A+ A A-

Marga Hou | Heo | Hao | Kao

  • Written by  Liang U
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Marga ini dalam bahasa Mandarin adalah Hou 侯. Dalam bahasa Hakka adalah Heo (dulu ditulis Heuw). Dalam bahasa Hokkian adalah Hou atau Hao (Cuanciu), bahasa lisan Kao. Dalam bahasa Tiociu adalah Hou atau Kao dan dalam bahasa  Konghu adalah   Hao.

Artikel Terkait:

{module [201]}

LATAR BELAKANG LAHIRNYA BANYAK SNE (百家姓)DI TIONGKOK

Zaman dahulu, xing 姓 atau sne ( baca sebagai se dengan bunyi sengau, dulu ditulis she) dan shi 氏 (clan) berbeda.  Sne sudah ada dari zaman kaisar purba Huangdi 皇帝 atau kaisar kuning, Konon Huangdi memberikan beberapa sne kepada bawahannya. Jumlah sne masih sedikit, dan tidak selalu dicantumkan di depan nama. Di antara sne yang lahir saat itu adalah 姚 Yang,姜 Jiang ,子 Zi  dll. Kebanyakan hurufnya mengandung bagian nv 女, yang berarti wanita, ini menunjukkan bahwa sne diturunkan menurut garis ibu, masyarakan masih matriakat.

Dinasti Zhou (Hokkian Ciu=Tjioe) ,menyusun negara dengan sistem “federal”,  yang terdiri dari wilayah-wilayah yang dikuasai oleh para zhuhou  诸侯,seperti gubernur yang mempunyai kuasa penuh untuk daerahnya.  Ketika dinasti Zhou makin lemah, negara zhuhou ini makin berkuasa dan mengabaikan pemerintah pusat Zhou.
Beberapa zhuhou resmi mengangkat dirinya sebagai raja, dan wilayah federasi ini menamakan dirinya negara. Bukan itu saja negara-negara zhuhou ini saling berperang satu sama lain berebut wilayah dan kepentingan lainnya. Kerusuhan meletus di mana-mana. Meskipun demikian karena tajamnya persaingan, pada zaman inilah muncul orang-orang yang kenamaan, seperti ahli filsafat Laozi 老子 (Lao Cu), Kongzi 孔子   (Khong Hu Cu ), Mengzi ( Beng Cu) , ahli militer Sunzi 孙子 (Sun Cu)  dll.

Zaman ini disebut zaman Chunqiu (春秋 Chunchiu). Pada zaman ini para Zhuhou maupun pejabat sangat senang mencantumkan nama negara atau clan didepan namanya. Zhuhou yang terkenal pada zaman ini diantaranya adalah: Qi Huangong 齐桓公,Jin Wengong 晋文公,Qin Mugong 秦穆公, Song Xianggong 宋襄公 dan Chu Zhuangwang 楚庄王.  Perhatikan Qi Huangong dari negara Qi, Jin Wengong dari negara Jin dst.  Di belakang nama itu ada istilah gong, dan seorang wang.

HOU PADA AWALNYA ADALAH GELAR KEBANGSAWANAN

Tadi di atas sudah kita katakan negara dipimpin oleh seorang zhuhou. Hou adalah gelar kebangsawanan saat itu, ada lima tingkat gelar kebangsawanan,  gong paling tinggi dan hou adalah kedua. Kepala daerah disebut para zhuhou karena memang diberi gelar kebangsawanan Hou.  Setelah merasa kuat, pemerintah pusat dinasti Zhou tak dapat berbuat apa-apa mereka menaikkan gelarnya jadi gong.

Setelah resmi memproklamirkan diri dan memisahkan diri menjadi merdeka dari dinasti Zhou, mereka mengganti gelarnya menjadi wang, atau raja.  Dinasti Zhou akhirnya musnah diserang negara Qin 秦  (Jin)dan selesailah zaman Chunqiu. Negara-negara kecil dan lemah sudah musnah saling berperang, tinggal tujuh negara kuat dan disebut zaman Negara Berperang 战国, yaitu negara Qin 秦 (Cin ) ,Chu楚 (Chou) , Qi 齐 (Ce) ,Wei 魏 (Gui ), Han 韩 (Han),  Yan 燕 (Yan)  dan Zhao 赵 (Tiao, Tio).


Mulai zaman inilah, terutama setalah negara Qin berhasil mengalahkan keenam negara lain, dan mendirikan dinasti Qin dengan kaisar pertama Qin Shehuangdi , shi atau clan dianggap sederajat  dengan sne.  Karena clan itu banyak maka muncullah banyak sne baru, seperti yang kita kenal zaman sekarang.
Zaman purba ada San  Huang 三皇atau lima kaisar, ada  Wu Di 五帝atau lima kaisar yang lain, huang mempunyai arti sama 登岸 dengan Di.

Qin Shihuangdi menggunakan kedua-duanya huang dan di menjadi huangdi untuk menunjukkan bahwa ia lebih tinggi lebih besar dari san huang dan wu di zaman purba. Qin Shihuangdi yang biasa kita sebut Qin Shihuang saja, berhasil menyatukan Tiongkok, menyatukan sistim timbangan dan menyatukan cara menulis huruf Tionghoa, Ia pula yang memulai pembuatan tembok besar, untuk mencegah suku dari utara menerjang masuk.  Ia memerintah dengan tangan besi, membakar buku ajaran Kong Hu Cu dan mengubur hidup-hidup para ahli ajaran Kong Hu Cu.

ASAL USUL SNE HOU  侯:

Ada tiga asal usul sne Hou:
1. Pada zaman Chunjiu , menggunakan gelar kebangsawanan Hou sebagai sne:  Aihou 哀侯 bersama adiknya  dari negara  Jin 晋 dihukum mati oleh raja Jin Wugong 晋武公。Keturunannya lari ke negeri lain, kemudian menggunakan Hou sebagai snenya.  Salah satunya adalah Hou Ying  侯嬴 dari negara Wei 魏。
2. Keturunan Xiahou Shi 夏后氏  diangkat menjadi penguasa di negara Hou, kemudian keturunannya menggunakan Hou sebagai snenya.
3. Pada zaman saat orang Xianbei 鲜卑 banyak yang merubah snenya namanya menjadi sne dan nama Han, yaitu zaman Dinasti Utara dan Selatan , ada sebagian orang Xianbei yang bersne Hou mochen mengganti  snenya menjadi  Hou.

JUNWANG   郡望:

Junwang adalah sebuah tempat di mana sebuah sne berkembang pesat. Biasanya di situ ada pejabat tinggi yang mempunyai sne tersebut atau ada orang yang mempunyai sne tsb menjadi kaya raya. Di sanalah dibuat sebuat tempat penghormatan leluhur, ada yang merupakan sebagian dari rumah orang terkemuka itu, ada yang didirikan khusus sebagai bangunan terpisah. Dalam junwang hanya ada gambar leluhur dan meja abu leluhur yang dianggap paling berjasa dalam membuat sne tsb menjadi besar dan jaya. Lalu di sana dicatat semua silsilah keluarga sne yang bersangkutan. Rumah leluhur itu sendiri mempunyai nama dan disehut  Tanghao 堂号。


Jun adalah keresidenan, wilayah administrasi di bawah kabupaten tapi di atas propinsi, sekarang di Tiongkok namanya diqu 地区, atau diqushi 地区市 atau zhou 州. Ini menunjukkan bahwa dulu tempat pemujaan leluhur itu selalu didirikan di pusat keresidenan. Misalnya Hexi Li  河西李, artinya junwang dari keluarga Li dari Hexi, salah satu junwang utama sne Li, di propinsi Gansu, dimana telah menghasilkan keluarga Li yang pernah mendirikan dinasti Tang 唐 di Tiongkok, dengan kaisar kedua Li Shimin 李世民 salah seorang kaisar yang paling berhasil dalam sejarah Tiongkok.

Saya dengar dari anggota milis di Pontianak perkumpulan semarga di sana masih mencantumkan nama junwangnya dalam nama perkumpulan.

Karena Tiongkok luas, tak mungkin seseorang anggota keluarga harus datang ke junwang pusat hanya untuk mencatatkan kelahiran atau kematian saja. Oleh karena itu ditiap daerah didirikan junwang cabang. Inilah yang banyak. Untuk mencari ini anda biasanya harus tahu, kama kampung leluhur anda di Tiongkok, lalu menelusur di mana junwang cabangnya?  Sne yang sama tapi junwang berbeda, belum tentu seketerunan, Kalau anda tahu junwang pusat, maka asal usul anda sudah lebih dekat terpecahkan.

Yang menjadi kesulitan adalah: Banyaknya rumah pemujaan leluhur sudah musnah, karena perang, karena tidak terawat kalau anggotanya di situ miskin sekali tak punya uang untuk memeliharanya, bencana alam dll.  Tapi untuk sne besar seperti marga Li , marga Wang dll pasti ada. Hou termasuk sne besar, meskipun tidak sebanyak marga Li dan marga Wang, atau Liu (Lao) dan Chen (Tan).

Buku-buku tidak jelas mengatakan apakah rumah leluhur  dari keluarga sne Hou ini, masih ada, hanya menyebutkan bahwa sne Hou berkembang menjadi sne terkenal di Shanggu zaman dahulu, menurut para ahli Shanggu itu berada di wilayah kota Zhangjiakou, di barat laut propinsi Hebei sekarang. Jadi bisa dianggap inilah junwangnya sne Hou. [Lebih jauh dengan "Junwang" ]

LIANG U

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/80-marga-hou-%7C-heo-%7C-hao-%7C-kao

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto