A+ A A-

Perayaan Makan Bahcang

  • Written by  David Kwa
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Perayaan makan bahcang dan kue cang yang dimaksud adalah Toan Ngo Ciat/Duanwujie 端午節 atau Toan Yang Ciat/Duanyangjie 端陽節, yang jatuh pada bulan lima tanggal lima (gougwe chegou/wuyue chuwu 五月初五 日) menurut perhitungan Imlek (Kalender Lunar Tionghoa). Menurut perhitungan Yanglek (Kalender Solar, baca: Masehi) tahun ini jatuhnya Minggu, 8 Juni 2008.

Artikel Terkait :

{module [201]}

Di dunia Barat perayaan ini dikenal sebagai Festival Perahu Naga (Dragon Boat Festival), karena dirayakan dengan lomba perahu naga di sungai atau laut. Lomba perahu naga dikaitkan dengan Khut Peng/Qu Ping 屈平 alias Khut Goan/Qu Yuan 屈原 (340 SM-278 SM), seorang patriot zaman dinasti Ciu/Zhou 周朝 yang menenggelamkan diri di sungai Bek-lo/Miluo 汨羅江 di propinsi Oulam/Hunan湖南省, karena tidak rela melihat kehancuran Chou/Chu 楚國, negaranya, di tangan para
pejabat yang tidak becus dan korup.

Masyarakat yang mendengar kematiannya berbondong-bondong mencari jenazahnya dengan perahu. Nah, untuk memperingati peristiwa ini, kebiasaan mendayung perahu ini kemudian diulangi tiap tahun, makin lama makin marak, sehingga berkembang menjadi Festival Perahu Naga sekarang ini. Konon, menurut kisahnya, masyarakat juga mengirimkan nasi yang dibungkus daun bambu―agar tidak dimakan ikan―ke sungai untuk roh Khut Goan, inilah awal-mula bahcang dan kue cang.

Istilah Pe Cun sendiri berasal dari dialek Hokkian Selatan, artinya Mendayung Perahu. Dalam dialek Hokkian Selatan (Minnan/Banlam閩南) Mendayung Perahu Naga disebut Pe Liong Cun 爬龍船 atau sering disingkat Pe Cun 爬船 saja (Pe 爬 = Mendayung, Liong Cun 龍船 = Perahu Naga). Karena secara tradisi hari ini selalu dimeriahkan dengan Mendayung Perahu Naga, maka masyarakat Peranakan di Indonesia lebih mengenalnya sebagai hari Pe Cun saja―tak peduli ada Perahu Naga atau tidak―bukannya Toan Ngo atau Toan Yang.

Di Jabodetabek perayaan Pe Cun yang paling meriah kini bisa kita saksikan di sungai Cisadane yang lebar di tengah kota Tangerang. Kemeriahan perahu-perahu yang berlomba mencapai garis finish dan lebarnya sungai Cisadane membuat Pe Cun di Tangerang menarik untuk disaksikan.

Uniknya lagi, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, semalam sebelum hari H, keramaian berpusat di Bio Mpeh Pe Cun di Karawaci, seberang Pasar Lama Tangerang, yang dimeriahkan dengan pertunjukan gambang kromong, liong dan barongsai. Dilanjutkan dengan upacara pemandian Perahu Naga (Liong Cun 龍船) di sebuah tempat penyimpanan di Tanah Gocap.

Mengenai jadwalnya, anda dapat menghubungi pihak Kelenteng Boen Tek Bio, Jl Bhakti 14, Pasar Lama, Tangerang, yang setiap tahun menyelenggarakan perayaan ini.

David Kwa , 31389

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2461-perayaan-makan-bahcang

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto