Strict Standards: Declaration of JParameter::loadSetupFile() should be compatible with JRegistry::loadSetupFile() in /home/budayati/public_html/web2/libraries/joomla/html/parameter.php on line 0
Si Ku Quan Shu - Ensiklopedia Klasik Terbesar Di Dunia
A+ A A-

Strict Standards: Declaration of JCacheControllerView::get() should be compatible with JCacheController::get($id, $group = NULL) in /home/budayati/public_html/web2/libraries/joomla/cache/controller/view.php on line 0

Si Ku Quan Shu - Ensiklopedia Klasik Terbesar Di Dunia

  • Written by  Xuan Tong
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Rancangan  Jurgen Engel Architekten
Untuk National Library dan Siku Quanshu

Budaya-Tionghoa.Net | Siku Quanshu 四库全书 yang dibuat atas perintah kaisar Qing Gaozong ( Qianlong , Aisin Gioro Hongli ) . Buku ini merupakan suatu buku yang teramat sangat banyak jumlahnya. Bahkan teramat banyaknya sehingga dapat dikatakan kalau orang sejak lahir dan setiap hari membaca 3000 kata-kata Wenyan Wen selama 10 jam sehari walau sampai umur 80 tahunpun belum selesai membacanya.

Ensiklopedia ini berjumlah 2.229.000 halaman dan 800 juta kata. Terbagi empat bagian yaitu shi , jing , zi dan ji ; empat  warna , hijau , merah , biru dan abu yang melambangkan 4 musim. Dan skala proyek ini 3,5 kali lipat banyaknya dibandingkan Yongle Dadian. Dan dibuat sejak  tahun 1772 selama 15 tahun dan disalin atau ditulis.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

Semua awalnya ada tujuh set lengkap yang ditaruh di tujuh tempat atau sering disebut bei si ge (utara 3 gedung) dan nan san ge(selatan 3 gedung), atau yang disebut Wen Yan Ge (di istana), Wen Yan Ge ( Yuan Ming Yen),Wen Jin Ge (Cheng De), Wen Hui Ge (Yang Zhou), Wen Zhong Ge (Zhen Jiang), Wen Lan Ge (Hang Zhou)

Semua orang boleh melihat dan menyalinnya. Selain itu master asli yang disimpan di Akademi Hanlin (Hanlin Yuan) . Pada saat penyerbuan dan penjarahan yang dilakukan oleh tentara Prancis dan Inggris ke Yuanmingyuan 圆明园, buku-buku tersebut dibakar, dicuri serta dirusak oleh para penyerbu.

Juga ketika pemberontakan Taiping berkobar , tentara Taiping menghancurkan buku-buku yang ada di Yangzhou dan Zhenjiang. Untungnya pada masa kacau tersebut ada dua kakak adik yang bernama Ding Bing dan Ding Shen berusaha menyelamatkan buku-buku tersebut dan berhasil menyelamatkan 8000 buku.

Pada masa penyerbuan delapan negara , buku-buku yang berada di Hanlin Yuan juga hancur dibakar oleh mereka. Dan berdasarkan pengalaman kejadian-kejadian diatas  maka pemerintah PRC pada tahun 1965 menyimpan satu set lengkap di bunker bawah tanah di daerah Gansu.

Sampai sekarang ini yang ada lengkap adalah di Taiwan , yang diboyong dari Wen Yan Ge (istana) ketika pemerintahan Guomindang jatuh. Wen Jin GE sekarang ada di perpustakaan Beijing serta Wen Su Ge di Gan Su. Sisanya tidak lengkap lagi dan sekarang ini sudah lengkap.

Yang sebagian ada di Hanlin Yuan sekarang ini ada di perpustakaan Inggris dan Perancis serta negara-negara lain yang ikut menjarah Beijing. Pada pertemuan di Taiwan pada tahun 1998 yang bertujuan membahas masalah Si Ku Quan Su , ada yang mengatakan bahwa di Jepang ada orang yang memiliki 20 buku yang berasal dari Si Ku itu.

Zhang Yuanji adalah orang yang pada awal abad 20 berjuang untuk mengcopy Siku , dimana ia pada akhirnya berhasil mengcopy 232 macam dan 1960 jilid bagian dari Siku itu sebanyak 1500 buah. Dan kadang kisahnya itu bisa disamakan dengan perjuangan Xuanzang mengambil kitab Buddhism ke India.

Dibalik keberhasilan kaisar Qing Gaozong (Qian Long) membuat Siku juga ada kisah-kisah sedih menimpa para pejabat sipil yang bertugas menyalin atau mengorganisir pembuatannya. Seperti Lu Feise , yang karena kesalahan penyalinan dihukum untuk membayar semua biaya pembuatan rak serta tempat penyimpanan buku Siku di Nan San Ge. Chen Xixiong dihukum untuk membiayai penyalinan buku di Wen Su Ge ( Shen Yang).

Ada pula kisah yang menggelikan , dimana Ji Xiaolan berusaha bersembunyi dibawah kursi karena tidak sempat memakai baju ketika kaisar Qing Gaozong (Qianlong) menginspeksi pembuatan buku tersebut. Dan kisah rakyat yang beredar adalah bentuk permainan kata-kata antara Ji dengan kaisar , dimana Qian Long mengetahui Ji bersembunyi ,ia malah sengaja berdiam lama-lama dan tidak bersuara. Sampai akhirnya Ji merasa sudah tenang dan bertanya apakah "Lao Tou Zhi (tua bangka) sudah pergi ?".

Diceritakan bahwa kaisar Qing Gaozong (Qianlong) marah besar dan memanggil keluar Ji Xiaolan, dan menjelaskan apa maksud Lao Tou Zhi itu , jika tidak bisa memberi alasan maka kepala lepas dari tubuh. Disini Ji bermain kata dengan menyamakan Wan Sui adalah lao ,shou adalah tou dan zhi adalah tian zhi. Yang mana pembalikan kata-kata sindiran itu malah menyenangkan hati Qian Long.

Banyak pendapat yang mencoba menjelaskan mengapa kaisar Qing Gaozong (Qianlong) mau membuat buku tersebut. Salah satunya adalah mengaitkan dengan anjuran Zhu Jun yang mencoba melengkapi Yongle Dadian.

Pendapat ini tidak sepenuhnya benar , karena jauh sebelumnya kaisar Qing Gaozong pernah mengeluarkan dekrit pengumpulan semua buku , dimana buku itu akan diinvetarisasi dan didata serta dirangkum kedalam satu ensiklopedia lengkap.

Zhu Jun saat itu melihat bahwa dekrit yang pertama tidak berjalan dan ketika kaisar Qing Gaozong hendak mengeluarkan dekrit yang ke 2 , Zhu Jun menyarankan untuk menginvetarisasi dahulu kitab-kitab yang ada dan melihat secara teliti isi Yongle Dadian.

Pendapat yang ke dua adalah mengkaitkan dengan sifat kaisar yang memang hobby sastra dan cita-citanya mengalahkan atau minimal menyaingi kebesaran kakeknya yaitu Kaisar Kangxi baik dari segi militer maupun sipil dan kebudayaan.

Pendapat ke tiga adalah mengkaitkan dengan penyensoran buku-buku yang isinya bersifat melawan dinasti Qing serta menghasut rakyat. Pada mula pembuatan Siku tidak ada dekrit penyensoran. Konon ketika sedang diteliti isi Tongjian Gangmu yang dibuat pada masa pemerintahan Kang Xi , ternyata terdapat permainan aksara yang dianggap Qianlong adalah penghinaan.

Kumpulan buku ini terbagi atas empat bagian yang memuat 44 kategori :
1. Shibu : 15 kategori, berisi buku2 dan rangkuman sejarah, geografi, tokoh besar, politik, tata cara, administrasi pemerintahan Tiongkok dan sejenisnya.
2. Jingbu : 10 kategori, berisi buku2 dan catatan2 sutra yang merupakan acuan dan tulisan dari para pemikir2 Konfusianis yang mana memiliki kedudukan tertinggi dan dianggap sebagai ideologi negara di dalam  ribuan tahun sejarah Tiongkok.
3. Zibu : 14 kategori, berisi buku-buku dan catatan-catatan tentang ilmu sains, astronomi, kedokteran, filsafat, agama, seni dan sastra (prosa dan novel klasik).
4. Jibu : 5 kategori, berisi buku2 dan rangkuman tentang sastra literatur, puisi, lagu dalam sepanjang sejarah Tiongkok

Hebatnya , karya ensiklopedia klasik ini ini punya jumlah artikel yang hanya bisa dikalahkan oleh Wikipedia internasional dan Wikipedia Chinese . Artinya ,Siku Quanshu ini hanya bisa dikalahkan oleh proyek Wikipedia dimasa modern yang disunting oleh seluruh masyarakat dunia di era kemajuan internet dan teknologi .

Xuan Tong

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

Last modified onThursday, 04 October 2012 13:46
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/628-si-ku-quan-shu-ensiklopedia-klasik-terbesar-di-dunia

Strict Standards: Non-static method oFBLikeBox::getData() should not be called statically in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_ofblikebox/mod_ofblikebox.php on line 24

Latest Articles


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548
  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Sejarah


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Budaya


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Tionghoa


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Seni


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Filsafat


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Sains


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Esai & Opini


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Resensi Buku


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548

Album Foto


Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/budayati/public_html/web2/modules/mod_news_pro_gk4/helper.php on line 548