A+ A A-

Review Film : Journey To The West – Conquering The Demons

  • Written by  Bentara
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

journey-to-the-west-2013-1

Sebagai salah satu karya klasik Tiongkok , “Perjalanan Ke Barat” , menjadi salah satu kisah yang mendunia dan dikenal masyarakat luas. Sebagai sumber inspirasi kisah ini juga tidak ada habisnya melahirkan kreasi-kreasi baru dari manga dan anime “Dragon Ball” di Jepang sampai dengan karya Stephen Chow terbaru , “Journey To The West”.

Kisah Perjalanan Ke Barat ditulis Wu Cheng’en mengenai kisah Tang Xuanzang , seorang rahib yang melakukan perjalanan ke India untuk membawa kembali naskah-naskah Buddhist dimasa Dinasti Tang (618-907M). Dalam kisah tersebut , Xuanzang ditemani oleh si Raja Monyet atau Sun Wu Kong (Sun Go Kong) , Zhu Bajie si Siluman Babi dan Siluman Air Sha Wujing,

Arahan Stephen Chow membawa gaya yang sama sekali lain dari kisah-kisah serupa sebelumnya. Dia membawa unsur komedi yang sedemikian kental dan cenderung slapstick seperti dua karya besarnya terdahulu , Kungfu Hustle dan Shaolin Soccer.

Film ini dibuka dengan seorang pria bersahaja disebuah perkampungan nelayan . Dia bercanda dengan putrinya yang masih kecil dan lucu. Sang putri kecil dan warga nelayan sekitar tidak sadar dengan bahaya yang mengancam sang ayah . Sang putri kecil malah takjub dan terpukau dengan maneuver ayahnya yang berakrobat diatas permukaan air seperti dorama Jepang “Water Boys”.

Ketika warga sekitar menyadari bahaya yang sesungguhnya , seorang pendeta berilmu cetek berhasil menenangkan warga untuk sesaat dengan mengkambinghitamkan seekor ikan pari raksasa. Xuanzang (Wen Zhang) berada ditempat kejadian dan mengingatkan bahwa ikan pari itu tidak bersalah dan siluman sesungguhnya masih berbahaya bagi desa itu. Penampilan Xuanzang yang tidak meyakinkan membuat peringatannya diabaikan , dan malah Xuanzang dibully dan digantung diatas sungai dengan tangan terikat.

Bahwa kesimpulan Xuanzang benar adanya terbukti ketika Siluman Ikan datang mengobrak-ngabrik desa nelayan dan sempat melahap beberapa warga. Xuanzang tampil heroik dengan menyelamatkan seorang bayi. Siluman Ikan itu tertangkap dengan bantuan seorang wanita gemuk dengan memanfaatkan pengungkit kayu. Sebelum Xuanzang mengatasi Siluman Ikan dengan caranya yang unik , Duan (Shu Qi) seorang pemburu siluman yang mencuri momen keberhasilan Xuanzang dengan cara mengatasi siluman yang lain . Duan bahkan menertawakan cara Xuanzang yang konyol.

Xuanzang mengadu ke gurunya yang juga tidak kalah konyol bahwa dirinya gagal dalam menjalankan tugas. Gurunya meyakinkan Xuanzang bahwa dirinya punya kemampuan. Setelah itu Xuanzang dan Duan sering bertemu satu sama lain dan juga bertemu dengan siluman-siluman berbahaya. Duan jatuh cinta kepada Xuanzang .

Xuanzang menganggap cinta antara pria dan wanita adalah cinta kecil padahal dia sedang mencari cinta yang besar.  Duan menghalalkan segala cara dari halus sampai kasar untuk mendapatkan cinta Xuanzang.  Duan dengan senjata khasnya berupa gelang yang tidak terbatas , terus membuntuti Xuanzang – yang bertemu dengan kesulitan besar dengan Siluman Babi dan Raja Kera yang sangat kuat. Pertemuan-pertemuan luar biasa ini dimeriahkan juga oleh kehadiran pemburu-pemburu siluman dengan kekuatan menakjubkan. Duan di bantu rekannya yang seksi (Chrissie Chau) berusaha membangkitkan nafsu seks Xuanzang.  Apakah Duan berhasil atau menjadi tragedi cinta ?

Salah satu ciri utama Stephen Chou masih terlihat dengan humor-humor yang cenderung kasar. Siluman Babi ditampilkan dalam wujud pemain opera yang tampan tetapi tetap berciri muka seekor babi. Siluman Ikan ditaklukkan oleh lompatan seorang wanita gemuk. Xuanzang menyanyikan “lagu nina bobok” untuk menaklukan Siluman Ikan. Duan memperlakukan siluman-siluman seperti karung sangsak tinju.

Aktor Huang Bo yang sedang berada dimasa kejayaannya ,  tidak diragukan lagi kemampuannya dalam memerankan Sun Wu Kong. Dalam versi Huang Bo ini Sun Wu Kong berada digaris tipis antara kelicikan dan kejenakaan. Dia bisa terlihat lugu tapi bisa terlihat beringat yang sanggup  menghabisi nyawa siapapun dengan mudah tetapi juga bisa mengajarkan tarian seksi kepada Duan.  Sun Wu Kong ditahan oleh Buddha selama lima ratus tahun dan kini mengerahkan segala daya upaya untuk membebaskan diri.

Komedi-komedi seperti diatas biasanya kering tanpa memancing orang berpikir atau mengerahkan kecerdasannya sebelum tertawa. Tetapi ditangan Stephen Chow komedi seperti itu tetap menjadi karya yang fenomenal seperti dua karya besarnya , Shaolin Soccer dan Kungfu Hustle. Bedanya kali ini Stephen Chow tidak “tergoda” untuk ikut menjadi aktor dalam film yang disutradarainya.

Walaupun sudah sering sekali film bertema “Perjalanan Ke Barat” , film ini masih menarik untuk disaksikan sebagai hiburan semata yang cukup memancing tawa.

Title : Journey To The West : Conquering The Demons
Director : Stephen Chow , Derek Kok
Producer : Stephen Chow
Starring : Wen Zhang , Shu Qi , Huang Bo , Show Luo , Chrissie Chau
Duration : 110 minutes
Languange : Mandarin

Rating 6.5/10

Trailer

{youtube}Ib_oC7II6zo{/youtube}

 BENTARA

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

 

 

 

 

Last modified onTuesday, 23 July 2013 22:17
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/3573-review-film-journey-to-the-west-%E2%80%93-conquering-the-demons

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto