A+ A A-

Sih Jin Kui ; antara Mitos dan Sejarah

  • Written by  Kwa Tong Hay
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Sih Jin Kui, bagi barang siapa yang gemar nonton wayang potehi pasti tidak asing dengan tokoh yang satu ini. Sekitar tahun 50-an ketika pertunjukan wayang potehi masih mendominasi perayaan–perayaan kelenteng, lakon Jendral Sih Jin Kui tidak pernah luput dari perhatian penonton, merupakan satu dari beberapa lakon yang paling digemari. 

Artikel Terkait:

{module [201]}

Kepopuleran ini rupanya tidak bisa dipisahkan dengan dengan dimuatnya kisah Sih Jin Kui  dalam bentuk  cergam secara bersambung dalam majalah Star Weekly pada tahun 50-an sampai 60-an. Majalah Star Weekly menjadi majalah terkemuka yang paling besar omplagnya pada waktu itu, juga tidak bisa dilepaskan dari pemuatan cerita itu. Dalam kurun waktu kurang lebih 5 tahun selama cerita itu dimuat tiras Star Weekly terus meningkat. Setelah Sih Jin Kui Ceng Tang atau Sih Jin Kui berperang ke Timur, tamat, setelah dimuat secara bersambung selama kurang-lebih 3 tahun, lalu disusul dengan Sih Jin Kui Ceng See atau Sih Jin Kui berperang ke Barat juga kira-kira selama 3 tahun.

Siao Tik Kwie atao Otto Swastika, pelukisnya, menjadi terkenal juga dari cerita itu. Dibantu oleh Ong Kim Tiat (OKT) sebagai penulis ceritanya, Siao menggambar berdasarkan tokoh-tokoh dari Opera Peking, baik dalam kostum maupun rias wajahnya.

Bagian pertama cerita ini, Sih Jin Kui berperang ke Timur, menceritakan  bagaimana Sih Jin Kui yang semasa muda hidup miskin kemudian ikut dinas militer. Berkat keberaniannya pamornya naik dan berjasa besar dalam peperangan ke Korea. Ia pulang dengan gelar Raja Muda, dan hidup penuh kemuliaan di Chang’an ibukota kerajaan Tang masa itu. Selanjutnya episode kedua Sih Jin Kui berperang ke barat, melukiskan Sih Jin Kui memimpim tentara kerajaan Tong berperang ke wilayah barat - negeri Liao- yang berontak karena hasutan dari Jendral pelarian dari Tong yang mendapat kedudukan di negeri itu. Ternyata ekspedisi Sih Jin Kui kali ini tidak berjalan lancar karena dinegeri Liao banyak orang sakti. Sih Jin Kui sendiri gugur dipertengahan kisah. Kedudukannya digantikan oleh menantunya perempuannya Hoan Lee Hua yang akhirnya berhasil meraih kemenangan.

Sumber gambar : majalahkuno.blogspot.com

Sebenarnya siapakah Sih Jin Kui?

Apakah ada di dalam sejarah atau hanya rekaan tukang-tukang cerita yang banyak mengarang kisah kisah sejarah dalam bentuk bahasa tutur yang menarik  setelah ditambah bumbu disana-sini. Tokoh ini memang ada dan tercatat dalam sejarah Dinasti Tang, bahkan rumah tinggalnya juga dijadikan cagar budaya yang bisa dikunjungi kalau kita gemar dengan wisata sejarah.

Dalam sejarah Dinasti Tang dalam wayang potehi disebutkan sebagai Tong Tiao (dialek Fujian) tercatat bahwa Xue Rengui  (Sih Jin Kui dalam  bahasa resmi Mandarin), berasal dari distrik Longmen, wilayah Xiangzhou (sekarang Hejin di Propinsi Shanxi), lahir tahun 613 M, semasa muda hidup dalam kemiskinan, bekerja sebagai petani dan penggarap tanah. Ia gemar berlatih ilmu bela-diri. sehingga membentuk tubuh yang kokoh dan bertenaga besar. Tahun Cengguan 18 (644M) Kaisar Tang Taizong bermaksud menyerang Korea. Ia memanggil pemuda-pemuda untuk jadi tentara. Liu Shi sang isteri lalu berkata, “Seorang yang punya bakat, untuk bias berkembang kuncinya hanya pada kesempatan. Sekarang sedang merencanakan peperangan ke semenanjung Liaodong, dan membutuhkan panglima yang gagah perkasa. Ini kesempatan baik bagimu untuk menempuh karir dibidang militer, dan mengembangkan bakatmu”. Xue Rengui menganggap omongan isterinya sangat masuk akal lalu pergi mendaftarkan diri di markas tentara yang dipimpin oleh jendral Zhang Shigui (Thio Su Kui - istilah Fujian). Tahun Chengguan ke 18 (644 M) Kaisar Taizong, memimpin sendiri pasukannya ke Gao-li (Korea) Xue Rengui ikut tergabung dalam pasukan ini.


Sumber: people.chinese.cn

Ketika pasukan pimpinannya sampai di Andi kebetulan ada pasukan Tang yang dipimpin oleh Liu Junyin sedang dikepung musuh. Xue Rengui lalu memberikan bantuan. Ia memimpin pasukannya menyerbu dengan gagah berani .Panglima perang musuh berhasil dijatuhkan dan ditabas batang lehernya. Melihat kegagahan Xue Rengui, musuh pecah nyalinya dan mundur dengan tercerai berai. Sejak itu nama Xue Rengui mulai dikenal.

Tahun Chengguan ke-19 (645 M) gerakan ke Korea berlanjutnya, pasukan Tang lalu menyerang kota Anshi (sekarang terletak diebelah timur-laut Jingkou di Propinsi Liaoning) Raja Gao-li, Mo Li-zhi Quan Kai Shu Wen, memerintahkan Jendral Gao Yanshou membawa 200.000 serdadu menhadang pasukan Tang. Pertempuran besar pecah. Kaisar Taizong yang memimpin sendiri pasukan Tang memecah pasukannya menjadi beberapa sector dan dengan serentak menyerbu dari berbagai jurusan. Xue Rengui, sekali lagi menampilkan keberanian dan kecedikan luar biasa sebagai seorang prajurit. Ia sengaja berpakaian putih untuk menarik perhatian, dengan senjatanya yang berupa tombak bercagak, ia menumbangkan musuh yang berani menghalangi.

Pasukan Tang memperoleh kemenangan besar, musuh mengundurkan diri.  Kaisar Tai Zong sangat takjub akan keberaniannya. Ia lalu menyuruh seorang bintara memanggilnya menghadap.  Kaisar memberinya banyak hadiah berupa budak, kain sutra emas dan permata, kuda, dan lain lain. Pangkatnya dinaikan menjadi setara dengan gubernur militer dan bertugas menjadi komandan pasukan pengawal istana di gerbang utara. Walaupun banyak memperoleh kemenangan pada permulaannya, kampanye militer ke Korea gagal. Tak lama kemudian Kaisar Taizong meninggal.

Setelah peperangan di Korea (654) Xue Rengui ditugaskan menjaga gerbang utara istana, Suatu hari Kaisar Gaozong, (pengganti Taizong) berada di istana Wan-nian terjadi tanah longsor bersama air bah yang menyapu sampai dalam istana dengan cepat air memasuki gerbang Xuanwu (Gerbang utara). Para penjaga yang bertugas malam itu telah bubar, Xue Rengui, melihat keadaan genting itu berteriak sekeras-kerasnya guna membangunkan seluruh penghuni istana, “Saat Kaisar dalam bahaya, kita tidak boleh takut mati” serunya. Bersama-sama mereka membawa Kaisar mengungsi ketempat yang aman. Air bah tak lama kemudian telah membanjiri kamar tidur Kaisar. Karena jasa ini Kaisar Gaozong lalu menghadiahkan seekor kuda milik istana kepada Xue Rengui.

Tahun Xiang-qing ke 3 (658 M), Kaisar Gaozong memerintahkan Cheng Mingzhen menyerbu ke Korea, Xue Rengui  sebagai wakil panglima perang. Di benteng Guiduan, ia mengalahkan pasukan Korea dan menewaskan 3000 tentara musuh. (Bersambung ke bagian 2)

Oleh : Kwa Tong Hay

http://web.budaya-tionghoa.net/seni-dan-hobby/seni-teater/2773-sih-jin-kui-antara-mitos-dan-sejarah

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya TionghuaFacebook Group Budaya Tionghoa

Last modified onSaturday, 27 April 2013 16:33
Rate this item
(10 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/3585-sih-jin-kui-antara-mitos-dan-sejarah

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto