A+ A A-

Kucing 猫 (Mao) Dalam Budaya Tionghoa

  • Written by  Chendra Ling-ling
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

 

 

Budaya-Tionghoa.Net|Kucing adalah hewan yang banyak dijumpai di Tiongkok, namun cukup mengherankan karena ia tidak termasuk dalam lambang 12 shio, diperkirakan karena hewan tersebut tidak ada sejak awal Tiongkok purba saat sistem 12 shio tersebut terbentuk. Kucing berasal dari Mesir, dan kucing berburu pendek diperkirakan dibawa ke Tiongkok kurang lebih 500 tahun SM, dan pada masa Dinasti Song telah menjadi peliharaan yang populer. (the-cat-guide.com/history-of-cats)

 

Dalam berbagai budaya banyak ditemukan pemujaan terhadap kucing, mungkin dikarenakan penglihatannya yang tajam, kemampuan melihat dalam gelap serta kepandaian menangkap mangsa terutama tikus itulah, banyak dalam masyarakat agraris yang menyukai kucing dan mendomestikasikannya.  

Kucing dalam bahasa Tionghoa disebut 猫 (mao) yang bunyinya dianggap menyerupai bunyi meongan mereka, arti komposisi huruf mao tersebut menggambarkan hewan yang menangkap tikus (pengerat) pada biji-bijian. Kucing di Tiongkok disebut juga “domestic fox” karena dianggap memiliki tubuh seperti rubah, wajah seperti harimau, bulu yang lembut serta gigi yang tajam.

 

Sumber : http://www.inkdancechinesepaintings.com/cat/picture/4379004.jpg

Pupil kucing pada jaman dahulu juga digunakan untuk menandakan waktu, karena bentuk pupilnya yang berubah mengikuti cahaya. Jam 4 pagi dan jam 10 malam, bentuk pupilnya bulat seperti bulan purnama, sedangkan jam 2 dini hari dan jam 8 malam, bentuknya elips seperti biji.

 Kutipan dari puisi Cao Cao. :语出《汉·曹操·对酒歌》:耄耋皆得以寿终,恩泽广及草木昆虫。

“Semoga orang tua (usia 90-an) meninggal tanpa penyakit. Kebijaksanaan negara sanggup memberikan kesejahteraan keseluruh rakyat termasuk alam semesta (fauna-flora)” diterjemahkan oleh Joe Petersen.

Kucing / mao 猫 berhomonim dengan mao 耄 yg artinya octogenarian, menurut kamus 时代汉语词典 artinya “zhi ba jiu shi sui de nian ji 指八九十岁的年纪 “ menunjuk pada usia 80 -90 tahun. Sehingga makna menghadiahkan gambar kucing bersama kupu-kupu (hudie 蝴蝶, die berhomonim dengan die 耋 yang dalam kamus tersebut berarti 七八十岁的年纪 = usia 70-80 tahun), maksudnya mengharapkan penerima lukisan tersebut mencapai usia 70 atau 80 tahun lebih.

Lukisan seekor kucing dengan bunga plum (梅 mei), mei berhomonim dengan mei 每 yang artinya selalu, setiap (A Dictionary of Chinese Symbols halaman 58), dan dengan bambu (竹zhu) mirip bunyinya dengan 祝zhu yang berarti mengharapkan, jika dirangkai maknanya menjadi "selalu mengharapkan panjang usia". Itulah sebabnya kucing (mao) menjadi lambang panjang usia, dan masa usia 80 - 90 tahunan disebut "mao die zi nien 耄耋之年".

Sedangkan lukisan kucing memandang bunga mudan (peony) mengandung ungkapan harapan agar anda kaya, namun apabila ada seekor kucing asing datang ke rumah anda dan melahirkan anak-anaknya di sana, itu dianggap sebagai pertanda datangnya perubahan kondisi keuangan keluarga (ke arah yang buruk) karena diibaratkan kucing mengetahui rumah mana yang akan didatangi banyak tikus yang suka menghabiskan isi rumah. Lebih tidak beruntung lagi jika seekor kucing dicuri dari sebuah rumah.

Sumber : http://www.inkdancechinesepaintings.com/cat/picture/4448005-x.jpg

Tikus juga memakan ulat sutera, namun kucing menjaga agar tikus menjauh, inilah sebab timbulnya kepercayaan bahwa kucing adalah pelindung ulat sutera. Lukisan seekor kucing  (蠺猫- can mao), digantung di dinding dianggap memiliki kekuatan untuk menghalau bahaya yang mengancam ulat sutera. Dan kucing juga dianggap memiliki kekuatan mengusir roh-roh jahat karena kemampuan mereka melihat dalam gelap.

Daging kucing tidak dimakan di Tiongkok bagian utara, namun larangan ini tidak berlaku di Tiongkok selatan, demikian pula dengan kepercayaan terhadap kucing tersebut di atas. Kucing di Tiongkok utara menangkap tikus, sedangkan di Tiongkok selatan khususnya area Guangdong, mereka dianggap terlalu malas. Di Zhejiang, kucing tidak pernah dipelihara, karena jika malam hari naik ke atap, mereka dipercaya dapat mencuri sinar rembulan, bahkan dapat berubah menjadi roh yang suka menggoda. Karena alasan ini pula, kucing jika mati tidak dikubur melainkan digantung di pohon, di Taiwan kadang-kadang masih terlihat kebiasaan ini.

Masih banyak tahayul lainnya yang berkaitan dengan kucing, seperti jika kucing membasuh mukanya adalah pertanda akan datang tamu asing, dan jika kucing melompati peti mati, maka jenasah yang ada di dalam peti tersebut akan “bangkit” dan menghantui daerah itu. Singkatnya kucing dianggap memiliki “kekuatan” baik kekuatan positif untuk menghalau tikus, maupun kekuatan lainnya yang berbahaya. Bahkan satu-satunya kaisar wanita dalam sejarah Tiongkok Wu Zetian takut pada kucing, dan memerintahkan agar seluruh kucing di istana diusir serta melarang memelihara kucing di istana, dikarenakan saingannya yaitu Selir Xiao (Xiao Shufei) istri dari Kaisar Tang Gaozong yang ia bunuh, sesaat sebelum meninggal bersumpah akan bereinkarnasi menjadi kucing dan memburunya.

 

By: Ling Ling
2 April 2013

 

REFERENSI :
Chinese Symbolism & Art Motifs – C.A.S. Williams
A Dictionary of Chinese Symbols – Wolfram Eberhard

http://history.cultural-china.com/en/46H188H11539.html
the-cat-guide.com/history-of-cats

 

 

Budaya-Tionghoa.Net |  Facebook Group Budaya Tionghoa |

Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/3591-kucing-%E7%8C%AB-mao-dalam-budaya-tionghoa

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto