A+ A A-

Pragmatism Tiongkok

  • Written by  Xuan Tong
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

 

Deng Xiaoping

Deng Xiaoping

Seringkali orang tidak menyadari bahwa Mao sendiri mengubah konsep Marxisme dengan mengutamakan petani. Sebenarnya hal itu menunjukkan dengan jelas pengaruh dari Nong Jia. Sudahkah anda membaca buku-buku Mao yang lain ? Berapa banyak ia mengutip Confucius ?

 

Lu Jia sendiri menganut aliran pragmatis dan liberal, sesuai dengan latar belakangnya sebagai Taoist dan mereka yang mempelajari sejarah perekonomian Tiongkok serta sistem keuangan Tiongkok akan menemukan nama Lu Jia serta kendala yang dihadapi pada masa itu sehingga paham ekonomi liberal berdasarkan kekuatan pasar ambruk.

Pragmatisme sendiri ada 2 macam, yang bersifat materi dan non materi atau bersifat kerohanian. Sebagai contoh adalah kata-kata Kong Zi mengenai alam kematian, itu adalah pragmatisme 实用主义  yang bersifat kerohanian atau religius.

Istilah Pragmatismeآ  berasal dari kata Yunani pragma yang berarti perbuatan (action) atau tindakan (practice). Isme di sini sama artinya dengan isme-isme lainnya, yaitu berarti aliran atau ajaran atau paham.

Dengan demikian Pragmatisme itu berarti ajaran yang menekankan bahwa pemikiran itu menuruti tindakan. Pragmatisme memandang bahwa kriteria kebenaran ajaran adalah faedah atau manfaat. Suatu teori dianggap oleh Pragmatisme benar apabila membawa suatu hasil.

Dengan kata lain, suatu teori itu benar kalau berfungsi. Dengan demikian Pragmatisme dapat dikategorikan ke dalam pembahasan mengenai teori kebenaran (theory of truth), sebagaimana yang nampak menonjol dalam pandangan William James, terutama dalam bukunya The Meaning of The Truth. Dan hal ini dapat dicompare dengan Lun Yu bab Taibo atau juga dengan Zhuang Zi yang mengatakan bahwa kebenaran itu bersifat relatif.

Deng XiaoPing sendiri mengambil kapitalisme yang dibungkus dengan jargon sosialisme. Coba anda kaji dahulu sejarah perkembangan ekonomi dinasti Qin dan awal Han.

Pragmatisme berbicara faedah dan hasil, sama seperti wuwei jingji, tapi pragmatisme ekonomi yang dicanangkan oleh Deng sendiri membawa permasalahan besar hingga hari ini, seperti disintegrasi, kesenjangan sosial, kesenjangan antar daerah ( cat: seperti yang terjadi pasca pergerakan wuwei jingji ), polusi dan lain-lain.

Pragmatisme membawa suatu kekosongan rohani atau juga sikap hidup di kalangan masyrakat Tiongkok. Dan untuk mengisi itu, diambillah suatu aliran pemikiran yang mencakup mulai dari politik, kehidupan bermasyrakat, tata krama dan sebagainya.

Yang diambil adalah Confuciusm gelombang ke tiga, seperti yang digambarkan oleh Tu WeiMing, arus Confuciusm ke luar dan kemudian kembali ke Tiongkok.

Gerakan kearah kapitalisme bebas sendiri akhirnya mulai direm sejak tahun 2000 awal dan sejak terbitnya buku Huobi Zhanzheng, membuat banyak orang Tiongkok was-was akan kapitalisme dan kemarahan para pejabat keuangan Tiongkok memuncak akhir-akhir ini terhadap USA sebagai negara kelahiran pragmatisme.

Satu hal yang sering dilupakan adalah Sun YatSen yang jelas mendapat pendidikan barat tapi tidak bisa mengusir para agresor asing yang sejak revolusi 1911 itu makin berani memasang tulisan "Chinese and dogs not allowed". Apakah Sun itu seorang penganut Confuciusm ?

Satu hal yang menurut saya benar adalah konsep Perubahan, dimana perubahan itu selalu berjalan dan ketika satu point memuncak, point yang lain akan naik hingga yang memuncak akan menurun.

Tidak ada satu paham atau isme yang kekal dalam dunia ini, kecuali adanya perubahan- perubahan. Mereka yang statis akan tergerus oleh jaman. Penggunaan atau pengolahan sumber alam harus selalu diimbangi dengan kebijaksanaan kita dalam mengelola alam itu sendiri 天人合一,天人感应 jangan sampai merugikan kita sendiri.Menurut anda kedua hal yang saya tuliskan yaitu perubahan dan keselarasan dengan alam itu relevan atau tidak ?

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing List Budaya Tionghoa

2. Tulisan diatas adalah bagian dari tanggapan Xuan Tong terhadap Njoo Long

 

 

Last modified onFriday, 23 August 2013 03:22
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/59-pragmatism-tiongkok

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto