A+ A A-

Review Buku : "Eden In The East" - Stephen Oppenheimer

  • Written by  Harry Alim
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net| Ada satu teori yang dipampangkan oleh Stephen Oppenheimer melalui bukunya 'Eden In the East', bahwa banyak budaya yang sekarang tersebar termasuk di Indonesia, Filipina dan Asia Tenggara lainnya dan juga Tiongkok Selatan, Taiwan termasuk Jepang, berasal dari dari satu daerah yang sekarang terendam oleh air

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

 Daerah itu adalah yang disebut Dataran Sunda, terletak diantara Pulau Kalimantan dan Vietnam. Es yang meleleh dari jaman es terakhir telah menaikkan elevasi air laut kurang lebih 150 meter dan merendam dataran ini.

Untuk mendukung teorinya , Stephen Oppenheimer mengajukan bukti-bukti melalui test DNA sampai dengan cerita rakyat, bahasa, makanan dan lain2nya, yang digunakan untuk menyusun bukunya setebal 575 halaman (paperback) tentu untuk memahami teorinya membaca buku ini adalah yang paling afdol.

Oppenheimer mengajukan teori bahwa banyak budaya di Asia Timur dan Tenggara berasal dari dataran Sunda


Beberapa fakta yang di amati oleh Stephen Oppenheimer selama dia bertugas di Asia Tenggara lah yang menyebabkan ia menulis buku ini. Kesamaan-kesamaan yang didapati di orang-orang yang tersebar di Asia Tenggara , Tiongkok Selatan termasuk Taiwan dan Jepang lah yang digunakan menjadi dasar teorinya.

Selama ini dalam pelajaran sejarah, teori yang diterima adalah bahwa orang datang dari Afrika kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Dan khususnya dari mana datangnya orang yang tersebar di Asia Tenggara? Sementara ini teori yang di terima dan di ajarkan di sekolah, misalnya bahwa orang-orang yang ada di Indonesia misalnya dari Yunnan- Tiongkok selatan. mereka datang dalam dua gelombang yang disebut Melayu Tua dan Melayu Muda.

Teori Stephen Oppenheimer sebaliknya mengatakan bahwa orang-orang itu datang dari dataran yang terendam, dataran terendam inilah yang disebut 'Eden in the East'.

Memang satu fakta bahwa orang asli Taiwan (istilah ini untuk merujuk ke orang yang sudah mendiami Taiwan lebih dari 3000 tahun lalu) yang sekarang masih tersisa di pedalaman Taiwan mempunyai banyak kesamaan dengan orang Filipina dan Indonesia atau orang Asia Tenggara lainnya.

Dan persentuhan budaya dengan Tiongkok, India, Timur Tengah dan Barat lah yang kemudian membuat Asia Tenggara seperti sekarang ditambah persentuhan budaya itu dalam intensitas yang berbeda beda, sehingga memberikan warna yang berbeda di setiap tempat yang berbeda.

Memang yang selalu jadi pertanyaan adalah apakah A dari B atau B dari A? ataukah A dan B dari C.

Memang apakah teori terdahulu yang benar atau teori Stephen Openheimer yang benar? Saat ini teori terdahulu, karena diperkenalkan terlebih dahulu yang masih diterima.

Dengan dibukukannya teori Stephen Openheimer membuka kemungkinan bahwa bisa jadi satu waktu kemudian ditemukan bukti bukti baru yang mendukung teorinya.

Tergantung generasi masa depan nanti untuk membuktikan lebih jauh teori mana yang benar. Dan untuk menambah wawasan ada baiknya dibaca 'Eden in the East' karya Stephen Oppenheimer


salam,

Harry Alim

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua | Facebook Group Budaya Tionghoa

Rate this item
(2 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2551-review-buku--eden-in-the-east-stephen-oppenheimer

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto