A+ A A-

Regerings Almanak & Handboek voor cultuur

  • Written by  Didi Kwartanada
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | "Regeeringsalmanak"  terdiri dari dua jilid. Jilid pertama adalah berbagai peraturan dan undang-undang. Jilid kedua mengenai personalia.Walaupun namanya adalah "almanak pemerintah", namun tidak hanya mereka yang bekerja pada/berhubungan langsung dengan pemerintah (misalnya residen, asisten resimen, bupati, wedana, atau opsir2 Tionghoa, etc) yang namanya dimuat dalam"Regeeringsalmanak" jilid 2. Namun disitu dimuat juga berbagai organisasi sosial maupun keagamaan dengan nama pengurusnya.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

Untuk soal Tionghoa, hal terpenting dari "Regeeringsalmanak" adalah daftar nama opsir TIonghoa dari berbagai daerah, dari jaman ke jaman. Mungkin di "Regeeringsalmanak" inilah satu2nya data terlengkap soal opsir Tionghoa di Jawa (sampai kemudian dihapuskan tahun 1933/34, dengan perkecualian di Batavia).

Bagian mengenai opsir Tionghoa ini ada di seksi "Binnenlands Bestuur". Cara termudah untuk mencari nama seseorang adalah di bagian indeks "Regeeringsalmanak" jilid 2 di bagian halaman belakang.  Jika mencari "Tan Bun Hwie, seorang pedagang kaya pemilik persil Gedong Gula dahulu", kemungkinan data tersebut tidak ada di "Regeeringsalmanak" , karena tidak menjabat posisi seperti yang disebutkan seperti diatas.

Sumber yang paling tepat adalah "Handboek voor cultuur- en handels-ondernemingen in Nederlandsch-Indië 1888-1940". disini bisa dicari daftar nama  pebisnis dari berbagai macam etnis (Eropa-Tionghoa-Arab dan sedikit Pribumi). Yang lebih penting lagi adalah jumlah modal usaha & nama para pemegang saham dari badan usaha yang terdaftar resmi pada pemerintah akan disebutkan dengan detil.


Buku ini muncul setiap tahun dan bisa dijumpai di perpustakaan Leiden, karena mereka punya lengkap edisi 1888-1940 (53 edisi lengkap). Saya sudah cek langsung beberapa edisi di akhir 1930an-1940. Informasinya amat banyak dan  berguna. Twang Peck- yang yang disertasinya sudah terbit dalam bahasa Indonesia, mempergunakan sumber ini. Menariknya, intelejen Jepang sebelum menyerbu Indonesia, mereka juga mempelajari etnis Tionghoa dan salah satu acuan yang mereka gunakan untuk mengetahui kekuatan dan peran ekonomi Tionghoa adalah buku referensi ini. Hal ini menunjukkan nilai lebih buku tahunan tersebut.

Didi Kwartanada , 19963

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing List Budaya Tionghua


Last modified onFriday, 05 October 2012 11:47
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/661-regerings-almanak--handboek-voor-cultuur

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto