A+ A A-

Totok Dan Peranakan

  • Written by  Dr. Han Hwie-Song M.D. Ph.D
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Saudara-saudari yang budiman, Saya rasa persoalan Totok dan Peranakan hanya persoalan generasi seniornya. Generasi mudanya seperti yang sering saya katakan dalam artikel-artikel saya identitas mereka sudah saling mendekati kalau tidak sudah sama, atau saya katakan sudah menjalaini proses "peranakanisasi" dari anak-anaknya Totok.

Karena mereka sudah tidak pandai lagi bahasa mandarinnya, namanya juga sama mengambil nama Indonesia dan nama panggilan Barat. Bahkan mereka juga tidak tahu dengan jelas dari provinsi mana asal turunannya.

Mereka bersama-sama masuk sekolah dari sekolah rendah, menengah dan universitas yang didirikan oleh intelektuil Baba atau Pernakan, sewaktu sekolah Tionghoa ditutup oleh rezim Orba.

Saya perhatikan "gathering" T-Net generasi mudahnya bisa berkumpul dengan akrabnya, juga di universitas-universitas di Petra, Wydia Mandala etc. mereka berteman baik, tidak ada kelompok-kelompok. Persoalan ini adalah perhatian saya dan saya juga telah mengadakan "penyelidikan" tentang ini, meskipun tidak secara ilmiah.

Memang harus diakui bahwa perkumpulan-perkumpulan Totok masih dipimpin oleh generasi tuanya, dan ini juga menjadikan persoalan di perkumpulan-perkumpulan tersebut. Perkumpulan yang kuat keuangannya mau menjadi pimpinan. Ini adalah penyelidikan saya tiga empat tahun yang lalu dan saya buat dua artikel yang telah saya muat dimilis-milis seminggu yang lalu. Itu waktu saya sudah mentafsir akan datangnya persoalan ini, maka persoalan ini juga mendapatkan perhatian dalam tulisan saya tsb.

Tujuan kita sekarang ini ialah menggalang kesatuan pada pemuda dan pemudi, mereka inilah yang akan memegang pimpinan nanti. Hari depan kita bukan terletak pada generasi tuanya tetapi pada pemuda dan pemudinya.

Karenanya saya harapkan agar kontradiksi ini yang masih dalam kontradiksi antar keluarga jangan di kembangkan, jagalah jangan sampai kontradiksi ini meningkat menjadi kontradiksi antar musuh yang kemudian disebut antagonisme. Jangan sampai diadu domba oleh orang yang mempunyai kepentingan tertentu!

Maaf kalau ada kesalahan dalam tulisan saya ini, karena saya agak nerveus, besok mendapatkan lagi kemoterapi yang kempat yang memakan 4 minggu, dan masih mau tiga atau 4 kali lagi, jadi Total 12-16 minggu lamanya. Tetapi saya tetap tenangkan diri dan melihat kedepan dengan positif!

Salam bahagia,
Dr. Han Hwie-Song
Breda, 5 september 2007

Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2311-totok-dan-peranakan

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto