A+ A A-

Demi Waktu - Potret Tionghoa Singkawang

  • Written by  You Qing Long
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | DEMI WAKTU ....Kemarin telah menjadi sejarah dan bagian dari hidup kami di sini........hari ini bersama matahari, air, tanah, pohon-pohon,....juga gunung2, benci dan kealpaan....semuanya menyatu ......dalam setiap doa.......ketika kami keluar untuk bekerja....esoknya,
......kami masih di tanah ini.....dengan perjuangan, pengorbanan, air mata, ....darah, kesetiaan......lalu saat senja yang bahagia dan ketika mata tertutup .....selamanya.....kami menjadi sendiri lagi (Frino Bariarcianur Barus)

 

Ini syair yang dibuat oleh  bung Frino Bariarcianur Barus . Bagus sekali . Waktu ngai membaca saja itu hati benar-benar tersentuh dan menangis. Hanya saja didepan umun ngai tidak meneteskan air mata.  Apalagi saat grup musik Harmony memainkan lagu Bie Wen Wo Shi Shei. "Jangan Tanya Gua Sape". Yang teringat itu hanya judul lagunya saja , liriknya ngai sudah benar-benar lupa habis.

Bukunya juga bagus , foto yang berbicara dengan jelas dan kata-kata yang terbukus dengan foto yang menggetarkan hati. Potret anak barongsai , perjuangan hidup seorang loya atau tatung dalam mengais rejeki tetapi tidak pernah memperkaya diri dengan jalan hina.Ditulis dengan berimbang dan tidak berat sebelah atau memakai kacamata kuda.

Kalau ngai bercerita tentang isi buku ini nantinya tidak seru dan bukunya bisa tidak laku, karena isinya ada di mailing-list semua. Jadi lebih baik beli saja bukunya , ngai bukan promosi , soalnya mendapatkan buku itu dengan gratis!! Lagipula nanti yang lain pada minta semua , dan bangkrutlah penerbit dan Frino.
Ngai mau bercerita sedikit saja waktu mau masuk , baca-baca dan ngerumpi dengan orang-orang yang ada disana.

Siapa menyangka waktu ngai bertemu dengan bung Frino , ternyata beliau orang yang ramah ,juga lugas. Dia tidak memakai kacamata stereotip melihat ngai yang sipit ini. Teman-temannya juga demikian. Kita mengobrol sampai dini hari bersama ngkoh David sambil menyeruput teh jahe, makan tahu goreng , ngobrol ngalor ngidul bareng teman-teman bung Frino lainnya seperti Mas Andry , kang Ramdan dan yang lainnya yang ngai tidak ingat satu persatu.

Teman-teman bung Frino dari Unisba alias Universitas Islam Bandung juga tidak melihat ngai dan ngkoh David yang sipit itu semacam ALIEN atau ET yang baru saja mendarat dan lagi ET Phone Home. Selain itu ada mbak Agih dari Universitas Indonesia yang membuat ngai kaget kalau ada muslimah yang belajar sastra Cina di UI.

Suasana pembauran terasa banget , kadang hati ini berpikir apa bisa suasana seperti ini menjalar ke seluruh pelosok negri?Kita semua berbicara terbuka tanpa ada rasa takut tersinggung atau menyinggung orang lain. Justru kalau sudah buka-bukaan yang bukan buka baju itu yang membuat suasana tambah dekat dan cepat akrab.
MAYBE I'M DREAMER , kata kang John Lenon yang tidak ada hubungan saudara dengan ngai.  Otong Lenong kata kang John , "I'M NOT THE ONLY ONE ". Barangkali suatu saat anda anda sekalian bisa bergabung dengan kami.

Profile Buku: Hardcover, ix + 96 hal, art paper, 20 x 20 Cm, Penerbit ; RAH & Partners Law Firm, ISBN 979-25-0400-1, Cetakan Pertama, Oktober 2005, Tiras 5000 eks

(You Qing Long, 2006 )

Budaya-Tionghoa.Net |

http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/16639

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/390-demi-waktu-potret-tionghoa-singkawang

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto