A+ A A-

Sebuah Meongan dari Balik Tirai Bambu - Kumpulan Mitos dan Legenda Kucing dari Negeri China (2)

  • Written by  Henry Soetandya
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email
ASAL USUL KUCING (Versi 2)
KUCING AND THE MASTER OF THE UNIVERSE

Budaya-Tionghoa.Net | Dikala usia bumi masih sangat hijau, tersebutlah satu bangsa yang menjadi pilihan dewa. Bukan, yang dimaksud bukan bangsa Israel. Bukan pula bangsa Arab, Yunani & apalagi bangsa Galia. Melainkan bangsa kucing! Ya, rupanya para dewapun kepincut juga dengan mahluk imut yang satu ini Hingga kepada merekalah dikaruniakan akal budi & kemampuan berbicara.

Celakanya kucing ini ternyata malaaaas sekali. Alih-alih mengembangkan talentanya demi kesejahteraan mahluk lain, kerja mereka sehari-hari malah cuma makan-main-tidur saja (persis penulis artikel ini). Sudah berkali-kali dewa memperingatkan mereka. Namun setiap kali itu pula kucing selalu mencari-cari alasan untuk menutupi kemalasannya. Sampai pada suatu hari, dewata sudah benar-benar jenuh dengan alasan mereka & memberikan ultimatum terahirnya, ”Hei cing, kami memasrahkan dunia ini pada kalian, maksudnya supaya diurus, agar semakin baik. Bukannya malah tidur-tiduran melulu begitu!”

”Oh jadi ceritanya dewa mau nyabein kami nih?” ujar seekor kucing sambil cengar-cengir.
”Daripada dicabein mending kasih cendol aja deh gan” timpal kucing lainnya.
“Tutup mulut kalian!” bentak sang dewa murka, “Ini bukan masalah cabe ato cendol! Tapi kemalasan kalian memang sudah keterlaluan! Pokoknya sekali lagi kalain tak mengindahkan peringatan kami, maka akal budi & kemampuan berbicara kalian akan dicabut!”

Mendengar peringatan keras dari sang dewa, kucing-kucing segera berembuk. Tak berapa lama kemudian, seekor kucing betina yg bertindak sebagai pemimpin membacakan kesinpulan mereka. "Maaf beribu maaf o’ dewa yang agung. Tapi memang beginilah watak kami; suka tidur & bermain2 sepanjang hari. Jadi kalau dewa memang mau mencabut talenta kami & memberikannya pada yg lebih berhak, kami pikir memang itulah yg terbaik.”

Si kucing betina baru mau menyelesaikan kalimatnya ketika kucing lainnya menowel2 ekornya. Sadarlah ia bahwa ada resumenya yang terlewat. "O, iya maaf dewa yang agung. Tapi kalau boleh usul, bagaimana kalau talenta kami ini diberikan pada manusia saja. Sebab sepanjang sepengetahuan kami, merekalah mahluk yang paling baik & rajin di muka bumi ini.”

Para dewa manggut-manggut mendengar ketetapan hati para kucing. Dengan sekali kibasan tangannya, maka punahlah kemampuan berpikir & berbicara yg dimiliki kucing. Sebaliknya kini manusia menjadi mahluk yang termulia diatas dunia ini.....

 
ASAL USUL KUCING DI CHINA VERSI HISTORIS (Versi 3)
DARI KONG HU CU SAMPAI BIKSU TONG

Catatan bangsa Barat menyebutkan, kucing didatangkan ke China oleh pedagang Romawi sekitar tahun 200 SM. Kucing-kucing yang dibawa ke China ini diperkirakan berasal dari Mesir
Namun begitu, pernyataan ini jelas mengundang tanda tanya besar. Mengingat kata ”kucing” ternyata sudah ada dalam literatur-literatur yang ditulis jauh sebelum tahun 200 BC (*). Misalnya dalam bab ke 11 dari Kitab Upacara (Liji), yg berjudul Jiaotesheng. Disana disebutkan; bahwa kaisar jaman dulu sering memberi persembahan pada dewa kucing. Sebab mereka dianggap berjasa memberantas tikus. (Kitab Upacara merupakan salah satu dari 5 kitab klasik dalam ajaran Kong Hu Cu)

Jalan tengahnya, ada yang berargumen bahwa kucing yang disebutkan dalam literatur klasik adalah kucing liar. Sedangkan yang dibawa oleh pedagang Romawi adalah kucing rumahan.
Pendapat lain mengatakan kucing rumahan pertama kali dibawa ke China oleh Bikshu Tong Sam Cong (Tang Xuanzang - pinyin). Konon, bikshu suci ini menggunakan kucing untuk melindungi kitab suci yang diambilnya dari India agar jangan dimakan tikus. (Yeah, siapa juga yang butuh kera sakti kalo ada kucing)

Bila teori kucing berasal dari Romawi diatas saja sudah diragukan kebenarannya, maka teori kedua ini jelas lebih konyol lagi. (Bikshu Tong mengadakan perjalanan ke Barat /India pada abad ke-7 Masehi) Yang mungkin lebih masuk akal adalah bila sang biksu memperkenalkan ras kucing baru kenegaranya (itupun kalo benar beliau membawa kucing dalam perjalanannya).

 

(Bersambung ke bagian 3)

Dikompilasi dan diterjemahkan oleh Henry Soetandya

 

Referensi :
-Dennis C.Turner, Paul Patrick Gordon (2000). The Domestic Cat; The Biology of its Behaviour. Cambridge University Press. (Hal 186)
-Science Vol 19. No. 470, Feb. 5, 1892 (Hal 73-74)
-Arden Moore. Planet Cat; a Cat alog. Houghton Mifflin Harcourt.
-Katherine M Ball (2004). Animals motifs in Asian Arts. Hal 151
-Joanne O Brien, Kwok Man Ho. Chinese Myth and Legends.
-Frederick H. Martens (1921)The Chinese Fairy Book
-Bao Gong An (novel dinasti Ming). Terjemahan Melayu; Chrita Dulu Kala Bernama; 5 Ekor Tikus Mengacho di Kota Kia Seah (1932)
-Tianfei Niangma Zhuan (novel dinasti Ming)
-Li Ji (Kitab Upacara). Terjemahan Inggris; James Legge. (1885) Sacred Book of The ---Erast Vol XXVII; Li Ki. Clarendon Press

http://www.thegreatcat.org/.../
http://www.ancient.eu.com/article/466/
http://en.wikipedia.org/wiki/Cultural_depictions_of_cats...
http://cat.lifetips.com/.../cats-in-ancient-china.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Jiangshi
http://www.baike.com/wiki/%E5%B1%95%E6%98%AD

Catatan admin :
Kucing berasal dari Mesir, dan kucing berburu pendek diperkirakan dibawa ke Tiongkok kurang lebih 500 tahun SM, dan pada masa Dinasti Song telah menjadi peliharaan yang populer. (the-cat-guide.com/history-of-cats)

 

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya TionghuaFacebook Group Budaya Tionghoa

Last modified onThursday, 14 November 2013 10:21
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/3696-sebuah-meongan-dari-balik-tirai-bambu-kumpulan-mitos-dan-legenda-kucing-dari-negeri-china-2

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto