A+ A A-

Kronologis Hubungan Tiongkok dan Indonesia serta Arus Migrasi (2)

  • Written by  Ardian Cangianto
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net|Berdasarkan catatan kronik “Han Awal” bab  “Catatan Geografi” 前漢書 地理志, pada masa pemerintahan Kaisar Sundi tahun pemerintahan Yongjian ke-6 ( 131 ) dituliskan bahwa ada utusan dari kerajaan Yetiao 葉調. Ini menandakan sudah ada hubungan diplomasi antara dinasti Han (202 BCE – 220 CE) dengan kerajaan Yetiao 葉調國 atau yang dikenal dengan sebutan lain Java Dvipa.

Dalam catatan yang sama, selain dengan Pulau Jawa, juga dicatat Kalimantan 婆羅洲 sebagai salah satu alternatif pelayaran menuju India Selatan. Selain itu adalah “Kronik Han Berikut” bab "Catatan Yi Timur" 後漢書東夷列傳 dituliskan bahwa orang Provinsi Fujian sudah bermigrasi hingga ke Sumatra. Catatan Yang Fu 楊孚 yang terbit pada masa pemerintahan Kaisar Jingdi 景帝 (76-88) menuliskan adanya kata Funan 扶南 dan pada peridode Tiga Negara  (220-280), kerajaan Dong Wu 東吳 sudah menjalin hubungan perdagangan resmi dengan Funan 扶南 yang mengontrol wilayah Semenanjung Malaya dan Malaka.

Pada masa dinasti Jin Timur 東晉 (317-420 CE)seorang bhiksu Buddhist bernama Fa Xian 法顯 yang dalam perjalanannya dari Srilanka kembali ke Tiongkok terhadang badai dan terdampar sampai kerajaan Ye Po Ti 耶婆提 (Sumatera tapi ada yang beranggapan Pulau Jawa). Beliau tinggal kurang lebih 100 hari lamanya kemudian kembali ke Guang Zhou Tiongkok dengan menaiki kapal niaga yang berisi kurang lebih 200 orang. Tulisan Fa Xian ini menunjukkan bahwa sudah ada pelayaran dan interaksi antar warga Tiongkok dengan warga Nusantara.

Photo courtesy of Wikipedia

Pada abad ke lima, masa dinasti Utara Selatan 南北朝, pada masa pemerintahan Kaisar Song Wendi Liu Yilong 宋文帝 劉義隆 (407-453) sudah mencatatkan adanya enam kali pengiriman utusan dari Shepo 闍婆國 yang menunjuk Pulau Jawa. Hingga dinasti Sui (581-619) , sebutan untuk Pulau Jawa adalah Shepo.

Dalam kronik Tang baru maupun lama 新舊唐書, Pulau Jawa disebutkan berkali-kali dan nama kerajaan di Pulau Jawa adalah Kalinga 訶陵國 dan dicatatkan adanya pengiriman utusan dari Kalinga sebanyak tujuh kali. Selain Kalinga yang disebut dalam kronik Tang baru dan lama, juga disebut kerajaan Poli 婆利國 yang ada di Kalimantan. Kronik dinasti sebelumnya, Kronik Liang dan Sui 梁書 隨書 juga menulis hal yang sama tentang Kalimantan.

Pada masa dinasti Tang (618-917) , ada seorang bhiksu bernama Yijing 義淨 (635-713 ) menuliskan perjalanannya mencari kitab suci berjudul “Kisah Bhiksu Agung dari Tang ke Semenanjung India Memohon Dharma” (大唐西域求法高僧轉 ). Masa itu kerajaan Sriwijaya memiliki pelabuhan penghubung untuk menuju India, bhiksu Yijing berkali-kali ke India melalui jalur laut dan singgah di Sriwijaya berkali-kali, totalnya beliau tinggal di Sriwijaya selama 12 tahun  dan selain itu ada juga bhiksu dari Tiongkok yang sudah menetap lama di sana. Dalam buku yang dituliskan oleh Yijing, selain beliau juga ada beberapa bhiksu yang melalui jalur laut menuju India, antara lain adalah Mingyuan 明遠, Yixuan 義玄, Yilang 義郎.

Kronik Song 宋史 bab 469 “Kisah Sambo Jaya” ( 三佛齐傳 ) tentang kerajaan Sriwijaya di Sumatra dan Syailendra di pulau Jawa, tertulis terjadinya hubungan diplomatic antara Tiongkok dengan kerajaan yang ada di Nusantara itu lebih dari 20 kali. Dalam Kronik Song juga dituliskan pedagang dari Tiongkok ada di Shepo 闍婆 ( pulau Jawa ) dan diperlakukan dengan baik. Pada masa peralihan dinasti Tang dan Song, Kalimantan juga disebut Boni 渤尼 dan utusan dari Boni yang mengunjungi Tiongkok pada masa dinasti Song tercatat dalam kronik Song.

Pada masa Song Utara (960-1127), Zhuyu 朱彧 menulis “Membicarakan Pingzhou” (萍州可談). Di bab 2 buku tersebut, kita bisa mengetahui bahwa sudah ada orang-orang dari “Lautan Selatan” 南洋 (Asia Tenggara) yang tinggal di Guangzhou hingga lima generasi dan juga ada orang Tiongkok yang bermukim di Asia Tenggara.

Pada masa dinasti Song selatan (1127-1279) Zhou Qufei 周去非 menulis buku hasil kompilasi yang berjudul “Jawaban Dari Luar” (岺外代答) yang isinya menuliskan tentang negara-negara di Lautan Selatan. Zhao Rushi 趙汝適 (1170-1231) mengkompilasi dari berbagai catatan yang ada dan hasil kompilasinya diberi judul “Catatan Seluruh Orang Asing” 諸蕃志, isinya menuliskan perdagangan dengan berbagai bangsa yang ada masa itu juga termasuk dari Jawa, Sumatra dan Kalimantan.

 

( bersambung )

 

Daftar Pustaka :

朱傑勤,東南亞華僑史,中華書局

 

(Lihat bagian 1 & bagian 3)



Oleh : Ardian Cangianto

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya TionghuaFacebook Group Budaya Tionghoa

Last modified onSaturday, 10 August 2013 06:57
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/3661-kronologis-hubungan-tiongkok-dan-indonesia-serta-arus-migrasi-2

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto