A+ A A-

Zhao Tuo (Trieu Da) - Kaisar Pertama Vietnam

  • Written by  Memento Mori
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Tiongkok seperti Vietnam dan Korea selalu memiliki hubungan khusus dimasa lampau baik sebagai negara vassal maupun letupan-letupan konflik dan juga pengaruh budaya Tionghoa yang kuat terhadap negara-negara tersebut. Tetapi tidak seperti Korea , sejarah Vietnam sangat terbatas. Ini karena Vietnam hanya meninggalkan sedikit peninggalan tertulis dan juga karena iklim Vietnam yang hangat , subtropis dan lembab , yang dapat merusak kertas dan pakaian.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

Catatan tertulis awal di Vietnam bermula pada tahun 257 SM yang disebut sebagai Au-lac dengan makna yang kurang jelas. Tetapi orang Vietnam sendiri sering menyebut dirinya sebagai orang Lac seperti yang tercatat dalam catatan Tiongkok. Beberapa unsur sejarah Vietnam masih mendekati legenda seperti Raja An Du’ong yang berkuasa selama setengah abad dan hanya sedikit informasi mengenai dirinya sampai dia ditumbangkan oleh Zhao Tuo yang mendirikan  sebuah negara baru pada tahun 207 SM.

Sejarah awal yang solid dalam sejarah Vietnam adalah di masa Zhao Tuo (Trieu Da dalam bahasa Vietnam) . Dinasti Qin yang berusia singkat pada awalnya tidak berhasil mengontrol penuh kawasan selatan yang terbentang dari Fujian sampai ke Guangdong , Guangxi .  Zhao Tuo (circa 230-137SM) merupakan seorang pengungsi Tionghoa asal Zhengding-Hebei yang bergerak keselatan untuk menghindari kekacauan yang terjadi pada masa transisi Qin-Han. Dia membunuh banyak pejabat Tionghoa di kawasan selatan dan pada tahun 207 SM mendeklarasikan dirinya sebagai raja penguasa Nan Yue (203-137SM) yang terbentang dari Guangdong , Guangxi dan Au-lac (Vietnam Utara) dengan ibukota di Panyu (modern Guangzhou).

Berdirinya Dinasti Han memperkuat kembali Tiongkok , tetapi tidak cukup kuat untuk untuk mengontrol langsung kawasan Selatan yang cukup jauh . Kaisar Gaozu memilih kebijakan pasifis setelah kekalahan yang memalukan dari Xiongnu di tahun 200 SM . Di tahun 196 SM , Liu Bang atau Kaisar Gaozu (? – 195SM) mengirim Lu Jia 陸賈(?-170SM)[1] untuk misi diplomatic ke Nanyue untuk  mengakui pemerintahan Zhao Tuo. Ketika itu kawasan Yue berbeda dengan kawasan Han dan demikian pula Zhao Tuo mengadopsi gaya rambut dan berbusana dalam kultur setempat.

Zhao Tuo menganggap dirinya sejajar dengan Liu Bang dan berkata bahwa dirinya tidak memulai pergerakan di kawasan Tiongkok sehingga dirinya menjadi raja di kawasan barunya. Jika saja memulainya di Tiongkok apakah yang saya lakukan tidak sebaik kaisar Han ?  Lu Jia yang telah tinggal di wilayah kekuasaan Zhao Tuo selama beberapa bulan dan berargumen bahwa posisi Liu Bang sebagai Putera Langit adalah unik dan karenanya Zhao Tuo harus menyerahkan ambisinya.  

MISI DIPLOMASI LU JIA

Dalam versi buku terbitan Asiapac yaitu “Famous Chinese Diplomats” disebutkan bahwa Zhao Tuo pada mulanya bersikap arogan ketika menyambut Lu Gu (barangkali maksudnya adalah Lu Jia) . Stella Xu juga mengkisahkan hal senada dimana Zhao Tuo duduk dengan gaya serampangan. Lu Jia  tidak mengambil hati melihat ketidaksopanan Zhao Tuo. Tetapi mengingatkan Zhao Tuo bahwa dia masih memiliki akar Tionghoa dan kuburan leluhurnya masih ada dikampung halamannya. Lu Jia juga memperingatkan Zhao Tuo bahwa menentang kaisar Han berarti menentang Putra Langit dan bencana akan menghantam dirinya. Lu Jia melakukan pendekatan persuasive dengan mengatakan bahwa kaisar Han sebenarnya sudah mempelajari bahwa Zhao Tuo mengangkat dirinya sendiri menjadi raja dan untuk penghianatan ini pasukan Han siap dikirimkan untuk melawan Zhao Tuo. Tetapi kaisar memveto keputusan ini karena merasa bahwa rakyat sudah terlalu banyak menderita karena perang.

Lu Jia telah membawa tanda kekaisaran yang sah untuk dianugrahkan kepada Zhao Tuo dan mendesak Zhao Tuo agar memperlakukan dirinya dengan hormat . Lu Jia mengkritik bahwa Zhao Tuo secara tidak bijaksana telah memutuskan untuk mengandalkan kekuasaan barunya yang sebenarnya rapuh untuk menentang Han. Jika tujuan Zhao Tuo  dilaporkan kepada penguasa Han maka pasukan besar akan berpawai ke selatan untuk menghancurkan Zhao Tuo. Dan ketika kekekacauan muncul dikawasan Nan Yue maka Lu Jia dengan skill diplomasinya mengesankan bahwa dirinya cemas rakyat Zhao Tuo sendiri yang akan menyerah kepada Han dan membunuh Zhao Tuo.

Zhao Tuo kali ini merasa bahwa uraian Lu Jia masuk akal dan berkilah bahwa dirinya telah lama tinggal bersama barbarian diselatan sehingga tercerabut dari akar budaya Tionghoanya. Zhao Tuo setuju untuk menjadi vassal dari Han dan Liu Bang memberikan reward atas keberhasilan diplomasi Lu Jia dengan menaikkan pangkatnya.

KONFLIK DENGAN EMPRESS LU

Belasan tahun  kemudian Empress Lu Zhi (241-180SM) mencekal  salah satu komoditas ekspor ke Nan Yue di tahun 183 SM . Zhao Tuo mengirimkan utusan diplomatic ke Tiongkok dan mengalami kegagalan . Empress Lu malah membunuh relasi Zhao Tuo di Zhongyuan dan menghancurkan kuburan leluhur Zhao .  Zhao Tuo bereaksi dengan  memproklamirkan dirinya sebagai kaisar sendiri dan sejajar dengan kaisar Tiongkok dan menyerang Changsha. Hubungan antara Han dengan Nan Yue pun memburuk.

Kaisar Wen yang mengambil kebijakan pasifis menunjukkan pertimbangan dan toleransi dengan mengirimkan petugas untuk merawat kuburan leluhur dan keluarga Zhao Tuo di kampung halamannya dan menggelar ritual regular atas nama Zhao Tuo.

Lu Jia yang sebelumnya  menentang kekuasaan Empress Lu sempat mengundurkan diri dan secara diam-diam menunggu momentum yang tepat untuk mengambil alih kekuasaan dari klan Lu setelah kematian Empress Lu. Ketika kembali kepada kekuasaan ,  sebuah misi diplomatic dibawah pimpinan Lu Jia  dikirimkan ke Nanyue untuk mendesak Zhao Tuo mencabut gelarnya. Dan sekali lagi argument persuasive Lu Jia kembali meyakinkan Zhao agar melupakan ambisinya.  Zhao Tuo memang tidak berminat untuk melangsungkan perang total dengan Han Pada tahun 179 SM , Zhao Tuo melakukan rekonsiliasi dengan Han dan setuju dengan peran dirinya sebagai raja (bukan lagi kaisar) dari Nan Yue dan membayar tribute secara teratur sebagai negara vassal dari Han.

Mengenai Zhao Tuo sendiri setelah wafat dilanjutkan oleh Zhao Mo . Disisi Vietnam , Zhao Tuo bisa dianggap sebagai kaisar pertama Vietnam dan yang menarik merupakan seorang Tionghoa. Tetapi harus dipertimbangkan bahwa konsep China Proper dimasa Han dengan sekarang sudah berbeda.

MEMENTO MORI 

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua | Facebook Group Budaya Tionghoa

Further Reading :

Asiapac , “Famous Chinese Diplomats Through The Ages”  

Hugh Dyson Walker , (2012) , “East Asia ; A New History” , Author House

Grant Hardy et al , (2005)  The Establishment of the Han Empire and Imperial China” , Greenwood Publishing

Stella Xu Yingzi  , (2007) , “That Glorious Ancient History of Our Nation” , Proquest


[1] Salah satu buku terbitan Asiapac menyebut Lu Jia sebagai  Lu Gu

PHOTO CREDIT :

David Chen Iamdavidtheking

Last modified onSunday, 27 January 2013 18:34
Rate this item
(2 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2665-zhao-tuo-trieu-da-kaisar-pertama-vietnam

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto