A+ A A-

Demografi dan Dislokasi Ekonomi Russia di Era Mongol

  • Written by  Huang Dada
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Invasi Mongol menyebabkan dampak luar biasa bagi masyarakat Russia . Selama kampanye musim dingin , 1237-1238 , kota Vladimir dikepung dan dibakar. Daerah Suzdal dijarah . Rostov dan kota utama lain seperti Tver , Moskow masuk dalam daftar kota yang mengalami serangan langsung.

 

Artikel Terkait :

{module [201]}

 Saat kota-kota sudah menyerah atau kalah satu persatu , aksi militer Mongol tidak berakhir begitu saja. Dalam serangan awal Mongol ke Russia , Mongol melakukan lebih dari 14 kali serangan ke kawasan utara-timur Russia.

Kampanye Mongol [Golden Horde] ini menyebabkan banyak korban jiwa berjatuhan. Para pangeran dan pengikutnya , dari wilayah pedesaan hingga urban segera terbunuh atau di tangkap.  Iurii Vsevolodich dari Vladimir dan Vasil ko Konstantinovich dari Rostov termasuk dari sekian banyak pangeran yang terbunuh selama kampanye Mongol di tahun 1238.

Meskipun jumlah populasi tidak diketahui secara persis , diperkirakan sekitar 10 persen populasi Russia tewas dalam serangan Mongol ini.

Sumber daya Russia seperti seniman sampai tenaga kerja biasa dikerahkan untuk pembangunan ibukota Golden Horde , Sarai. Mereka juga dikirim dengan tujuan yang sama di Karakorum dan Tiongkok [Dinasti Yuan].

Mongol juga membutuhkan para Pangeran Russia untuk mengakui suzerainty mereka , dan juga semacam status tribut dalam bentuk perak atau silver dari populasi Russia.

Agen Mongol , baskaki , ditempatkan bersama kontingen militer di wilayah tertentu untuk menangani masalah pajak. Tribut atau vykhod , dikumpulkan pertahun mencapai 5000 silver rubel setiap tahun di tahun 1389.

Selain Mongol , masalah lain adalah The Black Death menyebar dari kawasan Golden Horde ke Eropa . The Black Death  ini merenggut nyawa lebih banyak dari faktor Mongol. Akibatnya , melahap seperempat populasi Russia .

Akibat dari kombinasi Mongol - The Black Death , perkembangan Russia melambat. Kota-kota besar kehilangan populasi besar-besaran. Mereka mengungsi ke daerah lain. Di abad 14, sekitar 40 kota baru bermunculan di kawasan timur-utara Russia.

Sarai menjadi pusat komersial yang menghubungkan Central Asia ke Laut Hitam , menjadi cabang lain dari Great Silk Route dan juga terbuka hubungan ke Byzantium. Khan Mangu-Temur juga mendesak Pangeran Iaroslav Iaroslovich (1263-1271) , yang tidak populer di Novgorod , untuk mempromosikan interaksi komersial antara kotanya dengan partner dagang dari  Jerman dan Swedia dan juga menjamin para pedagang dapat melakukan perjalanan dan berdagang dengan bebas melalui Vladimir-Suzdal.

Sumber :

  1. The Cambridge History of Russia , Volume I , From Early Rus to 1689.
  2. Photo , A Basqaq (a Mongol tax-collector (darugha)) arrives at a Russian city in the 13th century. 1902
Last modified onSunday, 23 September 2012 16:50
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/500-demografi-dan-dislokasi-ekonomi-russia-di-era-mongol

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto