A+ A A-

The House of Aisin Gioro [6] - Yongyan(Jiaqing)

  • Written by  Dada
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net |Aisin Gioro Yongyan mewarisi kekuasaan atas kekaisaran Qing yang sudah melalui masa emas dalam tiga masa kekuasaan Kangxi , Yongzheng dan Qianlong. Suatu fasa dimana Tiongkok mencapai rekor wilayah dalam sepanjang sejarahnya. Disisi lain Yongyan juga menanggung beban dari pencapaian kaisar pendahulunya.

 

Masa pemerintahan ayahnya , Aisin Gioro Hongli  (Qing Gaozong , Qianlong) meninggalkan sejumlah masalah seperti korupsi yang dilakukan Niuhuru Heshen (Ho-shen) , pejabat terkaya dalam sejarah Tiongkok .

Heshen merupakan pejabat yang korup , ambisius dan cerdas dan merupakan protégée kaisar Qing Gaozong yang membuat Heshen menjadi orang nomer dua secara de facto dibawah Qing Gaozong. Secara sistematis dia menggembosi kekaisaran Qing untuk memperkaya diri.

Qing Gaozong mengabdikasi diri dan menjadi wali bagi Yongyan yang naik menjadi kaisar Qing Renzong dengan nama era Jiaqing (Chia-ch’ing) . Walaupun sudah resmi mundur sebagai kaisar yang pensiun (taishang huang)  , Qing Gaozong masih mendominasi kekuasaan Barulah setelah Qing Gaozong wafat di tahun 1799  maka kaisar Qing Renzong mulai berkuasa secara real.

Qing Renzong menghabisi karir Heshen dan terbukti Heshen melakukan korupsi gila-gilaan dan kekayaannya diperkirakan 1100 juta tael perak[1] atau setara dengan pendapatan Qing selama 15 tahun.  Faktor Heshen ini menjadi salah satu faktor menyurutnya kekuatan Qing selain faktor kebijakan isolasi yang membuat Tiongkok seperti katak dalam tempurung dan tidak sadar mulai tertinggal dari barat  .

“Kanker” yang ditinggalkan Heshen juga tidak berhenti begitu saja saat Heshen dihabisi tetapi menimbulkan efek berantai seperti wabah korupsi yang menggembosi satu abad terakhir Dinasti Qing dan tentunya menjadi dilemma besar bagi kaisar Qing Renzong dalam menjalankan pemerintahan yang terkontaminasi seperti itu .

Juga paradox kemakmuran di masa kaisar pendahulunya membuat lonjakan populasi di Tiongkok yang justru menjadi masalah besar ketika ekonomi Qing mulai merosot. [2] Sebagai gambaran dari masa damai yang panjang sampai gerakan Lotus putih , populasi Tiongkok berlipat ganda dari sekitar 150 juta menjadi 300 juta. Periode 1779 sampai 1850 saja sudah mencakup kenaikan populasi sebesar 56%

Hong Liangji mengingatkan kaisar bahwa jika rakyat sulit menjalankan penghidupannya maka negara sulit tentram . Hong menekankan bahwa para pejabat harus menjadi contoh suri teladan yang baik . Kaisar yang tersinggung malah menghukum mati Hong Liangji walaupun tahu bahwa Hong benar secara prinsip. Belakangan hukuman Hong diringankan dengan pengasingan ke baratdaya.

Dalam benang kusut lain dimasa pemerintahannya , muncul gerakan pemberontakan yang terus meningkat seperti gerakan Teratai Putih di utara Tiongkok dari sekitar masa abdikasi Qing Gaozong sampai dengan tahun 1804.  Di tahun 1813 , terjadi usaha pembunuhan terhadap kaisar . Di kawasan lain , arus migrasi Han membawa konflik lain dengan suku bangsa Miao.

 

THE HOUSE OF AISIN GIORO
[Aisin Gioro Puyi - The Last Emperor]
[Aisin Gioro Zaitian - Guangxu ]
[Aisin Gioro Zaichun - Tongzhi]
[Aisin Gioro Yizhu - Xianfeng]
[Aisin Gioro Mianning - Daoguang]
[Aisin Gioro Yongyan - Jiaqing]
......
Updated

Kaisar terus berusaha mencegah wabah korupsi pasca Heshen meluas dengan mengganti dan mutasi sejumlah pendukung Heshen yang masih berkuasa dipemerintahan provinsi. Di tahun 1799 . kaisar mencopot enam dari sebelas pejabat kunci seperti misalkan gubernur jendral . Pejabat yang sebelumnya menentang Heshen dan mengalami demosi berat dimasa Heshen berkuasa menggantikan posisi-posisi tersebut.

Dimasa sebelumnya perubahan rasio etnis diperkirakan terjadi pasca Pemberontakan Taiping padahal sudah terjadi sejak masa pemerintahan Jiaqing. Melalui riset yang dilakukan oleh James Polachek dari Columbia University memperkirakan bahwa interval waktu 1814-1820 menandai kenaikan jumlah Han dipemerintahan provinsi.

 

PROFIL

Nama : Aisin Gioro Yongyan
Nama Bio : (Qing) Renzong
Nama Era : Jiaqing (9 Februari 1796 – 2 September 1820)
Wali : Aisin Gioro Hongli (Nama Era : Qianlong / Nama Bio : (Qing) Gaozong)[3]
Ayah : Aisin Gioro Hongli (Nama Era : Qianlong / Nama Bio : (Qing) Gaozong)
Ibu : Ratu Xiaoyichun
Anak : Mianmu , Zhuangjing , Mianning (Daoguang / Qing Xuanzong) , Huaian , Miankai , Mianxin , Mianyu
Istri : Ratu Xiaoshurui , Xiaoherui
Kaisar Pendahulu  :  (Qing) Gaozong)
Kaisar Penerus : Aisin Gioro Mianning (Nama Era : Daoguang / Nama Bio : (Qing) Xuanzong)

Lahir : 13 November 1760
Wafat : 2 September 1820

 

CATATAN KAKI


[1] Michael Rowe dalam “China Last Empire” menyebut angka lain sebesar 800 juta tael perak

[2] Hong Liangji (1746-1809) dikenal sebagai “Malthus”-nya Tiongkok karena menganalisis pertumbuhan populasi kekaisaran.

[3] Catatan bahwa Qing Gaozong mengabdikasi diri dan sempat menjadi wali pemerintahan anaknya sampai wafatnya ditahun 1799

Huang Dada

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua


 

Last modified onFriday, 12 April 2013 08:21
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/3580-the-house-of-aisin-gioro-6-yongyanjiaqing

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto