langit dan bumi ini terasa amat kental dipengaruhi oleh konsep Yin Yang 阴阳yang dibuat oleh Fu Xi 伏羲.

 3.2 Yin Yang 阴阳 

Gambar 1.Diagram Taiji karya Lai Zhide 来知德太极图

         Pada umumnya diagram di atas disebut gambar atau diagram yin yang 阴阳, sedangkan dalam bahasa mandarin disebut diagram taiji 太极 , dan arti dari kata taiji 太极adalah puncak atau titik final yang teragung atau jika digunakan dalam bahasa Inggris bisa diterjemahkan sebagai “the great ultimate diagram”, istilah ini ada dalam Yizhuan bab Xici易传系辞 [22] yang merupakan karya Kong Zi yang mengomentari Yi Jing 易经.  Gambar taiji yang dikenal sekarang ini merupakan karya Lai Zhide 来知德( 1526-1604 ), gambar Taiji pertama kali dibuat oleh Zhou Dunyi 周敦颐 ( 1017-1073 ), yang mana sebelumnya belum pernah dibuat diagram atau gambar, hanya berupa teks saja.

Gambar 2. Diagram Taiji karya Zhoudunyi 周敦颐太极图

( http://www.confucius2000.com/zhouyi/zstjtytk.htm ) (status upload pending)

Konsep yin yang pertama kali ada dalam kitab Yi Jing atau yang dikenal dengan sebutan “kitab perubahan” atau “book of changes” , kitab Yi Jing ini disebut sebagai pemimpin dari segala kitab ( qunjingzishou  群经之首 ), konsep yin yang ini dijabarkan sebagai “satu yin satu yang adalah Dao[23] ( 一阴一阳之谓道 ).

Dinasti Zhou memberikan landasan filsafat yang nantinya berkembang pesat.   Dinasti Zhou 周朝sudah menggunakan konsep yin yang 陰陽 untuk menjelaskan perubahan cuaca, musim juga kuat lemahnya segala benda yang ada. Mereka beranggapan pada masa peralihan musim dingin ke musim semi yang terjadi adalah qi menguap dari bumi naik ke atas dengan demikian semua mahluk bisa tumbuh dan berkembang. Prinsipnya adalah yang adalah qi yang sifatnya ke atas dan yin adalah qi yang sifatnya ke bawah dan harus seimbang selaras, perubahannya harus sesuai dengan aturan. Jika tidak sesuai maka bencana akan terjadi.

 Konsep yinyang ini bicara keselarasan, walau saling bertolak belakang tapi melengkapi atau berharmonisasi. Dalam Daode jing bab 42 “Dao melahirkan satu, satu melahirkan dua, dua melahirkan tiga, tiga melahirkan semua mahluk. Memegang Yin memangku Yang, ke dua qi ini berlawanan tapi saling berharmonisasi.” ( 道生一,一生二,二生三,三生万物.万物负阴而抱阳,冲气以为和. [24]               Wuji bifan物极必反 ( benda mencapai puncak akan berbalik )adalah suatu konsep yin yang bahwa tidak ada suatu unsur yang akan bisa mendominasi selamanya, jika suatu unsur sudah mencapai puncaknya maka akan menurun. Konsep lainnya adalah bahwa dalam unsur yin ada unsur yang dan sebaliknya, tiada ada satu unsur yang murni positif atau juga murni negatif, dalam kebaikan ada kejahatan dalam kejahatan ada kebaikan.                 

Pada umumnya orang beranggapan bahwa antara kejahatan dan kebaikan ada garis tegas yang membedakan, jahat adalah jahat, baik adalah baik. Anggapan ini agak berbeda dengan konsep Yinyang seperti yang dipaparkan diatas, dalam konsep yinyang tidak ada orang yang seratus persen jahat dan tidak ada orang yang seratus persen baik, karena sejahat-jahatnya orang, orang tersebut pasti pernah berbuat baik dalam hidupnya, seorang penjahat juga mengenal prinsip kebaikan yang ada dalam kehidupannya, seorang yang baik sekalipun pasti ada pernah terlintas dalam pikirannya atau dilaksanakan dalam hidup apa yang disebut jahat. Jadi baik dan jahat itu relatif, tergantung kondisi perubahan yang terjadi terus menerus. Dinamika kehidupan yang selalu bergerak setiap saat dan alam ini selalu bergerak berubah sesuai dengan asas dari Yi atau perubahan itu yang tiada henti, jika gerakan ini berhenti maka akan berpindah kepada gerakan yang lain yang tiada henti. Prinsip ini termaktub dalam kitab Yi Jing yang melandasi teori yin yang.               “Satu yin satu yang adalah Dao” ( 一阴一阳之谓道 ). Hal ini bisa berarti adanya perpaduan antara yin dan yang akan melahirkan sesuatu yang baru, tapi sesuatu yang baru tetap mengandung yin dan yang di dalamnya.               Yin berdiri sendiri tidak akan melahirkan dan yang tunggal tidak akan bisa berkembang孤阴不生独阳不长. 

Yin 阴

Yang 阳

Bulan

matahari

Wanita

pria

Malam

Siang

Bawah

Atas

gelap

Terang

diam

Gerak

militer

sipil

kanan

kiri

hening

gejolak

Tabel 1. Tabel sifat yin yang yang berlawanan tapi berharmonisasi

Taiji juga digambarkan sebagai sesuatu yang amat besar sehingga tidak terbatas dan amat sangat kecil sehingga tidak memiliki inti ( qida wuwai qixiao wunei其大无外其小无内). Yi ada  taiji, taiji melahirkan “dua sifat” ( liang yi ),dari liang yi melahirkan 4 bentuk ( sixiang 四象 ) dari sixiang melahirkan bagua 八卦[25]( 易有太极,太极生两仪,两仪生四象,四象生八卦 ) dan bagua inilah bisa dikatakan bentuk atau gambaran alam semesta dan lingkungan yang ada disekitar manusia.

Gambar 3. Proses perubahan dari Taiji menjadi Bagua

 ( http://klseblog.com/wp-content/uploads/2010/04/yijing.64gua.binary_tree.jpg(status upload pending)    

Ye Shuxian叶舒宪 menggambarkan proses diatas dalam tiga model :

  1.  à 2 à 4
  2. Huangdi 黄帝—》Yinyang阴阳 –》Simian四面
  3. Taiji 太极  –》 Liangyi 两仪 –》Sixiang 四象[26]

 Ye Shuxian menggambarkan seperti itu karena dalam kitab Huainan zi 淮南子 [27] menuliskan bahwa Huangdi 黄帝 melahirkan Yinyang阴阳 ( 黄帝生阴阳 ) dan dalam kitab Taiping Yulan 太平御览 digambarkan bahwa Huangdi 黄帝 memiliki empat muka ( 黄帝四面) .[28] Hal ini menarik karena awalnya Taiji yang melahirkan Yinyang sebagai materialisme Tiongkok purba bukanlah sebagai bentuk pribadi, tapi pada masa dinasti Han 汉朝 oleh Liu An 刘安(179-122 BCE ) ditarik kepada Huangdi 黄帝 atau kaisar kuning yang merupakan bapak bangsa Tionghoa menjadi sosok yang melahirkan yinyang 阴阳.

 Hal yang patut menjadi perhatian adalah penyebutannya dimulai dengan yin atau bumi, negatif, wanita. Dimana menurut penulis bisa dikarenakan konsep maternalistik pada peradaban Tiongkok purba dan pengaruhnya masih terasa pada masa “Seratus Aliran Filsafat”.

3.3 Lima unsur

Gambar 3.Diagram lima unsur

http://www.healthfreedomusa.org/?p=7035(status upload pending)

 Lima unsur dalam sejarah filsafat Tiongkok, diungkapkan pertama kali oleh Ji Zi 箕子( abad ke 11 BC ), dapat dikatakan pada awalnya pengertian lima unsur ini bukanlah pembentuk alam semesta tapi merupakan yang ada dalam alam semesta dan dalam perkembangannya semuanya bersifat seimbang, jika tidak ada keseimbangan maka harus diseimbangkan.

Lima unsur itu adalah logam, kayu, air, api dan tanah, bersifat saling mengalahkan, saling menguatkan, saling melemahkan, saling melahirkan dan saling mematikan. Pada umumnya pendapat yang beredar tentang lima unsur yang saling menghidupi dan mengalahkan adalah hal yang pasti, misalnya air mengalahkan api, tapi dalam pengertian lima unsur ini, air yang lemah bisa kalah dengan api yang kuat, artinya air yang sedikit tidak akan bisa memadamkan api yang berkobar.  

       Hal yang perlu digarisbawahi adalah proses melahirkan, dan bisa kita lihat dari prosesnya sebagai berikut :

       Tanah à Logam à Air à Kayu à Api à Tanah

Menariknya adalah prinsip kayu melahirkan api, hal ini disebabkan karena dalam mitologinya Tiongkok, Sui Ren menciptakan api dengan menggosokkan dua batang kayu, dan mitologi ini mempengaruhi prinsip lima unsur.

Yang perlu digarisbawahi dalam lima unsur ini tidak ada unsur yang dominan, semua memiliki peran yang setara.

Lima unsur

Logam

Kayu

Air

Api

Tanah

Lima organ tubuh ( unsur Yin )脏

Paru-paru

Hati

Ginjal

Jantung

Pankreas

Lima organ tubuh ( unsur yang )腑

Usus besar

Empedu

Kantung kemih

Usus kecil

Lambung

Lima emosi

Sedih

Marah

Takut

Senang

Cinta

Lima rasa

Pedas

Asam

Asin

Pahit

Manis

Lima arah

Barat

Timur

Utara

Selatan

Tengah

Tabel 2. Contoh yang termasuk lima unsur

Proses lima unsur hingga menjadi proses pergerakan yang saling melemahkan, menguatkan, melahirkan, mematikan berjalan melalui proses panjang, salah satu tokoh utama yang berperan adalah Shi Bo 史伯.

Walau Ji Zi mengutarakan adanya lima unsur, tapi  pada masa sebelum Shi Bo, selain lima unsur ( 五行) ada pula yang disebut “enam fu” ( 六 府 ). Enam fu adalah lima unsur ditambah gu 谷 ( palawija ), dan dikatakan bahwa gu lahir dari tanah.

3.4 Komentar Filsuf-filsuf tentang materialisme alam 

3.4.1 Fu Xi 伏羲

  Fu Xi sebagai tokoh legenda purba, dilegendakan menemui cara-cara peternakan dan perikanan, kemudian ia menggambar tulisan-tulisan sederhana yang menjadi cikal bakal tulisan mandarin. Fu Xi kemudian berusaha menggambarkan alam dengan 2 macam garis yaitu garis utuh - - dan garis sambung ___ yang disebut yao 爻. - - adalah yin yao 陰爻 dan ___ adalah yang yao 陽爻, dan gabungan dari ke tiga yao itu disebut gua 卦 atau triagram. Gambaran dari gua itu membentuk 8 yang disebut bagua八卦 dan ada yang disebut jiugong 九宮 atau sembilan istana adalah mencakup taiji.  Jadi apa yang dimaksud dengan ba gua hanya suatu garis sederhana yang merupakan gambaran dari alam semesta yang dihamparkan depan mata. Ini adalah suatu mitos bagaimana orang Tiongkok purba menggambarkan alam semesta ini adalah perpaduan dari garis yin dan garis yangYin yang ini merupakan materialisme awal yang menjadi landasan berkembangnya filsafat Tiongkok selama beribu-ribu tahun.

3.4.2  Zhou Wenwang 周文王 ( 1152-1056 BCE )

Tokoh yang terkenal adalah  Zhou Wenwang 周文王pada masa sekitar 1100an BC yang dipercaya banyak orang adalah tokoh besar dalam melakukan kompilasi atau memperbaiki gambar diagram gua yang dibuat oleh Fu Xi. Kitab hasil kompilasinya disebut Zhou Yi周易 atau Yi Jing 易經 ( kitab perubahan ) yang  terdiri dari 64 gua .  Wen Wang melakukan perubahan atas 8 triagram menjadi 64 hexagram.

Beberapa point penting dalam Yi Jing adalah :

-Satu yin dan satu yang adalah Jalan [29]  ( yi yin yi yang zhi wei dao 一阴一阳之谓道 ).

-Langit berjalan terus, seorang ksatria selalu bekerja tiada henti memperbaiki diri ( tianxing jian, junzi yi ziqiang buxi 天行健君子以自强不息 ).

- Bumi bersifat menerima, seorang ksatria dengan kebajikannya harus bisa menampung    segalanya ( dishikun, junzi yihoude zaiwu地势坤,君子以厚德载物 ). 

-Pencabutan mandat langit[30] ( ge ming 革命 ).

3.4.3 Zhou Gong ( ± 1100 BC )

Zhou Gong[31] 周公adalah seorang tokoh yang amat dihormati oleh para filsuf seperti Kong Zi 孔子, Meng Zi 孟子, Xun Zi 荀子.  Salah satu tindakan Zhou Gong adalah ketika dinasti Shang jatuh, terjadi perdebatan untuk membantai seluruh pengikut dinasti Shang atau mengampuni yang tidak bersalah dan menghukum mati yang bersalah. Zhou Gong menganjurkan agar semuanya diampuni, mereka dibiarkan tetap tinggal di tempatnya, dengan tujuan agar bisa meraih hati rakyat Shang dan dengan demikan dinasti Zhou bisa mendapatkan hati  orang-orang Shang yang pintar untuk mengabdi pada dinasti Zhou. Zhou Gong menata etika dan menggubah musik ( zhilizhuoye制 禮作樂 ) salah satu hal yang mempengaruhi Kong Zi.  Zhou Gong menata etika sebagai suatu sistem kemasyarakatan yang memiliki tata krama dalam kelas-kelas sosial.

Zhou Gong membuat rumus a2 + b2 = c2 yang pada umumnya disebut rumus Pythagoras , di Taiwan dan Tiongkok  rumus di atas disebut Zhougong dingli 周公定理 atau Shanggao dingli[32]商高定理. Juga kadang disebut  gougu dingli勾股定理[33]

Zhou Gong terkenal dengan  perkataan bahwa “Mandat Langit  tidak pernah tidak berubah ( bisa dicabut ), hanya dengan menjalankan kebajikanlah cara mempertahankannya”天命靡常 唯德是辅 (tianming mi chang weide shi bu ). 明德慎罚mingdeshenfa bisa berarti berbudi baik jelas dalam menilai dan hati-hati memberikan hukuman, yang dikatakan bersalah harus diteliti dahulu dalam beberapa hari sebelum dijatuhi hukuman. Dengan cara begini maka raja akan tetap mendapatkan mandatnya.

Dimasa itu sudah ada konsep selain yin yang adalah lima unsur yang saling berkaitan sebagai komponen atau element dasar dari seluruh alam semesta ini.

3.4.4 Ji Zi 箕子 ( ± abad ke 11 BCE )

  Buku Shang Shu (Buku Sejarah ) bab Hong Fan 尚書 洪範[34] menuliskan bahwa Ji Zi 箕子[35] dimintai saran oleh Zhou Wenwang tentang cara-cara mengatur negara. Ji Zi memberi contoh bagaimana Gun 鯀  mengatasi banjir dengan cara menyumbat, sehingga mengacaukan hukum pergerakan lima element dasar.Sehingga Tian Di[36] marah dan menghukum Gun. Anak Gun, Da Yu mengatasi banjir sesuai aturan alam. Atas jasanya, Tian Di memberikan 9 cara mengatur negara. Sembilan itu adalah :

a)      Pergerakan lima unsur yang harus diperhatikan , jika dilanggar maka akan mengakibatkan bencana.[37] Pergerakan lima unsur juga membahas lima rasa yaitu asin, pahit, pedas, asam dan manis.

b)      Lima sikap : sikap yang sopan, berbicara yang benar dan baik, pandangan harus baik dalam menilai, mendengar harus dengan jernih, berpikir harus bisa luas.

c)      Memilih pejabat pengurus negara yang tepat untuk urusan sandang pangan, keuangan, ritual, hukum, pendidikan, pekerjaan umum, kemiliteran, penyambut tamu ( hubungan luar negri )

d)     Memperhatikan pergerakan musim dan kalender agar selalu tepat masa

e)      Untuk membangun kewibawaan negara, maka hukum harus jelas dan tegas, yang berjasa diberi hadiah dan yang bersalah diberi hukuman.

f)       Menggunakan tiga cara untuk mengatur pejabat dan rakyat sehingga bisa benar. Untuk mereka yang keras dan tidak bersahabat harus digunakan sikap yang tegas dan keras, untuk mereka yang bersikap lembut dan bersahabat gunakanlah sikap lembut dan bersahabat, untuk mereka yang bodoh harus digunakan sikap memaksa dan tegas.

g)      Untuk menghadapi masalah sulit, panggilah pejabat peramalan untuk mengetahui tindakan apa yang harus diambil

h)      Mencermati lima gejala alam, yaitu hujan, cerah, hangat, dingin, angin karena semuanya sesuai siklus. Jika terjadi ketidaksesuaian dengan siklus, maka harap berhati-hati karena bisa jadi pertanda keadaan yang akan buruk

i)        Lima macam kebahagiaan yaitu : panjang umur, berkecukupan, sehat tentram, berbudi baik dan meninggal dengan tenang. Enam hukuman adalah : mati muda dengan tidak wajar, sakit, gelisah dan risau, miskin, buruk, lemah terhina.

Yang menarik pada saat membahas lima kebahagiaan dan bisa dikaitkan dengan lima unsur, Ji Zi mengatakan bahwa salah satu kebahagiaan yang unggul adalah meninggal dengan baik.

3.4.5 Shi Bo 史伯 ( ± abad ke 7 BCE )

  Pada dinasti Zhou ini lahir filsuf besar yang bernama Shi Bo 史伯 yang memiliki nama lain yaitu Bo Yang fu 伯陽父[38]. Pandangan filsafat Shi Bo ditulis dalam Guo Yu 國語[39] tentang  element dasar yuanshu 元素yang akan menghasilkan element baru jika element dasar lain yang ditambahkan.  Dan element dasar itu adalah lima unsur yaitu air, api, logam, kayu dan tanah. Shi Bo menggunakan kata he和(harmonis ) dan tong 同(kesamaan) untuk menjelaskan fenomena ini.Yan Ying 晏嬰 ( 578-500 BC ) membuat suatu penjelasan  sebagai berikut : “Air ditambah air tidak akan berubah, rasanya tetap air dan itu disebut ,  satu nada jika ditimpa nada yang sama tidak akan menghasilkan nada baru, ini disebut tong. Jika air ditambah ikan, daging dan berbagai bumbu, dan dimasak akan menghasilkan rasa yang berbeda dengan air, akan menjadi sop yang kaya akan rasa, musik juga akan indah jika nada-nada tinggi rendah, cepat lambat, dalam ringan, digabung “.[40] Karena itu kita bisa melihat bahwa yang dimaksud tong adalah secara sederhana adalah pengulangan dan yang dimaksud he bukanlah bersatunya dua sifat yang berlawanan tapi harmonisnya dua sifat yang berlawanan.[41] Inilah yang membedakan lagi dan akan mempengaruhi pandangan keharmonisan dalam filsafat Tiongkok, bukan sifat yang saling melawan tapi sifat yang saling berharmonisasi.  Sama seperti dalam mitos Fu Xi  yang membuat dua garis berlawanan tapi saling berharmonisasi membentuk suatu yang baru. Shi Bo beranggapan bahwa gempa bumi bukanlah bencana dari mahluk adikodrati sebagai hukuman tapi akibat qi positif yang tertekan, tidak bisa keluar sedangkan qi negatif menekan qi positif.

3.4.6 Ji Liang季梁 ( ± abad ke 8 BCE )

Ji Liang 季梁[42], diperkirakan pada sekitar tahun 800an dan 700an BC hidupnya, terkenal dengan ujarnya “Rakyat adalah majikan sesungguhnya dari Shen ( tuhan atau dewa)”. Para raja adalah anak Tuhan atau penerus DI yang mendapat mandat dari Shang Di, tapi kekuasaan mereka sebenarnya bukanlah berasal dari mahluk adikodrati tapi berasal dari rakyat. Jika raja sewenang-wenang, maka rakyat akan berontak melawan, jika raja bertindak arif bijaksana, maka rakyat akan dengan senang hati menuruti perintah rajanya. Ji Liang menekankan pentingnya mengurus rakyat terlebih dahulu baru melakukan upacara kepada para dewata[43]. Pemikiran Ji Liang ini memberikan pengaruh pada para filsuf selanjutnya. Terutama pada aliran Ru, seperti Meng Zi dengan konsep tianming 天命[44]dan ge ming 革命 [45]serta min ben 民本[46].

3.4.7 Guan Zi管子

Guan Zhong管仲 ( 723-645 BC )[47] atau yang dikenal dengan gelar Guan Zi 管子.

Saat menyebut Guan Zi atau Guan Zhong, seringkali yang terlintas adalah kemampuannya dalam hal berpolitik, pemerintahan dan ekonomi. Bahkan terkadang disebut sebagai pencetus gagasan aliran Legalisme ( fa jia 法家) dan disatu sisi adalah pragmatis sejati. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada masa pra dinasti Han, para filsuf Tiongkok pada masa itu mayoritas mengabdi ke negara-negara atau wilayah-wilayah yang mau menerima pemikiran mereka dan para filsuf itu juga harus menguasai banyak bidang ilmu seperti tata negara, politik, ekonomi hingga militer. Dan dalam tulisan ini, saya menekankan pada kitab Guan Zi, bukan Guan Zi itu sendiri.

Apa yang dibabarkan oleh Guan Zi ditulis dalam satu buku yang berjudul Guan Zi, sesuai dengan namanya sendiri. Luo Gen Ze 羅根澤 berpendapat dalam bukunya yang berjudul Guan Zi TanYuan 管子探源 ( Mencari asal muasal Guan Zi ) bahwa kitab itu sendiri diperkirakan tidak ditulis oleh Guan Zi, tapi ditulis berkisar pada abad ke 4 hingga 2 BC[48]. Isinya begitu luas dan kompleks, mencakup sistem pertanian, pemerintahan dan lain-lain. Terdiri dari 86 bab tapi yang tersisa hanya 76 bab saja[49]. Terus terang saja menuliskan tentang Guan Zi ini termasuk yang sulit, karena selain bukunya yang beredar adalah hasil kompilasi Liu Xiang 劉向[50] pada masa dinasti Han dan yang beredar adalah cetakan jaman dinasti Song. Li Xiangfeng黎翔鳳dalam kata pendahuluan untuk buku “Keterangan Guan Zi” 管子校注 Guanzi Jiaozhu [51] mengatakan bahwa kitab Guan Zi adalah kitab yg terunggul yang melampaui dari 9 aliran yang ada.[52]

Yang berkaitan dengan Taoism tertuang dalam bab Atas Ilmu Hati  Xin Shu Shang 心術上.

道在天地閒簡也  其無大無外 其小無內[53] ( Dao berada diantara langit dan bumi, amat luas sehingga tidak ada tempat menampungnya, amat kecil sehingga tiada yang tidak dapat dimasukinya )

Konsep asal muasal semua mahluk dicatat dalam bab Nei Ye 內業, ditulis bahwa semua mahluk itu berasal dari jing [54] dan qi .[55]

Dao yang dimaksud oleh Guan Zi adalah Taiji menurut pandangan kaum Ruis dan akhirnya diserap oleh Taoism sendiri tapi Taiji adalah bagian dari Dao.

Selain dua hal diatas, kitab Guan Zi membahas banyak hal, seperti bagaimana mengatur negara, memperhatikan rakyat, proses terbentuknya mahluk hidup, mengatur pertanian, kebudayaan, militer dan lain-lain.

3.4.8 Zi Chan子产

子產 (?-552 B), termasuk salah satu filsuf yang juga memberikan pengaruh pada Kong Zi juga Xun Zi. Zi Chan beranggapan bahwa Jalan Langit jauh dan jalan manusia dekat, jadi utamakan jalan manusia[56]. Selain hal itu, Zi Chan melebur tembaga dan membuatnya bejana yang disebut bejana penghukuman yang isinya mengenai hukum yang harus dipatuhi tanpa panda bulu dan hak-hak bangsawan tidak bisa diwariskan jika keturunannya tidak memiliki kemampuan serta membatasi hak-hak kaum bangsawan. Zi Chan beranggapan bahwa manusia yang mati tidak enak akan menjadi setan jahat[57], selain itu ia menjelaskan proses terjadinya setan dengan konsep jing dan qi, juga kemungkinan manusia menjadi dewa. Zi Chan mengusulkan agar para setan jahat yang karena matinya tidak mengenakkan perlu diberi harkat pemulihan dengan memberinya tempat tinggal, makanan, dengan demikian tidak akan mengganggu manusia. Pada masa Zi Chan hidup, pada umumnya masyarakat  tidak akan memberikan upacara penghormatan kepada yang tidak memiliki hubungan darah. Zi Chan mendobrak hal itu dengan mengatakan bahwa mereka yang berjasa, walau gagal seperti Gun[58], layak mendapat penghormatan.

