A+ A A-

Hikayat Perjalananku Ke Negri Tegal

  • Written by  Ivan Taniputera
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Pada tanggal 5 Januari 2013 saya mengadakan perjalanan ke Tegal dengan menggunakan kereta Kaligung Mas. Ketika itu kereta berangkat tepat waktu pada pukul 13:30.

 At 5th January 2013, I made a journey to Tegal using Kaligung Mas Train. This train departed timely at 13:30.

Artikel Terkait :

{module [201]}

 PENGALAMAN NAIK KERETA API KALIGUNG MAS KE TEGAL

 GO TO TEGAL WITH KALIGUNG MAS TRAIN

 

 

Kami tiba di Kalibodri pada pukul 14:20.

We reached Kalibodri at 14:20.

Kami tiba di Weleri pada pukul 14:31

We reached Weleri at 14:3

Kami melalui pantai yang indah ini pada pukul 15:19.

We saw this beautiful beach at 15:19.

Kami tiba di Pekalongan pada pukul 15:53

We reached Pekalongan at 15:53.

Kami tiba di Pemalang pada pukul 16:23

We reached Pemalang at 16:23.

Akhirnya tiba di Tebal pada pukul 16:50.

We arrived at Tegal at 16:50.

Beginilah pemandangan stasiun Tegal dari luar.

This is the view of Tegal Station taken from outside.

Setelah itu, kami dijemput oleh kawan ke tempat penginapan. Kurang lebih pada sore hari hujan turun dengan derasnya. Ternyata kami disambut dengan banjir pada hari kedatangan kami di Tegal.

We are picked up by friends and accompanied to our hotel. In the evening it rained heavily. In the very day my arrival at Tegal, we were welcomed by flood.

Becak adalah angkutan tradisional yang masih menjadi tumpuan masyarakat Tegal.

Becak is the traditional vehicle, which can still be found in Tegal.

 


KULINER DI HARI PERTAMA

CULLINARY IN THE FIRST DAY

Pada malam harinya saya menikmati hidangan minuman susu telur madu jahe (STMJ) beserta pisang goreng bertabur keju dan coklat, yang dimakan lesehan (duduk di atas tikar). Hidangan ini sangat nikmat karena dimakan di udara dingin.

In the night, I visited a "lesehan" stall, with the special menu of Milk Egg Honey Ginger drink and fried banana with cheese and chocolate. Lesehan = sitting on the straw carpet. This kind of food and drink is very suitable to accompany us in the middle of cold and rainy nights.

 

PERJALANAN 6 JANUARI 2013

JOURNEY AT 6TH JANUARY 2013

A. RUMAH-RUMAH KUNO DI PECINAN KOTA TEGAL

OLD HOUSE IN TEGAL'S CHINA TOWN

Keesokan harinya saya mengunjungi Vihara Metta, yang terletak di daerah pecinan kota Tegal. Dalam perjalanan saya melihat beberapa rumah kuno yang sangat menarik. Tegal sendiri memiliki sejarah keberadaan komunitas Tionghoa yang panjang.

At the 6th January 2013, I visited Metta Temple, which is located in the Chinatown of Tegal. On the way to this temple, I saw some old chinese houses which are very interesting. Tegal has a long history of the existence of Chinese community.

 


B.MENGUNJUNGI VIHARA METTA

VISITING METTA TEMPLE

Vihara ini terletak di Jalan Gurame, yakni di tengah-tengah pecinan. Pengurusannya berada di bawah Sangha Theravada Indonesia (STI)

This located in Jalan Gurame, i.e in the middle of chinatown. It is under the authority of Sangha Theravada Indonesia (STI).

Metta means "Loving Kindness."

Pada vihara ini dapat kita saksikan relief-relief indah terkait kehidupan Hyang Buddha.

In this temple we can find very beautiful reliefs about the life of Buddha Gotama.

Relief yang menggambarkan para deva, kemungkinan di Surga Tushita

Relief represents gods, who are likely in Tushita Heaven.

Relief yang menggambarkan kelahiran Hyang Buddha di Taman Lumbini

The Buddha is born in Lumbini Park.

Relief yang menggambarkan Hyang Buddha memotong rambutNya guna meninggalkan keduniawian serta mempraktikkan pertapaan keras.

Prince Siddharta renounced the worldly things and practiced extreme ascetism.

Relief yang menggambarkan Hyang Buddha merealisasi Penarangan Sempurna.

Lord Buddha realized the Perfect Enlightenment.

Relief yang menggambarkan Hyang Buddha membabarkan Dhamma.

Lord Buddha taught the Dhamma.

Relief yang menggambarkan Hyang Buddha memasuki Parinibbana.

Lord Buddha entered Final Nibanna.

Rupang di aula utama Vihara Metta-Tegal

 

The Buddha statue in main hall of Metta Temple.

Di bagian belakang vihara ternyata tergantung peta India pada zaman Buddha Gotama yang pernah saya buat beberapa tahun lalu. Ternyata peta buatan saya sampai juga ke Tegal.

Behind the temple I found my map of India in the time of Lord Buddha (600 BC), which I have made years ago. Obviously my map also reached Tegal.

 

C.RUMAH KUNO LAIN DI DAERAH PECINAN

ANOTHER OLD HOUSE IN PECINAN OF TEGAL

 


 

D.KUNJUNGAN KE KELENTENG TEK HAY KIONG

VISITING TEK HAY KIONG

Saya kemudian mengunjungi Kelenteng Tek Hay Kiong dengan dewa utamanya adalah Tek Hay Cin Jin.

Afterwards, I visited Tek Hay Kiong Temple with Tek Hay Cin Jin as main deity

Menurut informasi yang diperoleh dari biokong, didapatkan informasi bahwa kelenteng ini pernah direnovasi pada tahun 1873, tetapi keberadaan kelenteng sebelumnya sudah ada. Masih menurut informasi dari biokong, kapal Kongco Tek Hay Cin Jin konon hilang di perairan Tanjung dan tidak pernah ditemukan. Komunitas Tionghoa di Tegal sendiri telah ada semenjak zaman penjajahan. Dahulu kelenteng ini disebut See Hay Kong dan kemudian berganti nama menjadi Tek Hay Kiong. Kini pengurusannya di bawah Yayasan Tridharma Tegal.

Based on information acquired from the biokong (temple guard), this temple was renovated in the year 1873, but it was exist prior to this renovation work. He informed also that the ship of Tek Hay Cin Jin was lost in Tanjung Sea and never found again. Chinese community in Tegal has been already in existence since colonial era. Formerly this temple is called See Hay Kong and then renamed into Tek Hay Kiong. Its management is under Tegal Tridharma Foundation.

 

 

 

 

Berikut ini adalah denah Kelenteng Tek Hay Kiong:

This is the shrine plan of Tek Hay Kiong Temple:

 

Gambar para dewa di pintu masuk Kelenteng Tek Hay Kiong.

Picture of gods in the gate of Tek Hay Kiong Temple.

Gambar para dewa di pintu masuk Kelenteng Tek Hay Kiong.

Picture of gods in the gate of Tek Hay Kiong Temple.

Gambar para dewa di pintu masuk Kelenteng Tek Hay Kiong

Picture of godi\s in the gate of Tek Hay Kiong Temple.

Gambar para dewa di pintu masuk Kelenteng Tek Hay Kiong.

Picture of gods in the gate of Tek Hay Kiong Temple.

BERSAMBUNG

TO BE CONTINUED....

Ivan Taniputera

7 Januari 2013

http://www.facebook.com/notes/ivan-taniputera/hikayat-perjalananku-ke-negeri-tegal/10151402114086942


Budaya-Tionghoa.Net | Facebook Group Budaya Tionghoa

 


 

 

Last modified onTuesday, 08 January 2013 09:34
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2620-hikayat-perjalananku-ke-negri-tegal

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Tionghoa

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto