A+ A A-

Chunlian - Kuplet Menyambut Tahun Baru

  • Written by  Joe Petersen
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

 

Budaya-Tionghoa.Net | Berhubungan tahun baru "chun jie" telah tiba, dui lian untuk kali ini berupa "Chun Lian" alias kuplet musin semi.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

Thema: Yang diatasnya ada terdapat 4 karakter dibaca dari kiri ke kanan: shén神 zhōu州 chūn春 nuǎn暖. Shen Zhou artinya tanah leluhur (Tiongkok) chun nuan = kehangatan di musim semi.

Penempelan bait pertama dikanan atau dikiri itu relatif, tergantung kebiasaan masing-masing. Sistem lama mulai dari kiri kekanan. Jaman sekarang ada yang dari kanan ke kiri. Kebetulan chunlian diatas ditempel dari kanan ke kiri.

Bait pertama:

Chun feng song fu qian jia nuan (春风送福千家暖), artinya: Tiupan angin semi menyampaikan hokki kepada ribuan rumah hangat.


Bait kedua:

Ching yu run hua wan shu xiang (晴雨润花万树香), artinya hujan garing membasahi kembang puluhan ribu pepohonan (menjadi) wangi.


Seperti kita ketahui, bahwa duilian yang bagus selalu memperhatikan keseimbangan kata, makna, dan ritma. Umpamanya, angin vs hujan, menyampaikan vs. membasahi (kata kerja); seribu vs. sepuluh ribu (jumlah angka vs. jumlah angka); rumah vs pohon (kata benda); hangat vs. wangi (kata sifat).


Maknanya menonjolkan hal-hal yang bahagia, hokki disetiap keluarga, vs puluhan ribu pohon berkembang wangi.

Secara ringkas, ritmanya mempunyai intonasi yang berlawanan. Nuan3 vs xiang1. Ini cocok dengan format tradisi yaitu bait ke satu diakhiri bunyi tone 3 atau 4, sedangkan bait kedua diakhiri dengan tone 1 atau 2.

(Ada kekecualian juga; karena itu agak advance, jadi tidak disebut disini.)

Happy Sin Cia!!!

 

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua | Facebook Group Budaya Tionghoa

Last modified onWednesday, 13 February 2013 03:38
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2696-chunlian-kuplet-menyambut-tahun-baru

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto