A+ A A-

Menjelajahi misteri ciamsi dan pwa pwee ( bag.2 tamat )

  • Written by  Ardian Cangianto
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Ciamsie dan Pwapewe Sebagai Sarana Kehidupan dan Komunikasi

                Pada umumnya sebagian besar masyarakat Tionghoa dan juga para penganut kepercayaan Tionghoa tidak mengetahui secara jelas apa yang dimaksud dengan ciamsi 籤詩dan kiuciam/ qiuqian 求籤. Ciam artinya adalah batang bambu yang digunakan untuk divination. Kiu ciam adalah “memohon ciam” dan ciamsie adalah kertas hasil ciuciam yang isinya syair-syair.

 

                Ciamsie簽詩maupun pwapwee ( sekarang ini disebut 擲筊 ) berasal dari peramalan purba. Pada jaman dahulu di Tiongkok ada tiga metode dan alat peramalan. Pertama adalah metode mengamati langit dan perubahan alam maupun manusia[1] , kedua adalah dengan bahan yang berasal dari binatang[2], ketiga dengan menggunakan bahan dari tumbuhan. Pwapwee awalnya adalah peramalan dengan menggunakan kerang kemudian dilempar untuk mendapat jawaban ya, tidak atau ragu-ragu ( terserah ). Sedangkan ciamsie berasal dari metode menggunakan tumbuhan atau batang rumput[3] . Ilmu ramal yang pertama itu berkembang menjadi ilmu bentuk xiangshu 相術. Ciamsie dan pwapwee dipercaya berasal dari yijing tapi untuk ciamsi mengalami proses perubahan yang panjang. Dari sekedar melempar dan memisahkan kemudian menjadi suatu metode divination yang kita kenal sekarang ini.  Dengan kata lain, pwaapwee maupun ciamsie adalah penyederhanaan metode divination 卜卦. Pwapwee dan ciamsie ini selain ada di kelenteng Taoisme juga ada di banyak vihara Buddha Mahayana Tiongkok dan berkembang meluas di berbagai negara di Asia Timur.

 

Figure 1. Ciamsie di kuil Senko ji, Tokyo, Jepang.

Pwaa pwee adalah dialek Minnan dimana sebenarnya dalam aksara mandarin adalah  babei跋貝 yang berarti memutar atau menarik kerang. Contoh foto di bawah adalah alat pwapwee dari kuningan yang berbentuk kerang. Penulis melihat alat ini di kelenteng di kota Singkawang.

 

Dalam荊 楚 歲 時 記[4] sudah mencatat setelah panen para petani menggunaan pwapwee untuk meramalkan hasil panen tahun depan. Juga dalam Taiping Yulan 太平禦覽 yang ditulis pada jaman Song mencatat penggunaan pwapwee. Dengan melihat ini maka pwaa pwee sudah berkembang sejak jaman purba hingga sekarang. Pwaapwee ini selain untuk divination adalah untuk berkomunikasi dengan alam lain.  Jika melempar pwapwee maka akan terjadi beberapa kemungkinan. Probilitas itu berdasarkan konsep yinyang dan he 和 ( harmonis ) dalam falsafah Tiongkok.

Posisi pwee

Arti

Sebutan

Dua telungkup

Tidak disetujui.

yinbei陰貝陰筊 wubei bopwee  無杯 nubei 怒杯 ( marah )

Dua terlentang

Bisa ya atau bisa tidak. Tidak memberikan jawaban yang pasti

yangbei陽貝陽筊 xiaobei 笑杯 ( tertawa )

Satu terlentang satu tertutup

Ya, pasti, disetujui

Sheng bei 聖貝 聖筊

Salah satu atau dua-duanya berdiri ( tanpa bersender pada apapun )

Akan terjadi hal yang mengejutkan (umumnya mujizat  ) 

Lijiao 立筊

Prosedur untuk pwapwee :

  1. Usahakan untuk berpantang dahulu, bisa  vegetarian atau chishu 吃素 minimal satu hari sebelum bertanya.
  2. Bersihkan diri sebelum bertanya. Bisa dengan membasuh muka, tangan. Jika memungkinkan mandi dan keramas serta buang kotoran kira-kira 1 jam sebelum bertanya.
  3. Pakai pakaian yang sopan dan pantas. Karena anda hendak menghadap dewata yang anda hormati.
  4. Sembahyang terlebih dahulu. Jika kondisi ekonomi mampu ( kelas menengah ke atas ) gunakan dupa yang baik, bukan dupa bubuk gergaji yang disemprot dengan parfum.
  5. Tenangkan diri selama beberapa menit, heningkan pikiran sebelum bertanya. Lebih baik lagi jika memanjatkan gatha atau pujian untuk dewatanya 寶誥. Tujuannya adalah “penyatuan diri”.
  6. Pweenya diputar di pendupaan 過爐. Tujuannya adalah “purifikasi” alat pwapwee dan asap dupa dipercaya sebagai alat untuk menyampaikan keinginan.
  7. Sebut nama, tanggal lahir, alamat dengan lengkap kemudian pertanyaan harus jelas.
  8. Gunakan pwee yang baik dan tidak cacat.

Beberapa hal penting yang harus diingat atau hindari :

  1. Mulut yang kotor saat mau bertanya. Misalnya jangan merokok. Jika merokok maka harus kumur terlebih dahulu.
  2. Jangan memaksa jawaban yang sesuai dengan keinginan kita.
  3. Saat memasuki area altar, jangan bercakap-cakap yang tidak perlu pada orang lain. Fokus pada tujuan.
  4. Jangan gunakan pwee dari plastik dan pwee yang cacat.
  5. Jangan meminta orang lain yang melemparkan kecuali tidak percaya atau berhalangan.
  6. Tidak boleh lebih dari tiga kali  pwapwee untuk satu pertanyaan atau permasalahan.
  7. Jangan bertanya hal-hal yang tidak perlu atau penting.

Untuk pwapwee tidak hanya digunakan untuk mendapat jawaban atas permasalahan juga bisa digunakan untuk “komunikasi” dengan alam lain. Misalnya saat melakukan ritual untuk leluhur bisa digunakan. Tapi jangan gunakan pwee untuk komunikasi dengan alam leluhur tapi gunakan koin uang. Hal ini terkait dengan konsep energy manusia atau 人氣 yang mengandung unsur yang.

Ciamsie tidak serta merta lahir begitu saja tapi melalui proses yang amat panjang. Awal mulanya adalah metode yizhan  yang menggunakan batang-batang rumput. Metode ini tidak sederhana, kemudian pada masa dinasti Qin Mugong ada ramalan tentang nasib kerajaan Qin 秦讖. Awal dinasti Han  populer ramalan yang berdasarkan kitab-kitab klasik. Istilah itu adalah chenwei  讖緯. Menurut Li Zhonghua, wei  itu meliputi hou 侯, tu 圖 dan chen  讖. Hou membahas metode divination, tu terkait numerology dan chen terkait dengan nubuat. Chen pada umumnya mengatas-namakan dewata. Salah satu contoh chen yang dicatat dalam Shiji adalah ramalan Lu Sheng 盧生 :“dinasti Qin akan hancur oleh Hu ( 亡秦者胡也 )” . Ramalan ini membuat Qin Shihuang menghabiskan sumber daya militer dan ekonomi untuk menghancurkan bangsa Xiongnu 匈奴, membangun tembok raksasa untuk mencegah invasinya. Akhirnya dinasti Qin runtuh  oleh kebodohan pewaris Qin Shihuang sendiri yang bernama Hu Hai 胡亥. Semua itu pada umumnya menggunakan syair tapi ada juga yang menggunakan diagram maupun gambar. Salah satu yang terkenal adalah ramalan “gambar menggosok punggung” 推背圖 yang ditulis oleh Yuan Tiangang 袁天罡 dan Li Chunfeng 李淳風 pada dinasti Tang. Ramalan ini sampai sekarang masih beredar dan banyak yang percaya keakuratannya. Ramalan yang berbentuk syair yang terkenal adalah “Nyanyian memanggang kue” 燒餅歌 yang dibuat oleh Liu Bowen 劉伯溫 pada dinasti Ming. Kedua ramalan itu adalah ramalan masa depan dunia dan Tiongkok dan hingga kini memberikan pengaruh yang cukup mendalam. 

Pada masa dinasti Han, Dongfang Shuo 東方朔membuat satu kitab “metode catur sakti” 靈棋經. Metode peramalan ini jauh lebih sederhana dibandingkan dengan metode yizhan. Caranya dengan menulis kata “atas”, “tengah” dan “bawah” 上中下 masing-masing empat buah pada kayu cendana atau kayu zao yang dibuat seperti biji catur pada satu sisi, sisi yang tidak ditulis disebut man 鏝 dan memiliki 125 kemungkinan jawaban. Kemudian mengocoknya dan membariskan. Setelah itu dari hasil yang didapat dicari padanannya pada kitab tersebut. Jawaban yang muncul semua adalah syair yang harus ditafsir.  Metode ini yang menjadi dasar perkembangan ciamsi nantinya.

Semua proses ini kemudian melahirkan ciamsie yang digunakan di kelenteng-kelenteng sebagai sarana untuk menjawab pertanyaan atau permasalahan umat-umatnya oleh dewata. Diperkirakan pada masa akhir dinasti Tang mulai berkembang kemudian meluas pada periode selanjutnya. Salah satu catatannya  adalah perdana mentri Lu Duo Sun 盧多遜 ( 934-985 ) yang meminta ciamsie di Yunyang daoguan 雲陽道觀, di Zhuzhou 株洲.  Selain itu pada dinasti Song, pejabat bernama Zhang Tangying 張唐英 juga menulis tentang ciamsi kelenteng Yuaxia Laoren 月下老人祠di kota Hangzhou. 

                Ciamsie menggunakan beberapa pakem terutama dalam jumlah ciamsie. Tulisan di atas menulis bahwa Dongfang Shuo membagi tiga tulisan yang diukir yaitu : tengah, atas dan bawah. Hal ini kemudian juga digunakan pada ciamsie tapi dengan pengulangan. Misalnya : atas atas 上上, bawah bawah 下下 dan tengah datar中平. Kadang kata kedua diganti dengan kata keberuntungan 吉. Ini terkait juga dengan konsep yinyang atau keseimbangan. Jika chenwei mengutip kitab-kitab klasik maka ciamsie juga mengutip berbagai kisah-kisah sejarah, mitos, tokoh atau juga ajaran-ajaran agama Tao maupun Buddhisme yang pada umumnya terdiri dari 7 kata atau lima kata dan empat baris kalimat. Syair-syair ini mengandung unsur pengajaran tentang sejarah, tokoh maupun ajaran agama. Sehingga ciamsie tidak hanya bisa dipandang sebagai alat untuk menjawab pertanyaan atau permasalahan tapi juga mengandung unsur pendidikan moral, sejarah, budaya, sastra bagi mereka yang meminta ciamsie. Ini adalah point penting yang harus diingat tapi sayangnya seringkali yang dibaca adalah penjelasan ciamsie itu bukan ajaran moral atau sejarahnya yang diperhatikan oleh mereka yang memohon ciamsie.

Pakem jumlah ciamsie :  

Jumlah

Kaitannya

28

28 rasi

36

36 lapisan langit

49

7 x 7. Kaitan dengan rasi bintang utara

60

60 jiazi ( pergerakan cabang langit dan ranting bumi 干支 )

100

Kesempurnaan 圓滿

108

36 lapisan langit dan 72 lapisan bumi.

120

Perkalian ganzhi干支

 

Umumnya ciamsie itu memiliki satu atau tiga ciamsie tambahan yang isinya adalah “denda”. Bisa berupa minyak, lilin atau denda lainnya. Jadi jika jumlahnya 49 maka memiliki satu atau tiga ciamsie tambahan sehingga totalnya bisa 50 atau 52 jumlahnya.

Ada dua cara untuk kiuciam / qiuqian, pertama adalah chouqian抽籤 dan kedua adalah yaoqian 搖籤. Chou qian adalah dengan menarik batang bamboo dari tempat ciamsie dan yaoqian adalah dengan menggoyang tempat ciamsie. Cara chou qian dapat dilihat di kelenteng Xingtian gong 行天宮 Taiwan. Selain menggunakan batang bambu, di Meizhou tempat kelahiran Tianshang Shengmu 天上聖母 metodenya dengan menggunakan pwapwee sebanyak tiga kali lemparan dan dilihat apakah yin yang dan sheng. Kemudian mengambil kertas ciamsie untuk mendapat jawabannya. Warna kertas ciamsie yang digunakan pada umumnya adalah tiga, yaitu : merah, putih dan kuning. Di sebagian Fujian dan Taiwan maupun Jepang menggunakan warna putih sedangkan di Guangdong dan berbagai daerah lainnya menggunakan warna merah maupun kuning.

 

 

Figure 2 bilah bambu ukuran besar

 

Figure 3chouqian

 

Figure 4bilah bambu ukuran kecil

 

Figure 5 qiuqian

 

 

 

Prosedur untuk kiuciam :

  1. Usahakan untuk berpantang dahulu, bisa  vegetarian atau chishu 吃素 minimal satu hari sebelum bertanya.
  2. Bersihkan diri sebelum bertanya. Bisa dengan membasuh muka, tangan. Jika memungkinkan mandi dan keramas serta buang kotoran kira-kira 1 jam sebelum bertanya.
  3. Pakai pakaian yang sopan dan pantas. Karena anda hendak menghadap dewata yang anda hormati.
  4. Sembahyang terlebih dahulu. Jika kondisi ekonomi mampu ( kelas menengah ke atas ) gunakan dupa yang baik, bukan dupa bubuk gergaji yang disemprot dengan parfum.
  5. Tenangkan diri selama beberapa menit, heningkan pikiran sebelum bertanya. Lebih baik lagi jika memanjatkan gatha atau pujian untuk dewatanya 寶誥. Tujuannya adalah “penyatuan diri”.
  6. Tabung ciamsie diputar di pendupaan 過爐. Tujuannya adalah “purifikasi” dan asap dupa dipercaya sebagai alat untuk menyampaikan keinginan.
  7. Sebut nama, tanggal lahir, alamat dengan lengkap kemudian pertanyaan harus jelas.

Beberapa hal penting yang harus diingat atau hindari :

  1. Mulut yang kotor saat mau bertanya. Misalnya jangan merokok. Jika merokok maka harus kumur terlebih dahulu.
  2. Jangan memaksa jawaban yang sesuai dengan keinginan kita.
  3. Saat memasuki area altar, jangan bercakap-cakap yang tidak perlu pada orang lain. Fokus pada tujuan.
  4. Jangan meminta orang lain yang mewakili kecuali tidak percaya atau berhalangan.
  5. Tidak boleh lebih dari tiga kali  ciamsie untuk satu pertanyaan atau permasalahan.
  6. Jika mendapat ciamsie buruk, sembahyang lagi mohon perlindungan. Kemudian bakar di kimlo 金爐 dengan kimcoa 金紙 atau siukim 壽金. Jangan dibawa pulang.
  7. Ciamsie baik boleh dibawa pulang atau disimpan di dompet.
  8. Jangan bertanya hal-hal yang tidak perlu atau penting.

Banyak orang bertanya melalui pwapwee atau ciamsie untuk hal-hal yang remeh temeh dan terkadang kita sudah tahu jawabannya. Contoh : jangan bertanya apakah lulus ujian sekolah jika malas belajar. Jangan bertanya apakah perempuan ini suka atau tidak tapi diri sendiri tidak berani mendatangi perempuan itu.

Ciamsie jenis lain yang cukup populer adalah ciamsie obat 藥籤, beredar luas di Tiongkok kemudian menyebar hingga ke berbagai kelenteng di luar Tiongkok. Dalam kanon Dao 道藏 ada daftar ciamsie obat, ini menunjukkan ciamsie obat berkaitan dengan Taoisme. Jaman dahulu, pengobatan adalah hal yang langka dan sulit. Sebagai contoh : menurut catatan sejarah, sejak dinasti Han hingga Tang akhir, jumlah tabib di provinsi Fujian tidak pernah lebih dari 20 orang. Sehingga masyarakat di provinsi Fujian dan Guangdong mendewakan tabib-tabib. Awalnya adalah altar untuk dewata pengobatan seperti Shennong 神農, Huatuo 華佗 dan Sun Simiao 孫思邈kemudian meluas hingga tokoh-tokoh pengobatan lain seperti Wu Tao 吳夲, Zhang Zhongjing 張仲景, Bian Que 扁鵲Para daoshi baik dari sekte Fulu maupun Danding 符錄 丹鼎 kemudian mencari  cara jitu untuk memberikan pengobatan pada masyarakat luas terutama masyarakat tidak mampu. Cara itu adalah menggabungkan ciamsie dengan resep obat.

Pada saat Chen Yuanguang 陳元 mengatur daerah Minnan, pengobatan adalah hal yang langka ditambah dengan masyarakat daerah itu percaya pada shaman 巫師 menjadikan kesehatan dan pengobatan adalah hal yang mahal bagi masyarakat Min. Walau dinasti Song sudah mendirikan akademi medis untuk mengisi kekurangan tenaga medis tapi tetap kekurangan terutama pada pronvisi Min Yue 閩粵 ( Fujian Guangdong ). Sejarah mencatat bahwa Cai xiang 蔡襄pejabat kota Fuzhou 福州menaruh daftar resep obat di depan kantornya dan menggabungkan metode ciamsie dengan resep obat.

Ciamsie obat berkembang dan bertahan hingga kini. Salah satunya yang bertahan hingga ribuan tahun adalah ciamsie obat di kelenteng Ciji 慈濟宮, Zhangzhou 漳州. Kelenteng Ciji adalah kelenteng induk ( pusat abu ) dari berbagai kelenteng yang menghormati Baosheng Dadi ( sinshe Wu Tao 吳夲 ) diberbagai wilayah Minnan, Taiwan dan penyebaran abunya meluas hingga ke Asia Tenggara. Dan di Semarang, ciamsie obat kelenteng Grajen maupun Welahan terkenal manjur. Dari ciamsie Baosheng Dadi dan Sanping zushi berkembang menjadi berbagai resep ciamsie dewata lainnya yang kadang dalam hidupnya dewa itu bukanlah tabib. Misalnya resep obat Guan Gong, Xuantian Shangdi, Guan Yin, Lu Dongbin dan lain-lainnya.

Banyak orang yang tidak paham bahkan sinis memandang resep-resep ciamsie obat, seolah-olah beranggapan berbahaya. Banyak penelitian mengenai ciamsi obat di Taiwan dan belakangan Tiongkok juga meneliti ciamsi obat. Baik dari segi antropologi, medis barat, pengobatan sinse, sosial budaya. Penelitian terhadap resep ciamsie obat Baosheng Dadi dan Sanping zushi 三平祖師 dilakukan oleh Akademi Pengobatan Tiongkok Fujian 福建中醫學院, menyatakan bahwa resep-resep itu tidak berbahaya. Hal ini disebabkan karena sistem pengobatan Tiongkok adalah holistic dan sifatnya berkorelasi, takaran resepnya juga tidak membahayakan kesehatan tubuh, selain itu dari sisi psikologis membantu penyembuhan, obatnya murah, mudah didapat. 

Bagi umat yang percaya, semua itu adalah jawaban dari dewata yang dipercayainya dan ini adalah suatu sistem kepercayaan yang tidak bisa dilihat dari sudut ilmu pengetahuan belaka. Sudah melampaui dunia empiric dan memasuki ranah spiritual. Menguatkan kepercayaan akan mujizat para dewata.

Kesimpulan

                Ciamsie dan pwapwee berakar dari falsafah Tiongkok tentang perubahan dan yinyang kemudian berkembang dan mendapat pengaruh dan mempengaruhi berbagai aspek budaya Tiongkok. Seperti ciamsi mempengaruhi dan dipengaruhi oleh sastra, sistem kepercayaan, ajaran moral dan sebagainya. Sehingga ciamsi tidak hanya sekedar alat komunikasi atau sarana menjawab pertanyaan saja tapi sudah melampaui fungsinya dan memiliki makna yang meluas dari fungsi awalnya. Pwaa pwee sendiri juga membuat umat bisa “berkomunikasi” langsung dan mendapat jawaban yang bisa dilihat dengan indera-indera. Kedua sarana ini adalah hal yang unik dan khas, hanya dapat dijumpai dalam kelenteng-kelenteng saja.

                Ciamsie dan pwaa pwee bisa dianggap sebagai suatu bentuk mujizat yang diberikan oleh dewata yang ada di dalam kelenteng. Tidak hanya kelenteng Taoisme saja tapi juga kelenteng Buddhisme Mahayana Tiongkok maupun kelenteng kepercayaan rakyat ( Tridharma ) memiliki dua sarana tersebut. Menjadi satu sistem dalam kepercayaan Tionghoa dan sistem ini tidak bisa dilihat berdasarkan logika barat yang bersifat empiric dan absolute.

                Ciamsie dan pwa pwee juga memiliki suatu sistem yang tidak sederhana seperti yang disangka. Juga memiliki prosedur untuk “berkomunikasi” dan prosedur itu alangkah baiknya dituruti. Prosedur itu bertujuan membangun hubungan batin dengan kekuatan yang ilahi ( divine power ) sehingga “komunikasi” menjadi baik. Awal ciamsie obat bertujuan melayani masyarakat yang tidak mampu sehingga tidak mendapatkan pengobatan yang layak dan mahal. Ciamsie dan pwapwee juga adalah bagian dari mujizat para dewata yang ilahi. Ciamsie dan pwapwee tidak dibatasi hanya boleh digunakan oleh umat kelenteng saja. Siapapun boleh menggunakan itu tanpa harus ada “ikatan” yang mengekang.

                Sebagai umat kelenteng selayaknya menghargai kedua sarana ini sebagai pembelajaran diri dengan melaksanakan “ritme” hidup melalui prosedur yang harus dijalankan. Juga sebaiknya syair-syair dalam ciamsie direnungkan sebagai refleksi kehidupan kita. Tidak sekedar mendapatkan jawaban yang langsung tapi perlu perenungan melalui isi syair yang dipaparkan.

 

Daftar Pustaka :

李中華, 讖緯與神秘文化, 2008, 北京: 中央編譯出版社

贺华章,周易大全, 2007,西安 :陕西师范大学出版社

方立天,中国古代哲学, 2006, 北京 : 中国人民大学出版社

林立平 等著, 神秘的術數, 2004, 南寧 : 廣西人民出版社

東南學術, 第二期,2006, 福州: 社會科學界聯合會

世界宗教文化,第一期,201, 北京 : 中國社科院世界宗教研究所

光明中医2009年1月第24卷第1期,北京:中華中醫學會

中國占卜籤詩

荊楚歲時記



[1] Mengamati pergerakan bintang, tingkah laku binatang, mimpi, gestur, perubahan bumi dan segala sesuatu yang terkait dengan alam.

[2] Jaman dinasti Xia maupun Shang sering digunakan tulang binatang maupun tempurung kura-kura untuk meramal atau berkomunikasi dengan leluhur. Caranya dengan membakar kemudian menafsir retakan. Selain itu adalah kerang yang digunakan sebagai alat ramal maupun komunikasi.

[3] Metode peramalan dengan batang-batang itu disebut juga yizhan 易占 atau peramalan dengan metode yijing 易經.

[4] Buku catatan kebiasaan di Jing dan Chu adalah buku yang mencatat tradisi suku Han pada abad ke 4.

Rate this item
(2 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/3818-menjelajahi-misteri-ciamsi-dan-pwa-pwee-bag-2-tamat

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto