A+ A A-

Sejarah Perkembangan dan Seluk Beluk Agama Tao [6] - Berkembangnya Taoisme Mistik [Aliran Shangqing]

  • Written by  Jaya Selalu + Xuan Tong
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Berkembangnya Taoisme Mistik (Aliran Shangqing) (300 - 600).  Mistisisme berupaya menciptakan suatu pengalaman religius yang lebih mendalam, dengan berusaha untuk mencapai pengalaman mistis. Ada banyak definisi mengenai pengalaman mistis tersebut, namun secara umum adalah dengan berusaha mencapai ekstase, atau pengalaman keagamaan yang melampaui segenap kesadaran indrawi dan logika.

Perasaan bahagia luar biasa yang tidak dapat diterangkan dengan akal juga merupakan sesuatu yang sering menyertai pengalaman- pengalaman mistis. Ajaran penting lainnya adalah konsep mengenai apa yang disebut dengan "Yang Tunggal." Ia tidak dapat dipahami oleh orang biasa dan merupakan dasar bagi segala sesuatu. Meskipun tidak dapat dipahami, namun ia hadir dalam diri kita, dan dengan menyadarinya secara internal kita dapat mencapai kemanunggalan dengan segala sesuatu di sekeliling kita. Tujuan tertinggi umat manusia adalah menyatu dengan "Yang Tunggal" tersebut.

Aliran Shangqing mengatakan bahwa tujuan tertinggi dalam hidup adalah menyatu dengan Tao dalam rasa bahagia yang luar biasa serta ekstase. Jadi Tao diidentikkan dengan "Yang Tunggal" tersebut. Mereka juga mengajarkan bahwa di dalam tubuh manusia (pada tiap-tiap organnya) terdapat roh-roh penjaga, menyerap energi bulan dan matahari untuk mencapai keabadian. Sebelum melanjutkan pembahasan kita, perlu diingat bahwa sesuatu yang disebut "Yang Tunggal" tersebut menurut Aliran Taoisme Shangqing sekalipun, juga merupakan kekuatan yang tidak berpribadi (impersonal), sehingga tidak dapat disamakan dengan Tuhan Personal. Ajaran Aliran Shangqing ini lebih mirip dengan Brahmanisme, dimana tujuan akhirnya adalah penyatuan dengan suatu esensi tertinggi impersonal bernama Brahman. Aliran Shangqing meyakini bahwa "Yang Tunggal" tersebut adalah Tao yang berada dalam diri setiap orang. Ini juga mirip dengan ajaran Brahmanisme yang mengatakan bahwa tiap makhluk merupakan pancaran dari Brahman, jadi dari dalam tiap makhluk terdapat Brahman.

Artikel Terkait:

{module [201]}

Aliran Shangqing ini didirikan oleh seorang wanita bernama Wei Huacun YuanJun pada masa Dinasti Jin. Nyonya Wei dikatakan telah menerima pewahyuan dari para dewa dan mencatat ajaran mereka pada sebuah kitab yang berjudul Shangqing Huangding Neiqing Yujing (Kitab Klasik Batu Giok Istana Kuning Mengenai Gambaran gambaran Internal atas Alam Murni nan Tinggi) pada tahun 288 M. Meskipun demikian gagasan mengenai adanya roh-roh penjaga pada tiap-tiap organ tubuh manusia serta penyatuan dengan "Yang Tunggal" telah dikenal sebelumnya. Kitab Taipingjing yang telah ada sebelumnya menyebutkan: "Jika tubuh berada dalam ketenangan dan roh dijaga di dalamnya, maka penyakit tidak akan bertambah banyak. Anda akan berumur panjang, oleh karena roh-roh yang baik melindungi Anda."


Pada kitab komentar atas Tao Te Cing yang ditulis oleh He Shanggong, disebutkan apabila seseorang dapat membina roh-roh penjaga yang terdapat dalam tubuhnya, maka ia dapat mencapai keabadian. Kelima roh- roh penjaga yang berdiam dalam organ manusia itu adalah sebagai berikut:
1. Hati tempat berdiam roh manusia
2. Paru-paru tempat berdiam jiwa manusia
3. Jantung tempat benih roh abadi
4. Limpa tempat berdiam keinginan-keinginan manusia
5. Empedu tempat berdiam energi pembangun

Tambahan:

dalam perkembangannya , sistem ini berubah menjadi pemikiran bhw ke 5 organ itu adalah 5 setan(wu gui) dimana melatih diri sehingga 5 setan itu berubah menjadi 5 dewa( wu shen). Apabila kelima organ tersebut mengalami gangguan, maka kelima roh tersebut akan meninggalkannya. Orang yang berjasa menyebarkan Aliran Shangqing ini adalah Yang Xi. Dikatakan bahwa ia telah menerima penampakan dari Nyonya Wei yang saat itu telah menjadi dewi atau yang sering disebut Wei HuaCun Yuan Jun. Ia kemudian mencatat ajaran-ajaran dari Nyonya Wei tersebut dan selanjutnya diwariskan kembali pada Xu Hui dan Xu Mi (ayah dan anak).

Kitab-kitab Aliran Shangqing lainnya adalah Taishang Baowen (Tulisan Suci dari Yang Tertinggi), Dadong Zhenjing (Kitab Sejati dari Gua Agung), dan Basu Yinshu (Kitab Tersembunyi mengenai Delapan Kesederhanaan). Para penganut Aliran Shangqing ini berhubungan satu sama lain melalui ikatan keluarga atau perkawinan. Xu Hui dan Xu Mi ini berkerabat dengan Ge Hong, yang menulis kitab Baopuzi. Anggota lain keluarga Ge yang ikut berjasa dalam Aliran Shangqing adalah Ge Xuan. Ia mengumpulkan menjadi satu Kitab- Kitab Lingbao dari Taoisme. Bentuk awal dari Aliran Shangqing menggabungkan banyak aspek dari Aliran Tianshi Dao. Mereka menggunakan jimat-jimat dan menjadikan Yuanshi Tianzun ,sebagai dewa tertinggi mereka. Mereka juga memakai kitab-kitab Taipingjing,Zhengyi Fawen (Aturan-aturan dan Kitab-kitab dari aliran Dianshi Dao), Taishang Lingbao Wufujing, dan kitab-kitab Lingbao lainnya sebagai kitab utama mereka.

Hal-hal yang membedakan Aliran Shangqing dengan Tianshi Dao adalah:

  1. Aliran Shangqing mengajarkan penyatuan dengan "Yang Tunggal" dan memelihara roh-roh penjaga dalam tubuh, demi tercapainya kesehatan tubuh umur panjang. Aliran Dianshi Dao tidak mengenal paham penyatuan dengan "Yang Tunggal," mereka berpendapat bahwa penggunaan jimat dan ramuanlah yang bertujuan menyembuhkan penyakit.
  2. Aliran Tianshi Dao menggunakan jimat untuk menyembuhkan penyakit, mengusir setan, dan melindungi diri terhadap roh jahat, sedangkan Aliran Shangqing menggunakan jimat untuk memanggil dan memvisualisasikan roh-roh penjaga di dalam tubuh serta mengadakan perjalanan menuju alam realita yang lainnya.

Meskipun terdapat perbedaan, hal ini tidaklah mengundang permusuhan dari Aliran Tianshi Dao yang lebih tua. Memang, toleransi beragama telah dijunjung tinggi di Tiongkok semenjak jaman dahulu.

Tokoh selanjutnya yang ikut mengembangkan Aliran Shangqing adalah Tao Hungqing. Beliau dilahirkan pada tahun 456 dan wafat pada tahun 536 saat berkuasanya Dinasti Liang. Tatkala berdiam di Maoshan, sebuah gunung di Propinsi Jiangsu, ia menulis kembali silsilah Aliran Shangqing, mencatat otoritas pewariskan ajarannya, mencatat susunan penghuni alam kedewaan beserta jabatan-jabatan dan wewenang di dalamnya. Oleh karena itu Tao Hungqinglah yang berjasa menetapkan kosmologi kedewaan Taois. Tingkatan para dewa tersebut dibagi-bagi seturut tingkat pencapain kesucian mereka. Tao Hungqing juga tertarik dengan ilmu alkimia (nenek moyang ilmu kimia) dan ia mempunyai sebuah laboratorium di Maoshan yang dibiayai oleh kerajaan. Dengan laboratorium itu ia berusaha menciptakan pil panjang umur dan memperkenalkan penggunaan mineral serta rempah-rempah untuk menjaga kesehatan dan memperpanjang usia ke dalam Aliran Shangqing. Aliran Shangqing yang didirikan oleh Tao ini dikenal sebagai Cabang Maoshan atau lengkapnya Aliran Maoshan Shangqing (Aliran Maoshan Shangqing ini berbeda dengan Aliran Maoshan yang menekankan ilmu gaib pada masa Dinasti Ming).

Kini kita akan sedikit membahas ajaran Aliran Shangqing. Ajaran aliran ini dibagi menjadi tiga hal: "alam semesta bagian dalam", "alam semesta bagian luar", dan perpaduan keduanya. Alam semesta bagian dalam meliputi tubuh manusia sendiri, yang dipenuhi oleh makhluk suci, roh, dan monster. Sehingga dengan demikian Aliran Shangqing meyakini bahwa terdapat makhluk suci dan roh-roh yang menjaga tubuh dari penyakit. Hal ini menarik sekali, mengingat ilmu kedokteran modern, juga menemukan keberadaan darah putih, yang juga menjaga tubuh manusia dari penyakit (fungsi kekebalan tubuh). Apabila para roh-roh penjaga ini telah meninggalkan tubuh, maka hal tersebut dapat menyebabkan tubuh melemah dan mati. Oleh sebab itu, Aliran Shangqing sebagian besar menitik beratkan pada usaha untuk menjaga agar roh-roh penjaga tersebut tidak lemah atau pergi. Selain adanya makhluk-makhluk suci tersebut, mereka juga meyakini keberadaan tiga monster yang menjaga tiga titik pada tulang punggung. Monster-monster tersebut memiliki kemampuan untuk menghambat jalan energi kita, namun mereka menjadi kuat dikarenakan oleh makanan yang kita makan. Oleh karena itu untuk menjaga agar monster tersebut tidak terlalu kuat, para praktisi melakukan puasa atau diet tertentu.

Tambahan:
dalam perkembangannya , pemahaman ini masih ada tapi 3 iblis itu menjelma menjadi fenomena2 pengganggu para praktisi meditasi. Karena itu ada yang menggunakan sistem vegetarian agar po2 binatang tidak mempengaruhi tubuh.

Alam semesta bagian luar meliputi segala sesuatu di luar kita yang juga dihuni banyak roh dan dewa. Yang terpenting dari mereka hidup di matahari, bulan, dan bintang-bintang.

Budaya-Tionghoa.Net |

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/739-sejarah-perkembangan-dan-seluk-beluk-agama-tao-6-berkembangnya-taoisme-mistik-aliran-shangqing

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto