A+ A A-

Hukuman Mati Sembilan Generasi Di Era Dinasti

  • Written by  Rinto Jiang
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Ada pertanyaan seperti ini , di zaman kekaisaran Tiongkok, sering kita dengar adanya sistem hukuman mati sekeluarga, bagaimana dan apa sebenarnya sistem ini? Apakah ini benar ada dalam sejarah atau cuma karangan pengarang cerita silat?

Artikel Terkait :

{module [201]}

Di dalam cerita dan film silat sering sekali kita baca dan lihat kejadian seperti ini, di mana bila seseorang bersalah maka seluruh keluarganya akan ikut dipersalahkan dan dihukum mati. Ini terutama dilimpahkan kepada orang yang dianggap melakukan kesalahan berat seperti melakukan makar, mengkritik kaisar atau mengambil sikap oposisi terhadap kekaisaran.

Ini benar adanya dan telah dilakukan selama ribuan tahun di Tiongkok. Sebenarnya di seluruh dunia di kebudayaan manapun di zaman dulu ada sistem seperti ini. Apalagi bila ada peperangan, rakyat tak berdosa baik sipil maupun militer akan dibunuh tanpa kecuali.

Mengapa sistem ini ada?

Sebenarnya, latar belakang sistem seperti ini adalah karena sang penguasa yang menjatuhkan vonis takut akan ada tindakan balas dendam dari keluarga sang terdakwa. Juga sebagai terapi kejut untuk musuh-musuh kaisar lainnya dan didasarkan atas pemikiran "zhan cao chu gen", "memotong rumput mencabut akar", melenyapkan kejahatan sampai ke akar-akarnya.

Kapan sistem ini mulai dan siapa yang memulainya?

Sistem ini mulai dilaksanakan oleh Qin Shihuang di zaman Dinasti Qin (2200 tahun lalu). Pertama kali, ia cuma memperkenalkan "yi san zu" yang arti harfiahnya "melenyapkan 3 generasi", namun di zaman dinasti-dinasti  selanjutnya kemudian diperluas menjadi lima generasi, tujuh generasi dan akhirnya sembilan generasi.

Bagaimana sistem ini berjalan?

Saya cuma akan membahas sistem sembilan generasi. Sedikitnya, berdasarkan pemerintahan dan dinasti yang berbeda ada dua versi. Versi pertama , sembilan generasi adalah empat generasi ke atas, empat generasi ke bawah dan diri sendiri. Versi yang ini mementingkan hubungan darah. Artinya, bila saya kena hukuman sistem ini, orang tua, kakek-nenek, buyut, orang tua buyut, serta anak, cucu, cicit, anak cicit akan kena getahnya dan sama-sama menjalani hukuman mati.

Versi kedua lebih rumit , sembilan generasi adalah empat generasi dari ayah, tiga generasi dari ibu dan dua generasi dari istri. Empat generasi dari ayah adalah diri sendiri, keluarga saudara, keluarga ayah ditambah saudara ayah, keluarga anak ditambah seluruh keturunannya. Di sini dapat dilihat ada pembaruan dari sistem sebelumnya, karena banyak terhukum mati yang biasanya telah berumur sehingga tidak punya kakek atau buyut lagi. Tiga generasi dari ibu adalah keluarga kakek luar, keluarga nenek luar dan keluarga dari saudara-saudara ibu. Dua generasi dari istri adalah keluarga dari bapak mertua dan keluarga dari ibu mertua.

Adakah sistem yang lebih parah daripada sistem di atas?

Ada, "melenyapkan 10 generasi" dari Kaisar Ming Cheng-zu dari Dinasti Ming. Kaisar ini yang berkuasa saat ekspedisi 1 sampai ekspedisi ke 6 Cheng Ho . Karena sesuatu dan lain hal, ia menghukum mati pejabat kesayangan ayahnya, Fang Xiao-ru. Bersama dengan itu, ia juga menambahkan satu generasi ke dalam sembilan generasi semula. Satu generasi tambahan itu adalah seluruh teman-teman baik Fang Xiao-ru. Kejadiannya pada tahun 1402.

Ini adalah yang pertama dan juga yang terakhir dalam sejarah Tiongkok.


Rinto Jiang

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

Last modified onTuesday, 25 September 2012 16:30
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/505-hukuman-mati-sembilan-generasi-di-era-dinasti

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto