A+ A A-

Kiprah Tionghoa Indonesia: Marvell Technology

  • Written by  AK. Bromokusumo
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Hampir bisa dipastikan Anda semua pengguna gadget! Baik yang seperlunya, ataupun yang akut – penggila gadget. Pengguna handphone biasa, sampai dengan pengguna BlackBerry keluaran terbaru, sampai yang menenteng iPhone 3G.Nokia N-series, Samsung, Sony Ericsson, HTC Touch, iPhone 3G, BlackBerry Bold (seri berapa saja) dan Storm, serta beberapa merek PDA. Xbox dan PlayStation 3. LAN terminal di desktop computer, laptop, netbook, SATA hard-disk, wi-fi chips, ethernet port, Cisco system, dan masih banyak lagi yang bisa disebutkan.

Artikel Terkait:

{module [201]}

Semua itu memakai chips – processor buatan dan ciptaan orang Indonesia!!

Imajinasi? Khayalan? Bualan? Tidak, memang benar, semua peralatan canggih itu dijalankan dengan processor buatan orang Indonesia! Silakan lihat spesifikasi prosesor yang ditanamkan dalam gadget Anda. Kalau ada tulisan Marvell Technology atau Marvell, atau ARM Processor kecepatan sekian-sekian-sekian. Itulah memang hasil karya Anak Bangsa. ARM adalah singkatan dari Armada, dari bahasa Indonesia, tidak ada kata armada dalam bahasa Inggris. Lebih dari 50% prosesor hard-disk di pasaran saat ini menggunakan chips dari Marvell.

Beberapa waktu lalu, jika masih ingat, ada program One Laptop Per Child; Marvell’lah yang mengembangkannya, namun karena satu dan lain hal, proyek ini terhenti dan tidak kedengaran lagi kabarnya. Marvell mengembangkan computer terkecil di dunia, yang disebut dengan Plug dan Sheeva. Computer ini besarnya tak lebih dari colokan listrik, tapi memiliki kemampuan luar biasa.

Mengutip sumber dari detik.com dan New York Times:

Memang perangkat itu tidak dilengkapi dengan layar, namun ia bisa disambungkan dengan kabel Ethernet ke jaringan lokal dan internet. Selain itu, Plug Computer memiliki port USB untuk dipasangkan dengan perangkat eksternal lain, mulai dari hardisk hingga kamera. Sistem operasi yang digunakan adalah salah satu versi dari Linux.

Perangkat itu dibanderol pada harga USD 99 dengan development kit-nya. Namun NYTimes memperkirakan dalam waktu dua tahun perangkat itu akan turun harga hingga USD 40 atau sekitar Rp 400.000.


Sutardja mengatakan, nantinya Plug Computer ini mungkin tak akan nampak sebagai satu produk tersendiri. “Nantinya, Anda tak akan melihat plug ini. Kami ingin perangkat ini ada di TV, stereo system dan pemutar DVD,” ujar CEO Marvell Technology tsb.

Siapakah orang Indonesia di belakang Marvell Technology?

Sehat Sutardja, adalah pendiri sekaligus pemilik Marvell Technology Group dan menjadi CEO mulai 1995 sampai sekarang. Berdampingan dengan saudaranya Pantas Sutardja, menahkodai bahtera Marvell Technology mengarungi belantara IT business yang ganas dan fast-track.

Ia dilahirkan di Jakarta, Indonesia tahun 1961. Menghabiskan masa kecilnya di Jakarta, menamatkan pendidikan menengahnya di Kolese Kanisius. Kemudian Sehat Sutardja melanjutkan pendidikan di Amerika dan meraih sarjana sains di teknik elektro dari Iowa University. Berturut MSc dan PhD di di ilmu elektro dan komputer disabet dari California University, Berkeley. Weili Dai, sang istri tercinta yang berasal dari China dinikahi di Amerika. Mereka bertemu saat menempuh perkuliahan mereka di kampus yang sama.

Marvell Technology didirikan oleh Sehat tahun 1995 di Santa Clara, California. Pada 2006 perusahaan ini menarik perhatian karena membeli salah satu divisi dari Intel, tepatnya Divisi Xscale Processor dari raksasa mikroprosesor tersebut.

Masuk dalam daftar Tajirwan versi Forbes, dengan asset US$1miliar, pada tahun 2007, dan diperkirakan terus meningkat dalam 2 tahun belakangan. Memegang lebih dari 90 paten inovasi, teknologi dan temuannya. Bukan cuma itu, Marvell tercatat sebagai one of the best managed company in America dan menjadi kampiun di semiconductor company top ten list. Sekarang Sehat Sutardja diperkirakan naik peringkat masuk dalam urutan 500 Besar Tajirwan.

Sangat kontras dengan artikel CAFTA Phobia yang mengedepankan un-competitiveness Indonesia dalam berkiprah di dunia internasional. Marvell Technology memutarbalikkan anggapan dan paradigma itu semua.

Having wrote this, yang ingin disampaikan di sini adalah:

* Kita tidak perlu merasa inferior dalam kiprah di dunia internasional

* Jika kita mau, pasti kita bisa

* Law enforcement, corruption-free business environment, iklim bisnis yang kondusif mutlak diperlukan

So, masihkah pada ketakutan dan phobia terhadap CAFTA? Sampai dengan artikel ini ditulis, di media nasional masih saja bertebaran tulisan tentang ketakutan dan kerendahdirian akan posisi Indonesia dalam menghadapi CAFTA. Sekali lagi, Marvell Technology sudah membuktikan, bukan hanya regional, tapi internasional juga mampu dan berani bersaing, bahkan menguasai pasar di kelasnya…

SUMBER :

http://baltyra.com/2010/01/22/marvell-technology/

http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/56680

Budaya-Tionghoa.Net |Mailing List Budaya Tionghua 56680


Pihak yang ingin mempublikasi ulang tulisan dalam web ini diharapkan untuk menyertakan link aktif : www.budaya-tionghoa.net , NAMA PENULIS dan LINK aktif yang berada didalam tulisan atau membaca lebih jauh tentang syarat dan kondisi . Mempublikasi ulang tanpa menyertakan tautan internal didalamnya termasuk tautan luar ,  tautan dalam , catatan kaki , referensi , video , picture , sama dengan mengurangi konten dalam tulisan ini.


Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/499-kiprah-tionghoa-indonesia-marvell-technology

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto