A+ A A-

Budaya Buang Hajat: Jongkok atau Duduk? - Pejongkok Melakukannya Lebih Baik

  • Written by  Jimmy Lominto
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Memang judul posting ini agak kurang sedap tapi isinya tidak . Apakah anda membuang hajat dengan berjongkok atau sambil duduk? Dalam kehidupan sehari-hari, kebanyakan orang  tidak begitu memusingkan, mau jongkok ataupun duduk saat mereka membuang hajat. Karena urusan buang hajat adalah urusan sepele, lagipula berbau tidak sedap. Jadi banyak orang cenderung tidak memikirkan apalagi mendiskusikannya.



Apalagi di jaman modern ini. Di jaman yang serba kebarat-baratan ini, tampaknya budaya buang hajat jongkok semakin digantikan oleh budaya buang hajat duduk. Buang hajat sambil jongkok itu kuno, kampungan, dan tidak sophisticated. Sekali lagi, tanpa banyak pemikiran dan tanpa banyak perlawanan kita kena diperdaya hegemoni Kebudayaan Barat. Benarkah urusan buang hajat adalah urusan sepele? Benarkah buang hajat sambil jongkok itu urakan dan kampungan? Benarkah demikian?

Dalam Budaya Tionghoa, buang hajat dan kotoran yang dihasilkannya ternyata menduduki tempat yang sangat fundamental, krusial, dan esensial. Bagi yang pernah nonton film The Last Emperor, ingatkah saudara bahwa di bagian awal film itu ada adegan seorang mengambil sebuah piring yang diberikan oleh seorang sida-sida, orang itu kemudian melihat isi piring itu lalu mendekatkan ke hidungnya dan mengendusnya beberapa kali lalu keluarlah kalimat, "Tidak boleh makan tahu malam ini." Piring itu berisi kotoran/tinja si kaisar cilik Pu Yi dan orang yang mengendus kotoran ini adalah tabib pribadi sang kaisar. Dalam ilmu pengobatan Tionghoa, tinja merupakan alat untuk mendiagnosa kondisi si pasien; bentuknya, warnanya, volumenya, serta baunya. Bagaimana dengan cara membuangnya?

Buang Hajat: Pejongkok Melakukannya Lebih Baik

Perhatikanlah alam dan anda akan melihat bahwa semua binatang berjongkok untuk membuang hajat. Bahkan nenek moyang terdekat kita, primata, berjongkok hingga kedua lutut mereka menempel ke dada saat 'kebelet'. Tapi mungkin yang tidak anda sadari adalah hingga hari ini kebanyakan manusia masih membuang hajat dalam cara alami ini, khususnya di Asia, Afrika, dan Timur Tengah.

Hanya di Barat yang sudah terindustri, di mana toilet modern diciptakan, orang 'duduk' untuk membuang hajat seperti mereka duduk untuk makan. Tidak mengherankan seluruh dunia Barat menderita sembelit kronis, hemorrhoids, wasir kronis, serta berbagai persoalan lain yang disebabkan upaya mengosongkan isi perut dalam posisi duduk. Sementara toilet duduk mungkin menghemat kaki anda upaya yang diperlukan untuk berjongkok secara benar, namun toilet adalah sebuah alat siksa yang luar biasa mengerikan untuk perut anda dan berbagai persoalan yang ditimbulkannya sangat tidak sepadan upaya yang dihemat.

Sewaktu duduk di toilet, bagian ujung bawah usus besar yang menurun, membutuhkan upaya pergerakan otot yang sangat besar untuk mengosongkan isi perut. Tekanan dari upaya ini [mengeden] dapat memecahkan atau menyumbat pembuluh-pembuluh rambut halus yang mengisi anal sphincter, menyebabkan terbentuknya hemorrhoids di sana. Ketika berjongkok, usus besar meluruskan dirinya secara alami dengan dubur dan anus, yang dalam posisi jongkok terbuka secara penuh dan tanpa memerlukan upaya. Dengan cara ini, tidak perlu mengeden untuk membuang kotoran. Anda akan membuang lebih banyak kotoran dalam satu kali jongkok ketimbang yang dapat anda buang dalam satu kali duduk. Karena saat berjongkok kedua sisi pantat terbuka lebar, maka lebih sedikit kotoran yang menempel. Ini menghemat uang anda untuk kertas toilet juga.

Untuk berjongkok di atas toilet duduk, angkatlah alas duduk toilet dan berdirilah ke atas bibir toilet, lalu jongkoklah secara perlahan hingga kedua lutut menekan dada anda. Kala telanjang kaki, jongkoklah di atas alas duduk toilet daripada bibir toilet. Sebuah tempat cuci tangan, tiang penyangga, ataupun lemari di sekitar dapat digunakan sebagai tempat pegangan untuk menjaga keseimbangan tubuh. Jika lutut dan punggung anda terlampau lemah untuk menopang berat badan anda dalam posisi jongkok, bangunlah kerangka kayu di sekitar toilet untuk menopang lengan anda. Gerakan pengosongan isi perut begitu cepat, efisien, tanpa upaya, serta kotorannya banyak dalam postur ini sehingga begitu mulai melakukannya, anda tidak lagi menyiksa perut anda seperti yang terjadi dalam posisi duduk.

Tip-tip berikut ini akan membuat berjongkok jauh lebih bermanfaat bagi anda. Jika anda menderita gas kronis dan sembelit, simpanlah bola besi atau batu bundar licin di dekat ranjang anda. Hal pertama yang dilakukan sebelum bangun, gulirkan berat itu di sekitar daerah perut anda searah alur usus besar, yaitu dari sudut kanan bawah ke atas rusuk, lalu geser ke arah kiri melintasi usus besar atas, dan turun ke bawah ke arah dubur. Ini adalah satu metode hebat untuk mengeluarkan kantung-kantung gas, mengendurkan tinja yang terpampat, dan merangsang otot-otot perut untuk bergerak sebelum kunjungan pertama anda ke toilet.

Metode lain untuk meringankan sembelit kronis adalah menggunakan jemari anda untuk memijat dengan lembut daerah lunak antara anus dan ujung kolom spinal (coccyx). Ini secara langsung merangsang usus besar dan membantu perut yang lemah untuk membuang secara lebih bersih. Di samping itu, praktikkan latihan anal sphincter yang diperkenalkan di bab 4 dan bab 7 dengan mengontraksi dan merilekskan sphincter secara ritmis beberapa kali sehari. Latihan ini merangsang kelenjar-kelenjar di anus untuk mengeluarkan pelumas alami, yang akan sangat membantu pergerakan tinja kering. Latihan ini juga membilas darah kotor dari anal sphincter, sehingga mencegah terbentuknya hemorrhoids.

Yang terakhir, manakala anda merasa butuh pencahar terlepas dari semua upaya tersebut di atas, awalilah dengan makanan yang berfungsi sebagai pencahar dan baru sebagai upaya terakhir mencoba obat pencahar herbal yang lembut bersama dengan sedosis larutan psyllium seed husk. Jangan pernah gunakan obat pencahar kimia komersil: obat-obat tersebut dengan cepat menciptakan ketergantungan kronis pada rangsangan sintetis isi perut, yang hanya memperparah sembelit menjadi suatu kondisi yang kronis.

Jika mengikuti saran-saran sederhana ini bersama dengan nutrisi yang tepat, anda tidak akan pernah lagi menderita sembelit kronis serta semua penyakit toxemia penyerta yang disebabkannya. Usus besar yang bersih dan tidak terhambat merupakan salah satu pra-syarat terpenting dari jalan kesehatan dan panjang umur. Seperti yang ditulis oleh Ko Hung, seorang pakar alkimia dan penulis Taois yang banyak karya tulisnya:

Insan-insan yang beraspirasi untuk berumur panjang

 

harus menjaga bersih perut mereka;
Insan-insan yang ingin menunda kematian
harus menjaga perut mereka bebas hambatan.
Kontraksi-Kontraksi Anal Sphincter (Latihan dari Bab 4)


Teknik: Ini dapat dilatih saat berdiri, duduk, tiduran, ataupun kala berjalan. Tariklah nafas dan tahanlah nafas sebentar, sementara melakukan serangkaian cepat kontraksi anal sphincter yang dalam. Tahanlah kontraksi terakhir dengan rapat selama beberapa detik, lalu kendurkan sphincters sepenuhnya saat anda membuang nafas. Ketika paru-paru kosong, lakukan lagi satu kontraksi yang dalam lalu lepaskan sebelum mulai menarik nafas berikutnya. Lakukan ini dua-tiga kali. Dalam posisi tidur, anda bisa mengarahkan rangsangan kontraksi-kontraksi secara langsung ke usus besar dengan melakukan mereka dengan menempelkan kedua lutut ke dada sambil dipeluk kedua lengan.

Manfaat:
Membuang gas beracun dan mencegah sembelit. Mengolah diaframa urogenital serta memberikan pijatan prostat yang luar biasa bagi pria. Mencegah hemorrhoids dengan membilas keluar darah kotor dari anal sphincters dan otot-otot terkait serta menghilangkan energi dan stagnasi darah dari tempat vital ini. Membantu pria mengendalikan kanal urogenital untuk mengendalikan ejakulasi serta membantu wanita memperoleh kendali sukarela atas 'Otot-Otot Cinta' vaginal. Mencegah prolapsenya dubur dan rahim. Bagi wanita hamil, ini adalah cara baik untuk menyiapkan otot-otot dan tendon panggul untuk melahirkan. Praktikkan latihan ini secara sering sepanjang hari, dengan atau tanpa pernafasan yang dalam.

Belajar 'Mengunci Gerbang' (Latihan dari Bab 7)

Saat mengajar tenis, petenis profesional memberitahu siswa mereka bahwa 'kuncinya terletak di pergelangan tangan', namun dibutuhkan latihan berbulan-bulan sebelum pemula belajar menyesuaikan pergelangan tangan mereka pada game tersebut. Prinsip yang sama berlaku untuk kendali ejakulasi: ini seperti belajar olah raga baru dan dalam kasus ini fokus anatomikal aktivitas ini terletak di daerah yang sakral.

Kontraksi dan rileksasi ritmis anal sphincter yang diperkenalkan sebagai latihan umur panjang pada bab 4 bisa dilatih kapan saja, di mana saja, dan dalam posisi apa saja. Pastikan untuk mengontraksi sphincter eksternal maupun internal serta menahan kontraksi selama beberapa detik sebelum mengendurkannya.

Sewaktu menerapkan penguncian anal untuk mengendalikan ejakulasi, anda harus melakukannya dengan kuat ketika paru-paru anda terisi, pertahankan secara rapat sambil menahan nafas sebentar, namun jangan mengendurkannya saat membuang nafas seperti yang dilakukan dalam berbagai latihan pernafasan yang biasa. Pertahankan itu terkunci rapat selama dua atau tiga putaran pernafasan atau selama mungkin untuk memperoleh ketenangan serta kendali kembali. Hanya setelah itu anda boleh mengendurkannya, secara perlahan dan lembut. Ingatlah bahwa latihan ini juga bermanfaat bagi wanita karena mengencangkan seluruh diaframa urogenital serta menarik energi seksual ke atas.

Otot-otot yang mengendalikan anal sphincters dapat dikontraksikan lebih jauh untuk memberikan kendali atas prostat, saluran kencing, dan seluruh penile shaft. Ketika diterapkan secara tepat, anda dapat merasakan kontraksi yang diperpanjang ini mengangkat seluruh lantai panggul ke atas saat kontraksi ini menutup kanal urogenital.

Penguncian anal, prostat, dan penile yang diperkuat ini, dipadu dengan penahanan nafas merupakan kunci yang 'mengunci gerbang', sebuah kunci yang sebaiknya ditempa setiap pria untuk dirinya sendiri melalui satu latihan sederhana tunggal sehari-hari yang sangat mudah untuk diingat dan dilakukan semjudah pergi ke toilet. Inilah caranya: sewaktu sedang kencing, beberapa detik sebelum aliran air seni berhenti, kuncilah anus dengan cepat dan kontraksikan penile shaft untuk 'memencet' saluran kencing dan menunda aliran air seni, bagaikan anda sedang 'menahan kencing' saat sedang mencari toilet. Setelah sedetik dua detik, kendurkan kontraksi, biarkan air seni mengalir kembali, lalu tiba-tiba 'pencet' kembali. Setiap pencetan akan menyebabkan semprotan kuat sisa air seni saat saluran kencing dikontraksikan. Ulangi ini tiga sampai lima kali, atau hingga tiada lagi air seni yang keluar saat anda menekan, lalu tahan kontraksi terakhir selama 5-10 detik sambil memasukkan kembali dan menyeletingkan celana anda. Anda dapat memperkuat efek-efek latihan ini dengan berdiri di atas jemari kaki anda sambil melakukannya.

Jika seorang pria membiasakan diri melakukan latihan ini setiap kali buang air kecil, maka secara otomatis ia melatih metode yang tepat dalam 'mengunci gerbang' selama berhubungan badan--beberapa kali dalam sehari, setiap hari. Selain menghasilkan kendali sukarela atas ejakulasi, latihan ini juga bermanfaat untuk dubur dan usus besar, memijat prostat, serta merangsang terminal-terminal sistem saraf parasimpatetik bagian bawah yang mengatur proses pencernaan dan menyeimbangkan sistem endoktrin. Hanya Taois yang dapat mengambil fungsi duniawi sehari-hari seperti membuang air kecil dan mengubahnya menjadi sebuah latihan efektif untuk mengolah jing (essence) dan chi (energi)!

***

Tulisan berikut saya kutip dan terjemahkan dari buku "The Tao of Health, Sex, & Longevity karya seorang Taois bule, Daniel P.Reid yang tinggal Phoenix Mountain, Peitou, Taiwan.

Semoga bermanfaat dan selamat menikmati

JL

Budaya-Tionghoa.Net |


Pihak yang ingin mempublikasi ulang tulisan dalam web ini diharapkan untuk menyertakan link aktif : www.budaya-tionghoa.net dan link aktif yang berada didalam tulisan atau membaca lebih jauh tentang syarat dan kondisi . Mempublikasi ulang tanpa menyertakan tautan internal didalamnya termasuk tautan luar ,  tautan dalam , catatan kaki , referensi , video , picture , sama dengan mengurangi konten dalam tulisan ini.




Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/773-budaya-buang-hajat-jongkok-atau-duduk?-pejongkok-melakukannya-lebih-baik

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto