A+ A A-

Mengenal Ciswak [2]

  • Written by  Ardian Cangianto
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net |  Banyak orang yang mengkaitkan SanCai itu bagaikan terpisah, seolah-olah terpisah. Misalnya dipercayai bahwa Tian Cai adalah faktor takdir, kehendak Ilahi atau karma. Di Cai adalah faktor lokasi dan RenCai adalah faktor manusia.

Artikel Terkait:

{module [201]}

Sebenarnya SanCai adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan, Langit meliputi alam semesta, galaxy, rasi bintang, tata surya. Bumi adalah tempat kita berpijak. Manusia adalah sekelompok yang hidup dalam lingkup Langit dan Bumi. Untuk itu harus selaras dengan Langit dan Bumi.Secara tidak langsung, San Cai adalah suatu HUKUM ALAM SEMESTA yang berkaitan satu dengan yang lain.

Perhitungan San Cai berdasarkan ilmu peramalan :

  1. Tian Cai : TianWen 天文 :Zhan Xing 占星, melihat pergerakan bintang
  2. DiCai : DiLi 地理 : FengShui 風水( Angin Air )KanYu堪輿 (Yang mempertahankan posisi / keselarasan dengan alam )
  3. RenCai : postur tubuh, karakter, usaha, Jin mian 金面 (melihat muka ) yuzhang玉掌( melihat tangan ), MoGu 摸骨(meraba tulang )


Disini ilmu peramalan Tiongkok menjadi 3 bagian besar yaitu :Xiang 相:

  1. Jin mian 金面 ( melihat muka ) yuzhang玉掌( melihat tangan ) jia xiang 家相 ( 堪輿 )mu xiang 墓相 ( cat: jaman dahulu dikenal sebagai fengshui ) yin xiang 印相 ( stempel ) 占星 ( astrology ),
  2. MoGu 摸骨(meraba tulang )
  3. MING命 ZiPing Tui Suan Shu 子平推算术, Ziwei Doushu 紫薇斗术, GuiGu TuiShuan Shu 鬼谷推算术, ChengGu 称骨 Bu卜 TuDi ShengBei 土地圣杯, KongMingShenGua 孔明神卦, YiJing BuGua 易经卜 卦, TaiYi ShenShu 太乙神数, QiMen DunJia 奇门遁甲.


Orang Tiongkok jaman dahulu tidak pernah mengenal konsep Tuhan ala samawi, tapi lebih mengarah ke konsep ALAM SEMESTA dan sifat- sifatnya, seperti penghormatan Tian Di atau langit dan bumi sebagai
representasi dari sifat Yin Yang atau negatif dan positif. Dengan adanya yin dan yang maka semua mahluk bisa lahir. Mereka para filosof jaman dahulu tidak pernah mengkaitkan dengan Tuhan atau kekuatan adikodrati sebagai pencipta yang mutlak. Semua dianggap karena Yin dan Yang baru bisa lahirlah semua mahluk.

Konsep Yin Yang ini juga nantinya berkaitan dengan konsep2 ruang dan waktu yang melandasi semua dasar filsafat dan ilmu2 yang berkembang, seperti ilmu beladiri, pengobatan, siasat perang, peramalan dan lain-
lain. Jadi tidak salah jika dianggap semua berdasarkan kitab YiJing, walau hanya sekitar 1%-10% saja yang berdasarkan YiJing, dan yang mayoritas diambil adalah konsep Yin Yang nya itu.

Yang membedakan antara filsafat barat dan timur, dalam hal ini filsafat Tiongkok adalah sifat negatif dan positif yang tidak saling bertentangan melainkan saling melengkapi. Bandingkan misalnya dengan prinsip pertentangan yang dianut oleh paham Zoroaster.

Dalam filsafat pembentukan alam semesta Tiongkok yang sudah ribuan tahun umurnya, dipercaya bahwa terjadinya alam semesta sebagai berikut :

  1. Wu Ji atau alam kekosongan
  2. TaiJi atau kondisi dimana Yin dan Yang masih berbaur
  3. Liang Yi, kondisi dimana Yin dan Yang “terpisahkan” atau sering disebut XianShi Jie 显示界 ( alam real )
  4. San Cai atau 3 anasir alam
  5. Si Xiang 四象atau 4 bentuk, bisa dikaitkan dengan 4 musim atau 4 arah.
  6. Wu Xing 五行 atau 5 hubungan pergerakan, sering diartikan adalah 5 unsur.


Berdasarkan dari prinsip ini, kita bisa mengetahui bahwa konsep terjadinya alam semesta ini adalah bersifat evolusi, tidak terjadi secara spontan.

Bentuk atau 4 arah nantinya juga melandasi banyak prinsip filsafat terutama dikaitkan dengan arah dan kondisi musim. Adapun 4 arah itu adalah Utara adalah Xuan Wu 玄武 atau Kura-kura Hitam ( kata Xuan tidak tepat mengacu kepada kura-kura, tapi mengacu kepada binatang seperti bulus ), Selatan adalah Zhuque 朱雀Phoenix
merah ( sebenarnya kata que mengacu kepada burung yang berekor pendek dan bercabang 2 ), Timur adalah Qing Long 青龙 atau naga hijau, Barat adalah BaiHu 白虎atau macan putih. Dalam banyak buku klasik sering
disebutkan yang berada ditengah adalah HuangDi atau Kaisar Kuning. Jadi konsepsi 5 warna juga berkaitan dengan 5 arah.

Orang Tiongkok juga percaya bahwa alam semesta memiliki hukum atau aturan yang bisa dipredisiksi, ini jika kita mengetahui caranya. Karena itu timbul banyak cara untuk menghitung ritme alam dan disesuaikan dengan kondisi manusia sebagai bagian dari Macro Cosmos.

Kitab YiJing lagi-lagi mendasari pemikiran itu. Prinsip kitab Yijing mengenai hukum alam adalah :

  1. Semua yang bersifat tetap memiliki sifat tidak tetap
  2. Semua sifat yang tidak tetap memiliki sifat yang tetap
  3. Mengetahui 2 sifat ini, mengetahui seluruh rahasia alam semesta

Dari semua itu yang bersifat tetap adalah ketidak tetapan itu sendiri. Atau bisa kita gunakan kata lain yang bersifat tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Perkembangan kemudian dalam filsafat Taoism Taoism mengenal TianZun 3 masa SANDAI TIANZUN三代天尊 dan 5 kaisar penguasa arah. Adapun 3 Tianzun adalah :

  1. 元始天尊 YuanShi TianZun, Tian Zun masa lampau
  2. 玉皇天尊 YuHuang TianZun, TianZun masa sekarang
  3. 金闕玉晨天尊 JinQie YuChen TianZun, TianZun masa yang akan datang


Lima kaisar penguasa arah WUFANG DIJUN 五方帝君

  1. Kaisar Timur 青靈帝君 QingLing DiJun
  2. Kaisar Selatan 靈丹帝君 DanLing DiJun
  3. Kaisar Barat 皓靈帝君 HaoLing DiJun
  4. Kaisar Utara 玄靈帝君 XuanLing DiJun
  5. Kaisar Pusat 神元帝君 Shen Yuan DiJun


Tianzun penguasa waktu dan 5 kaisar penguasa arah digambarkan sebagai berikut :
Tianzun seperti 3 garis spiral yang selalu bergerak di lembaran kertas yang melambangkan arah. Dan kertas itu bisa dilipat untuk melipat arah dan waktu menjadi satu kesatuan.

Dasar-dasar inilah yang nantinya akan menjadi dasar landasan bahwa kesialan seseorang bisa diprediksi dan diatasi. Cara mengatasi itu dengan cara ritual tolak bala.

Jenis-jenis Ji Sha

  1. Penghormatan Bintang Li Dou 禮斗
  2. Badan PenggantiTi Shen 替身 ( e.g Caoren草人,Ku An Hei 哭暗黑)
  3. Lentera, RanDeng 燃燈 ( e.g QiXing Deng 七星燈 )
  4. Berdasarkan Sanshi shu 三世書
  5. An TaiSui 安 太歲
  6. Memotong TaoHua ("靥一?


Pola-pola Ji sha

  1. Berkaitan dengan 四象 si xiang, 4 pola, 4 musim, 4 arah, 4 binatang suci ( XuanWu 玄武, zhuQue 朱雀, QingLong 青龍, BaiHu 白虎)
  2. Memiliki perhitungan dengan ranting bumi dan cabang langit Mis: JuMen 巨門 untuk Chou 丑 ( shio Sapi )dan Hai 亥 (shio babi) Juga misalnya 60 TaiShui ( 60 JiaZi ) Tahun 2006 adalah tahun BingXu 丙戌 dan nama TaiShui adalah jendral BaiMin 白敏將軍, tahun 2007 adalah tahun DingHai 丁亥nama TaiShui adalah jendral FengJi 封濟將軍
  3. Berkaitan dengan 5 hubungan atau pergerakan ( terkadang disebut 5=unsur ) 五行 ( bisa juga disebut dengan 5 arah ), dengan menggunakan bendera 5 warna
  4. Menggunakan lentera, terkadang disebut 本命燈BenMing Deng atau
  5. Lentera Kehidupan. Misalnya menggunakan rasi bintang dan memasang formasi lentera, misalnya dengan formasi 9 Bintang 九星 atau 7 bintang
  6. Menggunakan badan pengganti atau TiShen, dimana ada beberapa ragam, yang umum menggunakan rumput dan diikat menjadi 36 ruas, ada yang menggunakan kayu manis diukir, ada yang menggunakan ShouJin (ThiKong Kim ) dan dibentuk menjadi manusia, ada yang menggunakansyair dan ditempel didepan pintu rumah ( Shou Jing / Ku An Hei ), ada yang menggunakan batu dan digambari pola 5 hubungan, menggunakan fu.
  7. Menggunakan Fu 符 ( talisman ), misalnya TaiShui Fu太歲 符,
  8. Gui Fu 五鬼符, Tian Gou Fu天狗符, BaiHu Fu白虎符
  9. Beberapa ritual menggunakan fu符, zhou 咒 ( mantra ), shou jue手 訣 ( mudra ), bu gang 步罡 ( langkah bintang / kaki )


Tujuan Jisha

Setelah melihat hal-hal diatas, upacara ritual ciswak atau tolak bala tidak hanya berkaitan dengan rejeki kita saja, tapi lebih kearah mengembalikan keseimbangan alam. Dimana jika kita tidak seimbang, maka bencana akan menimpa kita.

Banyak orang beranggapan ciswak bisa mengembangkan Wu Fu (5 rejeki atau kebahagiaan.)
Wu Fu五福 : 福 ?quot; 壽 喜(丁) ?quot; Rejeki , Kekuasaan, Panjang umur, Kesenangan atau anak, Kekayaan

Tapi bukan wufu ini yang menjadi target upacara ciswak. Lagipula wufu yang ditulis diatas adalah wufu jaman sekarang yang lebih dipengaruhi oleh prinsip materialisme. Pada masa lampau, yang dimaksud 5 kebahagiaan adalah : 五福 :一曰壽, 二曰富, 三曰康寧, 四曰好德,五曰善終 (尚書 洪範 ) : Panjang umur , berkecukupan atau makmur,  sehat dan Tenang, berbudi baik, meninggal dengan tenang

Orang yang bisa berjalan selaras dengan hukum Alam Semesta bisa meraih 5 kebahagiaan atau 5 rejeki itu Jadi disini tujuan ciswak adalah mengembalikan keseimbangan alam dan menolak hal-hal yang buruk yang menimpa diri kita sehingga kita bisa mencapai 5 rejeki itu dimana salah satu dari 5 rejeki adalah berbudi
baik, sehat dan tenang batiniah. Adalah salah jika orang beranggapan ciswak bisa memupuk kekayaan,
tapi tidak mengembangkan budi baik.

 

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing=List Budaya Tionghua

 

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/326-mengenal-ciswak-2

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto