A+ A A-

Revolusi Thorium , Tiongkok Memimpin Dalam Perlombaan Energi Nuklir

  • Written by  Shinmen Takezo | Huang Dada
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Jepang baru saja mengalami gempa besar disusul dengan gelombang tsunami dan permasalahan pembangkit listrik tenaga nuklir mereka yang terkena dampak gempa. Pertanyaan yang muncul adalah apakah energi nuklir selama ini masih aman digunakan? IAEA , badan energi atom internasional mencatat ada 442 reaktor nuklir di seluruh dunia dengan total 372 Gigawatt. Bencana minyak di Macondo yang memuntahkan sekitar lima juta barel minyak di teluk Meksiko juga mengindikasikan bahwa ada krisis energi dan juga sekaligus resiko yang mengancam seluruh dunia jika terjadi bencana seperti Macondo 2010 , Sendai 2011 , atau bencana klasik seperti Chernobyl.

Artikel Terkait :

{module [201]}

Ditengah masalah energi , Tiongkok membuat langkah maju dengan menggunakan opsi Thorium untuk reaktor mereka. Menurut Telegraph ,  ilmuwan Tiongkok mengklaim bahwa limbah yang berbahaya 1000 kali lebih rendah daripada bahan uranium dan memberikan kemungkinan yang lebih kecil untuk menyebabkan bencana nuklir. Pakar Thorium , dan mantan engineer NASA mengatakan bahwa reaktor tersebut memiliki fitur keamanan yang luar biasa. Jika terjadi overheat pada reaktor seperti yang terjadi di Jepang , reaktor Thorium ini tidak membutuhkan mekanisme komputer , reaktor ini bisa menyelamatkan diri mereka sendiri. Ide penggunaan Thorium ini semula dikembangkan Amerika Serikat di tahun 1960an , tetapi kemudian ditinggalkan.

Keberhasilan program ini merupakan lompatan besar dalam mengatasi masalah energi , tidak saja bagi Tiongkok tapi juga dunia. Pemenuhan kebutuhan dalam negeri Tiongkok akan meringankan beban energi dunia , termasuk perebutan sumber2 energi negara2 besar yang konsumtif terhadap energi. Dengan kekuatan ekonomi sangat memungkinkan bagi Tiongkok untuk mewujudkan reaktor generasi baru yang aman.

Program Tiongkok ini dipuji karena mereka sendiri sebenarnya memiliki cadangan uranium dan plutonium tetapi sudah mulai memikirkan langkah maju demi mengutamakan keselamatan manusia. Thorium Renaissance ini bisa merupakan fase transisi dari penggunaan energi konvensional seperti batubara yang dampak polusi udaranya dinilai dapat membunuh satu juta rakyat Tiongkok setiap tahun.

Dalam situs ITHEO (International Thorium Energy Organization) dijelaskan Program Thorium di Tiongkok dinamakan Thorium Fuelled Molten Salt Reactor [TMFSR] yang diketuai oleh putera dari Jiang Zemin ,  Dr Jiang Miancheng , lulusan Drexel University dan meraih gelar PhD di Electrical Engineering.

Benefit TFMSR :

1. Fitur keamanan yang lebih baik

2. Mengurangi limbah aktif secara signifikan

3. Ekonomis dan dapat menggantikan peran batubara yang menyebabkan polusi udara tinggi.

Budaya-Tionghoa.Net |

Referensi :

  1. Telegraph," Safe Nuclear Does Exist , and China is Leading The Way With Thorium"
  1. International Thorium Energy Organization

 

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing List Budaya Tionghua


Pihak yang ingin mempublikasi ulang tulisan dalam web ini diharapkan untuk menyertakan link aktif : www.budaya-tionghoa.net , NAMA PENULIS dan LINK aktif yang berada didalam tulisan atau membaca lebih jauh tentang syarat dan kondisi . Mempublikasi ulang tanpa menyertakan tautan internal didalamnya termasuk tautan luar ,  tautan dalam , catatan kaki , referensi , video , picture , sama dengan mengurangi konten dalam tulisan ini.


Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/593-revolusi-thorium--tiongkok-memimpin-dalam-perlombaan-energi-nuklir

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto