A+ A A-

[Pertanyaan] Tentang Yamcha

  • Written by  Rinto Jiang
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Ada beberapa pertanyaan dari rekan-rekan  tentang Yamcha.  Pertama , apakah  tradisi dari negeri Tiongkok asli ? Dan pertanyaan kedua , pada saat Yam-Cha dan  setiap kali ada yang menuangkan teh, ada yang diajari  diajari untuk mengetuk meja dengan jari telunjuk, apa maksudnya?  Mengapa demikian? Bolehkan dengan jari lain? Pada saat perjamuan minum teh, benarkah kalau kita yang menuang teh, orang yang paling dihormati adalah orang yang terakhir kita suguhi? Karena teh yang paling terakhir keluar dari teko adalah yang terbaik. Apa benar demikian?

Yum-cha (baca: Yamcha) itu berasal dialek Kanton, mandarinnya Yin-cha. Artinya adalah  minum teh dan sudah pasti adalah asli produk budaya Tiongkok karena teh sudah ditemukan dan digunakan sejak 5000-6000 tahun lalu di Tiongkok.

Tentang mengetukkan jari ke meja adalah sebagai pertanda terima kasih dan penghormatan kepada yang menuangkan teh, walau itu pelayan toko sekalipun. Ini salah satu bentuk tata krama dasar.

Photo Courtesy : Infomofo , "Cantonese dim sum yumcha yum cha City Hall Maxim's Palace Restaurant"

Sebenarnya, yang benar adalah mengetukkan tiga  jari tengah, bukan cuma dengan telunjuk. Tradisi ini awal sejarahnya dari zaman dinasti Qin.

Mengenai pertanyaan , apakah orang yang dihormati disuguhi paling terakhir.  Ini kurang tepat, karena pada dasarnya orang yang dituakan sudah seharusnya disuguhkan terlebih dahulu.

Juga untuk menjaga kualitas dan aroma teh dari daun teh, sedapat mungkin tidak menyeduh daun teh yang sama lebih lima kali.

Namun kebiasaan orang adalah membuang air teh seduhan pertama karena dianggap sebagai pembersihan daun teh, juga untuk menghangatkan cangkir teh. Seduhan kedua adalah seharusnya memiliki aroma teh yang paling bagus. Sampai seduhan kelima, seharusnya daun teh ditukar dengan daun teh yang baru untuk kemudian diseduh kembali.

Intinya adalah  seduhan teh pertama adalah seharusnya memiliki aroma terbaik dari daun teh tadi, tidak ada alasan untuk tidak menyuguhkan seduhan pertama kepada orang yang dituakan.


Rinto Jiang

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

 

 

 

Last modified onSaturday, 29 September 2012 07:06
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/522-pertanyaan-tentang-yamcha

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Tionghoa

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto