A+ A A-

Renaissance Tiongkok Dan Pengaruhnya Terhadap Olimpiade Beijing 2008 (III)

  • Written by  Dr. Han Hwie-Song
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Dalam rangking berbagai negara membagi rangking menurut jumblah angka daripada gold medals yang dimenangkan, kalau dilihat menurut peraturan ini, RRT tergolong  tertinggi dan USA kedua. tetapi dari pihak USA mengatakan kita harus melihat dari jumblah medals yang dimenangkan, dalam hal ini USA mendapat medals total 110 buah dan RRT hanya 100 jadi menurut peraturan yang terachr ini USA rangking pertama dan RRT rangking kedua.

 

Sebetulnya kita tidak perlu membanding-bandingkan siapa yang paling tinggi rangkingnya, atau kebesaran gedung-gedung dan fasilitas olimpiade arena setiap negara yang mengorganisir olimpiade empunyai kepribadian, kreativitas dan kemampuan sendiri-sendiri. Demikian pula untuk mnghadapi Olimpiade London pada tahun 2012 nanti, rakyat Inggris adalah rakyat yang ternama akan kekreativan mereka, saya berani pastikan juga permainan yang spektakulair. Saya lebih setuju tujuan atau motto: yang paling penting dalam permainan olimpiade ini ialah ikut serta dan mengikuti permainan antara kawan, dari pada membanggakan diri untuk kemenangannya, jadi bukan kemenangan yang dipentingan, tetapi semangat persahabatan!


Artikel Terkait:

{module [201]}

Yang dikritik oleh dunia Barat ialah HAM di Tiongkok. Kita harus ingat bahwa Tiongkok baru reformasi pada tahun 1978, hanya tigapuluh tahun lamanya, sangat pendek dalam sejarah perkembangan satu negara yang besar baik luasnya tanah maupun jumblahnya rakyat yang mencapai 1,3 milyar penduduk.

Persoalan di Tiongkok yang krusial pada sekarang ini ialah perlu dijawab dulu pertanyaan jalan mana yang harus ditempuh rakyat Tiongkok lebih dulu: stabilitas atau demokrasi? Ini mengingat lebih dari seratus tahun yerachir ini Tiongkok dalam keadaan "perang, melawan imperialisme Barat dan perang defensif melawan Jepang, perang saudara" dan korupsi besar-besaran dengan penindasan yang dilakukan oleh manusia yang berkuasa pada rakyat kecil.

Kedua pengalaman USSR yang memilih penyelesaian politik, secara demokratis dulu menurut Yeltsin, terjadilah desintegrasi negaranya, yang kemudian distop oleh presiden Putin, tetapi ekonominya stagnir, dan untungnya Russia mempunyai kekayaan minyak yang luar biasa besarnya. Maka ekonominya meningkat dengan cepat tetapi terutama tergantung dari penghasilan minyaknya. Lain dengan RRT yang kekayaannya disebabkan karena kekreativan dan karena bekerja berat dari rakyat Tiongkok.

Negara-negara Barat  mencari jalan keluar bagaimana untuk bisa menandingi dinamika ekonomi RRT, tetapi mereka selalu terlambat, karena kecepatan RRT dalam menyesuaikan pasar sangat cepat sekali. Saya pernah lihat diTV Belanda kalau tidak salah bahwa  ekonomi Tiongkok empat ratus tahun yang lalu sangat maju dan barang-barang produksinya mencapai kira-kira 40-50% dari semua produk diseluruh dunia, padahal USA negara super power terkaya didunia sekarang produksinya kira-kira 20% saja. Maka diharepkan Tiongkok bisa mengambil alih keunggulan yang dulu.

Pada masa sekarang ini masyarakat sangat kompleks dan hubungan antar negara, lebih sulit, maka yang dibutuhkan oleh rakyat Tiongkok ialah pimpinan yang paling baik, jujur dan mempunyai kemampuan untuk mengatur negara dari pusat sampai kebagian-bagian yang kecilpun. Pemimpin-pemimpin ini bukan untuk menguasahi rakyat Tiongkok, tetapi memempin mereka untuk bekerja menuju ke kemakmuran dan penghidupan damai yang saya maksudkan stabilitas negara.

Kalau saya baca artikel-artikel dari Dr. Hu Shih, yang ditulis kira-kira 60 tahun yang lalu, saya percaya bahwa rakyat Tiongkok mempunyai sejarah dasar-dasar yang kuat untuk menjadi negara demokrasi. Tiongkok adalah salah satu negara di Asia yang paling pagi menghapuskan kerajaan dan menjadi republik. Pula Confusianisme mengajarkan dan dihafalkan oleh anak-anak sekolah rendah seratus tahun yang lalu, kotasi-kotasi seperti: :

“Semua orang adalah saudara”, “Perdana menteri dan jendral tidak tergolong pada klas sosial masyarakat tertentu, pemuda harus giat belajar.”

Dan “Pada permulaan setiap orang alamnya baik. Orang bermasyarakat, ber interaksi karena alamnya. Mereka berpisah karena pengaruh luar. Tanpa belajar, alam manusia berdegenerasi.” Juga Yu Jiao Wu Lei atau dengan pendidikan, klas dihilangkan!. Di analisa dengan pimpinan sekarang ini yang melihatkan Renaissance dalam kebudayaan tradisional Tiongkok, yang kita dapat lihat pada seremoni Olimpiade tindak demi setindak, kalau rakyat Tiongkok sudah mempunyai klas menengah yang kuat dan berpendidikan demokrasi pasti akan mengakar dan berdiri dengan tegaknya.

Sekarang ini bagi Tiongkok masih terlalu pagi untuk demokrasi, yang penting ialah pembangunan dalam bidang keilmuan, ekonomi, budaya etc. dan untuk ini diperlukan suasana yang stabil.  Tiongkok meskipun satu negara yang besar, tetapi tetap tergantung dari kejadian-kejadian didunia internasional, contoh yang simpel ialah kemajuan ekonomi Tiongkok tergantung dari bagaimana pimpinan negara ini bisa cepat menyesuaikan permintaan pasaran dunia. Belanda adalah negara yang kecil, tetapi penjualan bunga di Belanda dapat dianggap sebagai Wallstreetnya perdagangan bunga dunia. Tetapi pada satu hari saya percaya bahwa bunga Tulpen, mungkin ditanam secara besar-besaran disatu daerah di RRT, tetapi penjualannya tetap di Belanda.

Dr. Han Hwie-Song

Breda, 30 Agustus 2008  Holland


Budaya-Tionghoa.Net |

Tautan Internal :

  1. http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/35334 [Dr. Han Hwie-Song]
Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/476-renaissance-tiongkok-dan-pengaruhnya-terhadap-olimpiade-beijing-2008-iii

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto