A+ A A-

Sino-Vietnamese : Pengaruh Tiongkok Ketiga

  • Written by  Memento Mori
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net |Dinasti Sui dan Dinasti Tang berharap sebagai pewaris Dinasti Han . Kedua dinasti ini mengalokasikan waktu dan tenaga untuk memulihkan wilayah Tiongkok yang hilang. Usaha ini termasuk berperang dengan bangsa Turk , kawasan oasis , Manchuria , Korea dan ekspansi ke Vietnam Utara. Kekuatan Sui tidak mengalami hambatan berarti di Tiongkok selatan . Setelah usaha singkat dari Sui Wendi yang hendak memperluas pengaruh ke Champa mengalami kegagalan , maka perbatasan Tiongkok di selatan berdiri di kawasan modern Ha-tinh.

 

Dinasti Sui roboh dan Li Yuan mendirikan Dinasti Tang. Penguasa baru ini mencoba untuk menjadikan Vietnam sebagai koloni.  Vietnam kembali masuk dalam kontrol Dinasti Tang yang mendirikan wilayah protektorat di selatan , Annam (Pacified South). [1]

Dinasti Tang mengontrol sebagian kawasan Vietnam sampai akhir abad sembilan.[2] Pada periode pengaruh yang ketiga ini , pengaruh budaya dari Tiongkok menguat . Confucianisme , Taoisme dan Buddhisme terserap hingga dikawasan pedesaan dan dianut oleh hampir sebagian besar rakyat Vietnam.  Kawasan ini juga  mulai berperan dalam perdagangan internasional .

 

 Ketika Dinasti Tang kolaps di abad 10 dan Tiongkok terpecah kedalam kerajaan-kerajaan , maka penguasa Vietnam memutuskan untuk berdiri sendiri . Di tahun 931 Duong Dinh Nghe mengangkat dirinya sendiri sebagai gubernur regional . Duong dibunuh dan perjuangannya dilanjutkan oleh Ngo Quyen yang menjadikan Vietnam menjadi ajang pertumbahan darah.[3] Walau demikian Ngo tetap menerapkan tulisan Tang , system pengukuran Tang dan juga Confucianisme yang telah berkembang subur di Vietnam sebelumnya.[4]

Map Credit : "China's Cosmopolitan Empire" , Mark Lewis ,  Harvard University Press

KEBEBASAN VIETNAM : DIANTARA MASA PENGARUH KETIGA (SUI-TANG)  DAN PENGARUH KEEMPAT (MING)

Vietnam diantara masa pengaruh yang ketiga dimasa Dinasti Tang melepaskan diri dari pengaruh Tiongkok pasca-Tang selama beberapa abad sampai berdirinya Dinasti Ming dan Zhu Di atau kaisar Ming Chengzu mengabaikan kebijakan Ming Taizu yang memasukkan Annam (Vietnam) kedalam daftar negara yang tidak boleh diserang.

Masa kebebasan di Vietnam ini ditandai dengan dinasti-dinasti yang berusia singkat seperti Dinasti Ngo (939-965M)  , Dinasti Dinh (966-980M) dan Dinasti Le (980-1009M) . Dinasti ini berusia singkat karena masalah suksesi kepemimpinan dan hanya bertahan sekian dekade . Berdirinya Dinasty Ly Kemudian (1009-1225M) berusia panjang karena berhasil mengatasi masalah suksesi kepemimpinan dan sanggup bertahan dua abad lebih. 

Dinasti Berusia Singkat

Dinasti Ngo berkuasa di Vietnam selama tiga dekade (939-965M) . Dinasti ini memang mengakhiri dominasti Tiongkok selama hampir seribu tahun tetapi dinasti Ngo juga tidak stabil. Ngo Quyen meninggal di tahun 944 M , dan dilanjutkan oleh Duong Tam Kha yang merupakan saudara ipar dari Ngo dan juga anak dari Duong Dinh Nghe . Duong Tam Kha sebenarnya wali dari salah satu anak Ngo Quyen , tetapi Duong mulai berpikir untuk memimpin kerajaan baru. Anak dari Ngo kemudian memberhentikan Duong dan mendeklarasikan dirinya sebagai Nam Tan Vuong atau Raja Tiongkok Selatan. Dia mengirimkan misi yang gagal kepada kaisar Tiongkok untuk mendapat dukungan dari Tiongkok , tetapi dia malah terbunuh dalam satu pertempuran di tahun 963M dan Vietnam terpecah menjadi 12 suku lokal. Tiga tahun berikutnya disebut sebagai Periode 12 Warlord.

Di tahun 966, enam tahun setelah berdirinya Dinasti Song , Dinh Bo Linh (924-979) seorang kepala suku memproklamasikan kemerdekaan Vietnam yang dinamakan Dai Co Viet dan diakui oleh Dinasti Song secara de facto. [5]

Bo Linh dengan cukup cerdik mengikuti protokol diplomatik untuk meminta gelar dari Tiongkok yang kemudian direspon oleh penguasa Song dengan menganugrahkan gelar  “ Peaceful Sea Military Governor” dengan gelar tambahan “Annam (Peaceful South) Protector General”. Bo Linh sendiri di anugerahi dengan gelar Raja dari Prefektur Jiaozhi. Dari gelar ini Bo Linh membawa kemerdekaan bagi Vietnam tetapi tetap dalam pengaruh Tiongkok. [6] Sementara penguasa Vietnam tetap menyebut dirinya sebagai kaisar saat berhubungan dengan Champa dan Lao.

Kekuasaan Dinh juga tidak berlangsung lama selain juga bermasalah dengan masalah suksesi kepemimpinan. Vietnam kembali dalam masa kekacauan dan Dinasti Song mulai berpikir untuk mengambil alih kembali kawasan ini. Untuk mencegah terjadinya hal ini , Le Hoan , seorang jendral dari pasukan Dinh terdahulu yang digosipkan menjadi salah satu dari kekasih ratu , mengambil alih kekuasaan dan mendirikan Dinasti Le. Dinasti ini lebih dikenal sebagai dinasti Le awal .

Le Hoan berkuasa selama 25 tahun dengan masa kekuasaan yang tetap dihinggapi perang . Dia dilanjutkan oleh Le Long Binh yang banyak membunuh anggota keluarga Le sendiri sehingga disaat Le Long Binh sendiri wafat dua tahun kemudian , pondasi kekuasaan keluarga Le menjadi lemah dan Ly Cong Uang mengambil alih kekuasaan dan mendirikan Dinasty Ly Kemudian untuk membedakan dengan Dinasti Ly yang didirikan oleh Ly Bi di abad-abad sebelumnya. Dan Ly Cong Uang merubah namanya sendiri menjadi Ly Thai To.

Dinasti Ly Kemudian (1009-1225M)

Dinasti Ly berhasil mengatasi masalah suksesi yang menimpa dinasti-dinasti di Vietnam sebelumnya dan menjadi dinasti utama di Vietnam setelah lepas dari pengaruh Tiongkok. Dia memindahkan ibukota ke Dai La (Hanoi) . Dia menamakannya sebagai Thanglong atau naga yang membumbung tinggi . Pemindahan ibukota dari kawasan pegunungan dengan tujuan defensif ke kawasan Sungai Merah yang potensial sebagai pusat perdagangan meningkatkan kepercayaan diri dari negara baru ini.

Ly Thai To digantikan oleh Ly Phat Ma di tahun 1028 dan berkuasa dibawah nama Ly Thai Thong sampai tahun 1054. Penguasa baru ini memperkuat militer Vietnam dan mendirikan kelas professional untuk mengikis kelas bangsawan. Ly Thai Thong dipengaruhi oleh filsafat Buddhisme dan Confucianisme. Dimasa pemerintahannya juga sering berperang dengan Champa di selatan.

Penguasa ketiga adalah Ly Thanh Tong . Dia merubah nama kerajaannya menjadi Dai Viet. Di tahun 1068 dia menyerang Champa dan menangkap raja serta menghancurkan ibukotanya. Ly membebaskan Raja Champa itu dengan imbalan tiga provinsi yang mencakup kawasan modern Quang Binh dan Quang Tri. Dia juga mendirikan Kuil Literature di Thanglong (Hanoi) sebagai pusat studi seluruh negri .

Penguasa keempat adalah Ly Nhan Tong yang hanya berusia tujuh tahun ketika Ly Thanh Tong wafat. Ly Nhan Tong didampingi oleh wali Ly Dao Thanh. Pada masa kekuasaannya , Dinasti Song memutuskan untuk menyerang Vietnam . Pasukan Song ini diusir oleh Jendral Ly Thuong Kiet yang mendirikan garis pertahanan di Thanglong (Hanoi). Pasukan Song menawarkan perdamaian dan membawa stabilitas kepada Vietnam. Ly Nhan Tong wafat di tahun 1127 setelah berkuasa 56 tahun. Ly Nhan Tong tidak punya anak sebagai pewaris sehingga mengadopsi Sung Hieu Hau sebagai pewarisnya.

Penguasa kelima adalah Sung Hieu Hau yang menjadi Kaisar Ly Than Tong pada usia 13 tahun. Dimasa kekuasaannya , Vietnam melanjutkan kebijakan untuk memerangi Champa. Ly Than Tong wafat di tahun 1137 pada usia 23 tahun.

Penguas keenam adalah Ly Anh Tong dimana Vietnam memasuki masa kemakmuran dan memulai hubungan perdagangan dengan Angkor dan Champa. Karena sakit-sakitan , Ly Anh Tong mengalihkan kekuasaannya kepada Jendral To Hien Thanh dan wafat di tahun 1175 pada usia 37 tahun.

Penguasa ketujuh adalah Ly Cao Tong yang hanya berusia tiga tahun ketika menjadi kaisar. Ketidakstabilan mulai melanda Vietnam . Di tahun 1208 muncul pemberontakan dipimpin oleh Pham Du dan berhasil memaksa kaisar untuk mengungsi dari ibukota. Kaisar Ly Cao Tong dengan dukungan keluarga Tran berhasil merebut kembali Thanglong (Hanoi). Ly Cao Tong wafat pada tahun 1210 dan Vietnam dalam kondisi lemah.

Ly Hue Tong melanjutkan ayahnya menjadi kaisar. Dia menikahi Tran Thi yang menjadi ratunya. Ly Hue Tong melakukan bunuh diri di tahun 1224. Putrinya , Phat Kim menjadi Ratu Ly Chieu Hoang dan Tran Tu Khanh menjadi walinya. Ratu cilik ini menikah di usia delapan tahun dengan keponakan Tran Thu Do , yang kemudian mendeklarasikan dirinya sebagai kaisar Tran Thai Tong menandai bermulanya Dinasti Tran di tahun 1225

Dinasti Tran inilah yang akan berhadapan dengan pasukan  Dinasti Yuan dimasa Khubilai Khan  dikemudian hari.[7]

Daftar Kaisar Dinasty Ly
1. Ly Thai Tho
2. Ly Thai Tong
3. Ly Thanh Tong
4. Ly Nhan Tong

5. Ly Than Tong
6. Ly Anh Tong
7. Ly Cao Tong
8. Ly Hue Tong
9. Ly Chieu Hoang

Serangan Khubilai The Yuan

 

Kampanye Khubilai Khan di Asia Tenggara benar-benar diluar dugaan. Khubilai mewarisi tradisi ekspansionis Mongol yang membutuhkan tambahan wilayah baru untuk memperkokoh klaim legitimasi terhadap kekuasaannya. Khubilai lupa mempertimbangkan iklim tropis dan curah hujan yang berbeda dengan daerah asalnya di utara dan juga Tiongkok.

Konflik awal Mongol-Yuan dengan Asia Tenggara dimulai di tahun 1270 ketika Khubilai mengirim utusan ke Burma untuk mendesak negri itu masuk sebagai negara tribute Dinasti Yuan  . Raja Burma  Narathiha-pate (berkuasa 1256-87) mengeksekusi para utusan Mongol karena dianggap merendahkan sang raja .

Di tahun 1277 , Khubilai mengutus Nasir al-Din untuk memimpin ekspedisi balas dendam ke Burma . Dalam sebuah pertempuran penting , Narathihapate mengerahkan gajah-gajahnya dan Nasir al-Din memerintahkan para pemanah untuk menembaki gajah-gajah tersebut.  Narathihapate tidak tertangkap dan lolos dan Nasir al-Din kembali ke Tiongkok dengan kegagalan.

Map Credit : "The Cambridge History of China - Vol 06" , p496

Utusan lain Khubilai di Champa (sekitar Vietnam Selatan) juga mengalami kegagalan mendapatkan pengakuan Champa menjadi tribute Dinasti Yuan. Utusan-utusan tersebut malah dimarahi oleh Raja Jaya Indravarman VI.

Di tahun 1281, Khubilai mengirim Sodu yang sedang berada di Canton untuk memimpin ekspedisi hukuman kepada Champa. Sodu memimpin 100 kapal dan lima ribu pasukan yang mendarat di kawasan pantai Champa tetapi gagal menghadapi serangan gerilya pejuang Champa. Operasi maritime yang gagal ini membuat Khubilai memutuskan untuk berkerjasama dengan Kerajaan Annam (Vietnam Utara) menghadapi tetangganya di selatan.

Raja Tran Thanh-ton meskipun mengirim utusan ke Khubilai tetapi keberatan jika pasukan Yuan melintas di daerah kekuasannya untuk mencapai Champa. Akibatnya pasukan Yuan harus bertempur dulu dengan Annam dan dalam satu pertempuran penting diperbatasan Vietnam dengan Provinsi Yunnan , Sodu gugur dan pasukan Yuan dikalahkan.

Khubilai kembali mengerahkan pasukan dibawah pimpinan Nasir al-Din  dan Esen Temiir disusul oleh Toghon untuk kembali menyerang Annam di tahun 1286 sampai 1287. Pasukan Mongol ini sanggup mencapai Hanoi tetapi dipaksa mundur karena iklim dan lingkungan yang tidak bersahabat.

Walau pasukan Yuan mengalami kegagalan , para penguasa Annam dan Champa sadar bahwa mereka akan kembali mendapatkan serangan. Karenanya kedua kerajaan ini akhirnya mengirimkan tribute dan Khubilai pun menghentikan ekspedisi militernya terkecuali untuk Burma dimana Khubilai mengirimkan cucunya , Esen Temiir , yang kali ini berhasil menjungkalkan Raja Narathihapate. [8]

 

Memento Mori

[1. Zhao Tuo - Kaisar Pertama Vietnam]
[2. Tradisi Perlawanan Vietnam Dimulai Dari Trung Sisters]
[3. Ly Bi , Sekali Lagi Kaisar Vietnam Berdarah Tionghoa]
[4. Pengaruh Ketiga Tiongkok Dan Masa Kebebasan Vietnam ]

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua


 

[1]  Martin Stuart-Fox  , p45 ; Justin Corfield , p6

[2]

[3] Justin Corfield , ibid , p6

[4] Lewis , p155 , Marr & Milner , p256

[5] Justin Corfield  , Op.Cit.,, p6

[6] Martin Stuart-Fox, Op.Cit., p45

[7] The Cambridge History of China Vol 6 , p485-487

[8] ibid , p484-5

Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/3579-sino-vietnamese--pengaruh-tiongkok-ketiga

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto