A+ A A-

Cina , Perkembangan Sejarah dan Makna Penghinaan

  • Written by  Zhou Fuyuan
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net |  Saya merasa aneh membaca logika dimana kita semua yang merasa terhina adalah terhina oleh istilah CINA , bukan terhina karena dianggap sebagai etnis CINA. Kalau anak muda jaman sekarang berbangga menjadi orang China , tidak harus otomatis menjadi senang dipanggil Cina. Ini adalah dua hal yang berbeda!!

 Saya rasa kerancuan berpikir dengan mencampur adukkan dan menyamakan istilah China- Cina - Cino sepintas lalu, tiga istilah ini sumbernya sama , hanya berbeda dialek saja. Tetapi jangan lupa bahwa setiap bahasa memiliki perkembangan tersendiri dalam konteks sosial dan sejarah yang berbeda. Istilah yang mirip bisa memiliki makna yang berbeda.

China dan Chinese adalah bahasa Inggris, dan bersifat netral, tak ada kata lain yang dapat menggantikan.
 
Cino adalah bahasa Jawa, juga bersifat netral, biasa dipakai secara ngoko, bila orang Jawa berbahasa halus, sering memakai istilah Cinten. saya yang lahir dan besar di Jawa tak pernah terhina dipanggil Cino, karena memang tak ada istilah lain. sebelum Orba, orang Jawa saat bicara Indonesia lazim memakai istilah Tionghoa.
 
Sedangkan Cina? ini dipakai oleh yang berbahasa Melayu, asalnya mungkin netral, tapi oleh perkembangan sejarah, akhirnya dibebani makna penghinaan. Apakah kita masih mau meneruskan? Kalau anak muda  tidak paham latar belakang ini, yang tua wajib memberi informasi kepada mereka, bukan malah adem ayem saja. Ingat, orang Afro Amerika sampai sekarang tetap menolak dipanggil Negro!!! meski yang memanggil tak bermaksud menghina.
 
Setiap kita melangkah ke depan kita wajib menengok kebelakang, agar dapat berjalan lebih benar, melihat lebih jernih dan tak terperosok ke kesalahan yang lampau, manusia tanpa ingatan sejarah adalah manusia hilang ingatan yang cacat.

Ingat, kita menolak suatu istilah yang menghina juga merupakan suatu bentuk perlawanan!  Kita mengungkit masa lalu dan mengingatkan suatu kejahatan kemanusiaan penguasa lama bukanlah karena Dendam. Bila kita ingin menghukum mereka juga bukan karena Dendam, tapi lebih untuk memberi pelajaran kepada masyarakat, mana yang benar mana yang salah, inilah inti dari keadilan! Ini bukan dendam semata, tapi suatu pelajaran bagi masyarakat luas: seorang yang melanggar HAM tidak akan mendapat tempat di Republik ini.
 
salam,
 
ZFy ,3341

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

Catatan Admin :

  1. Diskusi ini mengandung pro dan kontra maka dipersilahkan mengikuti ARTIKEL TERKAIT dalam website ini , sekitar masalah istilah Tionghoa , Cina , Tenglang dan sebagainya.
  2. Judul adalah atas inisiatif admin dan mungkin berbeda dengan judul thread dalam mailing list (format aslinya)

 

 

Last modified onWednesday, 15 August 2012 08:15
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/432-cina--perkembangan-sejarah-dan-makna-penghinaan

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto