A+ A A-

Review Film : "Cold War" (2012)

  • Written by  Bentara
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net |  Hong Kong punya reputasi sebagai kota teraman di Asia yang mottonya tertera pada tembok besar di markas besar gedung kepolisian Hong Kong . Kepolisian Hong Kong seperti seorang penjaga gawang yang jarang mendapatkan serangan serius.

Artikel Terkait:

{module [201]}

Kondisi ini berubah ketika markas besar kepolisian dikejutkan oleh telepon dari orang tak dikenal. Mobil polisi yang canggih dan juga polisi-polisi yang terlatih dengan baik menghilang . Diketahui  sebelumnya mereka berurusan dengan pemabuk dijalanan, melanjutkan pekerjaan dan kemudian menghilang. Telepon dari kelima petugas juga sama sekali tidak bisa dihubungi.   Kepolisian Hong Kong menjadi tak habis pikir karena seakan-akan si pembajak mengetahui prosedur-prosedur dalam kepolisian.

Masalah lainnya Komisaris Tsang (Michael Wong) sedang berada diluar negri sehingga terjadi konflik internal ditubuh kepolisian mengenai siapa yang harus bertanggung jawab untuk menangani kasus besar ini . Apakah Deputi Komisaris Sean Lau (Aaaron Kwok) ataukah Deputi Komisaris Waise Lee (Tony Leung Ka-fai)

Deputi Komisaris Waise Lee meradang di rapat pertemuan perwira-perwira tinggi kepolisian. Budget kepolisian sebesar 540 juta dollar dipotong selama enam tahun dan digunakan untuk teknologi “state of the art” dan nyatanya tak berdaya ketika satu tim kepolisian menghilang tanpa jejak. Waise Lee menegaskan bahwa dia akan mengambil alih kasus ini dan menyatakan bahwa operasi ini diberi kode “Cold War”. Waise Lee menegaskan bahwa penculikan polisi di Hong Kong tidak akan pernah ditoleransi.

Kedua petinggi ini punya bidang spesialisi yang berbeda. Sean Lau lebih ke arah manajemen kepolisian sementara Waise Lee lebih kearah operasi. Pendekatan yang digunakan juga berbeda. Waise Lee berusaha untuk melakukan total ofensif , terlebih lagi anaknya juga ikut jadi korban penculikan. Sementara Sean Lau berusaha untuk bernegosiasi sambil melacak keberadaan para penculik.

Selagi waktu terus bergerak Sean Lau harus menghadapi persaingan politik internal dengan Waise Lee dengan faksi-nya dan juga tim pembajak sekaligus. Petinggi lainnya , Phoenix Leung ( Charlie Yeung) juga bersilang pendapat dengan Waise Lee . Perdebatan sengit antara Sean Lau dan Waise Lee tidak terhindarkan lagi dan juga menjadi adegan yang paling memikat dari film ini.

Film ini menarik untuk disaksikan. Aaron Kwok beradu akting dengan Tony Leung Ka-fai dengan intensitas tinggi.  Diramaikan juga dengan kehadiran singkat Andy Lau yang berperan sebagai Kepala Biro Keamanan yang memberikan nasehat kepada Sean Lau (Aaron Kwok). Kondisi makin bertambah kusut dengan kehadiran , Billy Leung ( Aarif Rahman)  petugas muda Komisi Pemberantasan Korupsi (ICAC) yang punya determinasi tinggi tapi kurang pengalaman.  Cold War seakan mengingatkan kita juga akan konflik antara KPK dan Kepolisian di Indonesia. Film yang cukup menjanjikan untuk dibuat sekuelnya.

Sutradara: Sunny Luk, Longman Leung
Pemeran : Aaron Kwok, Tony Leung Ka Fai, Eddie Peng, Aarif Rahman, Charlie Yeung, Chin Kar Lok, Lam Ka Tung, Andy On, Terence Yin, Ma Yili, Michael Wong, Tony Ho, Byron Mann, Grace Huang, Andy Lau

Trailer :

 

{youtube}cKJuUM8qqUk{/youtube}

 

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua | Facebook Group Budaya Tionghoa

Last modified onSaturday, 24 November 2012 03:50
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2540-review-film--cold-war-2012

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto