A+ A A-

Xie Jun , Sang Juara Dunia Catur Wanita

  • Written by  Huang Dada
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Kemunculan Xie Jun 谢军 [1970 , Baoding, Hebei]  didunia catur menarik perhatian karena berbagai hal. Pertama , catur adalah cabang yang didominasi pria. Kedua ,cabang itu merupakan cabang tradisional yang senantiasa didominasi Uni Soviet [melawan sisa dunia] dengan beberapa perkecualian, seperti Judith Polgar yang muncul sebagai generasi berikutnya. Xie Jun mematahkan dominasi Soviet dengan mengalahkan Maya Chiburdanidze [Uni Soviet , Georgia]  di tahun 1991. Maya adalah juara dunia catur wanita yang sudah diraihnya selama 13 tahun [1978-1991].

 

Artikel Terkait:

{module [201]}

Xie Jun lahir pada tanggal 30 Oktober 1970 , Baoding , 120 km dari Beijing. Ayahnya berkarir di militer.  Xie Jun lahir di masa pertengahan Revolusi Kebudayaan. Dimasa turbulensi sejarah , menjadi hal yang umum untuk meminimalisir perbedaan antara pria dan wanita. Demikian nama "Jun" yang biasa diberikan untuk anak lelaki , oleh sang ayah digunakan untuk memberikan nama pada anak perempuannya.

Ketika Xie Jun berusia 6 tahun , ayahnya mengakhiri karirnya dimiliter dan keluarganya bisa kembali utuh dirumah. Sang ayah kemudian mulai memikirkan pendidikan buat anaknya yang nakal ini. Untuk menanamkan ketenangan dan konsentrasi sejak dini , Xie Jun kecil diperkenalkan kepada Xiangqi* [catur tradisional Tiongkok]. Ayahnye mengajari aturan dasar permainan. Xie Jun yang pandai ini segera menjadikan ayahnya bulan-bulanan.

Xie Jun kemudian mulai menghadapi lawan-lawan baru dibawah pengawasan ayahnya. Sang ayah yang bangga dengan kemenangan anak kecilnya dengan semangat mengayuh sepeda kembali kerumah sambil membahas langkah2 permainan diperjalanan dan sesampainya dirumah dengan semangat menceritakan kemenangan puterinya didepan isterinya dan ibunya.

Talenta Xiejun semakin terlihat dan semakin kuat tahun demi tahu. Sang ayah melobby stasiun televisi tentang konsep acara permainan Xiangqi yang dimainkan dengan seorang gadis kecil melawan orang tua. Malang bagi Xie Jun , sebelum program televisi berjalan , tulang tangannya patah selama pelajaran olahraga di sekolahnya.

Setahun kemudian , Xie Jun sudah berusia 10 tahun dan menjadi jawara di kejuaraan catur wanita di Beijing. Otoritas kemudian mulai memperkenalkan dan mendorong Xie Jun untuk beralih ke permainan catur internasional. Xie Jun kemudian bergabung dalam pelatihan dibawah bimbingan seorang master nasional dibawah pengawasan Komite Olahraga Beijing. Masa sulit dimulai , saat pelatih ternyata tidak berpengalaman mendidik anak kecil. Rekan - rekan yang lebih senior juga dengan mudah mengalahkan Xie Jun yang baru beralih dari Xiangqi ke catur.

Xie Jun bertemu dengan suasana lain saat dipindahkan ke "Children Palace" , tempat dimana banyak anak kecil berkumpul disana dengan bakatnya masing-masing dan dibantu oleh grup pelatih. Pelatih barunya lebih menyerupai seorang manajer daripada pelatih.

Di tahun 1982 , Xie Jun memutuskan untuk menekuni catur internasional dengan serius. Orang tuanya semula enggan dengan rencana Xie Jun meninggalkan pendidikan sekolah umum tetapi akhirnya mendukung keputusannya setelah mengetahui tekat dan keseriusan anaknya.

Dua tahun berikutnya , Xie Jun berhasil mencapai berbagai kemenangan dan menjadi juara nasional dibawah usia 16 tahun. Xie Jun sudah memenuhi persyaratan untuk masuk ke level Kejuaraan Nasional. Pada masa itu , Tiongkok memiliki kandidat lain , Liu Shilan dan Wu Mingqian , yang memenuhi persyaratan untuk Kejuaraan Dunia.

Karir Xiejun melesat di tahun 1988 dan mulai menghadapi banyak lawan kuat dari mancanegara. Xie Jun menghadapi lawan internasionalnya yang pertama , Jorg Hickl , seorang Master Internasional dari Jerman [Sebelumnya Xie Jun sempat menghadapi pertarungan tidak resmi melawan pecatur Soviet]. Xie Jun berhasil bermain imbang dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam diri Xie Jun.

Xie Jun kemudian masuk tim nasional untuk Kejuaran Dunia Junior di Adelaide , Australia. Xie Jun tidak memiliki expetasi tinggi pada saat itu , karena prestasinya masih naik dan turun.  Setelah kalah dalam pertandingan pertama melawan pecatur dari Kuba , penampilan Xie Jun terus meningkat dan mulai mencetak angka penuh. Termasuk melawan salah satu lawan pentingnya , Ketevan Arakhamia. Arakhamia adalah juara dunia junior pada masa itu. Xie Jun memenangkan salah satu pertarungan terpenting dalam karirnya. Memegang bidak putih , memainkan Pertahanan Sicilia [Sicilia Defense , varian Sveshnikov] Xie Jun berhasil mengalahkan Arakhamia. Akhir turnamen , Xie Jun meraih posisi kempat dengan meraih 9.5 point dari 13 pertandingan. Event ini menjadi salah satu fase perkembangan penting dalam karirnya. Dari turnamen ini muncul generasi baru seperti Ivanchuk , Boris Gelfand , Vladimir Akopian , Michael Adams .

Tur Australia berlanjut dari Adelaide ke Sydney Open 1988. Salah satu kemenangan terpenting Xie Jun adalah mengalahkan pecatur pria yang kuat seperti Michael Adams. Dalam permainan Ruy Lopex , varian Anti-Marshall , Xie Jun yang memegang bidak hitam meraih kemenangan sensasional .

Dalam sebuah wawancara dari sebuah majalah catur internasional Michael Adams mengeluarkan sebuah ironi

"I thought she was quite cute until she beat me" - Michael Adams

Menjadi Juara Dunia Wanita

Dalam usia 20 tahun , 1991 , Xie Jun meraih hak kandidat penantang juara dunia , Maya Chiburdanidze dari Georgia [ex Soviet] yang sudah memegang gelar tersebut dari tahun 1978. Dalam duel tersebut , Xie Jun meraih 8.5 point dari 15 pertandingan. Menghadapi "Dinasti Polgar" , Sasa Polgar [Kakak dari Judith Polgar] Xie Jun kehilangan gelarnya di tahun 1996 dan merebutnya kembali di tahun 1999.

Era keemasan Xie Jun adalah fase lain dari kebangkitan Tiongkok pada khususnya dan Asia pada umumnya di bidang olahraga . Dalam pertandingan "All Chinese Final" , Xie Jun mempertahankan gelarnya dengan menundukkan rekan senegaranya, Qin Kayung di final.

Xie Jun menjadi pahlawan di Tiongkok , dan berperan mempopulerkan catur di Tiongkok . Dari Xie Jun lahir generasi baru seperti Zhu Chen , Xu Yuhua dan Wang Lei dan sampai era Huo Yifan.

Huo Yifan diperkirakan dapat menyamai pencapaian Super Grand Master Judit Polgar [sesuatu yang belum bisa dicapai Xie Jun].

 

Budaya-Tionghoa.Net |Facebook Group Budaya Tionghoa | Facebook Group Tionghoa Bersatu

Referensi :

1. Jun , Xie , "Xie Jun , Chess Champion From China , The Life and Games of Xie Jun"

2. Foto Xie Jun menggilir para pecatur pria dalam pertandingan simultan. http://www.chess-theory.com/

Last modified onWednesday, 10 October 2012 03:23
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/696-xie-jun--sang-juara-dunia-catur-wanita

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto