A+ A A-

Sudah Makan Pi Oh Jakarta?

  • Written by  Ophoeng
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net |  Bung Yongde dan TTM semuah, Hai, apakabar? Sudah makan pi-oh?Kalau soal bagi-membagi info tentang makanan, lebih elok lagi kalau berbagi makan bersama pi-oh-nya dong.
Resminya sih itu pi-oh bernama "Pi-oh Jakarta", dagangnya secara de facto pukul 18:00 baru resmi buka gelaran, sebab kalau anda datang pukul 17:00, baru juga datang gerobak berisi panci dan ubo rampe, baru pasang tenda, dan mesti nunggu tauke-nyo datang, barulah bisa mulai melayani.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

Itu pun anda mesti daftar dulu, mau pesan berapa porsi, pake aksesori apa, makan di tempat atau take out, nanti si encik generasi ke-3 dari keluarga saudagar pi-oh itu akan membuat urutan beedasarkan pesanan yang masuk di secarik kertas - yang duluan tarok di atas, dan mulailah beliau menjalankan ritual peracikan pie-oh-nya satu persatu berdasarkan kepekan di kertas itu.

Kalau dibilang deket yang juwal sate babi ala Tangerang (yang pake parutan lengkuas kering), kayaknya sih gak juga. Dulu sate babi mangkalnya di depan gereja yang deket Gedung PD Pasar Jaya seberang Kantor Pulisi, tapi itu masih di tengah agak jauh dan kayaknya tukang sate sudah gak juwalan lagi di situ -
setidaknya terakhir saya ke sana gak ada tenda-nya tuh.

Ternyata ada 2 cara masak pi (bulus, kura?) yang populer di kawasan Glodok dsk-nya, satu ya yang biasa disebut pi-oh itu, dimasak tauco kayak swikee (kodok oh, ayam oh), satu lagi kalau gak salah biasa disebut pi-tim, yang ini kuahnya bening kagak pake tauco. Yang jual adanya dulu sih di samping Gloria, ada yang numpang mangkal di kopi tiam deket situ, ada yang punya toko sendiri. Tapi gak tahu apakah mereka masih berdagang setelah Gloria-nya direnovasi dan belum selesai.


Terserah selera anda saja sih, yang pake tauco atau tidak.


Alamat lengkapnya:

PIOH JAKARTA
d/a Jl. Perniagaan (Patekoan), Tel. 0812 824 1024
Seberang toko obat Lay An Tong - gedung kuno di hoek.

Atau: Jl. Laksa 4 No. 84, Jembatan Lima, Tel. 021 634 0983


Kalau dari arah Jembatan Dua/Pluit, anda belok kiri, jalan terus, lewat rel KA, terus, ketemu lampu merah masih terus (kalau merah berhenti dulu ya), sampai ketemu jembatan, langsung ambil kanan (bukan belok kanan), masuk jalur yang ada pemisah jalan (itu sudah Jl. Perniagaan - satu arah), di situlah tenda si Pioh Jakarta. Bersebelahan dengan tenda soto kikil dan soto Betawi dan ada satu kelenteng kecil di situ.


Kalau bingung, kontak saya ajah bikin janji, nanti saya antar ke sana sekalian saya kasih demo cara makan yang baik dan bener dan.... nikmat, jeh!
Terakhir saya beli bulan kemaren seporsi Rp 35.000 plus cakwee 2 atau 3 ribu, sebab kemaren kayaknya mereka salah ngitung, gak pake cakwe tetep dicharge Rp 76 rebu untuk dua porsi take out.

Jangan lupa minta banyakan daun ketumbarnya (wan-sui), atau arak-nya kalau suka - lebih afdol pake arak kalau yang kuahnya bening aka pi-tim itu. Kalau pas beruntung, suka ada telur uritannya, telur yang masih dalam rahim mereka - maksudnya rahim si pi aka bulusnya itu.
Jadi, kapan mau makan bareng rame-rame nih? ***Daftar dulu, nanti makannya sih kapan-kapan ajah deh ya...***


Salam makan enak dan sehat,
Ophoeng ,
52416

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua


CATATAN

  1. Seinget saya, adanya di Jalan PATEKOAN (Perniagaan) dekat SMUN 19 (eks Gedung Tiong Hoa Hwee Koan Batavia), tidak jauh dari jembatan PETIKE dan perapatan ANGKE-JEMBATAN LIMA. Jejeran tukang Sate Babi dan Bakut Masak Sayur Asin. BUKAN di TOKO TIGA, apalagi PETAK SEMBILAN. (David Kwa)
  2. Setau gue di pasar petak sembilan nya. Ke petak sembilan aja, dah itu nanya orng sektr sana persisnya. Klo ga salah posisinya agak ke tengah pasar nya. (Twasey)

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/298-sudah-makan-pi-oh-jakarta

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto