A+ A A-

Sam Hui : Bapak Dari Cantonese Pop

  • Written by  Huang Zhiwang
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Samuel Hui Goon Git (Sam Hui ) atau dalam Mandarin namanya menjadi Xu Guan Jie , menjadi tonggak penting bagi Canto-pop.Sebelum era Sam Hui , bahasa Inggris mendominasi Hong Kong selama beberapa dekade. The Beatles mengunjungi Hong Kong di tahun 1964 dalam tour dunia. Pop lokal mulai tumbuh ketika Sam Hui bersama kelompoknya , band Lotus , yang semula menyanyikan lagu-lagu dalam bahasa Inggris.

 

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

Sam Hui dan saudaranya , Michael Hui memproduksi dan membintangi acara mereka sendiri di televisi , dan lagu-lagu mereka dalam bahasa Cantonese mulai diterima secara luas. Apa yang dirintis oleh Sam Hui ini membuka jalan bagi generasi selanjutnya seperti Alan Tam , Leslie Cheung dan Anita Mui. Tidak heran kalau Sam Hui dijuluki Ayah dari Cantopop.

Sam Hui dilahirkan pada 6 September 1948 di provinsi Guang Dong. Sam menjadi anak termuda dari Hui bersaudara selain Michael Hui , Ricky Hui dan Stanley Hui.Sam dibawa ke Hong Kong dan menempuh pendidikan psikologi di Universitas Hong Kong. Di kampus , Sam mulai populer sebagai penyanyi dan bersama rekan-rekannya membentuk band Lotus di tahun 1966 dan menandatangani kontrak pertamanya di tahun 1968.

Melalui karya-karyanya , musik Cantonese mulai berkibar dengan memadukan unsur Barat dan Tionghoa dalam elemen musik baru yang mereka buat. Band Lotus turut berkiprah di acara saudaranya , Michael Hui , sebuah komedi di televisi .

Di tahun 1971 , Sam Hui yang ketika itu berusia 23 tahun menuju California bersama Rebu Flemming (Rebecca Flemming) yang masih berusia 19 tahun. Sam menyembunyikan hubungannya dengan Rebu. Setelah menikah , Sam kembali ke Hong Kong untuk menetap. Sam mendedikasikan lagu “A Carnation For Rebu” dan merekamnya dalam single kedua “April Lady“.

Setelah menikah , Sam menandatangani kontrak dengan Golden Harvest untuk melakukan debut dalam film “Back Ally Princes” (1973)  . Sam terbang ke Thailand untuk membintangi “The Tattooed Dragon” (1973) .

Michael Hui mulai menyutradarai film-film Golden Harvest dan memboyong serta saudaranya , Sam Hui dan Ricky Hui.  Beberapa film seperti “Games Gamblers Play” (1974) yang disutradarai Sammo Hung dan diproduseri Michael Hui  dan  “Private Eyes“  yang disutradarai Michael Hui mencapai sukses di Hong Kong.

Film “Private Eyes” mencapai rekor pemasukan 8,5 juta HKD dan lagu tema Sam Hui dalam “Private Eyes”  ikut menjadi populer di tahun 70an. Film ini diperkuat juga oleh John Woo sebagai production designer , Sammo Hung sebagai pengarah laga dan Jackie Chan sebagai stuntman.

Salah satu film penting lain bagi Sam Hui adalah  box offices “Aces Go Places” (1982, 1983, 1984, 1986 , 1989).

Ketika membintangi “The Legend of Wisely” (1987) , Sam Hui berperan sebagai Wisely dalam film berbudget tinggi ini dan banyak mengambil lokasi di Nepal. Sam Hui mengalami sakit keras dalam pembuatan film ini yang membuatnya harus rehat.  Setelah film ini , karir akting Sam Hui mulai merosot dan mengumumkan pengunduran diri di tahun 1992.

Di tahun 2000 , Sam Hui kembali membintangi “Winner Takes All” bersama sejumlah bintang lainnya seperti Nicholas Tse , Ruby Lin , Alec Su , Joey Yung . Sebuah film untuk menyambut hari Imlek di tahun 2000.

Di tahun 2003 , Samuel Hui melakukan comeback sebagai penyanyi untuk menghormati Leslie Cheung dan Anita Mui.

Dari kehidupan pernikahan dengan Rebu Flemming , Sam Hui dikaruniai dua anak.

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

Last modified onMonday, 24 September 2012 15:25
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2368-sam-hui--bapak-dari-cantonese-pop

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto