A+ A A-

Ada apa di Lasem? (1) – Banyak Kopi Enak Disitu

  • Written by  Dipo
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net |Jam 9 malam saya turun dari bis, jalanan masih ramai. Ojek langsung mengerubung. Waktu minta diantar ke hotel Wijaya ada yang senyum2, ada yang minta 5 ribu. Saya pilih yang minta 5 ribu. Naik ojek tidak sampai 5 detik langsung turun lagi, karena sudah sampai.

 

Setelah dapat kamar dan makan mangut* diseberang jalan, saya ngopi diemperan depan hotel. Ternyata kopinya enak. Sambil ngopi sayup-sayup terdengar celotehan tukang kopi soal betapa istimewanya kopi Lasem, bahkan sampai beresiko ketergantungan. Saya lalu memutuskan untuk mencoba sebanyak mungkin warung kopi di Lasem.
Survey semi ilmiah itu menyimpulkan kalau kualitas kopi tubruk di Lasem sangat baik. Riset dibatasi pada kopi tubruk saja, karena kopi gaya Starbuck belum masuk kesini. Tidak ada capucino frapucinno, espresso atau pelanggan perempuan, hanya kopi tubruk tradisionil dan laki-laki tangguh.

SRG-Lasem-Inside Babagan #6-Pak Ndut Coffee Shop

SRG-Lasem-Inside Babagan #5-Pak Ndut Coffee shop 

 Warung kopi Pak Ndut Lasem

Kopi Lasem disiapkan dengan resep rahasia,  paling tidak itu kata pemilik warung,  dan bagaimanapun mereka tidak mau membocorkan rahasia itu. Jenis kopi yang dipakai sampai cara memanggang teramat sangat dirahasiakan.

SRG-Lasem-Inside Babagan#7-Pak Ndut Coffee Shop Kopi lelet

 

Selain resep super rahasia, beberapa warung juga masak air pakai kayu. Seperti di warung pak Ndut dan mak Ci, dikenal juga dengan “tanah suci” oleh pelanggannya. Kata mak Ci, asap kayu memberikan aroma khas. Mak Ci mengantar kopi saya pakai nampan plastik lengkap dengan gula pasir, silet, benang dan batang korek api. Selain kopi dan gula pasir, isi nampan itu tidak buat dikonsumsi, tapi dipakai buat upacara setelah ngopi. Ampas kopi dipakai untuk melukis atau “melelet”. Biasanya rokok yang digambari. Konon akan terasa lebih enak. Tapi saya tidak merasakan bedanya.

*opor ikan pari yang pedas

Catatan:
-Setelah 3 hari berturut-turut mengkonsumsi 5 – 6 gelas kopi sehari, ternyata tubuh saya tidak menunjukan gejala ketergantungan.
-Seni lelet ini sudah pernah dilombakan. Karya beberapa seniman lelet sudah dipakai oleh perusahaan besar.

***

Ditulis oleh Dipo ,

31 Januari 2011

Sumber :

  1. http://klamboe.wordpress.com/2011/01/31/20110131-ada-apa-di-lasem-1-banyak-kopi-enak-disitu/ [Original - Dengan Ijin]

Tautan Internal :

  1. http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/55825 [Posted by Dipo]

 

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/403-ada-apa-di-lasem?-1-%E2%80%93-banyak-kopi-enak-disitu

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto