A+ A A-

Sedikit Tentang Tata Cara Sembahyang Orang Tionghoa

  • Written by  Pengelana Mimpi
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

sembahyang

Pada intinya bersembahyang dalam kepercayaan apapun, terhadap siapapun, wajib memiliki sikap menghormati dan menjunjung kesucian.

Ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian penting dalam kepercayaan Tionghoa.

 

- Sikap ketika bersembahyang adalah berdiri sempurna dengan khidmat. Bahasa tubuh jangan seenaknya. Ingatlah bahwa anda sedang menjunjung kepercayaan diri sendiri. Jikalau tidak percaya, lebih baik tidak bersembahyang daripada bersikap seenaknya. Berlutut kalau perlu memohon. Tetapi berdiri tegak sempurna sudah sangat memadai.

- Cara soja atau pai itu sebenarnya dengan membungkukkan badan 45 derajat.

- Sesuaikan jumlah hio yang digunakan. Angka ganjil adalah sifat YANG. Angka genap bersifat YIN.

Terhadap leluhur tidaklah selalu harus YIN. Lewat periode 25 bulan setelah yang bersangkutan meninggal. Maka jumlah hio dirubah menjadi YANG. Penerapan aturan berapa lama ini kemudian menjadi fleksibel, sesuai sifat kepercayaan rakyat. Ada yang setelah lewat peringatan tiga tahun baru kemudian diangkat menjadi Shen. Ada juga yang begitu 49 hari selesai, sudah disembahyangi layaknya Shen.

Ada beberapa faktor yang bekerja:

1. Dasar filosofi: hukum perubahan YIN YANG, di mana setelah YIN memuncak, maka YANG akan timbul.
2. Dasar pengharapan: mengangkat leluhur menjadi Shen adalah sebuah bentuk doa/pengharapan dari anak keturunan. Walaupun dalam hal ini, leluhur berperan sebagai Jia Shen atau Shen keluarga.

Di dalam rumah boleh menggunakan jumlah hio dalam jumlah semampu anda. Patokannya adalah 1 atau 3, dasarnya adalah dari filosofi kosmologi tionghua.

- Hio yang berkualitas baik itu mahal. Yang penting hio yang digunakan asapnya tidak membuat mata perih. Juga perhatikan ventilasi rumah agar asap hio tidak merugikan kesehatan.

- Bersembahyang ingatlah selalu harus tulus dan hormat. Perlakukan altar dengan sakral. Berdoalah yang benar, jangan selalu meminta hal-hal yang remeh. Ada perbedaan jelas antara berdoa dengan meminta. Simpanlah permintaan anda untuk saat-saat genting.

- Memegang hio ada aturannya. Peganglah hio dengan khidmat layaknya seorang pejabat memegang papan perintah menghadap junjungannya. Bara api hio harus berada di tingkat yang sejajar dengan titik tengah di antara kedua alis mata. Hio dipegang tegak lurus, badan tegak lurus dan membungkuk mendalam secara sempurna.

- Tancap hio dengan tangan kiri karena tangan kiri perlambang YANG. Dengan tangan kiri sifat YANG, kita menghargai yang disembahyangi dengan pemikiran positif.

- Tancap hio di bagian setengah mungkin. Hio ditancapkan tegak lurus. Hio ditancapkan satu per satu. Dimulai dari tengah baru (ZHONG) baru ke sisi YANG (sisi kanan kita atau sisi kiri dari altar), kemudian ke sisi YIN.

- Jarak antar batang hio pedomannya adalah 1 cun atau 1 inchi. 2,5 cm.

- Jangan menancap hio semuanya sekaligus. Jangan menancapkan hio secara sembarangan malang melintang ke mana-mana. Jangan menancapkan hio seperti merangkai duri landak. Ritual dengan cara apapun, bertujuan melatih diri agar tertib dan membangun kebersamaan dan bukan egoisme. Mereka yg kebiasaan "lempar" hio seenaknya di hiolo membuat orang lain yang mau bersembahyang mesti "berjibaku" untuk menancapkan hio itu artinya sudah menanamkan mindset seenaknya dan tidak perduli dengan orang lain.

- Di tempat umum sesuaikan jumlah hio yang anda pakai. Dan tancapkan hio ke bagian paling belakang atau paling dalam. Ingat bahwa setelah anda, masih banyak orang lain yang mau bersembahyang.

- Di setiap altar seharusnya bukan cuma sekedar memberikan hio. Ucapkanlah doa dalam hati, paling minimal sebutlah nama yang anda sembahyangi. Doa dengan ucapan singkat, "terpujilah...." sudah lebih dari cukup. Sekali lagi, jangan biasakan diri anda mengemis-ngemis. Simpanlah permohonan bantuan anda sampai pada saat-saat yang benar-benar diperlukan. Contoh: terhadap Jiutian Yingyuan Leisheng Puhua Tianzun, doa memuja namanya seperti "Daci Dasheng Jiutian Yingyuan Leisheng Puhua Tianzun" sudah mencukupi. Walaupun sebenarnya setiap shenming memiliki doa pujian tersendiri.

- Bagi yang memiliki altar Tian Guan di kediaman pribadi, ingatlah selalu bahwa Tian Guan adalah bagian tak terpisahkan dari San Guan. Doa yang disampaikan terhadap altar ini hendaknya mencakup tiga aspek dari San Guan. Yaitu Tian Guan Ci Fu 天官赐福 - Tian Guan Memberkahi; Di Guan Shu Zui - 地官贖罪 Di Guan mengampuni kesalahan; Shui Guan Jie E - 水官觧厄 Shui Guan menjauhkan dari bencana. Doa dalam hati dengan tiga kalimat singkat ini sudah lebih dari mencukupi.

- Bagi yang memiliki altar Tu Di Gong di kediaman pribadi, perhatikan bahwa di altar anda tertulis jelas tentang filsafat lima arah 五方五土龍神. Jika memang perlu, gunakanlah lima batang hio sebagai representasi filsafat lima arah itu. Dan juga ingat tentang konsep lima arah yang bisa anda pergunakan sebagai pedoman dalam berdoa. Misal hio tengah diiringi doa agar keluarga/diri anda bisa selalu bersikap zhong; hio di utara sebagai pengharapan agar keluarga/diri anda semoga selalu mendapatkan bimbingan yang benar seperti bintang utara yang dijadikan sebagai pedoman; hio di selatan sebagai pendoaan agar keluarga selalu diberkahi keharmonisan, kehangatan, dan berkecukupan; hio di timur agar keluarga selalu dipenuhi kehidupan dan diberkahi dengan kesehatan; hio di barat agar keluarga selalu dijauhkan dari mahabahaya dan senantiasa selamat sentosa.

- Di altar leluhur doakanlah keluarga dan leluhur anda. Berikan doa pengharapan yang tidak selalu bersifat mengemis atau meminta-minta.

- Di tempat umum seperti tempat ibadah. Aturan yang benar adalah membakar hio di setiap altar. Bukannya segenggam besar hio dibakar sekaligus diawal lalu diputar dari altar pertama sampai altar terakhir, hio yang ada sudah terbakar banyak.

- Di tempat umum ingatlah selalu bukan cuma anda yang bersembahyang.

- Jika memang merasa boros sumber daya, hematlah penggunaan hio. Terutama di tempat umum. Satu batang hio yang ditancapkan dengan penuh khidmat tulus dan doa yang sakral, jauh lebih berharga dibanding puluhan batang hio yang ditancapkan sembarangan tanpa doa.

- Ingatlah selalu aturan urutan altar di tempat umum. Mulai dari altar utama baru ke altar-altar lain berurut sesuai dari sisi YANG ke sisi YIN.

- Jangan menganggu hiolo dengan alasan apa pun. Jangan percaya bahwa hiolo harus diketok-ketok untuk mendapatkan perhatian. Tidak sopan dan tidak menghargai.

- Berbagai kertas sembahyang yang nantinya dibakar, semuanya memiliki arti khusus. Mereka semua intinya adalah doa yang dicetak. Dicetak adalah karena untuk membantu mereka yang sembahyang agar tahu harus mendoakan apa. Jadi kertas-kertas itu bukanlah hanya untuk sekedar dibakar saja. Masalahnya memang terletak di minimnya pengetahuan tentang arti doa yang tercetak di kertas tersebut. Ini adalah tugas bagi para pemuka dan penggiat kebudayaan tionghua.

- Intisari pendoaan adalah niat/intensi dan devosi/iman. Jadi, kurang berguna bagi anda untuk hanya melafalkan sebuah doa dalam bahasa yang anda tidak mengerti. Kalau memang serius, ada baiknya anda mencari tahu arti dari doa yang anda lafalkan.

- Tujuan sebenarnya dari ritual adalah pelatihan diri. Nianjing atau liamkeng misalnya, juga memiliki tujuan pelatihan diri. Nianjing adalah salah satu metode untuk melatih nafas dan dispilin. Jikalau ditambah dengan memahami maknanya, maka nianjing juga akan membantu melatih pemahaman.


 

- Contoh sebuah doa yang khusus untuk shenming tertentu:
九天應元雷聲普化天尊寶誥

至心皈命禮
Menghormat sepenuh hati dan berlindung sepanjang hayat (kepada Jiutian Yingyuan Leisheng Puhua Tianzun)
統臨三界
Membawahi dan mengatur tiga alam
掌判五雷 
Memiliki kewenangan penghakiman dengan lima petir
萬魔震怖於天威 
Laksa iblis gementar ketakutan karena wibawa langit
諸將肅承於帝命 
Semua panglima (langit) agar melaksanakan perintah dengan taat dan tegas
鳥妖蛇孽難當霹靂之轟 
Siluman burung dan ular beludak pun sulit menangkis sambaran petir
邪術巫風敢犯延猷之考
Para praktisi kekuatan gaib jahat, perdukunan yang berani melanggar atau merencanakan kejahatan akan diselidiki dan dihukum
大悲大願 大聖大慈
Maha Pengasih, Maha Pengkarunia, Maha Suci, Maha Penyayang,
九天應元雷聲普化天尊
Jiutian Yingyuan Leisheng Puhua Tianzun

- Contoh lain doa yang bersifat sumpah atau janji:
《觀世音菩薩发愿偈》
Sumpah kepada Guanshiyin Pusa

南無大悲觀世音 愿我速知一切法
Terpujilah Guanshiyin yang Maha Pengasih, aku bersumpah untuk segera memahami dharma seutuhnya.
南無大悲觀世音 愿我早得智慧眼
Terpujilah Guanshiyin yang Maha Pengasih, aku bersumpah untuk segera memiliki pandangan kebijaksanaan.
南無大悲觀世音 愿我速度一切众
Terpujilah Guanshiyin yang Maha Pengasih, aku bersumpah untuk segera menyeberangkan seluruh makhluk.
南無大悲觀世音 愿我早得善方便
Terpujilah Guanshiyin yang Maha Pengasih, aku bersumpah untuk segera memiliki kebiasaan (perilaku keseharian) yang baik dengan leluasana (berbuat baik tanpa dibebani konsep pahala-karma).
南無大悲觀世音 愿我速乘般若船
Terpujilah Guanshiyin yang Maha Pengasih, aku bersumpah untuk segera menaiki perahu kebijaksanaan.
南無大悲觀世音 愿我早得越苦海
Terpujilah Guanshiyin yang Maha Pengasih, aku bersumpah untuk segera menyeberangi lautan penderitaan (samsara).
南無大悲觀世音 愿我速得戒定道
Terpujilah Guanshiyin yang Maha Pengasih, aku bersumpah untuk secepatnya mencapai pelaksanaan sila (pantangan), samadhi, dan Dao.
南無大悲觀世音 愿我早登涅盘山
Terpujilah Guanshiyin yang Maha Pengasih, aku bersumpah untuk segera mendaki gunung nirvana.
南無大悲觀世音 愿我速会无为舍
Terpujilah Guanshiyin yang Maha Pengasih, aku bersumpah untuk segera tinggal dalam Wu Wei (kebebasan dari pengkondisian).
南無大悲觀世音 愿我早同法性身
Terpujilah Guanshiyin yang Maha Pengasih, aku bersumpah untuk segera manunggal dengan Dharmakaya.
我若向刀山 刀山自摧折
Jika aku menghadapi gunung pedang, gunung pedang runtuh dengan sendirinya.
我若向火汤 火汤自枯竭
Jika aku menghadapi lautan api dan minyak mendidih, lautan api dan minyak mendidih padam dan mengering sendiri.
我若向地狱 地狱自消灭
Jika aku menghadapi neraka, neraka lenyap dengan sendirinya.
我若向饿鬼 饿鬼自饱满
Jika aku menghadapi preta, preta kenyang terpuaskan dengan sendirinya.
我若向修罗 恶心自调伏
Jika aku menghadapi ashura, pikiran jahat mereka tertundukkan dengan sendirinya.
我若向畜生 自得大智慧
Jika aku menghadapi binatang, mereka mendapatkan kebijaksanaan dengan sendirinya.

- Contoh soal kertas doa adalah Wangsheng Zhi 往生纸. Kertas doa ini biasanya dipakai dalam pendoaan dalam perkabungan. Praktek umum dari penggunakan kertas ini adalah: dibakar begitu saja.
Padahal sebenarnya, ada nilai mulia dari kertas doa ini. Penggunaan kertas doa Wangsheng Zhi yang benar adalah setiap helai kertas doa dibaca. Di kertas doa itu tertulis Wangsheng Zhou, yaitu sebuah doa pengharapan agar yang meninggal terlahir di tempat yang lebih baik. Dengan menerapkan praktek yang benar, helai per helai kertas dibaca, sebenarnya adalah praktek mengirimkan doa bagi yang meninggal. Tentu saja akan lebih baik apabila bisa mengerti makna dari doa Wangsheng Zhou itu.

Jika memang sudah tidak bisa lagi membaca ataupun mengerti, maka setiap helai dibaca:
Namo Amituofo, semoga "....." terlahir kembali di tempat yang lebih baik.

Doa seperti itu sangatlah berguna walaupun sederhana dan tidak lagi membaca Wangsheng zhou karena banyak sebab (kendala bahasa, persekusi budaya jaman dulu).

Terlampir contoh kertas Wangsheng Zhi, banyak varian kertas ini. Tetapi inti dari kertas ini adalah doa Wangsheng Zhou


Jikalau praktek membakar begitu saja bisa menghabiskan banyak kertas doa, maka praktek dibaca perhelai secara alamiah akan membatasi jumlah kertas yang dibakar.

- Menaruh altar di rumah, carilah posisi yang baik. Dan altar harus mendapatkan cahaya matahari walaupun cuma beberapa saat dalam sehari. Jadi taruhlah altar di tempat yang dekat dengan jendela. Hal ini juga berfungsi untuk menjaga sirkulasi udara yang sehat. Bagaimanapun juga asap dupa yang berlebihan akan mengganggu kesehatan.

- Waktu 'terbaik' untuk berdoa adalah di pagi hari. Setelah mandi membersihkan diri dan menikmati sarapan pagi. Jangan khusus berdoa di waktu malam sekali. Di atas jam 8 malam sudah bukan lagi waktu yang baik untuk berdoa secara rutin. Kecuali memiliki tujuan tertentu. Malam hari kondisi jasmani dan rohani sudah menurun. Dengan asumsi hidup normal, beraktivitas seiring terbitnya matahari. Kondisi jasmani dan rohani yang menurun, sudah lelah, menyebabkan berdoa malah lebih merugikan. Tenaga yang dibutuhkan menjadi semakin besar, dan seolah memaksakan kondisi. Karena lelah juga, hal ini bisa memicu keinginan batin yang tidak wajar. Mengalami halusinasi dan delusi.

- Ada alasan jelas kenapa ujung bara hio berada tepat segaris dengan titik tengah di antar kedua alis mata. Yaitu merangsang titik xuanqiao atau yintang. Hal ini terlepas dari berbagai konsep posisi hio dalam kepercayaan rakyat.

 

Oleh : Pengelana Mimpi

 

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya TionghuaFacebook Group Budaya Tionghoa

Last modified onTuesday, 23 July 2013 12:01
Rate this item
(12 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/3643-sedikit-tentang-tata-cara-sembahyang-orang-tionghoa

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto