A+ A A-

Review Film : Taichi Hero - From Zero To Hero

  • Written by  Bentara
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net| Taichi Hero dirilis segera setelah Taichi Zero dengan menawarkan alur cerita dan adegan laga yang lebih kompleks daripada sebelumnya. Gaya technical drawing dalam setiap gerakan kungfu di Taichi Zero menjadi benar-benar kungfu bergenre steampunk  dengan detail-detail komponen mesin uap dibalik gerakan-gerakan ajaib yang stylish. Tema musik cadas berganti dengan musik-musik klasik dan modern klasik.

 

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

 Film ini mengadaptasi kehidupan master Taichi yang sesungguhnya , Yang Luchan (1799-1872) yang menjadi murid Chen Changxing (1771-1853), seorang grandmaster di desa Chen. Tentunya dengan nuansa fiksi yang lebih dominan yang menjadi ajang kreativitas Stephen Fung dan Sammo Hung. Taichi Hero praktis merupakan sambungan utuh dari Taichi Hero sehingga mensyaratkan penonton untuk menonton Taichi Zero dulu agar dapat mengikuti cerita keseluruhan.

Taichi Zero

Yang Luchan (Yuan Xiaochao) sebelumnya tiba didesa Chen untuk menuntut ilmu bela diri sejati . Didesa Chen ini semua penghuninya punya kemampuan bela diri diatas rata-rata . Bahkan Yang tidak berkutik menghadapi seorang gadis cilik yang tampak ingusan. Mereka menggunakan ilmunya itu dalam kehidupan sehari-hari . Mereka juga diikat oleh pantangan turun temurun untuk tidak mengajarkan ilmu mereka  kepada pihak luar.

Yang Luchan tidak putus asa dan terus menghalalkan segala cara agar dapat mempelajari ilmu bela diri keluarga Chen yang ampuh. Sebagian besar adegan Taichi Zero berkutat pada usaha Yang Luchan untuk mempelajari ilmu silat di desa tersebut. Apalagi Master Chen (Tony Leung Ka-fai) turut bersimpati terhadapnya tetapi terhalang oleh aturan adat yang ketat.

Dalam satu insiden , Yang Luchan menyelamatkan nyawa putri Master Chen , Chen Yuniang (Angela Baby). Walaupun menjadi pahlawan , Yang Luchan terancam hukuman berat karena dianggap mencuri ilmu keluarga Chen. Chen Yunia yang teringat budi kepada Yang Luchan memutuskan untuk menikah tanpa cinta dengannya , agar Yang dianggap sebagai orang dalam dan terbebas dari hukuman. Selanjutnya lihat review Taichi Zero .

Taichi Hero.

Pada saat pernikahan antara Yang dan Chen Yuniang , desa ini disatroni tamu misterius yang ternyata kakak tertua Chen Yuniang  , yaitu Chen Zaiyang (Feng Shaofeng). Chen Zaiyang mempertanyakan kenapa adiknya yang cantik mau menikah dengan pria bodoh seperti Yang.

Chen mengingatkan warga desa akan legenda beberapa generasi lalu ketika grandmaster Chen (Patrick Tse) menerima murid luar . Sampai suatu ketika seorang rahib Buddhist (Daniel Wu) memperingatkan Grandmaster Chen untuk tidak menerima murid dari luar karena salah satu diantaranya telah melakukan kejahatan besar. Rahib ini mengeluarkan ramalan bahwa jika desa Chen melanggar pantangan ini maka desa ini akan hancur.

Grand Master Chen Changxing mengetahui bakat besar dalam diri Yang --  bahwa ada karunia sekaligus kutukan -- yang membuat Yang Luchan mempunyai potensi setara dengan satu abad latihan bagi orang biasa , tetapi sekaligus mendekatkan Yang kepada kematian karena ketidakstabilannya.

Chen Changxing memberitahu putrinya bahwa syarat bagi kestabilan Yang terletak pada keseimbangan Yin dan Yang, dengan kata lain lewat hubungan seks. Chen Yuniang mendengar itu malah membuat aturan rumah tangga bahwa Yang harus tidur dilantai.

Sementara itu Fang Zijing (Eddy Peng) --yang semakin mendendam pada desa kelahirannya --berkolaborasi dengan seorang petingggi East Indian Company. Karenanya Fang berhasil kembali ke jalur kekuasaan dengan menjadi wakil gubernur. Hal ini memungkinkan Fang untuk membenturkan Desa Chen dengan pasukan pemerintah.

Chen Changxing mencurigai dan mengendus maksud buruk putra sulungnya. Apalagi lonceng besar di desa Chen berdentang kencang menebar ramalan buruk akan kehancuran desa yang ternyata di dalangi oleh Chen Zaiyang dan istrinya . Warga desa yang termakan oleh ramalan itu mendesak tetua desa untuk mengusir Yang .

Chen Changxing mengetahui konspirasi antara putranya dengan Fang Zijing dan malah menyuruh Yang untuk bertanding dengan putranya. Terjadilah duel antara bakat melawan "mesin" . Satu pukulan telak Yang menghantam dada Zaiyang dan terjadilah dekonstruksi mesin hingga berkeping-keping.

Fang Zijing yang mengetahui kegagalan Zaiyang segera mengerahkan segala daya upaya dengan dukungan pasukan pemerintah untuk menghukum desa Chen. Apakah desa Chen dapat bertahan dari serangan pasukan Qing? Bagaimana hubungan Chen Yuniang dengan Yang Luchan?

Taichi Hero menghadirkan koreografi laga yang lebih serius dan lebih indah dari Taichi Zero . Pertunjukkan kungfu steampunk yang diperagakan oleh Chen Zaiyang sampai dengan pertarungan real-final  Yang Lu Chan dengan Master Li yang diperankan oleh veteran Yuen Biao didapur Pangeran Dun yang mewah.

Seperti yang penah diulas dalam review sebelumnya. Terlepas dari penampilan debut Yuan Xiachao yang memiliki latar belakang atlet peraih emas  olimpiade --  film ini menghadirkan sesuatu yang baru dalam genre film wuxia. Sutradara Stephen Fung terlihat meminjam banyak hal dalam setiap adegannya .

Banyak pengambilan sudut ekstrim disekujur film . Setiap gerakan taichi yang luwes seperti technical drawing sekaligus komik bernuansa manhua (manga) . Belum lagi dalam hysteria-nya Yang Luchan berlari kesana kemari dalam pengambilan sudut seperti Counter Strike dalam permainan konsol. Deskripsi Yang Luchan seorang master bela diri yang sesungguhnya diseret ke ranah fiksi habis-habisan dengan keindahan koreografi laga dan unsur komedi yang kental.

Menyaksikan Taichi Trilogy seperti menyaksikan gaya "steampunk" ala Wild Wild West-nya Will Smith  (1999). Anotasi tecnical drawing yang menyertai setiap gerakan Chen Yuniang (Angela Baby) digantikan oleh detail machine engineering bergaya Victorian yang menyertai setiap gerakan Chen Zaiyang (Feng Shaofeng). Bahkan opsi yang dipikirkan mendiang Claire Heathrow (Mandy Lieu) dalam Taichi Zero dalam menyikapi pernyataan cinta Fang Zijing (Eddy Peng) seperti tombol opsi dalam software komputer.

Film ini terlihat seperti display lintas  kultural dan lintas masa yang dijejalkan . Tetapi jika direnungkan dalam-dalam maka bangsa Tionghoa yang mengawali teknologi proto-mesin uap sebelum sampai ke Eropa melalui perantaraan Agostino Ramelli dengan konsep pergerakan matahari dan bulan . Silsilah ilmu inilah yang lambat laun memunculkan Revolusi Industri di Inggris.

Film ini menarik untuk disimak karena menawarkan sesuatu yang baru dalam genre wuxia. Patut diingat bahwa Taichi Hero hanyalah bagian kedua dari Taichi Trilogy yang akan disusul oleh Taichi Hero dan Taichi Summit.

 

Pemeran : Angela Baby , Tony Leung Ka-fai , Yuan Xiaochao , Eddy Peng , Yuen Biao , Feng Shaofeng  | Sutradara : Stephen Fung | Koreografi Laga : Sammo Hung | Bahasa : Mandarin | Rilis : 25 Oktober 2012 (Tiongkok)

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua | Facebook Group Budaya Tionghoa

Last modified onMonday, 10 December 2012 03:46
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2566-review-film--taichi-hero-from-zero-to-hero

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto