A+ A A-

Tauco

  • Written by  AK. Bromokusumo
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net| Rasanya hampir pasti semua kenal dan pernah mengecap tauco. Tauco dikategorikan sebagai makanan? Atau bumbu? Saya lebih cenderung mengategorikannya sebagai bumbu….

Bumbu bercita rasa khas ini adalah salah satu produk kedelai yang difermentasikan, dan menghasilkan rasa, warna, aroma dan tekstur yang pas untuk flavoring agent. Yang saya tahu, tauco sangat luas dikenal dari ujung utara Sumatera sampai seluruh Jawa, dan saya cukup yakin sampai Kalimantan, Sulawesi dan pulau lain juga mengenal tauco dengan kekhasannya sendiri.  Masing-masing daerah biasanya klaim bahwa tauco dari daerah mereka lah yang nomer satu, persis seperti kecap, semuanya nomer satu, tidak ada nomer dua sama sekali.

 

Artikel Terkait:

{module [201]}

Sampai saat ini pada umumnya tauco dibuat secara spontan, dalam artian belum ada standarisasi jenis mikroba tertentu yang menghasilkan fermentasi tauco ini. Karena pengaruh fermentasi spontan sesuai dengan tempat masing-masing dibuatnya, membuat tauco dari satu daerah ke daerah lain berbeda citarasa, warna dan teksturnya.

Jenis tauco ada dua macam yaitu bentuk kering dan bentuk basah, sedangkan dari rasanya dibedakan atas yang asin dan yang manis. Perbedaannya terletak dari jumlah air dan banyaknya gula yang ditambahkan.

Bahan baku yang sering digunakan untuk membuat tauco adalah kedelai hitam atau kedelai kuning, tetapi yang sering dan umum digunakan adalah kedelai hitam. Bahan tambahan untuk pembuatan tauco adalah berbagai jenis tepung seperti tepung terigu, tapung beras atau tepung beras ketan.

Prinsip dasar pembuatan tauco adalah fermentasi 2 tahap, yaitu fermentasi kapang dan fermentasi garam. Tahapan persiapannya adalah: merendam, mencuci, mengukus, penirisan, penambahan ragi, fermentasi dan dilanjutkan dengan perendaman dalam larutan garam.

Tujuan perendaman kedelai pada tahap awal adalah untuk memudahkan pengupasan kulit kedelai, mengembangkan biji kedelai dan untuk membantu mempercepat pengukusan atau perebusan. Perendaman kedelai biasanya dilakukan semalam atau sekitar 20 sampai 22 jam.

Karena proses fermentasi ini, struktur protein di dalam kedelai terpecah-pecah menjadi berbagai macam asam amino. Berbagai asam amino ini bercampur dengan garam yang ditambahkan, membentuk kandungan umami yang tinggi sekali. Umami adalah sebutan komponen rasa yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi gurih. Rasa gurih/umami terjadi karena terbentuknya MSG alami dalam tauco.

MSG seperti kita ketahui adalah singkatan Mono Sodium Glutamat, di mana sodium adalah nama lain dari Natrium dan glutamat dari asam glutamat – salah satu bentuk asam amino alami. Reaksi antara asam glutamat dan natrium chorida (NaCl = garam) menghasilkan senyawa baru Mono Sodium Glutamat.

Rasa gurih inilah yang kita dapatkan sewaktu kita memasak menggunakan salah satu komponen bumbunya tauco. Tidaklah mengherankan jika rasa masakan berbumbu tauco kaya rasa, aroma dan lezat karena pengaruh MSG alami ini.

Penggunaan tauco dalam kuliner Nusantara dikenal meluas, di antaranya:

-         Sayur tauco di Medan
-         Swikee kuah (yang menjadi signature dish adalah swikee Purwodadi)
-         Ikan masak tauco (sebutannya bermacam: ikan camcoan/cengcoan/cuan-cuan)
-         Ayam masak-oh
-         Pie-oh (bulus masak tauco)
-         Soto khas Pekalongan yang disebut tauto (tauco soto)
-         Udang masak tauco
-         Segala jenis tumis dengan tauco

Dan masih banyak lagi aneka ragam masakan yang menggunakan bumbu tauco yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara.

Masing-masing daerah memiliki kekhasan tersendiri aroma dan citarasa tauconya, sehingga rasa masakan tauco khas daerah tsb tidak mungkin ditiru atau disamai oleh daerah lain.


Ambil contoh misalnya masakan swikee Purwodadi. Masakan kodok yang dimasak dengan bumbu tauco ini tidak akan sama rasanya jika dimasak menggunakan tauco buatan Medan atau Pekalongan misalnya. Sebaliknya tauto Pekalongan juga tidak akan sama otentisitas rasanya jika dimasak dengan tauco buatan Semarang atau Jakarta.

Beberapa nama lain tauco: soybean paste, doenjang, dwenjang, miso, cheonggukjang, dajiang; adalah berbagai nama di berbagai negara yang memiliki kekhasan mereka sendiri produk sejenis atau mirip dengan tauco. Perbedaannya dengan tauco adalah jenis kedelai – biasanya kedelai setempat yang memiliki citarasa dan aroma sendiri dan juga bakteri fermentasinya yang biasanya merupakan bakteri tertentu strain setempat.

AK. Bromokusumo

http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/57491

http://baltyra.com/2011/04/13/tauco/

Budaya-Tionghoa.Net|

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/669-tauco

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto