A+ A A-

Pang Lay Kim / Jusuf Elka Pangestu (1922-1986)

  • Written by 
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net|Pang Lay Kim atau Jusuf Elka Pangestu  merupakan sosok yang tidak bisa dilepaskan dari dunia ekonomi di Indonesia melalui pemikiran-pemikiran dan tulisannya.  Pang Lay Kim lahir di Bandung pada tahun 1922 . Dia menerima pendidikan di salah satu universitas bergengsi di Amerika Serikat . Pada tahun 1957 dia memperoleh sertifikat dalam Advanced Management di Universitas Harvard.

Artikel Terkait :

{module [201]}

Di tahun 1963 , Pang Lay Kim memperoleh Ph.D. dibidang ekonomi dari Universitas Indonesia. Dia mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia . Di tahun 1967 , Pang diangkat menjadi Associate Professor di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Di tahun yang sama , Pang menjabat sebagai direktur dari Institute of Management Universitas Indonesia.

Antara tahun 1967-68 , Pang Lay Kim menjadi dianugrasi sebagai periset senior dari Universitas Nasional Australia (ANU) . Pada tahun 1970 , Pang Lay Kim menjadi Professor Ekonomi di Universitas Nanyang sampai tahun 1972. Antara tahun 1972-1973 , Pang Lay Kim menjadi Professor Administrasi Bisnis di Universitas Singapura.

Pang Lay Kim kembali ke Indonesia dan terjun ke dunia perbankan. Dia juga menjadi anggota dewan direktur CSIS , presiden PT Sejahtera Bank Umum dan direktur PT Pakarti Yoga.


Pang Lay Kim meninggal dunia pada tahun 1986 di Jakarta. Pang Lay Kim merupakan sosok yang tidak bisa dilepaskan dari dunia ekonomi di Indonesia melalui pemikiran-pemikiran dan tulisannya.

Di tahun 2011 , Anak dari Pang Lay Kim , yaitu  Mari Elka Pangestu meluncurkan buku “Prinsip-Prinsip Kemajuan Ekonomi” yang merupakan karya Pang Lay Kim . Buku ini berisikan tulisan-tulisan lama Pang Lay Kim diberbagai media massa.

Pesan-pesan yang disampaikan Pang Lay Kim semasa hidup dinilai masih relevan dengan kondisi terkini. Salah satu pandangan Pang Lay Kim adalah era ekpor minyak akan berakhir dan Indonesia harus meningkatkan ekspor non-migas.

 Indonesia dalam pandangannya sangat kaya dengan sumber daya alam dan harus menjadi negri niaga karena memiliki keunggulan komparatif. Dan menyerukan agar pengolahan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia harus menciptakan nilai tambah yang terjadi secara domestik . Seringkali kekayaan alam Indonesia di ekspor keluar negri dan dikirim kembali ke Indonesia dalam bentuk teknologi tinggi.

Daftar Publikasi :

1. The Indonesian Economy : Facing a New Era (Rotterdam , 1966)
2. Indonesia Exports : Performance and Prospects , 1950-1970 (Rotterdam , 1967)
3. Indonesian Today : Transition to Economic Development (Melbourne , 1968)
4. Persoalan Masa Kini : Perusahaan Perusahaan Multinasional (Jakarta , 1974)
5. Trend in Marketing (Jakarta , 1974)
6. Indonesia’s Economic and Business Relations with ASEAN and Japan (Jakarta , 1977)
7. Bisnis Keluarga , (Yogyakarta , 1984)

Zhonghua Wenhua

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa 

REFERENSI :

Leo Suryadinata , ”Prominent Indonesian Chinese , Biographical Sketches “

Situs Bank Indonesia (gov)

“RI Harus Menjadi Negara Niaga” , Kompas , 3 Agustus 2011

 

Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2607-pang-lay-kim---jusuf-elka-pangestu-1922-1986

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto