A+ A A-

The House of Tokugawa

  • Written by  Huang Dada
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | House of  Tokugawa berasal dari Tokugawa Ieyasu yang mendirikan shogunate Tokugawa. Dia berasal dari klan Matsudaira, penguasa Mikawa.. Sistem vassal di Jepang menggunakan sistem tawanan. Karena klan Matsudaira tergolong lemah di banding penguasa tetangga seperti Klan Imagawa dan Klan Owari , Di masa kanak-kanak Ieyasu banyak menghabiskan waktu sebagai tawanan.

 

Oda Nobunaga mengambil alih kepemimpinan klan Oda dan mulai bangkit sebagai daimyo terbesar. Nobunaga melakukan proses unifikasi terlebih dahulu di Owari. Di tahun 1560, dalam konfrontasinya dengan klan Imagawa , perang Okehazama ,  Nobunaga berhasil mengalahkan Imagawa yang berkekuatan 30000 orang dengan bermodalkan 2000 prajurit. Kemenangan spektakuler diraih melalui serangan kilat.Beruntung saat itu Ieyasu , yang merupakan klan bawahan Imagawa , tidak terlibat dalam perang Okehazama.

Ieyasu memulai aliansi terpentingnya dengan Nobunaga. Melalui aliansinya ini , Ieyasu perlahan-perlahan memiliki pengaruh dan kekuasaan yang melampaui provinsi asalnya, Mikawa. Bersama Nobunaga , Ieyasu mengalahkan klan Takeda yang juga berpengaruh, di bawah Takeda Shingen. Keberuntungan diraih Ieyasu-Nobunaga saat Takeda Shingen meninggal sementara suksesornya tidak kompeten. Kemenangan atas klan Takeda adalah kemenangan terpenting yang menghantarkan Nobunaga sebagai daimyo terkuat di Jepang , disusul Ieyasu sebagai yang kedua.

Di tahun 1582 , Akechi Mitsuhide menghianati Nobunaga dan melakukan kudeta berdarah. Nobunaga gugur di kuil Honoji. Sementara pengikut utama Nobunaga sedang berada di berbagai front . Hideyoshi sedang berada di front Barat melawan klan Mori (Mori Terumoto). Ieyasu sedang berada di sekitar Osaka. Shibata Katsuie , salah satu pengikut senior Nobunaga sedang berhadapan dengan klan Uesugi (Uesugi Kenshin).  Akechi secara diam-diam mengirim surat kepada Mori Terumoto untuk beraliansi , tapi suratnya bocor di tangan Hideyoshi. Hideyoshi yang marah dan setia , dengan cerdik membuat perjanjian gencatan senjata dengan Mori dan dalam 10 hari melakukan perhitungan dengan Akechi. Langkah cepat Hideyoshi ini mendahului Ieyasu dan Shibata Katsuie. Hideyoshi menghabisi Akechi dalam hitungan hari dalam perang Yamazaki. Sejak peristiwa ini Hideyoshi secara de facto adalah suksesor Nobunaga.

Perebutan kekuasaan pasca-Nobunaga tidak berhenti sampai disitu. Ieyasu mendukung anak Nobunaga lainnya , Oda Nobutaka . Sementara itu , Hideyoshi mendukung Oda Nobukatsu. Hideyoshi berhasil mengalahkan Ieyasu dengan cara yang simpatik. Ieyasu yang berada di ambang kekalahan di tawari pembagian daerah. Ieyasu menerima tawaran itu dan menjadi pengikut utama Hideyoshi.

Ieyasu bersama Toshiee Maeda , Ukita Hideie , Uesugi Kagekatsu , Mori Terumoto kemudian di tunjuk Hideyoshi menjadi five regents (tairo) untuk mengamankan suksesi Hideyoshi terhadap anaknya Hideyori.

Tahun 1598, Hideyoshi wafat mengakibatkan konflik perebutan kekuasaan karena anaknya, Hideyori masih berusia lima tahun. Setahun kemudian , Toshiee Maeda juga wafat . Ieyasu sebagai yang paling berpengaruh dalam lima tairo itu mengambil kesempatan untuk mengambil alih kepemimpinan. Konflik perebutan kekuasaan ini berujung pada meletusnya perang Sekigahara di tahun 1600. Ishida Mitsunari memimpin pasukan Barat melawan Tokugawa Ieyasu yang memimpin pasukan Timur. Tiga tairo , Ukita , Mori , dan Uesugi mendukung Ishida Mitsunari.

Ieyasu berhasil memenangkan perang paling menentukan dalam sejarah Jepang. Dengan kemenangan ini , Ieyasu menjadi penguasa de facto Jepang dan mendirikan shogunate Tokugawa yang bertahan selama dua setengah abad lebih , sampai di tumbangkan oleh Restorasi Meiji di tahun 1868.

Tulisan ini berasal dari Bentara.Asia yang sudah tidak aktif dan blog parahyangan.

TAUTAN INTERNAL

http://blog.budaya-tionghoa.net/dada


Pihak yang ingin mempublikasi ulang tulisan dalam web ini diharapkan untuk menyertakan link aktif : www.budaya-tionghoa.net , NAMA PENULIS dan link aktif yang berada didalam tulisan atau membaca lebih jauh tentang syarat dan kondisi . Mempublikasi ulang tanpa menyertakan tautan internal didalamnya termasuk tautan luar ,  tautan dalam , catatan kaki , referensi , video , picture , sama dengan mengurangi konten dalam tulisan ini.


Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/817-the-house-of-tokugawa

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto