A+ A A-

2010.05.15 Kunjungan Ke Shanghai Expo

  • Written by  Ardian Zhang
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Teman teman  semua, beberapa hari yg lalu saya sempat berkunjung ke Tiongkok. Dan  ada kesempatan nonton Shanghai Expo . Sebenarnya tujuan utama saya adalah acara berburu foto-foto kelenteng dan bangunan tua di Tiongkok sana. Istilah linggis (red : Inggris)  yang kita pake ya templing.

Artikel Terkait:

{module [201]}

Kesannya WOWWWWWWWWWWWWWW ruarrrrrrrrrr biasa waktu masuk Shanghai Expo. Tapi mayoritas dari rombongan, kalu tidak mau dibilang 100 % mengeluh, keluhannya ya itu CAPE BOOOOOOOOOO, kaki pegel semua, juga kalu di Indonesia ada sebutan BCA alias BANK CAPE ANTRI. Nah ini lebih parah.

Saya stress melihat  perkiraan berapa lama masuk ke setiap stand masing-masing negara. Contohnya yang seru itu stand Korea, saya melihat perkiraan antri 3 jam. Ya kita semua angkat kaki, pindah ke stand Jepang yang ternyata samimawon.  Stand Saudi Arabia yang wuih buset bangunannya juga sama antrinya gila-gilaan. Padahal itu hari Selasa dan Rabu.

Akhirnya kita gagal keliling dunia, yang kita kunjungi itu negara-negara semodel Khazakstan, Uzbekistan, Iran, Irak, Afganistan. Semestinya setiap negara atau stand yg didatangi itu kita bisa minta cap VISA hehehehehe di passport khusus Shanghai Expo. Sayangnya kita udah berkeliling cari untuk beli tapi tidak berhasil mendapatkan.


Kita juga berjuang susah payah desak2an naik bis khusus keliling Expo hanya buat melihat stand Indonesia. Pertama liat dari depan wow KEREN, gak malu2in, dibanding negara2 Asean, patut angkat 2 jempol usaha pemerintah kita buat habis-habisan memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat di Tiongkok.


Sayangnya lampu penerangan kurang terang atau barangkali menurut interior design itu cara yang bagus.  Yah tidak tahu juga , tidak bisa berkomentar lebih jauh.

But
, ada komentar lucu dari temen waktu dia melihat Borobudur, di dinding itu ada lubang-lubang  kecil . Dibalik lubang ada TV kecil yang mungkin ukurannya dibawah 5 inc. Nah pengunjung bisa ngintip candi Borobudur termasuk aktifitasnya dibalik lubang2 itu. Temen saya komentarnya lucu juga membuat saya nyengir. Dia bilang kok ngintip-ngintip ya. Jangan-jangan , orang Indonesia suka ngintip nih. Walah, saya cuma bisa nyengir kuda saja mendengar komentar dia.

Di stand Indonesia ada satu hal yg bikin kita dari Indonesia terharu. Di area wayang itu ada wayang potehi yang dipajang. Juga dipasang patung Zheng He disana. Sayangnya stand Indonesia belon beres. Tidak seperti stand Thailand yang masih beres2.  Jadi banyak keterangan yang belum tertempel disana , misalkan berbagai jenis batik.



Tetapi , biar tidak ada banyak keterangan yang menempel , semua yang dipamerin itu benar benar wah . Semua yang jadi khas etnis-etnis  di Indonesia mendapatkan bagian. Semuanya empat  lantai. Keren khan.


Yang membuat saya kecewa. Waktu saya  turun ke tempat berjualan souvenir dan juga tempat berjualan makanan Indonesia, kita yang dari Indonesia sudah  rindu dengan kopi khas Indonesia. Yah , tahu sendiri harga kopi di Tiongkok bisa membuat lidah sepet alias tidak cocok. Kecuali kita mau keluar uang lebih banyak lagi untuk nongkrong di Starbuck. Walah , ternyata kopi yang di pajang BELUM DIJUAL. Jadilah kita semua stress. Bakalan setiap pagi lagi minum kopi susu ala Tiongkok yg rasanya entah bagaimana. Padahal hati saya sudah senang melihat kopi yang dipajang.

Berbagai komentar dari supir taxi, beberapa orang Shanghai yg diajak
ngobrol soal Shanghai Expo. Mereka berkeberatan dengan event Shanghai Expo.

KOPER,  gara-gara itu jadi jadi ribut lah kita semua.  Biasanya hotel boleh menerima titipan tapi  berhubung ada event Shanghai  Expo jadi tidak  boleh. Jadi sebaiknya atur waktu . Jangan seperti rombongan orang Indonesia yang kita sempat bertemu , mereka menyeret-nyeret koper di Shanghai.


Satu lagi , Last But Important, jangan berjalan-jalan ke Nanjing Lu Road. Percuma , bikin kaki pegal. Kecuali sudah kaya mau belanja disana.Lebih baik pergi ke Chenghuang Miao , Yu Yuan. Suasana disana lebih nyaman. Ada banyak travel yang menyeret turis ke Nanjing Road , tidak membawa ke tempat yang mengesankan , seperti yang terlihat di Chenghuang Miao.


Ardian Cangianto , 50101

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

Photo Credit :

  1. Ardian Zhang
  2. Legenda Foto dari atas ke bawah
  • Gadis di Paviliun Indonesia.
  • Paviliun Jepang
  • Antrian Parah
  • Wayang Potehi di Paviliun Indonesia
  • Paviliun Indonesia
  • Zhenghe alias Chengho di Paviliun Indonesia.
Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/320-20100515-kunjungan-ke-shanghai-expo

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto