A+ A A-

Samkok - Perbedaan Antara Roman dan Sejarah[1]

  • Written by  Henyung
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net|Cerita Sam Kok (Sanguo Yanyi) memang sebuah cerita yang sangat populer. Saya sendiri awalnya tertarik dengan sejarah dan budaya Tionghua dari hasil membaca buku ini dan buku Batas Air (Shui Hu Zhuan).

 

Kebetulan 2-3 tahun yang lalu saya pernah mengumpulkan sedikit data seputar cerita Sam Kok. Untuk jelasnya saya mulai dari awal saja.

Sejarah (dan catatan sejarah), menurut ungkapan adalah ditulis oleh pemenang ataupun yang berkuasa. Hal ini berlaku untuk semua kebudayaan.

Nah begitu pula dengan sejarah Tiongkok. Namun ada perbedaan signifikan dalam sejarah Tiongkok, yaitu generasi selanjutnya akan merevisi sejarah yang mungkin telah dimanipulasi generasi sebelumnya. Untuk kasus revisi ini sejarah Sam Kok juga merupakan salah satu contoh terbaik catatan sejarah yang direvisi.

Catatan sejarah di Tiongkok bisa dikelompokkan menjadi dua bahagian besar yaitu catatan resmi dan sejarah rakyat. Apa itu sejarah resmi dan sejarah rakyat ? Kita persempit lingkup definisinya dengan menggunakan contoh Sam Kok.Berbicara sejarah Sam Kok, maka ada dua versi yang bered

  1. Roman sejarah Sam Kok (Sanguo Yanyi) karya Luo Guanzhong yang sangat populer
  2. Catatan sejarah tiga kerajaan San Guo Zhi karya Chen Sou yang direvisi / dianotasi oleh Pei Songzhi, yang oleh bung Suryana dikatakan Sam Kok versi Sima Yi


San Guo Zhi


Pertama mari kita bahas San Guo Zhi. Sima Yi boleh dikatakan tidak memiliki peranan dalam menulis catatan sejarah ini. Catatan sejarah ini ditulis oleh Chen Sou di abad ketiga penanggalan umum pada masa akhir kerajaan Wei dan awal dinasti Jin.

Chen Sou lahir di daerah Sichuan dan menjadi pejabat kerajaan Shu Han, kerajaan yang didirikan Liu Bei. Setelah Shu takluk, Chen Sou mengabdi ke kerajaan Wei yang mengalami pergantian kekuasaan dari keturunan Cao Cao ke keturunan Sima Yi yang mendirikan dinasti Jin.

Catatan sejarah Chen Sou kemudian direvisi / dianotasi oleh Pei Songzhi, seorang pejabat di masa dinasti utara dan selatan. Beberapa revisi / anotasi Pei Songzhi sangat berlainan dengan catatan Chen Sou.

Hal ini menyebabkan para akademisi berkesimpulan bahwa San Guo Zhi cukup valid untuk dijadian acuan sejarah resmi. Oleh karena itu San Guo Zhi adalah salah satu dari 24 buku sejarah resmi.Singkat kata, San Guo Zhi adalah catatan resmi sejarah.

Sanguo Yanyi / Sam Kok

Adalah sebuah fenomena umum di kalangan rakyat jelata Tiongkok untuk memiliki versi sejarah yang tercampur dengan fiksi, legenda, mitos. Sam Kok tidak luput dari pe-legenda-an ini. Boleh dikatakan proses romanisasi Sam Kok dimulai oleh Cao Cao sendiri.

Ketika Guan Yunchang / Guan Yu / Guan Gong (Kwan Kong) dipenggal, Cao Cao mengadakan sebuah upacara sembahyang yang selain memang memberikan penghargaan atas jasa-jasanya juga bertujuan politis.

Yakni agar emosi Liu Bei bisa diarahkan sepenuhnya kepada kerajaan Wu dengan menunjukkan bahwa Cao Cao tidak akan pernah memenggal Guan Yu karena sangat menghargainya.

Upacara penghargaan kepada Guan Yu ini kemudian  mulai diadopsi oleh rakyat jelata. Guan Yu dipandang sebagai lambang kesetiaan dan keadilan.

Proses signifikan berikutnya terjadi ketika jaman kekacauan setelah dinasti Jin bubar. Suku-suku utara menyerbu masuk ke dataran tengah dan menyulut peperangan. Di masa ini rakyat jelata mendambakan pemimpin yang mampu mengemban mandat langit (Tian Ming).

Periode kemakmuran sebelumnya terjadi pada masa dinasti Han. Oleh karena itu rakyat jelata mulai mengubah pandangan dari mereka yang menang pada jaman Sam Kok (Sima Yi, Wei, Cao Cao) sebagai pihak yang tidak berhak terhadap Tian Ming.

Liu Bei lah orang yang berhak menjalankan Tian Ming karena masih keturunan keluarga kerajaan.Periode ini juga menyaksikan populernya Buddhisme Tiongkok.

Ajaran Ruisme (Khonghucu) dan Daoisme yang selama ini dipegang rakyat tidak bisa menjawab penderitaan yang berkepanjangan akibat peperangan.

Para rohaniawan Buddhisme awalnya sangat sulit memasarkan ajarannya karena perbedaan kebudayaan India dan Tiongkok. Pada masa ini para rohaniawan itu mengubah cara pengajaran, melahirkan konsep Buddhisme Tiongkok dengan mengadopsi budaya lokal.

Salah satu hal penting yang berhubungan dengan romanisasi sejarah Sam Kok adalah diangkatnya Guan Yu sebagai Bodhisatva pelindung Dharma dengan nama Tionghoa Qielan Pusa, nama sanserkerta Sangharama Bodhisatva. Pada dinasti Song (4-5 abad kemudian) kaum Daois yang tidak mau kalah dalam persaingan penyebaran ajaran kemudian juga mengangkat Guan Yu sebagai salah satu dewa dengan nama Guandi Shengjun. Jadilah Guan Yu terangkat statusnyamenjadi makhluk suci dan dewa.

Setelah masa kedamaian di dinasti Tang dan Song, kekacauan dan peperangan kembali datang ke dataran tengah dan terakhir Tiongkok dikuasai oleh bangsa Mongol yang mendirikan dinasti Yuan.

Pada masa dinasti Yuan ini terjadi revolusi besar-besaran terhadap sejarah Sam Kok menjadi sejarah rakyat.Rakyat Tiongkok yang tidak rela dikuasai oleh bangsa Mongol kemudia nmelihat kembali ke masa kejayaan masa lalu dan ke masa Sam Kok. Seiring dengan tumbuhnya budaya opera, berbagai kisah kepahlawanan tokoh-tokoh Sam Kok kemudian beredar di kalangan rakyat jelata.

Usaha untuk mengkompilasi berbagai cerita Sam Kok versi rakyat ini pertama kali terdapat dalam naskah Sanguozhi Pinghua (cerita Sanguozhi). Naskah ini memuat sejarah Sam Kok versi cerita rakyat ditambah unsur mistik, karma, tumimbal lahir, legenda dan moralitas. Naskah lengkap Sanguozhi Pinghua itu ditemukan kembali di Jepang beberapa tahun yang lalu.

Cerita Sam Kok yang kita kenal sekarang adalah hasil kompilasi berikutnya oleh Luo Guanzhong pada masa akhir dinasti Yuan dan awal dinasti Ming.

Sanguo Yanyi ini lebih lanjut lagi memperhalus segi cerita dan menjadi salah satu karya sastra yang sangat populer di kalangan rakyat jelata sampai hari ini. Karena adalah karya sastra, isinya tentu saja sangat berlainan dengan catatan resmi sejarah yaitu San Guo Zhi.

Sedikit contoh perbedaan antara kisah-kisah puncak Sanguo Yanyi dengan San Guo Zhi adalah:

  1. Sumpah persaudaraan Liu Bei, Guan Yu dan Zhang Fei tidak tercatat dalam San Guo Zhi, yang tercatat adalah mereka tidur satu ranjang laksana saudara.
  2. Guan Yu tidak mengalahkan Wen Chou (salah satu dari 2 panglima YuanShao yang dikisahkan dipenggal oleh Guan Yu, satunya lagi adalah YanLiang). Ia mengalahkan Yan Liang dengan bantuan Zhang Liao. Ia juga tidak mengalahkan 5 panglima Cao Cao dalam pelariannya, alasanpelarian Guan Yu juga dicatat bahwa ia berselisih dengan Cao Cao karena masalah wanita.
  3. Senjata Guan Yu bukan Guan Dao / Yuan Yue Dao. Senjata Guan Yu tidak tercatat dalam San Guo Zhi. Yang tercatat adalah "Guan Yu menombak Yan Liang". Menurut penggalian arkeologis, senjata kavaleri yang umum pada masa Sam Kok memang adalah tombak. Guan Dao / Yuan Yue Dao itu senjata yang muncul pada jaman dinasti Song.
  4. Di dalam San Guo Zhi, Zhuge Liang tidak memanggil angin dengan altar tujuh bintang, tidak melakukan strategi meminjam anak panah, tidak menyebabkan Zhou Yu muntah darah dan tidak melakukan strategi kota kosong. "Memanggil angin" bisa dijelaskan dengan nalar sehat bahwa sebagai seorang terpelajar, Zhuge Liang mengerti meterologi yang lazim dikuasai pada masa itu. Meminjam anak panah adalah strategi Zhou Yu. Merantai kapal Cao Cao, pura-pura menyerahkan diri adalah siasat Huang Gai sendiri. Strategi kota kosong adalah strategi Liu Bowen, seorang Daois penasehat militer Zhu Yuanzhang (pendiri dinasti Ming).
  5. Perang Cibi  dimana Zhugeliang bertaruh dengan Zhou Yu  untuk mendapatkan anak panah merupakan cerita tambahan dari Luo Guanzhong. Aslinya yang meminjam panah itu adalah Sun Quan.Semasa Caocao berkuasa, Sima Yi tidak mendapat jabatan penting bahkan
    cenderung masuk kotak.
  6. Perbedaan antara Sanguo Yanyi dengan Sanguo zhi amat banyak.Salah satu contoh adalah Guan Ping yang dalam San Guo zhi disebut anak kandung Guan Yu bukan anak angkat. Hua Tuo tidak mengoperasi tangan Guan Yu. Zhuge Liang tidak sehebat yang dituliskan oleh Luo Guanzhong.Sanguo zhi tidak menarik dibaca karena tidak ada alur cerita seperti dalam Sanguo Yanyi, tapi Sanguo zhi menjadi bagian dari 24 buku sejarah Tiongkok.
  7. Guan Gong menjadi caishen, sepanjang yang saya tahu pada masa dinasti Qing. Caishen dalam khazanah Tiongkok ada 2 macam yaitu caishen sipil dan militer. Caishen sipil antara lain adalah Bi Gan dan Fan Li. Cai shen militer antara lain Zhao Gongming.


Boleh dikatakan bahwa kisah-kisah yang sangat populer di Sanguo Yanyi ternyata tidak pernah tercatat dalam sejarah resmi San Guo Zhi.

Lalu bagaimana dengan peninggalan para tokoh itu ?

Beberapa kuil dan lokasi yang didedikasikan untuk para tokoh Shu (Liu Bei, Zhuge Liang, Zhang Fei, Guan Yu) termasuk senjata-senjatanya (misalanya golok Guan Yu) sebenarnya lebih bersumber dari legenda.

Namun mohon diingat agar kepercayaan masyarakat haruslah dihormati. Jikalau bagi mereka itu benar, ya kita juga tidak bisa memaksa. Namun bagi yang tertarik untuk meneliti lebih lanjut, itu lain ceritanya.

Semoga yang saya ketikkan bisa sedikit menambah wawasan. Bagaimanapun juga Sanguo Yanyi adalah sebuah karya sastra yang fenomenal. Dan tidak terhitung banyaknya generasi muda yang tertarik untuk mendalami sejarah dan budaya Tionghoa dikarenakan cerita Sam Kok dan turunan-turunannya (komik, novel, video game). Termasuk saya sendiri.

Hormat saya,
Yongde

 

Last modified onWednesday, 14 August 2013 11:14
Rate this item
(4 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/65-samkok-perbedaan-antara-roman-dan-sejarah1

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto