A+ A A-

Kisah Dibalik Peribahasa Tiongkok Populer (1)

  • Written by  Henry Soetandya
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

1. ORANG TUA DI PERBATASAN KEHILANGAN KUDANYA

Pinyin : Sai weng shi ma 塞翁失马

Makna: Kesialan mungkin adalah keberuntungan yang tertunda. Demikian pula sebaliknya.

Diperbatasan Kerajaan Han & Xiongnu, hiduplah seorang peternak kuda tua bersama keluarganya. Suatu hari, tetangganya datang mengabarkan bahwa salah satu kudanya yang terbaik telah hilang. Si kakek hanya tersenyum, "Ah tidak apa-apa, mungkin ini tandanya aku akan memperoleh keberuntungan esok hari," jawabnya santai. Ternyata benar, tak lama kemudian kuda itu kembali. Bahkan ia membawa kuda lain yang tak kalah cantiknya.

Tetangganya kembali menemui si kakek untuk mengucapkan selamat. Tapi orang tua itu justru mengeluh, "Uh...kuharap ini tidak akan mendatangkan keburukan bagi keluargaku."  Lagi-lagi ramalan si kakek jitu! Beberapa hari kemudian putranya patah tulang gara-gara jatuh dari kuda baru itu.

Ketika para tetangga datang menjenguk, si kakek menyambut sambil tertawa riang.  Mereka semua terheran-heran, sekiranya pak tua ini sudah jadi pikun. Tak berselang lama, datanglah dekrit kekaisaran yang mewajibkan para pemuda untuk mengikuti wajib militer. Beruntunglah putra si kakek sedang patah tulang, sehingga ia terbebas dari tugas bela negara ....

 

2. MENGHILANGKAN LAPAR DENGAN MENGGAMBAR KUE

Pinyin: Hua bing chong ji 画饼充饥

Makna: Omongan & khayalan semata tidak akan membawamu kemana-mana.

Kaisar bertanya pada Lu Yu, "Bagaimanakah seharusnya Zhen (aku) memilih pejabat?"

"Paduka seharusnya jangan memilih mereka yang suka mengenyangkan perut dengan menggambar kue."

 "Apa maksud Qing?" (Qing/keng = cara kaisar menyebut menterinya)

"Maksud Chen (hamba) adalah, banyak orang yang enak bicaranya atau muluk-muluk janjinya. Sayang orang seperti ini biasanya tidak becus bekerja," cetus Lu Yu lugas. Kaisar memuji kebijaksanaan menterinya itu.

Sumber : http://blog.artron.net/attachment/201202/22/552450_1329884593Fu49.jpg

3. MEMANAH SEPASANG RAJAWALI

Pinyin : Yí jian shuang diao 一箭双雕

Makna: Mendapat 2 keuntungan dengan satu tindakan. (Sekali merengkuh dayung 2-3 pulau terlampaui.)

Zhangsun Sheng diutus Kaisar Zhou Utara mengantar putrinya yang akan menikah dengan Khagan (raja) Bangsa Tujue. Khagan Tujue rupanya  sudah lama mendengar kelihaian memanah Zhangsun. Iapun menyambutnya dengan hangat & mengajaknya berburu.

Ketika mereka melihat sekawanan rajawali di angkasa, Sang Khagan menantangnya,"Tuan Zhangsun, aku mendengar panahmu tak pernah meleset barang sekalipun. Kalau tak keberatan tunjukkanlah kemahiranmu padaku!" Zhangsun Sheng mengatupkan tangannya memberi hormat. Kemudian ia merentangkan busurnya, dan "SWEEESSSS!" Dalam sekejap saja dua rajawali sudah teraste dengan satu anak panahnya. Khagan Tujue bertepuk tangan memuji kehebatan pemanah ulung itu.

Catatan:Peribahasa ini mungkin mengingatkan anda dengan cerita silat kenamaan karya JinYong: Pendekar Pemanah Rajawali. Bukan hanya judulnya yang mirip, sosok Zhangsun Sheng pun sebenarnya memiliki kesamaan dengan Kwee Ceng.  Zhangsun Sheng sempat lama tinggal di Tujue,sebelum ia kembali ke China & balik memerangi Khagan Tujue. Demikian pula Kwee Ceng yang dibesarkan di Mongol, tapi akhirnya justru menjadi duri dalam daging bangsa barbar tersebut.

 

4. BERMAIN QIN DIHADAPAN SAPI

Pinyin  : Dui niu tan qin 对牛弹琴

Makna : Berkata/menulis sesuatu yang tak sesuai dengan audiens/pembacanya pasti tak akan diindahkan. (Diibaratkan dengan kerbau yang tak mengerti musik)

Gong Mingyi adalah pemusik yang handal. Suatu pagi ia melihat sapi betina sedang merumput di dekat rumahnya. Dasar narsis & selalu ingin eksis, Mingyi segera mengambil qin & memainkan melodi pamungkasnya dihadapan hewan itu (qin=sejenis kecapi). Tapi sapi tetaplah sapi, mana tahu dengan yang namanya musik. Ia hanya melenguh sekali, buang hajat & ngeloyor pergi

 

5. KUCING MENANGISI TIKUS

Pinyin  : Mao ku laoshu 猫哭老鼠

Makna : Pura-pura simpati dengan kesusahan orang lain. (air mata buaya)

Si meong terisak-isak di pojokan rumah. Ketika teman-temannya bertanya kenapa, ia menjawab, "Hu hu hu, aku sedih karena si tikus sedang tertimpa musibah ...."

Serempak teman-temannya pun mengumpat, "GOMBAL!"

Ya, sejak dulu mana ada kucing yang berempati pada tikus. Mereka lebih senang menjadikan hewan pengerat itu sebagai mainan, atau bahkan pengisi perutnya.

 

6. AUMAN SINGA DARI HEDONG

Pinyin : Hedong shi hou 河东狮吼

Makna: Wanita yang amat judes.

Chen Jichang alias Tuan Longqiu adalah seorang tepelajar yang senang berkawan. Ia  memperistri seorang gadis dari Hedong bernama Liu Yue'e (Liu Yuehong). Parasnya memang rupawan, sayang wanita ini galaknya minta ampun. Apalagi bila teman Jichang datang ke rumah mereka dengan membawa geji (biduanita), maka Yue'e akan memukul-mukul tembok & menjerit-jerit tak karuan.  Ia juga sering menghukum suaminya berlutut di kolam cucian, sambil memaki-makinya.

Sobat Jichang yang bernama Su Dongpo geli dengan rumah tangga mereka.

Ia menulis sajak:

"Temanku Si Tuan Longqiu
Ia gemar membicarakan langit & bumi seharian
Tiba-tiba terdengar auman Singa Betina dari Hedong
Nyalinya langsung ciut, sampai tongkatnya lepas dari genggaman"

Sejak itu Hedong shi hou (Auman singa betina dari Hedong) menjadi sebutan bagi wanita galak. Sementara Jichang complex (Jichang zi pi  季常之癖) adalah sinonim bagi lelaki takut istri.

 

7. DONGSHI MENIRUKAN SI CANTIK MENGERNYIT

Pinyin : Dong Shi xiao pin 东施效颦

Makna: Orang yang meniru tidak pada tempatnya, akhirnya justru dipermalukan.

Pada jaman Musim Semi Dan Musim Rontok (Chun-qiu) hiduplah seorang dara jelita bernama Xi Shi. Tak peduli seberapa kumal pakaian yang dikenakannya, semua orang tetap mengaguminya. Di desa yang sama, hiduplah seorang wanita buruk rupa bernama Dong Shi. Tiap hari ia merias wajahnya selama berjam-jam & mengenakan gaun yang termahal. Tapi toh akhirnya ia tetap diacuhkan orang.

Suatu hari Xi Shi merasa dadanya amat perih. Ia mengernyitkan dahi & membekap dadanya menahan sakit.  Setiap orang yang melihat ini langsung mendekati Xi Shi & menanyakan kondisinya. Dong Shi yang kebetulan lewat ternyata ingin jadi pusat perhatian juga.  Serta merta iapun menirukan gaya Xi Shi & pura2 mengerang kesakitan. Alih-alih dihampiri berondong ganteng, orang2 di jalan malah lintang pukang ketakutan. Mereka berteriak,"Awas! Ada siluman kesurupan!"

 

8. SI ENDUT HUAN DAN SI KURUS YAN

Pinyin : Huanfei Yanshou 環肥燕瘦

Makna: Bermacam-macam tipe kecantikan

Yang Yuhuan (Yang Guifei) adalah selir Kaisar Minghuang yang terkenal montok. Ia menjadi 1 dari 4 wanita tercamtik di China. Adapula Zhao Feiyan, selir Han Chengdi yang amat langsing. Namanya juga melegenda karena kecantikannya. Sesungguhnya kecantikan/ketampanan memang subyektif bagi setiap orang. Maka janganlah berkecil hati bila kau merasa gemuk, atau malah kutilang; terlalu hitam, atau malah pucat.

Catatan:Peribahasa ini sering dikonotasikan negatif. Maklum, penggunaannya banyak dipakai di tempat prostitusi. Dengan kata lain sang germo ingin sesumbar, "Segala yang anda cari ada disini."

 

Oleh : Henry Soetandya
https://www.facebook.com/groups/cersildejia/permalink/739672616101133/

 
Bersambung ....

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya TionghuaFacebook Group Budaya Tionghoa

Last modified onWednesday, 19 November 2014 05:47
Rate this item
(2 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/3762-kisah-dibalik-peribahasa-tiongkok-populer

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto