A+ A A-

Sejarah Suku-Suku Bangsa di Tiongkok (1)

  • Written by  Liu Weilin
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

 

Manusia Purba Shanding Dongren ,Redchina.tv

Budaya-Tionghoa.Net | Banyak yang tidak mengetahui kalau Tiongkok merupakan sebuah negara besar yang didiami berbagai suku bangsa. Selain suku Han sebagai mayoritas, masih ada 55 suku bangsa lainnya.

Di Tiongkok sejak 1.700.000 tahun yang lalu, telah ada manusia hidup di sana. Nenek moyang dari berbagai suku bangsa di Tiongkok, terutama berasal dari manusia purba di berbagai daerah di Tiongkok kuno. Manusia purba Yuanmou 元谋人 di Yunnan, manusia purba Lantian 兰田人 di Shaanxi, manusia Peking di Zhoukoudian, manusia purba Maba dari Guangdong 马坝人,manusia purba Changyang di Hubei 长阳人,manusia purba Dingcun di Shanxi 丁村人, manusia Shanding Dong di Beijing 山顶洞,manusia purba Liujiang di Guangxi 柳江人,serta manusia Ziyang di Sichuan 资阳人, dll, merupakan manusia-manusia purba yang fosil-fosilnya ditemukan oleh para arkeolog di berbagai tempat di Tiongkok.*

Nenek moyang suku-suku bangsa di Tiongkok berasal dari masa neolitikum, yaitu sekitar 7000 tahun yang lalu, dimana peninggalan mereka antara lain berupa situs peradaban Yangshao dan Longshan di aliran Sungai Huanghe, peradaban Hemudu, Majiabin di aliran Sungai Changjiang, peradaban Xindian, Siwa di daerah Gansu, peradaban Hongshan di daerah Tiongkok timur laut, dan peradaban Bashu di daerah Sichuan (barat daya). Peradaban-peradaban tersebut merupakan asal muasal berbagai suku bangsa di Tiongkok. 

Gambar situs penggalian arkeologi di Jin'an, Propinsi Jiangxi, yang ditemukan sejak bulan Oktober 2009. Sumber : http://history.cultural-china.com/en/51History10085_2.html

Dalam era mitologi Tiongkok, disebutkan bahwasanya ada dua kelompok suku di daerah aliran Sungai Huanghe yakni suku Huangdi dan suku Yandi. Mereka saling berperang dan akhirnya menyatu sebagai kesatuan suku. Di utara Tiongkok berdiam suku bangsa yang disebut orang Di 狄人, di timur Tiongkok ada suku bangsa Yi 夷人, di selatan Tiongkok ada suku bangsa Jiuli 九黎, Sanmiao 三苗, yang disebut orang Man 蛮.

Pada masa Raja Shun 帝舜, di barat ada yang namanya suku bangsa Rong 戎, Xizhi 析支,qu 渠, Di 氐, dan Qiang 羌. Di utara ada suku bangsa Shanrong 山戎, Fa 发, dan Xishen 息慎. Di timur ada suku bangsa Changyi 长夷, dan Daoyi 岛夷, serta di selatan ada bangsa Jiaozhi 交趾.

Penduduk di aliran Sungai Huanghe, setelah masa dinasti Xia, Shang, dan Zhou tiga dinasti tersebut, terus menerus menyerap pelbagai suku bangsa yaitu Qiang 羌, Yi 夷, Rong 戎, Di 狄, Miao 苗, Man 蛮 yang ada di sekeliling mereka. Yang kemudian berubah menjadi satu suku bangsa besar yang disebut Huaxia. Pada saat bersamaan, suku bangsa di timur yakni Jiuyi 九夷, di timur laut Sushen 肃慎, di selatan suku Miao Man 苗蛮, di barat dan utara suku Di 氐, Qiang 羌, dan Di 狄,hubungan mereka dengan suku Huaxia semakin erat dan kuat.

Di masa Shang, suku bangsa asing di perbatasan Shang dinamakan Fang 方, dalam Jiaguwen atau oracle bone, Fang artinya 100. Pada masa Raja Wuding 武丁, di sekeliling Shang ada 30-an negara Fang, di barat laut ada negara Tu Fang 土方,Ji Fang 吉方, Gui Fang 鬼方, dan Qiang Fang 羌方. Sedang di daerah aliran Sungai Changjiang ada negara Ren Fang 人方, dan Hu fang 虎方.

Orang Zhou ( nenek moyang dinasti Zhou) berasal dari suku bangsa Rong 戎 dan Di 狄. Orang Zhou generasi demi generasi telah melakukan perkawinan dengan orang Qiang 羌 yang bermarga Jiang 姜. Pada saat Raja Wu, atau Zhou Wuwang, menyerang Raja Zhou dari dinasti Shang 纣王, beliau beraliansi dengan berbagai suku bangsa di barat dan selatan. Yakni suku bangsa atau negara Yong 庸, Shu 蜀, Qiang 羌, Wei 微, Lu 卢, Peng 彭, Pu 濮, dll.

Pada masa Chunqiu, Adipati Mu dari Qin 秦穆公, telah mempersatukan 20 buah bentuk daerah kesukuan suku Rong (戎), sehingga Qin 秦 semakin hari semakin kuat, dan disebut juga negara para suku Rong dan Di. Di daerah selatan ada negara Chu 楚 国, telah menguasai sekitar 45 negeri kesukuan Manyi 蛮夷, sehingga negeri Chu disebut negeri para Man dan Yi. Begitu juga negeri Wu 吴国 dan Yue 越, kedua negeri ini penduduk utamanya adalah suku bangsa Yue 越族.

Masa Chunqiu merupakan masa dimana berbagaii suku bangsa saling berinteraksi dan saling melebur menjadi satu. Banyak suku bangsa minoritas tergabung ke dalam suku Huaxia, sehingga suku bangsa seperti Man, Yi, Rong, dan Di juga menyerap budaya Huaxia. Alhasil kondisi sosio-ekonomi mereka mengalami perkembangan pesat.

Di era Dinasti Shang dan Zhou, suku bangsa di sekelilingnya sebagai bentuk pendukung 'penguasa dunia', melalukan hubungan yang erat secara politik dengan Shang dan Zhou. Saat Qin mempersatukan enam negara, membuat 36 Jun 郡 (barangkali mirip dengan kegubernuran) menjadi 42 buah Jun 郡, dimana willayahnya sebagian besar meliputi Dong Yi, Nan Man, Bei Di, dan Xi Rong. Pada saat itu daerah Zhongyuan sebenarnya juga dihuni oleh suku-suku minoritas non Huaxia. Dengan penyatuan oleh Qin, maka merupakan awal unifikasi menjadi sebuah negara kesatuan Tiongkok yang beragam suku bangsanya.

Setelah Dinasti Han meneruskan sistem Qin, suku bangsa Xiongnu di utara bisa ditaklukan, suku bangsa Baiyue di selatan bisa ditentramkan, dan daerah barat bisa dibuka (jalan sutera). Lalu suku bangsa di barat daya bisa dijinakkan, sehingga terciptalah sebuah negara yang sangat kuat dan maju yang memiliki beragam suku bangsa. Dari masa Qin dan Han sampai sekarang, Tiongkok merupakan sebuah negara yang terus terunifikasi dengan beragam suku bangsa. Dan selama ribuan tahun, beragam suku bangsa di bumi Tiongkok saling melengkapi, saling hidup, saling berinteraksi, saling berhubungan, dan saling berkembang. Mereka telah menyumbang kemajuan kepada budaya dan sejarah Tiongkok yang cemerlang.

(Bersambung)


Oleh : Liu Weilin

Catatan admin : Tiongkok menolak teori asal usul manusia (Homo Sapiens) sebagai single origin atau "out of Africa".

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya TionghuaFacebook Group Budaya Tionghoa

Last modified onSaturday, 10 August 2013 14:46
Rate this item
(4 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/3616-sejarah-suku-suku-bangsa-di-tiongkok-1

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto