Strict Standards: Declaration of JParameter::loadSetupFile() should be compatible with JRegistry::loadSetupFile() in /home/budayati/public_html/web2/libraries/joomla/html/parameter.php on line 0
Resensi Buku : Liu Hulan - Jaring-Jaring Bunga
A+ A A-

Strict Standards: Declaration of JCacheControllerView::get() should be compatible with JCacheController::get($id, $group = NULL) in /home/budayati/public_html/web2/libraries/joomla/cache/controller/view.php on line 0

Resensi Buku : Liu Hulan - Jaring-Jaring Bunga

  • Written by  Hernadi Tanzil
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Lisa See, bagi pembaca cerita-cerita action-thriller nama Lisa See mungkin masih terasa asing. Padahal Lisa See, penulis wanita Amerika berdarah Cina ini termasuk novelis yang produktif. Lima buah buku telah ditulisnya, Liu Hulan : Jaring- Jaring Bunga adalah buku pertama dari tiga buku serial detektif Liu Hulan. (The Flower Net, The Interior, Dragon Bones) Novel terbarunya Snow Flower and The Secret Fan,2005 ( diterbitkan oleh Qanita) yang mengisahkan persahabatan dua wanita Cina dan tradisi pengikatan kaki-kaki wanita Cina, banyak mendapat pujian dari para kritikus dan bertengger di daftar Best Selller sepanjang tahun 2005 di New York Times dan Los Angeles Times. Saat ini novelis yang mantan jurnalis untuk beberapa media terkenal seperti The New rok Times, Publisher’s Weekly, The Washington Post, dan lain-lain ini tinggal di Los Angeles bersama suami dan dua anak lelakinya.

 

Judul : Liu Hulan : Jaring –Jaring Bunga
Judul Asli : Flower Net
Penulis : Lisa See
Penerjemah : Utti Setiawati
Penerbit : Qanita
Cetakan : I, Januari 2006
Tebal : 639 hal
Harga : Rp. 59.000,-


Jaring-Jaring Bunga yang ditulis Lisa See pada tahun 1997 ini merupakan novel action-thriller yang dikemas dengan menarik yang menghadirkan sisi-sisi menarik kehidupan masyarakat Cina lengkap dengan sejarah masa kelam Cina pada saat-saat revolusi kebudyaan . Novel yang bersetting di dua negara besar Amerika dan Cina ini diawali dengan terbunuhnya putera seorang duta besar Amerika Bill Watson di sebuah danau beku di taman Bei Hai di dekat Kota Terlarang -Beijing. Kasus ini langsung ditangani oleh detektif wanita Liu Hulan dari kantor Kementrian Pertahanan Publik Cina. Sepuluh hari kemudian David Stark, seorang Jaksa Penuntut A.S menemukan sebuah mayat yang telah membusuk yang ditemukan dalam sebuah kapal pengangkut imigran gelap yang terapung-apung karena badai di perairan California. Mayat tersebut ternyata Guang Heng Lai – seorang Pangeran Merah anggota komunitas elit politik Cina. Setelah diselidiki ternyata dua mayat tersebut memiliki kesamaan, organ dalam kedua mayat tersebut hancur seperti bubur, dan mulut dan gigi yang menghitam.

Dua kasus ini mengidindikasikan adanya keterpautan dan menarik perhatian dua negara besar (AS dan Cina) untuk berkerjasama membongkar misteri dibalik dua pembunuhan tersebut. . Detektif Liu Hulan dari Cina dan Asisten Jaksa Penuntut Umum AS, David Stark ditugasi oleh masing-masing negaranya untuk mengusut kasus tersebut. David dan Hulan sendiri sebenarnya pernah bertemu dan menjalin asmara ketika Hulan menempuh pendidikannya di AS. Entah karena kebetulan atau disengaja David dan Hulan bertemu kembali dan cinta yang telah terkubur sekian lama seakan terungkit kembali ketika secara tidak terduga mereka harus bertugas untuk mengungkap kasus ini secara bersama-sama

David dan Hulan pun terseret dalam penyelidikan yang mulanya seperti tak berhubungan menjadi kasus yang kait mengkait dan menyeret mereka dalam konspirasi dan jalinan rumit Rising Phoenix, sebuah triad yang saat itu tak tersentuh dan berkuasa baik di Cina maupun Amerika Serikat. Untuk mengungkap kasus ini detektif Liu Hulan menerapkan metode Jaring Bunga, sebuah metode yg digunakan berabad-abad lalu. Jaring Bunga adalah jaring bulat hasil pintalan tangan yang dipasangi beban di ujung-ujungnya. Ketika jaring ini dilempar, jaring ini akan berkembang seperti bunga, mendarat di permukaan air, tenggelam ke kedalaman yang gelap dan menangkap semua yang berada dalam lingkupannya. Berkat metode ini lambat laun latar belakang terbunuhnya kedua orang terkenal tersebut terkungkap, bukan perdagangan narkoba dan penyeludupan imigran gelap ke AS yang selama ini sering menjadi dugaan kuat menjadi bisnis ilegal Triad Rising Phoenix, kasus ini mengungkap adanya bisnis ilegal yang lebih menguntungkan dibanding narkoba dan imigran gelap, yaitu perdagangan empedu beruang liar yang dipercaya berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit.

Setelah mengetahui latar belakang pembunuhan itu, dan menangkap salah seorang kurir yang kedapatan membawa empedu beruang, Hulan dan David mengutus seorang kurir rahasia untuk masuk ke jantung Rising Phoenix, seorang petinggi Rising Phoenix terjebak dan tertangkap basah, namun bukan berarti kasus ini selesai terungkap, beberapa pembunuhan kembali terjadi bahkan sampai mengorbankan seorang agen FBI dan seorang petugas kepolisian dari Cina. Cerita semakin menarik karena ternyata berbagai kepentingan masuk dalam kasus ini hingga akhirnya David dan Hulan sendirilah yang harus masuk ke jantung penangkaran beruang liar untuk mengungkap semua misteri ini.

Lisa See dalam novel ini menyajikan cerita gabungan antara romansa, thirller dan sepenggal sejarah Cina secara memikat. Terungkitnya kembali kisah asmara antara David dan Hulan disajikan secara proporsional bahkan melengkapi latar belakang cerita. Setting cerita antara Amerika Serikat dan Cina membuat pembacanya tidak bosan. Ditambah lagi dengan penggalan-penggalan sejarah kelam Cina dimasa Revolusi Kebudayaan membuat novel ini dapat memberikan pemahaman yang cukup tentang sejarah dan budaya Cina, terutama yang berkaitan dengan Revolusi Kebudayaan. Selain itu situasi dan perilaku masyarakat Cina pun terkesplorasi dengan baik di novel ini, sehingga melalui novel ini pembaca akan mengetahui kondisi sosial dan politik masyarakat Cina sebelum wafatnya pemimpin besar Cina Deng Xiaoping.

Novel ini tersaji dengan plot yang enak diikuti dan ketegangan yang dibangun dengan menawan, walau terdapat sisipan-sisipan budaya, sejarah, roman, dan lain-lain namun semua itu tak mengganggu kenikmatan membaca karena disajikan secara proporsional dan menjadi bagian penting dari cerita. Bisa dikatakan novel ini mencerdaskan pembacanya khususnya dalam hal sejarah dan budaya Cina. Kepiawaian Lisa See dalam menyajikan konflik-konflik yang sulit ditebak dan akhir yang mencengangkan yang dirangkai dalam kekacauan jaring-jaring politik, kejahatan terorganisasi, kesetiaan keluarga, dan lain-lain membuat novel ini masuk dalam nominasi Edgar Award untuk cerita misteri terbaik, dan masuk dalam daftar New York Times Notable Book of 1997 dan Los Angeles Best Books List for 1997.

Novel Jaring-Jaring Bunga yang memikat ini telah diterjemahkan dengan baik dan lancar kedalam bahasa Indonesia oleh penerbit qanita, sehingga bagi pembaca indonesia novel ini memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi yang dapat dapat dibaca oleh siapa saja baik oleh para penggemar novel action-thriller maupun oleh pembaca yang ingin mengetahui sisi lain kehidupan rakyat Cina, bangsa besar yang gigih mempertahankan nilai-nilainya di tengah maraknya perubahan dunia.

@h_tanzil

Tulisan ini dimuat ulang dengan seijin dan sepengetahuan H.Tanzil , pemilik tulisan dan blog dibawah ini. http://bukuygkubaca.blogspot.com

 

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya TionghuaFacebook Group Budaya Tionghoa

 CATATAN ADMIN : Baca juga "LIU HULAN  - Dari Gadis Desa Menjadi Icon Revolusi " , karakter historis LIU HULAN ini mungkin yang menjadi inspirasi bagi Lisa See dalam memberi nama tokoh wanita utama dalam cerita fiktifnya ini.

Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/3640-resensi-buku--liu-hulan-jaring-jaring-bunga

Strict Standards: Non-static method oFBLikeBox::getData() should not be called statically in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_ofblikebox/mod_ofblikebox.php on line 24

Latest Articles


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548
  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Sejarah


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Budaya


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Tionghoa


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Seni


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Filsafat


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Sains


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Esai & Opini


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Resensi Buku


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Album Foto


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548