 


BAB IV-PENGARUH  REALITAS DASAR DALAM BUDAYA  TIONGHOA 

Dalam budaya Tionghoa, faktor Realitas Dasar amat terasa dalam banyak aspek kehidupan dan budayanya, hampir dapat dikatakan tiada yang tidak mengandung Realitas Dasar, mulai dari ritual hingga ilmu peramalan, dari konsep kehidupan hingga kematian mengandung Realitas Dasar.

Dalam festival musim dingin  (winter solistice 冬至 ) dan musim panas ( summer solistice 夏至 ) dalam Taoism disebut sebagai titik puncak dingin dan puncak panas serta dirayakan setiap tahunnya.

Untuk permainan juga tidak luput, seperti barongsai sendiri terbagi dua jenis, jantan dan betina untuk barongsai aliran utara dan sipil militer untuk barongsai aliran selatan. Permainan weiqi围棋 atau go dalam bahasa Jepang juga melambangkan konsep kosmologi Tiongkok dengan papan catur yang kosong dan kemudian ada biji catur yang berwarna hitam dan putih yang mengisi papan catur kosong tersebut.

(http://a3.att.hudong.com/56/54/01300000194281121838544482903.jpg ) (status upload pending)

Dalam hal memberikan penghormatan atau soja juga menggambarkan pola Yang membungkus Yin 负阴抱阳. Pejabat saat menghadap ke kaisar juga dibagi menjadi dua bagian sesuai dengan yin yang, yaitu sipil di kiri dan militer di kanan. Saat memasuki tempat ibadah juga memasuki pintu sayap kiri dan keluar melalui sayap kanan sebagai perlambang memasuki gerbang kebajikan dan meninggalkan semua yang buruk.

Pengaruh lainnya adalah kuliner yang membagi jenis-jenis makanan berdasarkan sifatnya, seperti arak adalah unsur yang, teh unsur yin, semangka unsur yin, jahe unsur yang.

Beladiri juga dimasuki filsafat ini, seperti tinju Taiji, tinju Wuxing ( tinju lima unsur ), dimana tinju Taiji dan Wuxing mengandung falsafah keras, lunak, cepat, lambat. Untuk seni pernafasan juga dibagi menjadi dua yaitu yang bersifat keras dan bersifat lembut, termasuk juga olahraga seperti Ba Duan Jin 八段锦.

Dalam upacara penguburan, saat melemparkan biji-biji palawija, semua dilempar ke lima arah sebagai simbol lima unsur dan keseimbangannya. Saat kelahiran, upacara genap sebulan, menggunakan telor ayam yang berjumlah ganjil sebagai petunjuk bahwa keluarga tersebut mendapat putra dan jumlah genap untuk putri.     

Bidang pengobatan mengenal 12 meridian tubuh yang dibagi menjadi meridan yang bersifat yin lemah, yin kuat, yang lemah dan yang kuat. Selain itu adalah konsep lima unsur yang berkaitan dengan lima organ tubuh.[59]

Bidang arsitektur, menggunakan konsep lima unsur. Posisi utara adalah air, posisi selatan adalah api, posisi barat adalah logam dan posisi timur adalah kayu , dimana posisi tengah rumah adalah tanah dan tanah harus terhubung dengan langit ( axis mundi ), karena itu arsitektur Tiongkok memiliki ruang kosong di tengah, yang disebut tian jing 天井 ( sumur langit atau sky well ). Posisi tengah adalah posisi tanah dan dalam kosmologi Yin yang, tanah berunsur yin dan langit berunsur yang, karena itu ke duanya harus bertemu agar selaras.

4.1 Pengaruh Materialisme Alam Terhadap filsuf-filsuf Tiongkok

Lima unsur dan yin yang, dikumandangkan oleh Fu Xi dan Ji Zi, pengaruhnya begitu meluas hingga bisa dilihat pengaruhnya pada para filsuf Tiongkok dan pengaruhnya tetap terasa hingga masa kini.

Sun Zi sebagai pendiri filsuf aliran perang 兵家, juga menerapkan konsep yin yang dan lima unsur dalam strategi militernya.

4.2 Dari Materialisme Alam menjadi Realitas Dasar

  Ketika wilayah Tiongkok disatukan oleh Qin Shihuang 秦始皇 dan persatuan itu berlanjut hingga dinasti Han, filsuf-filsuf Tiongkok masih bisa mengabdikan dirinya dan mengamalkan pengetahuannya kepada kerajaan. Misalnya pada masa dinasti Han awal, Liu Bang menerapkan ekonomi bebas di wilayah-wilayah yang dipimpin oleh para raja muda yang digagas oleh filsuf Tao yang bernama Lu Jia 陸賈. Tapi sistem tersebut walau membuat perekonomian maju tapi disisi lain mengakibatkan ketimpangan ekonomi antara pusat dan daerah, Jia Yi 賈誼seorang pejabat negara meminta agar kaisar Han Wudi menghapus hak-hak raja muda, kemudian hak-hak mereka dicabut yang berakibat pemberontakan 7 raja muda七國之亂 dan pemberontakan itulah pemicu utama pembredelan atau pelarangan aliran-aliran filsafat selain Ruism 儒家sebelum  Dong Zhongshu 董仲舒 (179-104 BCE ) menggalakkan Ruism[60]  儒家 ( Ru Jia )sebagai satu-satunya falsafat resmi dinasti Han dan diterima secara utuh oleh kaisar Han Wudi漢武帝[61], secara perlahan aliran-aliran filsafat lainnya lenyap atau melebur ke dalam filsafat Ru.

Walau terjadi pelarangan, konsep-konsep aliran filsafat tidak lenyap seketika, Dong Zhongshu 董仲舒 merupakan penggagas penggabungan lima unsur dan yin-yang dan ia pula yang memasukkan unsur-unsur Legalisme dan Mohisme dalam filsafat Ru.

Peran Dong Zhongshu tidak bisa dihapuskan dalam membentuk Realitas Dasar menjadi hal-hal yang ada dalam kehidupan masyarakat Tionghoa. Dan konsep ini berkelanjutan hingga hari ini.

4.3 Pengaruhnya Hingga Jaman Modern

Republik Rakyat Tiongkok yang berpahamkan komunisme, pernah mencoba menghancurkan filsafat Tiongkok dan memberangusnya, tapi perlahan-lahan mulai terjadi perubahan terutama saat menjelang berakhirnya Revolusi Kebudayaan, walau pada masa itu fakultas filsafatnya lebih mengutamakan ajaran Marxisme bahkan mencoba memadukan ajaran Marx dengan filsafat Tiongkok. Mulai memasuki tahun 80an akhir perlahan-lahan filsafat Tiongkok mulai bangkit kembali. Pada akhir abad ke 20 dan memasuki abad 21, universitas di Tiongkok mengundang dosen-dosen pengajar dari Taiwan untuk mengajarkan filsafat Tiongkok.  Prof. Fu Peirong 傅佩荣教授, prof. Zheng Shiqiang 郑仕强教授 , hanya sebagian dari banyak pengajar asal Taiwan yang mengajarkan melalui televisi, kampus, seminar, buku. Dimana menurut penulis, mereka yang di RRT mengundang dari Taiwan bisa disebabkan pandangan para pengajar dari Taiwan itu tidak terkontaminasi oleh Marxisme.

       Jaman sekarang ini akupuntur sudah menjadi bagian dari metode pengobatan yang diakui oleh banyak orang, dimana metode ini juga menggunakan teori yin yang dan pergerakan lima unsur sebagai dasar teori selain teori jing, qi dan shen. Pengobatan Tiongkok bersifat holistik dan juga menyeluruh, yang membicarakan keterkaitan satu organ tubuh dengan yang lain, juga keterkaitan pengaruh emosi dengan kesehatan dan pengaruhnya bagi organ tubuh, dan merupakan metode pengobatan yang tetap diminati hingga hari ini.

Realitas Dasar hingga hari ini masih melekat dalam tradisi serta budaya orang Tionghoa, tidak begitu saja terpupus oleh perkembangan jaman. Hal ini yang membuatnya bisa bertahan hingga hari ini.

Prinsip-prinsip Realitas Dasar hingga hari ini selalu menjadi pembahasan dan digali, diperluas. Bahkan bagi mereka yang ingin mempelajari bidang pengobatan Tiongkok, Realitas Dasar adalah pelajaran wajib hingga hari ini.


 

BAB V  - KESIMPULAN

Realitas Dasar dalam perkembangannya dari jaman ke jaman di Tiongkok tidak pernah tergeser dalam kehidupannya bahkan merasuki sendi-sendi kehidupan orang Tionghoa. Begitu kuatnya falsafah Realitas Dasar ini, sehingga dapat dikatakan bahwa untuk mempelajari budaya Tionghoa maupun pengetahuannya diberbagai bidang seperti pengobatan, arsitektur, beladiri, kuliner, ilmu kesehatan wajib mempelajari Realitas Dasar agar bisa lebih memahami dan menguasainya.

Keseimbangan dan tiadanya hal yang dominan dalam alam ini merupakan falsafah Tiongkok, dimana jika ada hal yang dominan maka keseimbangan akan terganggu. Manusia memasuki abad 21 dan ditimpa banyak permasalahan, mulai dari lingkungan hingga ketidak adilan sosial, menurut kacamata Realitas Dasar, ini disebabkan tiadanya keseimbangan atau adanya sifat mendominasi satu sama lain. Dengan sifat-sifat itu, akan menggiring manusia menuju kemusnahan.

Kebijaksanaan arif ada dimana saja, termasuk juga Realitas Dasar ini, sayangnya jaman sekarang kearifan yang terkandung dalam Realitas Dasar ini terpuruk menjadi hal-hal yang remeh temeh seperti fengshui ( geomancy ), ilmu peramalan yang sedang trend sekarang ini. Sungguh amat disayangkan jika nilai-nilai kebijaksanaan yang terkandung dalam Realitas Dasar menjadi terpuruk dan cenderung menjadi komoditas bisnis dalam praktek-praktek fengshui dan ilmu peramalan. 

Realitas Dasar diajarkan generasi ke generasi melalui berbagai macam cara, mulai dari text, oral hingga simbol, dan cara hidup. Karena itu yang membuat bertahan hingga hari ini bahkan mengundang minat banyak orang menggali kebijaksanaan yang dikandungnya.

 


DAFTAR PUSTAKA

Bagus,Lorens, Kamus Filsafat, 2005, Jakarta : PT.Gramedia Pustaka Utama

Fang Litian 方立天,Zhongguo Gudai Zhexue 中国古代哲学 ( Filsafat Tiongkok Kuno ), 2006, Beijing : People’s of China University Publisher 中国人民大学出版社

He Huazhang 贺华章, Zhouyi Daquan  周易大全 ( Penjelasan Zhou Yi ), 2007, Xi An 西安 : Shaanxi National University publisher陕西师范大学出版社

Li Shen 李申, Zhongguo Rujiao Shi 中國儒教史 ( Sejarah Ruism Tiongkok ), Shanghai: Shanghai Peoples’s Publisher 上海人民出版社, 1999

Li Xiangfeng 黎翔鳳 Buku Komentar dan Keterangan Guan Zi 管子校注, Beijing : China bookstore publisher 中国图书出版社, 2004.

Qi Liang 啟良,中國文明史 (Sejarah Peradaban Tiongkok ),  2000, Guangzhou: Hua Cheng publisher 花城出版社

Tang Yijie 湯一介, Zhang Dainian 張岱年 dan kawan-kawan, 中國哲學史討論稿 (Paper Discussion Sejarah Filsafat Tiongkok),  1973, Beijing : Beijing University fakultas filsafat北京大學哲學系

Wu Shuping 吳樹平 Lai Zhangyang 賴長揚 editor, Baihua Sishu Wujing 白話四書五經 ( Empat Buku Lima Kitab dalam Bahasa Modern), 1992, Beijing: International Culture Publisher國際文化出版社

Xu Jialu许嘉璐, Mei Ji梅季, dkk, Wenbai duizhao Shisan jing 文白对照十三经 ( Tiga Belas Kitab dalam Bahasa Klasik dan Modern, 1998 : Guangxi : Guangxi Education Publisher 广西教育出版社

Ye Shi Chang 葉世昌 , Gudai zhongguo jingji sixiang shi 中國古代經濟思想史 ( Sejarah perekonomian Tiongkok Kuno ), hal.82, Shanghai : Fudan university Publisher 复旦大学出版社, 2003.

LAMPIRAN 

( http://www.awesomestories.com/images/user/b4cbb7aae7.gif )

CATATAN KAKI


[1] Penulis mengartikan sebagai realitas dan sebagai masukan adalah kutipan dari kamus “The Cambridge Dictionary of Philosophy”  yang tertulis sebagai berikut “ reality, in standard philosophical usage, how things actually are, in contrast with their mere appearence. Appearence has to do with how things seem to a particular perceiver or groups of perceivers.” Realitas, dalam standar penggunaan di filsafat, bagaimana benda-benda itu apa adanya,  yang membedakan dengan apa yang tampak. Penampakan memiliki kaitan dengan benda-benda yang tampak di para pengesan.

[2] Lih. Drs.Peter Salim, MA Kamus “The Contemporary English-Indonesian Dictionary”, Modern English Pers, Jakarta, edisi ke 7 1996.

[3] Yin yang adalah konsep tentang dualisme yang saling berharmonisasi dan merupakan dasar konsep materialisme Tiongkok.

[4] Lima unsur adalah lima unsur utama yang ada di alam ini yang saling berinteraksi menghidupi dan mengalahkan,  digambarkan sebagai unsur kayu, logam, tanah, air, api.

[5] Periode 100 aliran filsafat berkisar antara tahun 500 BCE hingga tahun 221 BCE, dimasa itu ada banyak aliran filsafat yang mencoba menanamkan ajaran dan konsep mereka kepada para raja muda yang  saling berperang.

[6] Chen Yao-Ting ( 1939-   ) adalah pakar bahasa dan kitab klasik kuno, yang sempat menjabat sebagai peneliti di Lembaga Penelitian dan Pengkajian Kepercayaan di Shanghai, fokus utama Chen adalah Taoism.

[7] Lorens Bagus, Kamus Filsafat, hal.658, September 2005, Jakarta : PT.Gramedia Pustaka Utama

[8] Qi Liang 啟良, Zhongguo Wenmingshi中國文明史 ( Sejarah Peradaban Tiongkok ), jilid 1 hal.36, 2000, Guangzhou: Hua Cheng publisher 花城出版社

[9] Buku itu menceritakan kisah Pan Gu yang memisahkan langit dan bumi, dan lahirnya 3 kaisar dan 5 raja Tiongkok purba.

[10] Qi Liang 啟良,Zhongguo Wenmingshi中國文明史 ( Sejarah Peradaban Tiongkok ), jilid 1 hal.36,cetakan ke 4, 2000, Guangzhou: Hua Cheng publisher 花城出版社

[11] Mengenai Sui Ren,Nv Wa dan para tokoh-tokoh purba ini sudah menjadi pengetahuan umum bagi banyak orang Tiongkok, terutama yang pernah belajar yang menyangkut masa prasejarah.

[12] Kaisar Kuning adalah bapak bangsa Tionghoa yang disebut peletak peradaban Tiongkok dengan penemuan tulisan yang dibuat oleh Cang Jie 倉頡, salah satu mentrinya.

[13] Tiga kaisar purba secara umum yang diterima adalah Fuxi 伏羲, Shen Nong 神农 dan Huangdi 黄帝, walau demikian dalam beberapa teks klasik, Huangdi 黄帝 tidak termasuk dalam tiga kaisar purba tapi lima raja purba, misalnya pada kitab Shangshu ( kumpulan tulisan tentang sejarah Tiongkok tertua ).

[14] Tang Yijie 湯一介, Zhang Dainian 張岱年 dan kawan-kawan, Zhongguo Zhexueshi Taolungao中國哲學史 討論稿 (Paper discussion Sejarah Filsafat Tiongkok), jilid 1, hal. 7,1973, Beijing : Beijing University fakultas filsafat北京大學哲學系

[15] Yang dimaksud agama Ru 儒教 adalah yang dikenal sebagai agama Khonghucu atau Confuciusm.

[16] Lih. Suishu Liyi   ( Buku Sui  tentang Ritual )

[17] Tiandi天帝 artinya adalah kaisar langit atau juga disebut Haotian昊天.

[18] Tang Yijie 湯一介, Zhang Dainian 張岱年 dan kawan-kawan,Zhongguo Zhexueshi Taolungao中國哲學史 討論稿 (Paper discussion Sejarah Filsafat Tiongkok), jilid 1, hal. 5, 1973, Beijing : Beijing University fakultas filsafat北京大學哲學系

[19] Qi Liang 啟良,Zhongguo Wenming Shi中國文明史 (Sejarah Peradaban Tiongkok ), jilid 1 hal.190, 2000, Guangzhou: Hua Cheng publisher 花城出版社

[20] Huangtian Houtu 皇天后土 adalah kaisar langit dan permaisuri bumi dan saat kerajaan Zhou hendak menyerbu kerajaan Shang, Zhou Wuwang selaku raja kerajaan Zhou melakukan sembahyang mengadukan perilaku kejam Zhou Wang yang menjadi raja Shang.

[21] Xu Jialu许嘉璐, Mei Ji梅季, dkk, Wenbai duizhao Shisan jing 文白对照十三经 ( Tiga Belas Kitab dalam Bahasa Klasik dan Modern ), jilid 1, hal.50, 1998 : Guangxi : Guangxi Jiaoyu chubanshe 广西教育出版社

[22] He Huazhang 贺华章, Zhouyi Daquan  周易大全 ( Penjelasan Zhou Yi ), hal.90, 2007, Xi An 西安 : 陕西师范大学出版社Shaanxi National University publisher

[23] Dao ini sering diartikan jalan, tapi untuk ini diartikan adalah suatu awal yang selayaknya bersifat harmonis. Konsep ini agak berbeda dengan konsep DAO yang dijabarkan oleh Lao Zi 老子dalam Daode Jing ( 道德经 ), DAO ini dilukiskan sebagai sumber segalanya.

[24] Dao dejing bab 42 道德经第四十二章

[25] Kitab Perubahan Yijing易经

[26] Ye Shuxian叶舒宪, Zhongguo Shenhua  Zhexue 中国神话哲学 ( Filsafat Mitologi Tiongkok ), hal.213, 1994, Beijing: Zhongguo Shehui Chubanshe 中国社会出版社

[27] Liu An 刘安( 179-122 BCE ) adalah pengarang kitab Huainan zi 淮南子, merupakan filsuf aliran Taoism

[28] Opt.cit

[29] Jalan disini diartikan awal atau permulaan yang selayaknya bersifat harmonis.

[30] Legitimasi tindakannya dalam meruntuhkan dinasti Shang.

[31] Gong adalah gelar setara dengan duke pada masa dinasti Zhou, tapi Zhou Gong yang dimaksud adalah anak ke empat Zhou Wenwang yang bernama Ji Dan 姬旦 atau sering dipanggil dengan nama Zhou Gong Dan 周公但.

[32] Shanggong adalah ahli ilmu hitung yang berdiskusi dengan Zhou Gong

[33] Gou gu dingli adalah nama rumus berhitung yang ditulis dalam  buku Zhou bishuanjing周髀算經, buku tentang ilmu berhitung.

[34] Wu Shuping 吳樹平 Lai Zhangyang 賴長揚 editor, Baihua Sishu Wujing 白話四書五經, jilid.2, hal. 209, 1992, Beijing: Guoji wenhua chubanshe 國際文化出版社

[35] Ji Zi ( abad ke 11 BC ) , paman dari Zhou Wang 紂王 , raja terakhir dinasti Shang. Kemudian mengabdi pada Wenwang dari dinasti Zhou. Dalam kitab Shang Shu 尚書 tercatat diskusi antara Wen Wang dan Ji Zi tentang bagaimana mengatur negara.

 

[36] Tian Di adalah raja langit atau bisa diartikan Tuhan.

[37] Lima unsur dalam bahasa mandarin ditulis wuxing 五行 yang bisa berarti pergerakan lima unsur.

[38] Tahun kelahiran dan kematian tidak jelas, tapi ia menjabat sebagai Taishi太史 (pejabat kalender dan pencatatan sejarah kejadian ) pada masa pemerintahan Zhou You Wang 周幽王 (795-771 BC) dan Zhou Xuan Wang周宣王(827-781 BC ).

[39] Guo Yu adalah buku sejarah dinasti Zhou yang ditulis oleh Zhuo Qiuming 左丘明 ( 502-422 BC )

[40] Tang Yijie 湯一介, Zhang Dainian 張岱年 dan kawan-kawan, Paper discussion Sejarah Filsafat Tiongkok 中國哲學史 討論稿, jilid 1, hal. 11,1973, Beijing : Beijing University fakultas filsafat北京大學哲學系

[41] Loc cit.

[42] Pejabat pada kerajaan Sui 隨

[43] Tang Yijie 湯一介, Zhang Dainian 張岱年 dan kawan-kawan, Paper discussion Sejarah Filsafat Tiongkok 中國哲學史 討論稿, jilid 1, hal. 15,1973, Beijing : Beijing University fakultas filsafat北京大學哲學系

[44] Tian ming 天命 adalah mandat dari Langit untuk raja memerintah rakyatnya, karena itu raja disebut pula tianzi 天子 ( putra langit ).

[45] Ge ming 革命 adalah pencabutan mandat, biasanya dilakukan melalui perang, kudeta, petisi.

[46] Min ben 民本 adalah rakyat sebagai dasar dari suatu negara dan selaku putra Langit, wajib memperhatikan rakyat, jika tidak maka mandatnya akan dicabut.

[47] Guan Zhong adalah pejabat negara pada adipati Qi Huan gong 齊桓公 ( ?-643 BC )

[48] Ye Shi Chang 葉世昌 , Gudai zhongguo jingji sixiang shi 中國古代經濟思想史 ( Sejarah perekonomian Tiongkok Kuno ), hal.82, Shanghai : Fudan university Publisher, 2003.

[49] Ibid, hal.82

[50] Liu Xiang ( 77-6 BC ) adalah seorang ahli bibliography yang terkemuka. Ia yang pertama mengkategorikan ada 10 jenis aliran berdasarkan buku-buku klasik yang didatanya.

[51] 校 dibaca xiao tapi untuk 校注 dibaca jiao

[52] Li Xiangfeng 黎翔鳳 Buku Komentar dan Keterangan Guan Zi 管子校注 jilid 1, hal.20, Beijing : China bookstore publisher, 2004.

[53] Li Xiangfeng 黎翔鳳 Buku Komentar dan Keterangan Guan Zi 管子校注 jilid 2, hal.767, Beijing : China bookstore publisher, 2004.

[54] Jing secara umum diartikan adalah intisari kehidupan  atau pada umumnya sperma dan sel telur.

[55] Li Xiangfeng 黎翔鳳 Buku Komentar dan Keterangan Guan Zi 管子校注 jilid 2, hal.931, Beijing : China bookstore publisher, 2004.

[56] Tang Yijie 湯一介, Zhang Dainian 張岱年 dan kawan-kawan, Paper discussion Sejarah Filsafat Tiongkok 中國哲學史 討論稿, jilid 1, hal. 15,1973, Beijing : Beijing University fakultas filsafat北京大學哲學系

[57] Dalam kitab Li Ji yang menyangkut ritual dan etika pada dinasti Zhou, mereka yang meninggal jauh dari keluarga dan tidak mendapat penghormatan keluarga akan menjadi roh gentayangan yang tidak memiliki harkat di alam baka. Dengan ritual pengembalian harkat atau fu li, maka roh gentayangan akan mendapatkan harkatnya. Ini adalah cikal bakal upacara penyebrangan arwah dalam budaya Tionghoa

[58] Gun 鯀, ayah dari Yu yang mencoba mengatasi banjir tapi gagal.

[59] Lih. Tabel 2.

[60] Ruism adalah Confuciusm

[61] Li Shen 李申, Zhongguo Rujiao Shi 中國儒教史 ( Sejarah Ruism Tiongkok ) jilid 1, hal.205, Shanghai: Shanghai Peoples’s Publisher 上海人民出版社, 1999.

 

Last modified onThursday, 18 October 2012 08:40
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2273-realitas-dasar-dalam-filsafat-tiongkok

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto